Fire And Water

Fire And Water
Cp 56# Menyerahkan Diri


__ADS_3

Kepergian rudi telah membawa duka bagi Samuel dan teman-temannya terutama Samuel yang merupakan sahabat dekat selama di organisasi mawar hitam, bahkan disaat samuel jatuh hanya rudi yang menguatkan, sebaliknya juga sama disaat rudi salah jalan hanya samuel yang meluruskannya kembali, jadi mereka adalah sahabat yang saling melengkapi


Tapi entah kenapa kepergian rudi kini membuat Samuel tidak percaya, tepatnya waktu dia bersama dengan Joko didalam ruang tamu beberapa saat sebelum dia keluar bertemu teman-temannya,


Disana terlihat Samuel menundukkan kepala dengan tatapan kosong seakan-akan dunianya sudah hancur, akan tetapi tuan Joko tidak mau rencananya gagal jadi ia berkata kepadanya


"Apa kamu tidak tahu kalau kekuatannya sudah diserahkan kepadamu?" tanya Joko yang membuat Samuel kembali mengangkat wajahnya


"Aku tidak tahu" suara nyaring disertai tatapan kosong


"Bagaimana jika kita lihat bersama-sama, aku yakin kekuatan itu diserahkan kepadamu"


"Baiklah" jawab singkat Samuel yang terlihat ragu namun ia memutuskan untuk mencoba mengayunkan tangannya kearah Guci yang ada disudut ruangan, disaat tangannya diayunkan terkejutnya Samuel dan joko karena guci yang jaraknya 10 meter jauhnya hancur berkeping-keping


Bahkan dinding di belakang guci tersebut terlihat sebuah sayatan yang mirip seperti cakar hewan, dengan heran Samuel memandang telapak tangannya sambil berkata, "Untuk apa dia memberi kekuatan ini kepadaku?" bingung Samuel


"Jika aku boleh menebak, kemungkinan Rudi memberikan kekuatan tersebut karena dia ingin kamu membalaskan dendamnya terhadap Nikolaus"


"Tapi..."


"Kamu tidak usah bimbang sam, karena aku ada di pihakmu"


"Maksud anda apa?" bingung Samuel


Dengan senyum dia berkata, "Bergabung dengan prajurit negara dan serang markas ini aku jamin Nikolaus akan kalah" jawab singkat joko yang membuat Samuel melotot dengan sorot mata penuh dengan dendam dan amarah


"Berhasil" batin Joko sambil tersenyum puas


Setelah membahas rencananya Samuel keluar untuk menemui teman-temannya, dan waktu itu hari sudah menunjukkan pukul 23.44 malam yang membuat Lian mengajak teman-temannya untuk beristirahat ditenda militer karena hanya tempat itulah yang kini mereka punya


Mereka tidur dijam itu juga hingga pagi menyingsing Samuel bangun lebih pagi dari yang lain dengan wajah muram dia keluar tenda untuk mencari air yang akan digunakan untuk membasuh mukanya, dan beruntungnya ia ketika berjalan beberapa meter bertemu dengan genangan air yang berasal dari mata air pegunungan


Ketika mukanya dibasuh dirinya sempat melihat Nikolaus dan Joko dari kejauhan yang hendak pergi ketanda tentara, Samuel yang melihat kini langsung memasang tatapan sinis sambil berkata, "Aku bersumpah akan membunuhmu Nikolaus" Gumamnya dengan wajah basah dengan air


Karena sudah membasuh wajah Samuel kembali ketenda untuk menemui teman-temannya, dan terkejutnya dia ketika melihat Joko dan Nikolaus berbaju militer yang menghadap tentara berbaris termasuk squadnya ikut terlibat didalamnya


Karena tidak ingin ikut berbaris Samuel hanya mengintip dari kejauhan dengan modal pohon sebagai tempat berlindung


Sebenarnya Samuel ingin sekali datang dan bertarung melawan Nikolaus namun karena kemampuannya yang masih kalah dia terpaksa harus menunggu dan terus menunggu hingga waktunya datang


Dari kejauahuan Samuel mendengarkan apa yang ingin disampaikan Nikolaus kepada tentaranya saat itu Nikolaus berkata


"Selamat pagi saudara-saudaraku yang aku banggakan, dipagi hari ini aku yang berdiri disini ingin mengumumkan perang dingin terhadap Pasukan negara Mars yang sudah lancang masuk kewilayah kita, walaupun kalian kurang pengamalan ataupun kurang dalam pelatihan, tetapi aku yakin kalau kalian pasti bisa memukul mundur pasukan lawan, jadi aku harap kalian mau membantuku untuk melawan musuh" ucap Nikolaus dengan lantang


Akan tetapi usahanya tidak mengegerakan hati tentara yang ada justru kini muka mereka malah terlihat muram


"Sial, percuma aja aku berpidato kepada mereka kalau hasilnya kaya gini" katus Nikolaus dengan emosi

__ADS_1


Hingga tentara yang melihat raut wajahnya kini langsung ketakutan dan terpaksa harus bersorak dengan berkata, "Hidup Mawar hitam" sorak-sorai dari tentara yang terpaksa


Sedangkan dari kejauhan Samuel langsung meninju pohon dengan emosi dari raut wajah dia berkata, "Ternyata benar apa yang dikatakan Tuan Joko, orang seperti dia harus dimusnahkan" Gumam Samuel yang menatap Nikolaus dari kejauhan


Tidak lama terlarut dalam emosi akhirnya ia menemukan ide untuk mengalahkan prajurit dari pihak Nikolaus namun sebelum dia bergerak Nikolaus kembali berkata


"Bagus, aku harap kalian benar-benar mau membantuk, karena aku tidak ingin mengotori tanganku untuk membunuh pemberontak di mawar hitam" ujar Nikolaus dengan tatapan sinis, hingga disaat itu juga mereka langsung ketakutan akan tatapan bos besar


Akan tetapi tidak lama ketakutan mereka lenyap ketika mendengar perkataan dari Joko yang tenang dan santai, "Aku harap kalian tidak mencoba untuk melakukan hal tersebut" ucap Joko membuat suasana semakin muram


"Jadi untuk pasukan yang ada totalnya sekisar 360 orang dan 102 orang sudah berada di medan perang, dan lagi saat ini aku dan Nikolaus tidak bisa mengeluarkan Artileri karena tujuan musuh adalah penyelidik namun karena pasukan perbatasan yang menembak tentara musuh akhirnya misi mereka berganti, bukan penyelidikan namun invasi tapi formasi mereka tidak berubah jadi untuk sekarang kita belum tahu pasti keberadaan dan formasi musuh jadi untuk besok kalian akan berangkat kemedan perang menyusul yang lain, apa kalian paham?!!" ucap Joko dengan lantang


"Siap, paham!!!" jawab serentak dari tentara, setelah semuanya selesai akhirnya Joko dan Nikolaus pergi meninggalkan lapangan menuju istana kuno, hingga seluruh tentara yang ada dilapangan bisa menghembuskan nafas lega


Sedangkan Samuel langsung pergi menuju medan perang karena hanya disanalah Nikolaus bisa dikalahkan setelah sampai dilereng gunung bahkan Samuel seringkali melihat ataupun mendengar suara jet dan helikopter berterbangan akan tetapi sebelum Samuel melewati lereng dirinya disergap oleh dua tentara bersenjata dengan logo bendera didadanya


Didalam hati Samuel berkata, "Hmm,.. Ternyata pasukan garda depan sudah dikalahkan" batinnya sambil melirih kearah tentara yang mengepung depan belakang, dan setelah ia radar mengunakan angin ternyata ada 8 orang, dua diantaranya berada di dekatnya


Sedangkan 6 lagi berada dikejauhan sambil memantau, "Ternyata begini cara prajurit terlatih beraksi jauh lebih cerdik dari tentara gadungan" batin Samuel sambil mengangkat tangan kelangit depan posisi diam mematung


Namun ketika tentara Mars mendekat kearah Samuel, entah apa yang terjadi sebuah tembakan melesat hingga membunuh tentara yang ingin menangkapnya


Arghhh..


Suara jeritan tentara yang terkena tembakan tepat di tubuh mereka membuat mereka jatuh tak berdaya, namun ketika sekelompok tentara berbaju oren darang menghampiri Samuel, tiba-tiba mereka mendapat balasan dari arah yang berbeda-beda antara lain adalah rekan yang memantau temannya tadi


Hingga disaat itu juga sekelompok tentara berbaju oren yang jumlahnya 6 orang kini langsung tewas ditempat tanpa sempat melawan balik


"Bagus, berapa jumlah korban dan segera mungkin seize tempat tersebut"


"Jumlah korban 2 orang dan kami akan segera amankan tempat ini, tapi disini ada satu orang yang mencurigakan, Pak"


"Mencurigakan?"


"Benar, soalnya dari tadi dia tidak melakukan pergerakan bahkan disaat kami baku tembak dia hanya diam ditempat sambil mengangkat tangan"


"Aneh, tapi kamu harus ingat tujuan kita saat ini hanya mengepung perairan Pulau agar musuh tidak kabur, dan berharap bala bantuan akan datang jadi jangan berbuat macam-macam"


"Baik, pak" balas tentara yang bersembunyi dari balik pohon dan disaat itu juga koneksi antara markas dan dirinya terputus


Setelah mendapat perintah akhirnya ia membuat sambungan ulang ke teman-temannya yang di berbagai tempat namun masih dalam jangkauannya, "Kawan kita sudah mendapat perintah untuk membawa korban kemarkas agar pihak markas bisa mencari diindikasi tentang korban" ucapnya lewat alat komunikasi


"Tapi bagaimana dengan orang itu?!" tanya rekannya


"Analisa dia!!!"


"Baik" jawab serentak dari rekannya

__ADS_1


Hingga mereka dari berbagai tempat keluar dari persembunyiannya dan bergerak kearah Samuel namun masih tetap dalam posisi siaga, namun Samuel yang melihat tidak merasa terkejut atapun heran itu karena sebelum mereka keluar dari tempat persembunyian ia sudah tahu jumlah dan posisi mereka


Walaupun didalam hati dia masih terus bertanya apa tentara garda depan sudah kalah atau belum karena keberadaan tentara Negara Mars sudah berada di belakang benteng perbatasan yang sebentar lagi akan memasuki kawasan istana


Tentara yang berjumlah 6 orang kini sudah mengepung Samuel sambil menodongkan senjata kearahnya dengan melontarkan pertanyaan kepadanya, "Siapa kamu?, apa kamu salah satu dari kelompok pemberontak?" tanya salah satu tentara sambil menodongkan senjata


"Aku Rian, dan aku merupakan salah satu dari mereka bisa dibilang salah satu pemimpin mereka" jawab Samuel yang memakai kembali nama samaran tersebut


"Apa maksudmu?"


"Aku katakan sekali lagi, kalau aku salah satu dari mereka dan aku pimpinan mereka" balas Samuel yang sampai sekarang masih mengangkat tangannya


"Apa buktinya?" tanya tentara Mars yang masih tidak yakin dengan perkataan Samuel


"Aku tahu kelemahan dan tak-tik musuh, apa itu cukup"


Ketika mendengar perkataan tersebut akhirnya para tentara Mars mulai saling memandang dan mencoba menghubungi markas, "Ada apa?" tanya dari pihak markas yang dihubungi bawahannya


"Maafkan kami pak, tapi kami menghubungi pihak markas karena ingin memberi tahu kalau ada satu orang yang menyerahkan diri kepihak kita dengan membawa informasi tentang musuh"


"Apa kamu yakin kalau dia bukan orang yang ingin menyusup kemarkas?!"


"Saya juga tidak tahu, tapi dari analisa saya dia bukan orang yang mencurigakan karena dari setiap ucapannya tidak ada perkataan yang mencurigakan" laporan dari tentara tersebut


"Kalau begitu bawa dia ke markas tapi ingat tetap pantau dia karena kita belum 100% percaya kepadanya"


"Siap, Pak" jawab tentara tersebut hingga mematikan sambungan komunitasnya terhadap markas


Setelah selesai menghubungi markas, datang salah satu temannya sambil berkata, "Bagaimana?, apa kita bawa dia ke markas?" tanyanya


"Iya, tapi kita harus tetap pantau dia karena pihak markas belum 100% percaya dengannya, bahkan sang Jendral belum tahu tentang dia"


"Baiklah kalau begitu" balasnya


Hingga disaat itu mereka membagi tugas 4 orang diantaranya membawa koban ke markas dan sisanya menahan Samuel dengan senjata terus ditodong kearahnya, mereka bejalan di tepi pantai karena tidak memungkinkan lewat jalurnya yang ada mereka justru tembus ke benteng mawar hitam


Dijalan antar perbatasan hutan dan pantai membuat mereka tidak terdeteksi oleh musuh bahkan sempat salah satu tentara yang bertanya kepada Samuel, "Kenapa kamu menyerahkan diri?" tanya tentara tersebut yang terus menodongkan sebuah pistol ke arah kepala Samuel


"Tidak ada, hanya aku sedikit kesal dengan bos besar kami"


"Kenapa?" tanya balik dari tentara tersebut


"Itu karena, dia sudah membunuh sahabat dekatku" jawab Samuel dengan datar


Seketika tentara yang mendengar alasan Samuel kini langsung memasang ekpresi perhatian karena apa yang dialaminya hampir sama dengan mereka yang kehilangan rekan dimedan perang


"Kami tahu apa yang kamu rasakan saat ini, jadi aku harap kamu benar-benar dalam prioritasmu yaitu membalas dendam terhadap bos besar kalian"

__ADS_1


"Yah"


Tidak terasa perjalanan mereka akhirnya sampai di pangkalan militer milik negara mars yang disana hanya terlihat beberapa tenda dan kapal perang yang siap menembakkan meriam, di dalam hati Samuel dia berfikir kalau kapal perang milik mawar hitam sudah habis akibat penyerangan beberapa hari yang lalu, jadinya pihak Nikolaus tidak bisa menyerang lewat air.


__ADS_2