
Api besar yang terus melahap pohon dan semak yang ada di halaman istana membuat Nicolaus dan lainnya bisa melihat dengan jelas kebakaran tersebut dari atas istana, bahkan prajurit yang menjaga dibawah pun ikut terkejut dengan apa yang mereka lihat, karena api besar yang tiba-tiba muncul tanpa sebab membuat mereka tak habis pikir
Karena mereka sangat telaten dalam mengamati sekitar, namun tidak ada seorangpun dari mereka yang melihat maupun mencium bau minyak yang membuat api sebesar saat itu, sampai yang ada dibenak mereka hanya rasa terkejut yang tiada habis sampai salah satu mereka mendapat tembakan tepat di kepala sehingga dalam sesaat orang itu tewas ditempat
Dan membuat seluruh orang yang di sana terkejut bahkan Nicolaus dapat mendengar dengan jelas suara tembakan dari arah pintu masuk sampai beberapa saat kemudian ia bergerak ke arah tembakan bersama dengan Joko yang di susul oleh Lian dan timnya untuk menuruni lantai istana
Setelah tiba dilantai pertama, alangkah terkejutnya Nico saat melihat seluruh tentaranya habis ter'bantai oleh prajurit sekutu dalam waktu singkat bahkan prajuritnya sudah masuk kedalam Istana dengan senjata lengkap yang terus berondongkan tembakan kearah tentaranya yang sedang bersembunyi dibalik dinding maupun tempat berlindung lainnya
Karena perang didalam istana adalah perang akhir dari garis pertahanan yang dimiliki oleh Nicolaus, sehingga jika pasukan didalam istana selesai maka ia sudah benar-benar kalah dari pasukan sekutu
Ketika suara tembakan terus ber'kecambuk datang Nicolaus dan timnya ke salah satu tentara yang sedang bersembunyi dibalik dinding sambil memperhatikan kearah pintu keluar yang kini sudah dibekukan oleh tentara lawan mereka
"Hey,.. Beri tahu aku, situasi saat ini!!" pinta Nico dengan nada tinggi yang membuat metal tentara langsung ketakutan
"Ma-maafkan kami tuan, sepertinya pertahanan garis depan sudah benar-benar kalah" ucap tentara tersebut dengan terbata-bata akibat takut melihat raut wajah dari tuannya
"Kenapa bisa seperti itu?, dan dari mana asal api barusan?" tanya Joko penuh rasa penasaran akibat kejadian tadi mengganjal dipikirannya
"Kami juga tidak tahu tuan, karena api itu keluar dengan kejadian yang tidak diketahui"
"Maksudmu?" bingung Joko dengan memasang ekspresi heran
"Tidak ada waktu untuk bicara, sekarang kalian semua maju!!" perintah Nico yang menyela pembicaraan antara Joko dan tentaranya
Awalnya Lian dan yang lainnya ragu, namun karena nyawa mereka sama-sama dalam bahaya, terpaksa mereka harus melawan sekelompok tentara tersebut, Lian mengeluarkan sepucuk pistol lalu bersembunyi di balik tembok sedangkan Nicolaus langsung melesat dimana para tentara tersebut berada
Duag,.. Duag..
Suara pukulan dari Nico yang kecepatannya tidak bisa dilihat oleh kasat mata hingga dalam waktu singkat sudah 5 tentara yang roboh akibat terkena serangan Nico yang berupa tendangan maupun tinjunya, sedangkan Lian menembaki musuh dari balik dinding sehingga menghasilkan ledakan dari tempat musuh berada
Miya, Sina, dan Riza mereka lebih memilih untuk pergi dari tempat pertempuran karena kemampuan mereka tidak sesuai dengan situasi, sedangkan prajurit sekutu yang melihat situasinya kini langsung terkejut karena ledakan yang entah berasal dari mana dan kecepatan seseorang yang tidak bisa dilihat
Membuat mereka tak bisa berkutik, sampai salah satu dari mereka segera berlari keluar istana untuk meminta bantuan pada yang lain, setelah ingin sampai dimana jendral yang saat itu sedang berdiri menghadap ke arah prajurit yang berbaris kira-kira 20 orangan dengan berkata, dengan suara lantang dan keras
"Prajurit yang gagah perkasa, aku memberi tugas kepada kalian untuk mengeksplorasi istana ini dari luar dan jika kalian menemukan keanehan segera amankan dia, sebisa mungkin jangan buat kesalahan fatal bagi rekan kalian, apa kalian mengerti!!!"
"Siap, mengerti jendral" balas Prajurit sekutu dengan serentak
"Bagus, sekarang kalian boleh pergi!!" perintah terakhir dari jendral Lion yang membuat seluruh Prajurit yang ditugaskan pergi meninggalkan barisan
Setelah pergi datang Putra dengan membawa sepucuk pistol ditangan, bahkan kedatangannya membuat terkejut Lion, "Nak Putra, dari mana kamu tadi?" tanya jendral dengan tatapan penuh selidik
Putra yang melihat tatapan tersebut hanya bisa mengerutkan keningnya sambil melihat mata jendral seakan-akan sedang menginterogasinya, "Bukanya anda tahu kalau saya sedang membakar area ini" jawab Putra sambil menatap api yang terus melahap pepohonan
"Ngomong-ngomong, bagaimana caranya kamu dapat membuat api sebesar ini?"
"Itu karena saya adalah manusia su-" belum sempat membalas pertanyaan jendral Lion, datang salah satu tentara dengan terburu-buru sambil berteriak kata 'darurat'
Putra dan jendral yang tersadar segera melihat kearah tentara itu yang masih berlari dan benar saja, dia terus mengatakan kata darurat sehingga membuat mereka gelisah mendengarnya dan setelah tentara itu menghadap jendral Lion dengan tegas dia memberi hormat sambil nafas yang terengah-engah
"Anda kenapa?" Tanya Putra yang aneh melihat tingkah tentara tersebut
"Gawat, kami mendapat serangan dari dalam istana yang sangat aneh"
"Maksudmu?" bingung jendral Lion
__ADS_1
"Maafkan saya tuan, sebelumnya saya lupa untuk memberi tahu anda, sebenarnya saya adalah unit yang menyerang dari dalam istana"
"Jadi kamu mendapat serangan dari dalam?"
"Benar jendral, dan sekarang pasukan kami sudah didorong mundur karena ada sesuatu hal yang tidak bisa dipikirkan secara logika"
"Apa maksudmu!!" tanya Putra dengan nada tinggi dan suaranya juga tiba-tiba menyela pembicaraan jendral
"Nak Putra, kamu tenang dulu" sahut jendral dengan wajah sinis
"Oke,.. Maaf" jawab Putra dengan menundukkan kepala
"Saya ingin minta maaf, karena sifat anak ini terlalu kasar"
"Ah,.. Tidak apa-apa, jendral" balas tentara tersebut
"Sekarang kamu bisa ceritakan, apa yang terjadi didalam sana?"
"Sebenarnya tidak ada yang aneh ketika kami sedang menyerang pasukan musuh, tapi tidak lama kemudian ada seseorang yang bisa melesat melewati akal manusia, dia melesat bagaikan cahaya yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, dan anehnya lagi ada sebuah ledakan yang kami sendiri tidak melihat ada boom didekat kami"
Semua ucapan tentara tersebut membuat jendral tidak bisa berfikir dengan jernih karena yang ada di benaknya hanya rasa heran dan tidak menduga kalau ada manusia seperti itu, namun tidak untuk Putra karena sekilas dia tahu kalau lawannya juga manusia super yang bisa menandingi pasukan sekutu
"Jendral, kalau masalah ini biar aku saja yang mengurusnya" sahut Putra yang segera pergi kedalam istana untuk menantikan lawannya, terlihat dari tatapan dan raut wajah Putra yang penuh dengan kebencian yang mendalam kepada pemimpin Organisasi
Melihat punggung Putra yang mulai melangkah menjauh dengan cepat jendral mengambil keputusan dengan berkata, "Kamu bawah beberapa prajurit untuk membantu mereka yang didalam" perintah jendral sehingga tentara itu pergi dengan tergesa-gesa
Didalam istana terlihat sudah banyak dinding maupun lantai istana yang hancur akibat ledakan dari Lian, dan beberapa tentara yang sudah mati dengan badan hancur maupun tubuh yang remuk akibat ulah kedua malaikat maut itu yang dengan keji membunuh pasukan sekutu dalam waktu singkat
Setelah semua berkumpul antara lain Nico, Lian, Joko dan beberapa prajurit disebuah lorong menuju pintu keluar terlihat mereka masih siap-siap untuk gempuran kedua, yang kemungkinan akan terjadi sebentar lagi terutama Joko yang sembari tadi terus menerus mengelap tangannya yang terlumuri darah mengunakan sapu tangannya
Sehingga dapat didengar oleh mereka bertiga, dari balik bayangan terlihat seorang pria yang sedang berjalan santai mendekati musuhnya nama pria itu Putra dia datang untuk bertarung melawan musuh yang sudah membunuh kedua orang tuanya dengan tatapan pembunuh dan aura amarah yang baru pertama kali ia keluarkan sepanjang hidupnya kini musuhnya dapat melihat dengan jelas siapa yang sedang ada dihadapan mereka
Dengan wajah heran, Nico berkata dengan suara lantang dengan di iringi todongan senjata milik tentara maupun Lian terkecuali Joko yang terlihat masih terkejut dengan kedatangannya, "Hey,. Bocah kemana pasukan mu!!"
"Tidak perlu" ketus putra dengan sinis karena saat itu ambisi Putra hanya untuk membunuh Nicolaus dengan tangannya sendiri
"Hah!!" bingung Joko dengan bergumam sendiri layaknya sedang bertanya pada diri sendiri
"Aku tanya, siapa di sini yang bernama Nicolaus?" tanya Putra yang masih setia berdiri ditempatnya
"Dia mencari tuan Nico, apa jangan-jangan dia" batin Joko yang terheran-heran dengan pria remaja tersebut
"Itu namaku, siapa kamu!!" jawab Nico
"Jadi kamu yah" tanpa berfikir lagi dengan cepat Putra melaju kearah lawannya dengan api yang menyala-nyala di seluruh tubuhnya, sampai seluruh orang yang ada di sana langsung terkejut dan sebagai tentara sudah melepas tembakannya ke arah Putra tapi dari sekian banyak tentara yang menembaki tidak ada satu peluru pun yang mengenai kulit Putra
Itu semua karena apinya membakar semua peluru tanpa sisa, sehingga dalam waktu singkat Putra memukul lantai dimana tentara sedang berkumpul
𝘿𝙐𝘼𝙍...
Ledakan besar membunuh seluruh prajurit Mawar tanpa sisa, bahkan Ketiga orang lawannya pun ikut mudur dari posisinya akibat terkena dampak dari ledakan, "Sialan, dia bukan manusia biasa!!" ketus Nico dengan menyembunyikan wajah dari ledakan mengunakan tangannya
"Dia adalah Putra yang selama ini aku cari dan ternyata aku masih bisa melihatnya, setelah sekian lama aku sendirian" batin Joko dengan mata berbinar seakan-akan sedang bahagia akibat menatap seseorang yang dirindukan
"Hehe,... Mana puas aku menghajar keroco begini" ujar Putra dengan senyum sadis layaknya iblis sedang marah besar
__ADS_1
"Kurang ajar" balas Nico dengan ketus dengan cepat menghilang dari tempatnya dan muncul dihadapannya dengan posisi ingin memukul muka Putra dari depan
Joko hanya bisa menyaksikan dengan tatapan marah akibat adik kesayangan ingin dilukai oleh musuh bebuyutannya, jika Lian dia hanya menatap tanpa melakukan apapun karena dia berada diambang kebingungan ingin memihak pada siapa
DUAR..
Suara ledakan yang dihasilkan oleh tinju Nico bukanlah hal yang biasa, bahkan kepalan tangan Putra yang sudah menangkap tinjunya pun harus mundur akibat menahan kekuatan berskala besar, "Sial dia kuat" gumam Putra yang terpental kebelakang dengan kaki yang menahan dorongan sambil memasang kuda-kuda
Terlihat pergelangan tangan Putra mulai kesakitan akibat terpelintir ringan di bagian sendi peluru, tidak hanya tangan tapi auranya mulai memudar akibat melihat aura milik Nico yang berwarna hitam pekat membuat kekuatan Putra turun secara drastis
"Putra, selama ini aku sengaja membuatmu sedih karena aku ingin lihat potensi penuh mu, dari atas kemarahan mu, tapi jika dilihat sekarang aku jadi tidak yakin kalau kamu bisa menandingi Nico" Batin Joko dengan wajah cemas
Dilain tempat terlihat Sina, Miya, dan Riza berada didalam ruangan yang kedap suara namun penuh dengan senjata api sambil duduk disebuah kursinya masing-masing kecuali Miya yang sibuk mengurus sniper nya dengan memastikan Magazine dan amunisi cadangan selama dia pergi berperang
"Miya, apa kamu akan pergi ke sana?" tanya Sina yang melihat Miya sibuk dengan urusannya sendiri
"Tentu saja" jawab Miya sambil meletakkan peluru di tas kecil yang biasanya diletakan di pinggang
"Lalu kamu ingin berada di pihak mana?" tanya lagi dari Sina membuat Miya diam mematung akibat tidak tahu ingin menjawab apa
"Membantu sekutu berarti kita sudah berurusan dengan Nico, dan membantu Nico berarti kita bermusuhan dengan sekutu" ucapan Sina membuat Miya semakin bimbang untuk membalas perkataannya
"Menurutmu aku harus mendukung siapa?, Sina, Riza?" tanya Miya pada dua temannya
"Kalau menurutku lebih baik kita mendukung sekutu karena mau bagaimanapun posisi tuan Nico sudah berada diujung tanduk" sahut Riza yang menyela pembicaraan
"Tapi jika kita mengikuti sekutu, itu akan membuat nyawa kita dalam bahaya karena pihak mereka tidak memiliki orang kuat" pendapat kontra dari Sina
"Kamu benar, lalu kita harus apa sekarang?" bingung Riza dengan menundukkan kepalanya
"Di udara pesawat terus berperang, dan di darat manusia terus membunuh, sebenarnya dimana kita akan lari" gumam Miya mengepalkan kedua tangan sambil menggenggam erat magazine
"Aku mengerti keadaanmu Miya, tapi sekarang kita juga tidak bisa terus menerus disini, karena posisi kita sudah dikepung oleh sekutu dan bergerak pun kita tidak memiliki kekuatan lagi" ucap Sina
"Bagaimana kalau kita membebaskan tahanan saja, lagian mereka bisa kabur bersama dengan tentara Sekutu" sahut Riza
"Tidak bisa untuk sekarang Riza, karena kita tidak memiliki tempat untuk berlindung apalagi harus membawa banyak orang bersama dengan keluarga kita"
"Kamu benar Sina, jika kita tidak bisa berkutik tapi setidaknya jangan gegabah" sambung Miya yang membenarkan perkataan Sina
"Kalau begitu kita harus bagaimana?" tanya lagi Riza yang tampak tidak memiliki harapan untuk memilih
"Bagaimana kalau sekarang kita istirahat dulu disini setidaknya sampai situasinya memungkinkan kita untuk bergerak" ujar Miya setelah menaruh seluruh keperluannya di tas lalu menutupnya kembali dan berbalik badan untuk berjalan ke arah tamannya berada sambil membawa sniper berukuran normal
Ketika suasana sedang panas terdengar lagi suara tembakan yang kini terjadi di area tidak jauh dari istana yaitu di tenda seluruh prajurit berada, karena tenda mereka sudah ditemukan oleh tentara sekutu dan karena tugas mereka untuk mempertahankan camp membuat mereka rela bertaruh nyawa untuk berperang hidup atau mati melawan sekutu
Sofia lagi-lagi mendengar suara tembakan yang membuatnya langsung berdiri dari kursi dan memasang ekspresi gelisah karena sudah kesekian kalinya ia mendengar suara deru perang yang terjadi didekat istana apalagi kini suaranya semakin terdengar jelas di area tenda tentunya hal tersebut membuatnya ketakutan setengah mati akibat takut akan kena imbasnya dari perang tersebut
Walaupun begitu tidak ada sama sekali tanda-tanda Samuel akan bangun dari ko'ma nya, sehingga membuat Sofia menjadi gelisah sejadi-jadinya akibat melihat keadaan Samuel yang sedang terbaring lemah.
********
𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖
𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..
__ADS_1
𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋