Fire And Water

Fire And Water
Cp 85# Lawan Misterius


__ADS_3

Bagi Putra, momen tersebut adalah kejadian langkah dimana pertarungan sengit yang akan terjadi beberapa saat lagi, semua itu disebabkan pengalaman Putra sangat sedikit jika dibandingkan Krise dalam hal bertarung, ditambah siasat Putra dalam pertempuran sangat minim dari pada insting Krise yang bisa dibilang berada dilevel yang berbeda oleh karena itu bagi Putra pertarungannya tidak bisa dibilang sepele apalagi setelah melewati banyak kejadian yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit


Selama beberapa saat suasana sangat hening dan sunyi membuat situasi semakin mencekam yaitu diantara Krise, Putra dan Pria misterius yang merupakan klon milik Zhang Xuan karena tugasnya hanya untuk menangkap Putra sehingga secara tidak langsung membuat dia harus melawan Putra dan Krise secara bersamaan.


Terlihat dimana klon tersebut tertantih-tantih akibat terkena serangan dadakan dari Putra yang secara mengejutkan telah membuat luka cukup serius di bagian lengannya, sampai-sampai perbuatannya langsung menghantui pikiran Putra secara jelas


"Kok, aku malah merasa bersalah yah!" Gumam Putra dengan nada rendah, karena ia masih sangat khawatir dengan keadaan lawannya


Krise yang waktu itu berada di samping Putra seketika langsung terkejut dengan apa yang keluar dari mulut sang adik, bagaimana tidak jika yang diserangnya adalah seorang musuh namun yang menyerang malah merasa bersalah akibat serangannya melukai musuhnya karena dimana-mana musuh akan tetap menjadi musuh walaupun dia sudah terluka parah ataupun ringan


Dan tentunya tidak ada di kamus manusia jika kita harus khawatir dengan yang namanya musuh, jadinya perkataan Putra harus membuat Krise mengerutkan dahi dengan wajah bingung terukir di ekspresinya


"Justru kamu yang bermasalah, Putra" ketus Krise dengan mimik wajah anehnya


"Lah!!,.. Kok malah aku yang aneh!?" bingung Putra dengan tatapan tanda tanya


"Bagaimana ceritanya jika kita mengkhawatirkan musuh sendiri!!"


"Memangnya aneh?, lagian mereka juga manusia dan mereka pasti memiliki suatu alasan untuk menjadikan kita sebagai musuhnya"


"Heh.. Masalahnya yang kamu khawatirkan bukan manusia melainkan boneka tanah"


"Apa!!!.. Maksudmu, jadi dia bukan manusia ataupun Iblis?" terkejutnya Putra setelah mendengar kenyataan dari Krise, atau kakaknya


"Hadeh,.. Bagaimana bisa kamu tidak tahu sih, lagian iblis mana ada di dunia ini!!"


"Yah... Mana aku tahu, kan aku juga manusia biasa" dengan santainya putra menjawab perkataan Krise yang mulai terlihat emosi


"Sudahlah, tidak akan ada habisnya berdebat denganmu!!"


"Lalu kita mau keroyokan kepadanya!!" tanya Putra dengan polosnya


"Kalau enggak, lebih baik kamu jualan bakso dari pada bertarung melawannya, lagian ini pertarungan hidup dan mati mana ada peraturannya" celetuk Krise yang mulai terlihat kesal


"Ya,.. Maaf, lagian aku juga tidak tahu banyak tentang pertarungan dunia luar, apalagi kalau ada sangkut pautnya dengan kekuatan magic"


"Hais,.. Terserah kamulah" terlihat Krise mulai pasrah menghadapi watak adiknya


"Baiklah, kalau begitu mari kita habisi dia dalam waktu cepat!!" ujar putra dengan antusias sambil meregangkan otot-ototnya


Sementara disisi lain sang pria misterius tersebut terlihat seperti kehabisan tenaga akibat menggunakan kekuatan sisanya untuk mengobati lengan yang hampir patah dibuat Putra,


"Sial,.. Bocah itu memiliki kekuatan yang cukup besar, aku harus berhati-hati jika berhadapan dengannya" gumam pria tersebut sambil menahan sakit di bagian tertentu


Ketika mereka sudah berdiam diri cukup lama, akhirnya tiba saatnya dimana Krise melesat dengan kecepatan penuh yang hampir tidak bisa dilihat oleh mata telanjang oleh manusia awam, karena kekuatannya tergolong ke jenis kekuatan pengerasan sehingga mudah bagi Krise menahan kekuatan berskala besar namun lemah di kecepatan walaupun begitu, bukan berarti Krise lambat


Karena berkat latihan kerasnya, akhirnya kekuatan Krise bisa dibilang berada di level tinggi hingga mudah baginya untuk mengombinasikan pengerasan menjadi kecepatan, walau masih tergolong lambat dari kekuatan kecepatan lainnya


𝘿𝙪𝙖𝙠..


Suara hantaman keras yang di lancarkan Krise berupa tinjuan berhasil mendorong mudur lawannya untuk beberapa langkah, ditambah ketika musuh belum stabil dalam mengambil sikap kuda-kuda, Putra telah menerobos pertahanannya dengan kecepatan api yang sudah mencapai batasnya sehingga kecepatannya susah untuk dihindari yang pada akhirnya harus menerima pukulan di bagian dada kirinya


Setelah Putra memberikan Hit, akhirnya ia dan Krise mulai berdiri sejajar dengan posisi kuda-kuda yang menempel di bagian punggung, terlihat kekompakan mereka membuat klon Zhang Xuan, kebakaran jenggot karena beberapa kali dirinya mengumpat dengan kesal akibat ketidak fokusnya dalam bertarung


"Good job, brother" puji Krise kepada Putra sambil tersenyum tipis


"Thanks untuk pujiannya, kak" balas Putra

__ADS_1


Namun disaat mereka masih tersenyum ria terlihat musuh mereka mulai bangkit berdiri dengan aura sedikit berbeda dari sebelumnya, sampai-sampai Putra bertanya dengan wajah kecutnya, "Kak, kenapa aku merasa aneh dengan auranya!!" ucapnya dengan lirih akibat merasa ada perubahan dari lawannya secara drastis


"Aku juga tidak tahu" jawab Krise yang masih tertegun dengan apa yang dirinya rasakan saat itu bahkan sesekali Krise mengernyitkan alis ketikan melihat bangkitnya musuh mereka


Akibat dari datangnya aura tersebut dimana kekuatan itu telah memberi sinyal bagi klon yang lainnya sehingga mereka bisa tahu kalau salah satu diantara mereka dalam bahaya, tidak hanya itu kekuatan yang membara membuat suhu dan suasana menjadi mencengkram sampai radius 10 km, sampai kelompok Ari yang masih diperjalanan bisa merasakan kekuatan tersebut


"Kekuatan apa ini?!!" tanya Ari dengan bulu kuduk yang sudah berdiri


"Aku juga tidak tahu!!, tapi aku bisa mengetahuinya kalau kekuatan ini hampir serupa dengan Nicolaus hanya saja kekuatan ini sedikit kuat dan dari segi auranya jelas ini bukan aura Nico" jawab Miya yang menatap langit malam yang sudah lama berlalu namun tidak menunjukkan hari akan pagi


"Aneh..." bingung Ari akibat tidak pernah merasakan aura tersebut sebelumnya


"Tapi jika dirasakan dari asal auranya, ini tidak jauh dari posisi kita sekarang!!!" potong Andrian akibat merasakan ada hal yang ganjal di kejadian tersebut


"Kamu benar, aku bisa merasakannya dari sini yang terasa jelas kalau auranya tidak jauh dari posisi kita!!" balasan dari Sina yang ikut merasakan aura misterius tersebut


"Jika aku boleh berargumen sepertinya aura ini berasal dari kapal induk, karena kita sudah dekat dengan kapal induk" ujar Miya


"Yah,.. Kamu benar Kak Miya, tidak ada salahnya jika kita periksa dulu ke lokasi kapal induk" pendapat pro dari Ari dengan ekspresi datarnya


"Kalau gitu mari kita bergegas untuk menuju lokasi dari pada kita berdiam disini terus-menerus" usul Rian


"Aku setuju dengan pendapat Rian, karena hanya di sana lah tujuan kita" dukungan dari Ari mulai menyertai temannya yaitu Rian walaupun pada beberapa waktu lalu sering terjadi masalah kecil maupun besar


"Baik.. Mari kita lanjutkan, untuk meneruskan perjalanan menuju lokasi, dan tolong semuanya agar kalian mau menambah kecepatan melangkah karena dari langkah kita semuanya akan baik-baik saja" balas Miya langsung berjalan lebih dulu dari mereka sebelum akhirnya Ari dan lainnya mulai mengikuti sang komando mereka dari belakang.


Dilain tempat, kini 7 klon Zhang Xuan telah kembali berkumpul dalam satu tempat karena setelah kehadiran aura tersebut membuat mereka segera bergerak menjadi satu akibat berbahaya jika salah satu diantara mereka lenyap, karena akan menghambat proses pembentukan tubuh baru dari tuan mereka


Atap kapal induk yang kini terisi dengan jumlah 9 orang yang diantaranya Putra dan Krise untuk sisanya sudah menjadi musuh, pada saat itu suasana sangat hening karena kondisi Putra tidak menguntungkan secara mental ataupun kekuatan dimana mental Putra sedang mengalami down akibat tempat bertarungnya penuh dengan mayat dan darah, sehingga konsentrasi Putra sudah buyar kemana-mana


Sedangkan kondisi Krise malah terlihat seperti biasa saja tanpa memasang wajah aneh, walaupun Krise unggul di mental tapi sayangnya Krise harus kalah di bagian kekuatan apalagi kalau lawan sudah jelas kekuatannya, "Putra, sebisa mungkin jangan cemas!!" bisikan Krise hingga ke telinga Putra


"Kenapa kamu bisa kalah darinya?" tanya salah satu klon yang ada kepada lawan Putra sebelumnya


"Aku tadi hanya sedikit lengah saja!!"


"Heh.. Memangnya kemana pandang mu" tanya balik dari nya sambil menyindir lawan bicara


"Berisik, lebih baik kamu pergi dari hadapanku, biarkan mereka berdua menjadi lawan ku!!"


"Apa kamu yakin bisa melawannya?"


"Kalau kamu berbicara lagi aku jamin kamu akan mati dengan mengenaskan!!"


"Baiklah, aku pergi" dengan cepat ia memberi kode kepada klon yang lain untuk segera pergi dari posisi awal menuju ke berbagai tempat yang melingkari Putra dan krise seakan-akan memberi penghalang bagi pertarungan Putra dan klon Zhang Xuan


Namun masih memberi jarak sehingga Putra bisa mengeluarkan kekuatannya secara optimal dari sebelumnya walaupun sudah sebagian kekuatannya terkuras, "Sial,.. Sepertinya kita malah terlihat seperti ayam yang di adu saja" senyum menyamping memperlihatkan Putra cukup gelisah dengan keadaannya


"Hais.. Jika masalah seperti ini menurutku sudah biasa karena dalam pertempuran pasti ada kalanya kita terkepung dalam perangkap musuh tapi bedanya kali ini adalah mereka bukan manusia jadi mereka tidak akan mempermasalahkan jika nyawanya hilang ataupun mati dengan keadaan sia-sia"


Terlihat Krise tampak bingung karena lawannya terlihat tidak memiliki kepribadian sama sekali, bahkan Putra dari tadi sibuk memasang kuda-kuda untuk mempersiapkan diri dari pergerakan cepat orang misterius tersebut


"Kalau gitu apa kita masih bisa selamat dari sini?" tanya Putra


"Yah gak tahu kok tanya saya" ceplos Krise yang tidak sengaja membuat Putra naik darah karena masalah hidup dan mati harus di jadikan candaan oleh kakaknya


"Yasudah, kalau gitu mari kita mati bersama!!" ajak Putra dengan senyuman aneh yang tidak bisa dibayangkan jika digambarkan karena senyumnya mengandung makna kekesalan, kemarahan, hingga kekhawatiran

__ADS_1


Sampai-sampai Krise hanya bisa menelan liurnya sambil mengedipkan mata beberapa kali setelah menerima tatapan dari adiknya yang susah untuk diartikan,


"Maaf" ucap Krise dengan cengengesan


Setelah beberapa saat akhirnya Putra dan Krise dibuat serius akibat musuh mereka telah mengambil posisi kuda-kuda yang tidak bisa diprediksi oleh Putra tentang gerakan tersebut karena dari dasarnya saja sudah terlihat seperti kungfu kuno


"Bela diri apa ini?" tanya Putra yang masih tercengang melihat keindahan dari gerakannya kungfu kuno milik musuh


"Aku juga tidak tahu, tapi aku pernah melihat gerakan ini menurut buku mitologi kuno tentang bela diri mematikan pada jaman batu" balas Krise yang ikut terkejut dengan lawannya


"Mematikan?" gumam Putra dengan ketakutan akibat tidak mudah untuk mengatasi bela diri yang tak dikenal tersebut


"Iyah, mungkin geraknya terlihat sederhana tapi damage yang diberikan bukan main karena jika kita lengah saja kita pasti kalah lebih cepat"


"Oh.. Jadi kamu tahu banyak tentang bela diri ini yah"


"Tentu saja karena bela diri ini adalah sesuatu hal yang sangat legendaris, tidak disimpan negara melainkan secara pribadi yang berupa klan ataupun sekte yang pangkatnya berpengaruh besar bagi negara"


"Jadi bela diri ini sudah tidak umum bagi rakyat, kecuali anggota keturunan tertentu saja yang bisa mempelajarinya?"


"Bisa dibilang seperti itu, walaupun aku tidak tahu banyak tentang bela diri ini tapi setidaknya aku tahu tentang latar belakangnya" balas Krise


"Yah,.. Tapi percuma saja jika kita tahu latar belakang tapi tidak dengan gerakannya"


"Kamu cukup amati dari jauh, biar aku dulu maju menghadapinya, dengan begitu kamu akan tahu tentang gerakannya nanti" ujar Krise


"Baiklah, hati-hati" jawab singkat Putra sehingga krise langsung melesat cepat tanpa ada aba-aba lagi


Akan tetapi kali ini tinjunya tidak mengenai lawan karena sebelum sampai kepalan tangan Krise telah di genggaman dengan amat kuat oleh tangan kanan musuh bahkan Krise kaget melihat kekuatan yang berubah secara drastis dimana tinju miliknya bisa ditahan dengan satu tangan saja


"Apa!! Kekuatan macam apa ini" gumam Krise yang merasa ketakutan akibat melihat perubahan kekuatan musuh


"Aku pastikan kalau kesalahan itu tidak terulang lagi" bisik nya dengan sinis sambil melancarkan serangan sikut yang melancarkan adalah tangan kiri sehingga kekuatannya tidak semaksimal tangan kanan walaupun pada akhir tetap saja akan memberikan kerusakan yang parah


𝘿𝙪𝙖𝙠...


Pukulan yang diakibatkan sikut memang tidak biasa dimana Krise harus terpukul beberapa langkah ke samping karena serangan yang begitu kuat mendarat ditangan kanan karena sebelum sampai di wajah krise telah lebih dulu membuat pertahanan dengan satu tangan sehingga mudah untuk dipikul mundur


"Argh.. Sialan" umpat Krise dengan manahan sakit di bagian tangan kanannya sebelum dia mendapat serangan kedua dimana musuhnya maju dengan kecepatan lebih dari kemampuannya


"Cepat!!" gumam Putra sambil memperhatikan dari jauh pertarungan kakaknya tapi sesudah itu terdengar pukul yang cukup keras menghantam kedua tangan Krise yang waktu itu dijadikan sebagai pertahanan wajah sehingga lagi-lagi Krise harus terpental dan terbanting akibat tidak kuat menahan dorongan musuh


Putra yang mengamati langsung tertegun sejenak sebelum ia ikut bergerak mencampuri duel kakaknya, bahkan putra yang kecepatannya sudah maksimal bisa terhindar karena serangannya sudah terbaca dimana putra menyerang mengundangkan teknik terjang mengarah kebagian lengan musuh


"Sial" batin Putra karena serangannya harus terbalaskan dengan namanya kegagalan


"Aku sudah bilang dari awal, kalau aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya" ucapnya dengan nada berat sambil memasang wajah serius akibat melihat serangan Putra begitu agresif


"Kak, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Putra sembari memperhatikan musuhnya karena seusai mendarat ke permukaan membuatnya harus menambah keseriusan karena serangannya bisa terbaca walaupun sudah menggunakan kecepatan secara optimal


"Aku baik-baik saja, tapi sekarang kita harus lebih fokus ke musuh" balas Krise dengan rintis karena menahan sakitnya kedua tangan


"Okelah" jawab Putra yang mulai berkonsentrasi dengan lawannya.


*************


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧, 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖

__ADS_1


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋


__ADS_2