Fire And Water

Fire And Water
Cp 18# Raja Perancang


__ADS_3

Dimeja makan ayah vera menceritakan apa yang ia tau tentang mawar hitam, "aku tidak bisa memberi tau kalian banyak tapi ada hal yang perlu kalian tau, kalau mereka bukan hanya 26 orang saja, tapi jumlah mereka bisa mencapai ribuan"


"Bagaimana mungkin, itu bukanlah jumlah yang sedikit, lagian mereka ingin mencari dimana orang-orang sebanyak itu?!!" tanya vera dengan serius


"Kalau masalah itu mungkin bisa aku kaitkan dengan masa lalu, yaitu mengunakan motif lapangan kerja bagi penduduk buangan"


"Jadi, mereka menerima orang dengan sukarelawan untuk membantu, dengan catatan mereka akan mendapatkan gaji dan pasokan makan?" sambung putra dengan penasaran


Namun jawaban ayah vera hanya mengangguk dengan jawaban yang telah di pastikan, disaat itu juga vera sangat terkejut dengan orang-orang suka rela ingin bergabung ke organisasi gelap


"Tapi kenapa, mereka ingin bergabung dengan jalan yang salah?!!" sambung putra


"Beberapa tahun belakangan ini negara mengalami krisis ekonomi, yang membuat warga pinggiran merasakan kelaparan akibat kurangnya perhatian dari pemerintah kepada mereka, hingga kesengsaraan itu berlangsung selama 2 tahun, namun si Brengsek itu mengandalkan situasi itu untuk mencari kekuatan dari warga pinggiran" jelas ayah vera


"Sial, apa-apa dia itu" geram putra


"Tapi hal yang membuat aku tak mengerti ialah mengumpulkan prajurit sebanyak itu tanpa terdeteksi oleh negara, bukannya itu mustahil bagi kita" sambung ayah vera


"Benar juga, aku tak habis pikir dengan niat mereka yang ingin menguasai negara" gumam putra


Vera yang sembari tadi masih memperhatikan putra dan ayahnya ngobrol, cukup heran dengan mereka karena sikap dan tanggapan mereka menandakan sebagai anak dan ayah


Setelah makan malam, mereka pun segera menuju lapangan Tempat para tentara berkumpul, dan Alangkah terkejutnya putra ketika melihat para tentara bersenjata dalam bentuk Barisan mereka terlihat seperti semut yang berkumpul


"Paman, jika aku boleh tau, berapa jumlah mereka kenapa aku merasa seperti melihat gerombolan semut" tanya putra dengan ekspresi terkejut


"Jumlah mereka ada 8 ribu orang" jawab ayah Vera


"Apa!!, jangan bilang mereka semua paman yang menggajinya?"


"memang paman sendiri yang Membayar jasa mereka"


"Kalau begitu, kenapa uang paman tidak di gunakan untuk membantu negara, jika begitu negara tidak akan mengalami krisis ekonomi?" bingung putra


"Memang benar, kalau paman tinggal di daratan yang sama dengan negara kalian, tapi yang sebenarnya terjadi adalah daerah ini sudah bukan lagi negara mars, melainkan negara baru"


"Maksud paman?!" bingung putra karena tidak mengerti dengan kata-kata ayah Vera


"Maafkan aku kalau tidak bilang denganmu Putra, tapi ada hal yang perlu kamu ketahui tentang papaku, sebenarnya ini bukan lagi negara mars, melainkan negara baru yang dibuat ayahku" sambung Vera dengan wajah bersalah


"Apa!!, berarti gak salah dengan apa yang aku pikirkan dulu" batin Putra dengan wajah terheran-heran


"Dan karena itu juga aku tidak dapat membantu negara kalian, karena aku takut kalau ada negara lain yang akan tersinggung maupun iri dengan negara mars, dan kamu harus tau kalau negaraku adalah negara yang terkecil di dunia" sambung ayah Vera untuk menyakinkan Putra


"Kalau begitu bisa beri tau aku, apa saja dampak negatifnya?!"


"Kemungkinan besar, aku akan di anggap sebagai negara pembelot dalam simbol pemersatu bangsa oleh musuh-musuh negara mars"


Apa yang dikatakan ayah Vera adalah kenyataan karena, situasi negaranya yaitu sebagai penengah dari perang Dunia dan sebagai simbol Persatuan bangsa membuat negaranya harus berada di kondisi netral dalam menjalin hubungan antar negara


Hingga tak lama datang seorang tentara gagah berani sambil mengunakan simbol jendral di dadanya, yang membuatnya terlihat lebih berkharisma dan tentara itu memberi hormat pada ayah Vera sambil berkata, "Lapor pak, saya sudah menjalankan perintah anda, yaitu mengumpulkan Tentara di lapangan" Ucap jendral tersebut dengan tegas


"Bagus, sekarang aku tugaskan kamu untuk memberi surat kepada negara lain agar mereka dapat memberikan kita bantuan" balas ayah Vera


"Baik Pak, akan saya berikan surat tersebut secepatnya" balas jendral tersebut dengan memberi hormat lalu meninggalkan ayah Vera

__ADS_1


"Lalu sekarang kita harus apa, agar bisa melawan pasukan musuh paman?" tanya Putra


"Kalau itu kamu tak usah pikirkan sekarang kamu istirahat saja, aku tau kamu pasti capek habis dari perjalanan jauh"


"Tapi" sebelum Putra melanjutkan bicaranya, Vera telah lebih dahulu menarik tangan Putra, sambil berkata, "apa yang dikatakan papa benar sekarang kita istirahat dulu, aku tau kamu pasti lelah jadi akan aku tunjukkan kamarmu" ujar Vera yang menarik tangan Putra meninggalkan ayahnya


Diperjalanan menuju kamar, Putra sempat merasa bingung dengan Vera yang terlihat aneh, "Vera, sebenarnya ada apa denganmu hari ini?!" tanya putra


"Kamu tau tidak, kalau ini adalah pertama kalinya aku melihat papa akrab dengan orang lain, dan aku tidak menyangka kalau orang itu adalah kamu"


"Iya, bukanya itu malah bagus mungkin dengan begitu, aku dapat mengenal ayahmu lebih dekat lagi" balas putra


"Mungkin bagimu itu adalah hal yang bagus, tapi menurutku itu justru sebaliknya, kemungkinan papa sangat ini sedang menganalisa sifat aslimu"


"Maksudmu, apa Vera?" putra yang sangat bingung dengan maksud perkataan Vera


"Kamu itu bodoh ya, kalau papaku ngobrol layaknya mertua maka dia tidak akan bisa tau tentang watak menantunya, namun sebaliknya jika papaku bersikap layaknya sahabatmu, maka ia bisa mengetahui tentangmu"


"Apa!, kenapa aku tidak menyadarinya"


"Iya, itu karena ayahku adalah orang pintar, jadi dia tidak akan memperlihatkan aktingnya dengan mudah" balas Vera


"Terimakasih ya, karena telah memberitahuku tentang ini, tapi aku rasa kamu tidak perlu khawatir, karena aku adalah aku dan mau bagaimanapun bentuknya aku akan menjadi Putra" ucap Putra dengan memegang kepala Vera


Saat itu wajah Vera kembali memerah dengan kelakuan Putra terhadapnya, karena baginya perlakuan itu tidak pernah ia dapatkan dari orang lain kecuali ayah dan ibunya, dan setelah melihat sikapnya kini Vera semakin merasa jatuh hati dengan putra


"Tapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu, kenapa kamu bilang pada ayahmu, kalau kita ini pacaran?!" tanya putra dengan wajah polos


"Ah,. Kalau masalah itu kamu harusnya tau, kalau ayahku tidak akan membiarkan aku pergi sendiri lagi, tapi jika aku bilang aku pergi dengan pacar maka ia akan berpikir kalau aku akan di jaga oleh pacarku" jawab Vera dengan wajah merona


"Oh,. Begitu ya, maafkan aku jika tidak terpikir sampai di sana"


"Wah,. Jika dibandingkan dengan kamarku, ini mah sudah melebihi hotel bintang 10" batin putra sambil terkejut melihat kamarnya


"Tidak apa-apa kok, justru menurutku ini sudah lebih dari cukup"


"baguslah Kalau begitu aku kembali ke kamarku ya, semoga mimpi indah nanti malam" Vera yang mencium pipi putra dan langsung pergi meninggalkan putra


Disaat itu juga Putra hanya tersenyum sambil berkata "Terima kasih untuk semuanya, Vera" sebelum ia masuk kamar untuk beristirahat


Disisi lain terlihat seseorang pria berjas diruang tamu sambil duduk di sofa dengan ditemani seorang pelayanan, "Menurut tuan bagaimana pendapat anda tentang pacar nona Vera?!" tanya pelayan terebut dengan nada pelan


"Menurutku dia terlalu lugu dalam membaca situasi, dan masih terlalu lemah jika dibandingkan dengan ayahnya, tapi yang membuatku kagum hanya tekadnya"


"Ada apa dengan tekadnya, tuan?" ucap pelayan tersebut dengan penasaran


"lupakan saja, sekarang bagaimana dengan status tentara-tentara yang akan ikut berperang?" tanya ayah Vera dengan mengalihkan pembicaraan


"Kalau masalah itu tuan tidak perlu khawatir, karena tentara dari P.A.U, P.A.D, dan K.P.E, sudah dalam barisan, sekarang kita hanya perlu menyusun strategi untuk berperang"


"Bagus, sekarang hubungi jendral Armin, karena jika dalam masa perang dia selalu dijuluki sebagai 𝙍𝙖𝙟𝙖 𝙋𝙚𝙧𝙖𝙣𝙘𝙖𝙣𝙜, jadi aku yakin dia pasti bisa mengatasi masalah kita saat ini"


"Baik, tuan" hormat pelayan tersebut yang langsung meninggalkan tuannya, seketika ayah Vera kembali mengingat kejadian 11 tahun yang lalu, dimana dirinya dikalahkan oleh musuh, namun kali ini ia berjanji akan membalas semua perbuatan mereka di perang kali ini


"Mungkin saat itu aku kalah karena aku tidak memiliki manusia berbakat, namun kali ini berbeda aku mempunyai Putra, seorang anak dari pahlawan bangsa, sekaligus lawan terberat mu" gumam ayah vera

__ADS_1


"***"


Keesokan harinya seluruh pasukan berkumpul dalam posisi berbaris, sambil memegang senjata ditangan, tentara milik ayah Vera terbagi menjadi 3, yaitu P.A.D (Personil Angkatan Darat), dengan tugas sebagai penyerang di daerah darat atau sebagai penyerang inti, P.A.U (Pasukan Angkatan Udara) bertugas sebagai penyerang udara namun biasanya dipakai untuk mencari titik kelemahan musuh dari udara, dan K.P.E (kelompok Pasukan Elite) mereka adalah sekumpulan orang elite dengan misi yang amat berat terkadang mereka akan menjadi ujung tombak dalam perang


Hingga datanglah, seorang pria berjasa yang berdiri didepan para tentara sambil diikuti seorang jendral muda yaitu jendral armin, dirinya merupakan jendral termuda di antara teman kerjanya semua itu ia dapatkan karena prestasi dan iQ yang tinggi dalam segala bidang, khususnya dalam strategis perang


Ayah Vera mengontraknya karena selama jabatannya ia tidak pernah mengalami yang namanya kekalahan, jadi kesimpulannya adalah ayah Vera menyewa jendral armin karena kecerdasannya dalam mengambil langkah perang


Sementara itu Putra yang baru bangun karena mendengar ketukan pintu, dengan suara Vera yang memanggil "Putra bangun, sudah saatnya kita menuju lapangan untuk pertemuan"


"Oke, tunggu sebentar" tak lama menunggu akhirnya putra keluar dengan baju rapi, dan berjalan bersama vera menuju lapangan sesampainya mereka,di sana, putra pun melihat ayah vera yang sedang berpidato


"Baiklah untuk saudara-saudaraku yang paling aku banggakan, saya disini sebagai tuan kalian atau atasannya kalian, ingin meminta bantuan pada kalian semua, karena situasi kita saat ini adalah situasi Genting, jadi aku ingin meminta bantuan dari kalian semua, walaupun ini tidak membahagiakan namun ini semua untuk melindungi Negeri kita, mari kita usir mereka yang ingin menggangu kedaulatan kita, jadi mari kita bersatu dan mari kita berjuang bersama-sama" teriak ayah vera untuk membangkitkan mental tentaranya


Disaat itu juga seluruh pasukan bersorak untuk membangkitkan tekad mereka, putra yang melihat itu lumayan takjub dengan apa yang dirinya lihat, namun seketika pandangannya berubah pada jendral yang berada di samping ayah vera


"Vera, apa kamu kenal dengan pemuda yang berdiri di samping ayahmu?" bisik putra kepada Vera yang ada di sampingnya


"kata papaku dia adalah temannya kalau tidak salah namanya armin dan sudah menjadi jendral termuda dari teman kerjanya"


"Oh, begitu ya" jawab putra walaupun didalam hatinya ia masih ada rasa ragu namun ia tidak ingin berfikir negatif


Waktu terus berlalu mulai dari kesibukan menyiapkan pasokan, tenda maupun Benteng pertahanan, bahkan putra ikut serta dalam perancangan tersebut, ia tidak ingin terlalu ketergantungan pada orang lain, namun semua kegiatannya selalu ditemani Vera hingga membuat putra menjadi bersemangat


Di sebuah lahan kosong terlihat putra dan Vera masih berusaha untuk membuat tenda agar bisa dipakai sebagai tempat tenaga medis merawat korban perang


"Putra, apa tidak sebaiknya kita menghubungi ari dan maya, aku jamin skillnya maya bisa membantu banyak untuk kita" ucap Vera mulai mengambil posisi duduk untuk beristirahat


"Menurutku sebaiknya jangan deh, walaupun kita adalah sahabatnya, bukankah sebaiknya kita tidak melibatkannya dalam masalah kita" balas putra yang duduk di samping vera


"Benar juga, sebenarnya aku hanya takut kalau kejadian itu terulang kembali aku tidak ingin melihat orang-orang terdekatku mati"


Putra yang melihat vera murung, mulai bersimpati dengannya, dengan cara memegang kepala vera dan mengacak-acak rambutnya "dasar kamu ini kok selalu seperti ini kamu tenang saja, aku akan selalu ada untukmu dan melindungi mu apapun yang terjadi nantinya" ucap putra dengan senyuman


Awalnya Suasana sangat damai, namun tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka dengan berkata, "Dasar pria tukang gombal" alangkah terkejutnya putra ketika melihat asal suaranya


"Paman, ada apa ya?" tanya putra dengan wajah setengah panik


"Sebenarnya aku datang kesini hanya untuk memastikan kerjaan ya ada disini, namun alangkah terkejutnya aku ketik melihat putriku dipegang oleh anak kemarin sore" ucap ayah vera dengan nada mengintimidasi


"Haha,.. Sebenarnya kalian ini akrab loh, sama seperti ayah dan anak" ketawa kecil vera


"Sebenarnya kamu ngomong apa sih" balas putra dengan wajah merona malu


"Sudahlah sebentar lagi akan menjelang malam, sebaiknya kalian persiapkan dari, karena musuh telah sampai di wilayah kita, ini untuk Putra kalau kamu ingin mendapatkan pengakuan dariku, sebaiknya kamu bawakan kemenangan untuk vera" Balas ayah vera yang meninggalkan vera dan Putra


Putra saat itu sadar dengan maksud perkataan ayah vera mungkin dengan kemenangan ini, ia bisa mendapatkan informasi ayahnya, dan kemenangan ini juga bisa membuat vera keluar dari masa kelamnya


"Putra, sebenarnya ayah tidak bermaksud begit-" sebelum vera menyelesaikan kata-katanya putra telah lebih dahulu memotongnya dengan berkata


"Kamu tenang saja, aku berjanji padamu kalau di perang ini akan aku raih kemenangan untukmu, jadi selama pertempuran kamu bersembunyi saja ya" sambung putra yang memotong pembicaraan vera


"Aku tidak ingin menjadi beban saja, jadi izinkan aku untuk berada di garis terakhir agar aku bisa membantu kalian"


"Baiklah, tapi kamu harus ingat jangan pernah membahayakan nyawamu sendiri" tegur putra agar bisa mengingatkan vera

__ADS_1


"Baik"


Tidak terasa waktu telah berlalu dan hari sudah menjelang sore, putra dan para tentara yang lain kini sudah berkumpul dan menyusun rencana bagaikan tentara yang ingin perang Dunia, untuk vera saat itu ia sudah siap di posisinya, yaitu sebagai tenaga medis agar nantinya tidak terjadinya korban kematian yang berlebihan di pihak ayahnya


__ADS_2