
Hari dimana pertemuan para dewan akhirnya telah tiba, dan Putra saat itu sudah berdiri didepan Gedung istana yang akan menyelenggarakan rapat bangsa-bangsa yang diketuai oleh Putra itu sendiri karena pada awalnya Putra yang menyelenggarakan pertemuan yang mendesak tersebut
Dibawah terik matahari Putra diam berdiri didepan pintu masuk istana, yang di sana sudah dijaga ketat oleh beberapa prajurit bersenjata yang mengunakan armor berwarna Abu-Abu, awalnya tentara tersebut hanya diam berdiri namun setelah melihat sepasang remaja yang mendekati pintu istana, merekapun bergerak mendekati dua remaja tesebut
Putra dan Vera yang melihat dua tentara mendekat hanya bisa mempersiapkan diri dan berjalan layaknya tidak terjadi apa-apa, hingga tiba saatnya mereka ditanya oleh tentara tersebut dengan ucapan, "Sedang apa kalian disini?, apa kalian tidak tahu kalau ini adalah gedung penting negara!!!" tegas tentara tersebut dengan tatapan penuh selidik
Namun dengan tanggap Putra berkata , "Justru saat ini aku adalah orang penting" jawab Putra dengan datar
"Maksud anda apa!!" tanya tentara tersebut dengan heran
"Maksudku adalah aku orang penting yang akan menghadiri rapat ini!!, apa kalian paham" geram Putra dengan nada jengkel
"Hah!!" bingung tentara tesebut sambil bertukar pandang dengan rekannya
"Bisa kalian pergi, kalau tidak aku bisa telat!!" ketus Putra
Vera sembari tadi hanya melihat kini terkesima melihat ketegasan dan keberanian yang kini Putra pancarkan disaat ia sedang serius, bahkan tanpa sadar Putra sudah dua kali memberi kode tentang apa yang pernah ia jelaskan sebelum mereka sampai ke istana negara
"Ekhm,.. Jadi begini, saya adalah putri dari Ziel, jadi saya punya hak untuk masuk kedalam istana ini" sambung Vera sambil menampilkan kalung bertanda atau telah terukir sebuah semboyan dari keluarga Okta
Tentara yang melihat hanya bisa merinding lalu membungkuk memberi hormat sambil berkata, "Maafkan kami yang tidak sopan ini, tadinya kami tidak tahu kalau anda adalah orang penting, tapi sekarang kami menyesal karena telah mempersulit anda" ucapan tentara tersebut sambil memberi kode tangan agar menyuruh rekan yang lain membukakan pintu masuk istana
"Tidak Apa-apa, lagian saya tahu kalau kalian sedang menjalankan tugas" ujar Putra sambil melangkah maju memasuki gerbang dengan diikuti oleh Vera dari belakang
Didalam istana Putra mengeluh kepada Vera sebab kode yang diberikan tidak ditanggapi hingga harus mengulang kembali dengan berkata-kata kasar, tapi Vera hanya berkata maaf karena dia saat itu tidak sadar dengan kode tesebut
"Sudahlah, sekarang kita harus kemana?" usai debat Putra kebingungan karena didalam istana sangat luas dan besar bahkan jika ingin dikelilingi butuh setengah hari
"Aku juga tidak tahu, karena aku baru pertama kali ke sini" ikut Vera
Hingga dengan terpaksa mereka bertanya kepada maid yang ada di sana dan beruntungnya mereka telah sampai didepan pintu rapat yang dijaga dengan dua tentara namun tentara tersebut tidak menginterogasi atau mempertanyakan kenapa seorang remaja datang kesini
Karena mereka sudah tahu, jika orang yang masuk kedalam istana adalah orang penting, jadinya mereka dengan menurut membuka pintu tersebut yang didalamnya sudah ada meja bundar dengan kursi yang diisi oleh pemimpin bangsa bahkan di sana sudah ada pemimpin negara Mars, yang tentunya Putra kenal
Karena setiap senin selalu ada upacaranya bahkan dikelasnya ada foto dia juga, dengan tatapan sinis seluruh anggota rapat menatap Putra dan Vera yang saat itu sedang memasuki ruangan, tatapan mereka membuat Putra merasa risih
Akan tetapi Putra dengan santainya duduk diantara mereka sambil mengangkat kaki kanan untuk menindihnya ke kaki kiri, atau posisi duduk berbentuk silang hingga seluruh orang yang melihat kini langsung menatap dengan tatapan geram, tidak lama seorang pemimpin bangsa Scarlett berbicara dengan nada tinggi
"Apa maksudmu bocah!!, kamu tahu seharusnya yang duduk di sana adalah anak dari pemimpin
Negara Pluto, tapi kenapa malah kamu ada disini dan dimana Vera anak Ziel" bingung pemimpin Scarlett
__ADS_1
"Aku Vera dan aku anak dari keluarga Okta" ucapan Vera dengan nada tegas sekaligus menunjukkan sebuah kalung yang sama persis ia tunjukan kepada prajurit penjaga
"Hah!!,.. enggak mungkin, ternyata dia sudah besar" kaget pemimpin Scarlett dengan wajah heran, bahkan seluruh peserta rapat ikut heran dengan kejutan apa yang mereka lihat karena mereka hanya sekali melihat Vera itupun disaat ia masih berumur 7 tahun, yang kini dengan mengejutkan sudah berumur 17 tahun saja
"Aku sedikit tidak menyangka ternyata kamu memang anak Ziel" ucap pemimpin Mars yang dulunya adalah sahabat dekat Ziel ayah Vera
"Paman Norman, aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu disini" sapa vera sambil melambaikan tangan kearahnya hingga dibalas dengan senyuman dari jarak yang cukup jauh dari tempat dimana Vera berdiri
"Ekhm,.. Baiklah kita mulai rapat kita yang ingin saya buka dengan ucapan selamat pagi" pembukaan yang dikeluarkan dari mulut Putra yang membuat semua kini memfokuskan tatapannya ke Putra
"Tunggu dulu, sebelum itu kami belum tahu anda siapa, dan kenapa yang ada ditempat itu anda?, kenapa bukan Nona Vera?" bingung pemimpin Scarlett
"Hmm,.. Agak susah untuk menjelaskannya tapi yang jelas aku dan Vera memiliki hubungan spesial, bisa dibilang tunangan" ucap Putra
Yang membuat satu ruangan kaget bahkan Norman pemimpin negara Mars pun tampak kebingungan dengan kenyataan yang ia dapat dari mulut Putra karena menurut dia tunangan dari anak seorang pemimpin bangsa setidaknya harus dimuka kan didepan media agar rekan dan saudaranya bisa tahu
Tapi dengan perkataan Putra tersebut sudah menunjukkan kalau ada masalah atau melencengnya ketetapan sebagai pemimpin bangsa, suasana tersebut tidak bertahan lama hingga salah satu pemimpin bangsa mengajukan argumennya dengan berkata, "Tidak masuk akal!!, dimana seorang pemimpin negara yang kita sebut sebagai pemersatu bangsa-bangsa jika hal sebesar ini saja di privasi tanpa sepengetahuan kita" bantahnya dengan tidak terima
"Benar apa yang dikatakan pemimpin negara Jupiter, di mana-mana seorang pemimpin harus bertangungjawab atas apa yang dia tanggung, walaupun masalah ini tidak ada hubungannya dengan perdagangan tapi setidaknya dia memberi tahu kita tentang ini" pendapat pro dari negara Violid
"Cih,.. Negera Violid memang selalu mencari kesalahan seseorang" batin Putra sambil menatap kearah pemimpin Violid
Walaupun Putra tidak tahu banyak tentang negara-negara benua, namun Putra sudah mendapat informasi tersebut dari Vera yang ternyata Negeri adidaya dunia adalah negeri Jupiter dan Scarlett, sementara sisanya hanya negara netral tapi ada dua negera yang sudah terpecah tentang perdamaiannya akibat nafsu kekuasaan yang terus menguasai pemimpin negara Violid
Salah satunya adalah kesepakatan tentang Non-agresi yang disaat itu Lion hanya bisa menurut dan menanggapinya dengan dingin walaupun sebenarnya dia sangat tidak setuju hal tersebut terjadi
Tidak sampai disitu ternyata Lion sudah menyimpan dendam terhadap negara Pluto yaitu Ziel akibat selalu saja menghalangi rencananya Sampa-sampai disaat negara Pluto mendapat masalah Violid dengan acuh tak acuh mengabaikan panggilan darurat yang dikirim ke negaranya
Hingga kini ketua aliansi belum ditetapkan karena kedua negara adidaya saling bentrokan, yang bertujuan utama mereka hanya untuk menempati posisi ketua agar menambah kekuasaan terhadap dunia
Sebenarnya Putra tidak tahu apa rencana negara Jupiter dan Scarlett yang saling berdebat untuk merebutkan posisi ketua, tapi ada satu hal yang Putra yakini, yaitu dimana jika mereka salah memilih ketua aliansi akan berakibat perang kedua yang pernah terjadi 23 tahun yang lalu
Dimana Mars berada diposisi bertahan dari serangan Violid tapi beruntungnya posisi tersebut tidak bertahan lama, karena setelah Organisasi mawar merah selesai, negera Mars bisa melancarkan Serangan balik untuk membuat pasukan Violid mundur, jadi intinya Violid jauh lebih lemah dari Mars tapi pemimpinnya Lion bukanlah orang yang akan tinggal diam
Dirinya banyak sekali tersimpan rencana yang ia buat selama bertahun-tahun hanya untuk menjatuhkan negara musuh bebuyutan yaitu Mars, ditengah keributan tersebut dengan lantang Putra berkata dengan satu kata yaitu "Diam" hingga seluruh anggota rapat kini terdiam dan memandang tatapan Putra yang mengintimidasi
"Tidak ada gunanya kalian bertengkar disini, jika kalian ingin bermain siapa yang salah justru kalian sendiri yang salah karena memanfaatkan situasi ini untuk merebut kekuasaan yang seharusnya masih ada ditangan Ziel, apa kalian belum puas dengan perang yang lalu!!!" tegas Putra yang seketika langsung hening
"Hey,.. Bocah kamu kira kamu siapa yang bisa seenak jidat berkata seperti itu!!" bantah pemimpin Violid dengan wajah kesal
"Aku tidak akan mengulang perkataan ku untuk yang kedua kalinya, jadi aku disini karena aku punya hak istimewa, yaitu sebagai ketua aliansi sementara dari paman Ziel" ucapan Putra mengundang banyak pertanyaan dari berbagai negara bahkan ada dari mereka yang berdiskusi akan perkataan Putra barusan
__ADS_1
"Ketua sementara?, kamu kira pemimpin Scarlett dan Jupiter kamu anggap apa?!"
"Aku yakin banyak pertanyaan yang ingin kalian keluarkan, namun ada satu hal yang akan aku beri tahukan kepada kalian semua kalau sebenarnya Paman Ziel masih hidup, tapi untuk sekarang dia masih ditahan dengan sekumpulan organisasi yang dulu pernah menyerang negara Pluto"
"Ngomong apa kamu bocah!!, kamu kira kami bakal percaya dengan bualanmu" bantah demi bantah terus dilontarkan dari pemimpin negera Violid sedangkan negera lain mereka masih mendengar dan mencermati apa yang dikatakan oleh Putra
"Aku tidak membual, tapi inilah faktanya dan sekarang yang sedang memberantas organisasi tersebut hanya negera Mars" ucapan Putra membuat seluruh pandangan menuju Norman yang masih diam di kursinya
"Apa maksudmu?!" tanya sekaligus bingung dari Lion karena ucapan Putra
"Pulau perbatasan antara negara Jupiter dan Mars adalah lokasi dimana pemberontakan itu terjadi"
"Apa, Pulau itu!!" kaget dari sang pemimpin Jupiter yang baru sadar dengan pulau yang telah lama ia tinggalkan
"Benar, Pulau itu telah dijadikan markas musuh, dan karena kalian telat dalam bertindak kini Paman Ziel, penduduk Mars telah menjadi korban dalam pemberontakan mereka"
"Apa buktinya!!, kalau semua yang kamu katakan itu benar" tanya Lion dengan nada tinggi
"Aku bisa menjadi bukti" potong Norman yang sembari tadi hanya menyimak kini mulai angkat bicara karena dirinya merasa sudah di panggil
"Norman!!" bunyi serentak dari seluruh anggota rapat kecuali Lion dan Putra
"Kalau begitu apa yang ingin kita lakukan?" tanya pemimpin Jupiter
"Aku hanya ingin kalian meminjamkan kekuatan militer kalian untuk membantuku agar bisa menyelamatkan dia, ingat semua ini demi menyelamatkan Paman Ziel, atau bisa dibilang menyelamatkan dunia dari perang" ucapan putra membuat orang seisi ruangan pun terdiam termasuk lion
"Aku harap setelah ini terjadilah Vote yang dimana negara yang membantu dan negara yang tidak membantu, dengan tujuan mempercepat invasi kita terhadap pemberontakan karena lebih cepat lebih baik" usul Putra
Setelah itu sang pemimpin Jupiter berdiri dan berkata dengan lantang, "Baiklah, setelah ucapan tersebut kita akan mengadakan vote dimana mengirim sebagian militer kita menuju pulau perbatasan negara Jupiter dan Mars" ucapannya membuat salah satu Negara mengangkat tangan dan berkata
"Sepertinya ada yang aneh dengan percakapan ini, jika pemberontakan tersebut terjadi diperbatasan Jupiter bukannya yang memiliki hak penuh untuk menaklukkannya adalah penguasa daerah tersebut ya" ucap pemimpin scarlett
Dengan didukung oleh pemimpin negara Violid yang berkata, "Benar, untuk apa kita repot-repot membantu menghabisi pemberontak yang terjadi bukan di wilayah kita" perkataan tersebut membuat seluruh orang kebingungan karena keputusan dari negara adidaya berbeda
"Hey,.. Kalian, sekarang Bukan itu masalah yang saat ini kita hadapi, tapi coba kamu pikir bagaimana jika korban yang berjatuhan semakin banyak" bantah pemimpin Jupiter
"Aku tetap tidak setuju, karena militer yang kita punya hanya untuk melindungi kampung halaman saja bukan dikorbankan untuk hal yang bukan urusan kita"
Perdebatan tersebut membuat seluruh orang merasa repot dan ketakutan, karena jika salah satu negara menyatakan perang, selesai sudah rapat ini tapi Putra tidak tinggal diam dia segera berdiri dan berkata, "Diam!!" satu kata membuat seluruh orang terdiam
"Tidak ada gunanya ribut disini, sekarang yang paling terpenting adalah apa kalian mau perang terulang lagi, dan apa kalian mau jika pemimpin kalian dipimpin oleh orang yang salah!!, Paman Ziel, sudah berjasa untuk kalian yang dimana perang tidak ada perdamaian untuk yang lemah pun terjadi, oleh sebab itu aku tidak ingin memaksa kalian, jadi siapa yang setuju silakan angkat tangan!!"
__ADS_1
Perintah Putra dengan berkeringat membasahi wajahnya bahkan Vera yang melihat bisa tahu kalau Putra sebenarnya sedang grogi untuk berkata kepada orang yang lebih bermartabat sedangkan tingkah dan tatapan Putra hanya sebuah kedok untuk menyembunyikan wajah aslinya.