Fire And Water

Fire And Water
Cp 64# Kekacauan


__ADS_3

Setelah percakapan mereka berakhir sang ibu hanya memberikan kesimpulan kepada maya, dengan kata lembut, "Tidak akan ada seorang ibu yang rela melihat Anak-Nya terluka, dan ibu yakin suatu hari nanti kamu akan merasakan bagaimana menjadi seorang ibu dimasa depan"


"Tapi ibu, ini bukan demi teman Maya saja tapi bagi semua orang, dan Maya tidak mau jika hal yang mengerikan terulang lagi, apalagi disaat usia ibu sudah mulai menua"


"Jangan berbicara seperti itu, jangankan kedamaian bahkan seorang ibu saja rela memberikan nyawanya jika harus melindungi anak terkasihnya"


Setelah ucapan sang ibu, maya hanya bisa menundukkan kepala dan tidak bisa berbicara apapun selain menurut apa kata ibu, karena mau bagaimanapun perkataan ibunya adalah kasih sayang terhadapnya


"Maaf jika saya menyela pembicaraan ini, tapi menurut saya Maya memang tidak seharusnya berada ditempat seperti itu jadi lebih baik Maya mengikuti apa kata ibumu saja" saran Ari untuk Maya


"Tidak, aku tidak mau hanya diam menunggu saja sementara kalian harus berkorban nyawa untuk masa depan umat manusia" bantah Maya


"Tidak apa-apa May, aku janji akan kembali secepatnya" Ucap Ari yang meyakini Maya


Ketika suasana sedang sedih, sang ibu bertanya dengan wajah tersenyum, "Apa kalian berdua berpacaran?" tanyanya hingga seluruh orang menjadi malu termaksud Maya dan Ari


"Sial, perasaan mereka yang ditanya, kenapa malah aku yang salting" batin Sonia sembari tadi hanya duduk diam di sofa


Sedangkan Rian dan Rico hanya tersenyum tipis seolah-olah tidak tahu apapun tentang mereka, sampai Ari buka mulut namun wajahnya masih merona


"Maaf tante, sebenarnya kami sudah berteman cukup lama dan itu hanya sebatas teman, kami berdua tidak memiliki hubungan yang spesial seperti apa yang tante bilang" ngeles Ari


"Benar apa yang dikatakan Ari, aku dan dia hanya teman, tidak lebih dari itu" support Maya dengan wajah merah


"Tadi Ibu cuman nanya kalian pacaran atau tidak, tapi kenapa kalian malah menjelaskan masalah kalian kepada ibu" senyum sang ibu yang mendesak situasi Maya dan Ari


"Eh,.. " bingung Maya akibat termakan jawabannya sendiri


Melihat itu seluruh orang yang ada langsung tertawa kecil bahkan pelayan dan maid yang sembari tadi berdiri disekitar mereka ikut tertawa melihat tingkah nona Maya ketika sedang malu tapi tidak dengan Ari, karena melihat tingkah Maya ia justru malah tersenyum sendiri


Awalnya Maya hanya kebingungan tapi kini ia beneran malu disaat Ari menatapnya dengan senyum, karena jarang sekali melihat Ari yang tersenyum kecuali di hal-hal tertentu, hingga tak kuasa tahan malu ia menutup wajah dengan tangannya sendiri


"Benarkan, apa kata ibu kalian itu sedang jatuh cinta walaupun kalian tidak bilang tapi naluri seorang ibu tidak mungkin meleset" senyum ibu melihat Ari dan Maya


"Ibu!!" seru Maya dengan malu hingga sekali lagi mereka samua tertawa bersama


Usai kejadian itu sang ibu kembali berkata kepada Maya, anaknya


"Ibu izinin kalian membawa pesawat ayah Maya, tapi ibu tidak akan izinkan kalian untuk mengajak Maya ikut ke sana karena dia adalah anak satu-satunya dari keluarga ini"


"Tapi ibu"


"Sudahlah Maya, kami tidak apa-apa jika tidak pergi bersamamu, justru kami malah janji akan pulang lebih cepat untuk menemui mu" ujar Ari


"Benar apa kata Ari, kami akan pergi dan pulang lebih cepat dari apa yang kamu kira dan kami janji tidak akan membuatmu khawatir" ikut Sonia yang meyakinkan Maya


"Tapi kemampuanku adalah medis, mana mungkin kalian bertempur tanpa ada orang yang menyembuhkan kalian"


"Kalau masalah itu kamu tidak usah khawatir, karena Sofia, pacar kakakku adalah seorang manusia berkemampuan medis" seru Rian


"Aku sedikit lega mendengarnya, tapi aku mohon kepada kalian untuk berhati-hati di sana dan tetap ingat untuk tidak membahayakan nyawa kalian sendiri"


"Kamu tenang saja, serahkan semua ini kepadaku" ujar Sonia walaupun kemampuannya tidak terlalu berguna di medan perang

__ADS_1


"Baiklah"


Setelah perbincangan mereka selesai ibu Maya menyuruh asisten pria mengajak seluruh teman Maya menuju lapangan lepas landas dimana letaknya tidak jauh dari rumah mereka hanya sejauh 1 kilometer yang dimana di sana hanya terlihat sebuah bandara kecil


Tanpa ada rumah warga di sekitarnya atau bisa dibilang lingkungan tersebut adalah tanah milik ayah Maya, jadi di sana adalah tempat khusus yang dijadikan sebagai tempat transportasi pribadi milik keluarga Maya


Di bandara tersebut hanya terlihat beberapa kendaran terbang yang terdiri dari pesawat Capung, Helikopter dan pesawat bermuatan sedikit, yang di sana sudah ada beberapa prajurit yang menjaga alutsista milik ayah Maya


Mereka yang hendak memasuki kawasan bandara seringkali bertanya kepada maya dengan pertanyaan singkat namun susah untuk dijelaskan


"May, sebenarnya kamu ini anak siapa sih?" tanya sonia yang melihat gerbang bandara dibuka dengan dijaga ketat oleh tentara dari setiap sudutnya


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" bingung Maya


"Tidak, hanya sedikit merasa ada yang aneh dengan kekayaan yang kamu punya"


"Sebenarnya, ayahku adalah pengusaha ternama di setiap kota bahkan ada perusahaan yang ia bangun diluar negeri"


"Hebat juga ya, kalau gitu bisa kali berkerjasama dengan perusahaan ayahku"


"Bisa saja, tapi nanti kalau ayahku sudah pulang baru aku bilang sama dia" jawab Maya hingga gerbang bandara sudah dibuka dan mereka dituntun masuk kedalam penerbangan pesawat oleh pelayan pria yang setia dengan ayah Maya


Sementara Ari, Rico, dan Rian hanya bisa melongok kaget dengan apa yang mereka lihat, karena kejadian tersebut adalah kejadian langkah dalam sejarah hidup mereka jika melihat pun itu hanya lewat digital yang jelas tidak bisa merasakan suasana secara langsung dari tempat perkara


Setelah masuk begitu dalam akhirnya pelayanan Pria tersebut mempersilahkan semuanya untuk menunggu diluar ruangan yang disebut ruang kendali, karena ruangan tersebut hanya bisa dikunjungi oleh orang-orang tertentu jelas Maya diperbolehkan


Namun dia lebih memilih untuk menunggu bersama teman-temannya ketika sedang menunggu Maya berkata, "Kalian jaga diri di sana" pesan Maya sebelum temannya berangkat menuju medan pertempuran karena kejadian ini bisa dibilang pertempuran terakhir dari perjalanan mereka


"Kamu tenang saja, aku janji akan pulang lebih cepat dari yang kamu kira" jawab Ari dengan Wajah terlihat optimis


Tidak lama menunggu akhirnya driver helikopter pun datang menghampiri mereka, dengan Wajah serius sang supir berkata, "Apa kalian sudah siap?" tanyanya sebelum berangkat


"Siap" jawab serentak dari Ari dan teman-temannya hingga mereka kini sudah lepas landas dari pangkalan menuju lokasi menggunakan helikopter dengan diamati oleh Maya dari daratan


"Aku pasti akan segera pulang, tolong tunggu aku may" batin Ari sambil melirik kearah Maya yang berdiri mematung


Hingga sore itu seluruh orang sudah berangkat menuju pulau dimana mawar hitam berada, tapi dilain waktu pasukan yang ada di palau sudah mengalami kekacauan atau bisa dibilang mereka akan kalah dalam beberapa waktu lagi karena pasukan Inti sudah diserang oleh pasukan Mawar hitam dengan dipandu oleh Joko


Sedangkan Samuel dan jendral bersembunyi di ruang rahasia yang letaknya dibawah kapal, mereka bersembunyi supaya pasukan musuh tidak mengejarnya karena yang diincar adalah Samuel yang saat itu sedang dalam keadaan lemah


Prajurit yang berperang tanpa dipandu oleh pemimpin hanya bisa pasrah sambil terus berharap jika serangan mereka membuahkan hasil yang baik bagi kemenangan, namun justru hal tersebut sebaliknya dimana pasukan yang jumlahnya ratusan kini bisa dibantai dengan prajurit musuh yang jumlahnya seperempat dari mereka


Satu-persatu tentara Negara dibunuh dari belakang oleh sang pembunuh berpakaian hitam, garda depan digempur dengan pasukan musuh hingga mereka tidak bisa kabur dari lokasi dan lebih parahnya lagi mereka tidak mendapat kabar dari markas pusat mengenai keadaan saat itu


Karena yang mereka pikir hanya terus berada di regu masing-masing sampai mereka tidak sadar kalau 6 regu sudah dikalahkan oleh Tim Lian, 8 diantaranya sudah bergabung dalam satu lokasi yaitu berfokus untuk melumpuhkan lawan, 2 regu lagi berada didalam kapal yang entah bagaimana kabarnya


Dalam satu lokasi 8 regu tersebut hanya terus menahan gempuran yang berasal dari dalam hutan sampai hari menjelang sore namun belum membuahkan hasil, justru satu-persatu dari mereka tewas akibat terkena tembakan dari musuh


2 regu lagi kini mendapat serangan dari belakang yang berupa seorang pembunuh berbaju serba hitam, yang membuat mereka tidak bisa membantu regu garis depan dengan maksimal


Baku tembak terjadi di dua tempat yaitu di kapal dan di pesisir pantai, di kapal mereka berbaku tembak dengan pembunuh yang terus menerus bersembunyi di setiap sela kapal, bahkan terkadang disaat tentara sedang lengah mereka membunuh dengan cara cepat tanpa suara


Hingga tanpa sadar mereka kehilangan satu prajurit disaat keadaan lengah, tapi semua itu tidak mempengaruhi mental seorang tentara walaupun mereka tidak bisa mengalahkan musuh tapi mereka bisa bertahan sampai bantuan datang

__ADS_1


Sementara terlihat Joko yang memerintahkan sebagi tentara untuk menyusup ke kapal yaitu untuk menangkap jendral negara Mars namun yang berangkat hanya 8 orang, tidak bisa lebih dari itu karena jika dipaksakan maka pasukan penyerang akan kehilangan kekuatannya


Sedangkan Nikolaus hanya pergi menuju kapal perang yang ada dengan tujuan untuk menghancurkannya agar musuhnya tidak bisa kabur dari pulau


𝘿π™ͺ𝙖𝙧....


Suara ledakan dari kapal pertama yang dihancurkan oleh Nikolaus menggunakan kemampuannya, sampai-sampai seorang awak kapal pun tidak sempat keluar dari kapal sebelum kapal ditinju hingga hancur


Dibalik kobaran api Nikolaus tertawa lepas dengan senyum jahat di wajahnya, sampai kesadarannya diambil alih oleh iblis dihatinya


Namun disaat ia masih tertawa datang 4 orang tentara dari negara mars yang menodongkan senjata kearah Nikolaus berdiri, "Berhenti, jangan bergerak atau kamu akan kami tembak" ancam tentara tersebut


"Haha... Kalian ingin mengancam ku?!" tanya Nikolaus dengan tawa di wajah


"Kami tidak main-main!!!" bentak tentara tersebut dengan penuh amarah


"Hah!!" karena tidak ingin berdebat dengan cepat Nikolaus menghilang dari tempatnya dan muncul dibelakang tentara itu berada hingga dalam waktu singkat ia dapat membunuh semua tentara tersebut dengan satu cara yaitu mematahkan leher lawan dengan satu serangan


Setelah semua tentara itu mati kini Nikolaus hanya diam mematung sambil memasang wajah senyum yang sadis, "Kalian pikir kalian siapa" Gumamnya dengan wajah penuh amarah


Kini kekacauan tersebut terlarut dalam waktu yang panjang, dika terbangun dari pingsannya dengan badan lemas dan darah mulai mengering di seragam tentaranya karena bingung dia hanya bisa bertanya kepada dirinya sendiri


"Ada apa denganku?, kenapa aku belum mati?" bingung Dika dengan wajah terheran-heran


Namun disaat ia masih bingung terdengar suara baku tembak dari bawah kapal, yang membuat Dika berusaha untuk berdiri dan memastikan sendiri apa yang terjadi ketika ia pingsan, dengan jalan terseok-seok dia mulai melangkah dan ketika dia sudah di ujung dirinya melihat sejumlah tentara yang sedang baku tembak


Dengan musuh dari arah dalam hutan, sedangkan rekannya membuat parit lalu berlindung didalamnya karena mereka tidak bisa menjadikan tenda sebagai tempat untuk berlindung


Dika ingin membantu namun tidak memiliki tenaga untuk mengangkat senjatanya, hingga dengan berat hati ia cuman bisa menonton dari atas kapal tanpa melakukan apapun


Tapi anehnya ketika semua sedang sibuk berperang terdengar ledakan dari arah selatan, dengan cepat dika melirik kearah asal ledakan tersebut dan yang pertama ia lihat hanya Sebuah kapal perang yang hancur berantakan


"Sial, ada apa di sana?" bingung Dika yang mengambil posisi berdiri dan melihat sebuah kobaran api yang melahap kapal yang kini sudah hancur berantakan


Kapal paling ujung berada diurutan ke-3 sebelum mencapai kapal milik jendral dimana tempat Dika berada saat itu, walaupun begitu di sana tidak terlihat kalau ada rombongan tentara musuh yang mengebom atau mengunakan meriam, sampai bisa membuat kapal hancur


Karena itulah Dika tidak tahu harus berbuat apa musuh tidak terlihat, dan Rekannya berada di medan perang yang sudah jelas tidak bisa membantunya


Kecuali senjata cadangan, yaitu Pistol yang masih bisa dia angkat mengunakan tangan kanan


Dan lagi-lagi terdengar suara ledakan dari kapal selanjutnya yang membuat penasaran di sana tidak ada satu orang pun yang terlihat ketika kapal dihancurkan, karena kebingungan Dika hanya terus mengarahkan senjatanya kearah kapal selanjutnya yang kemungkinan akan dihancurkan


Nikolaus sembari tadi menghancurkan kapal hanya terlihat puas dengan samsak nya, bahkan tanpa sadar badannya kini mulai terluka, walaupun begitu dia justru malah senang karena sudah sekian lama belum ada hal yang bisa membuatnya terluka kecuali ledakan kapal tempur


"Satu tinju, terlalu mudah untukku menghancurkan kapal satu-persatu" gumam Nikolaus dengan wajah aneh


Lagi-lagi disaat Nikolaus sedang menikmati mainnya ada yang mengancam mengunakan pistol, orang tersebut adalah tentara yang selamat dari ledakan kapal


Dengan badan penuh luka dan kedua kakinya sudah patah hanya bisa mengancam dalam posisi tiduran karena kakinya tertimpa puing baja


"Jangan bergerak, Monster!!" teriak tentara tersebut sambil menggenggam satu pucuk pistol


"Kalau begitu, kamu saja yang bergerak menuju neraka" ketus Nikolaus yang menghilang dan muncul didepannya dengan posisi meninju hingga dalam satu tinjuan tentara tersebut langsung tewas

__ADS_1


Di sore menjelang malam terlihat tentara saling adu tembak, dan Nikolaus hanya terus menghancurkan kapal satu-persatu, posisi mereka ibaratkan berada di helai benang yang siap diterkam musuh bantuan akan segera tiba dalam beberapa jam lagi, yaitu bantuan dari Sekutu yang dipimpin Putra, dan Bantuan manusia super yang dipimpin Ari.


__ADS_2