
Disebuah bangunan tinggi yang letaknya di tengah Markas utama terlihat ayah Vera dengan pemuda kejam, karena sepanjang waktu ayah Vera selalu di perlakuan tidak manusiawi, hingga badannya sudah dipenuhi darah segar yang keluar dari luka-lukanya
Saat itu ayah Vera kembali di banting ke arah dinding hingga memuntahkan darah dari mulutnya
Dengan lantang pria tersebut berbicara, "Ziel, lihatlah dirimu yang menyedihkan ini kamu memang memiliki kekuasaan dan kekayaan yang berlimpah, namun sayangnya kamu salah harus berhadapan dengan siapa"
"Hehe,.. Justru aku tidak merasa salah karena lawan aku adalah seorang pengecut yang beraninya main kotor, tapi memang cocok jika dipanggil tikus berdasi" balas ayah Vera dengan mencoba bangkit berdiri
"Dasar manusia tidak tau kondisi sekarang kamu boleh berlaga kuat, tapi aku ingin lihat kekuatan itu ketika kamu mengemis meminta kami untuk melepaskan putrimu" ketus key dengan tatapan mengintimidasi
"Jangan berani kamu sentuh putriku Walaupun hanya seujung jari, karena lawan mu bukan hanya aku nantinya, tapi seluruh dunia akan menganggap kalian sebagai musuh dunia"
"Haha... Benar-benar orang yang mengerikan, tapi sayangnya aku tidak takut dengan ancaman mu, Dari pada kita membahas yang tak penting lebih baik kita akhiri ini dengan cepat, agar aku bisa melanjutkan misi ku, dan satu lagi sebenarnya aku sedikit tertarik dengan putrimu jadi tidak apakan kalau aku bermain dengannya sebentar" ucap key dengan tawa jahat sebelum ia mengeluarkan sebuah pistol dari kantongnya
Sebelum key menembak tiba-tiba ia mendapat serangan dari Vera tempat di rahangnya, hingga terpental 10 meter menabrak dinding dan langsung tak sadarkan diri
"Papa, kamu tidak apa-apa?!" panik Vera yang langsung memeriksa keadaan ayahnya disaat itu juga
"Ayah tidak apa-apa, tapi kenapa kamu ada disini?"
"Bukan saatnya bercerita, lebih baik papa diam dulu dan biarkan aku mengobati luka-luka papa" balas Vera dengan mencoba untuk mengobati luka luar
Tak lama mengobati Vera segera meminta ayahnya untuk menghubungi tentaranya agar bisa pindah formasi ke arah selatan, hingga seluruh tentara sudah mendapat perintah dari ayah Vera hanya saja butuh waktu untuk pindah formasi, sementara itu disisi lain putra masih bertarung dengan asta
Hingga sampai dimana mereka sudah ke habisan stamina, dan tidak bisa melanjutkan pertarungan, bahkan baju asta yang tadinya utuh kini sudah
tinggal robekan, "sial, api mu itu sudah membakar seluruh bajuku tau" ucap asta dengan nafas terengah-engah
"Kau pikir, aku peduli" ketus Putra yang kembali melesat dengan kecepatan penuh untuk menyerang asta
𝘽𝙤𝙤𝙢...
Suara tinjuan Putra yang lagi-lagi beradu dengan tinju asta, tak bisa terelakkan lagi merekapun kembali bertarung untuk menentukan pemenangnya, Walaupun jika dilihat dari stamina mereka sama-sama telah mencapai batas
Hingga di detik terakhir mereka saling beradu tinju namun bedanya tinju mereka tidak kena melainkan melesat mengenai tubuh lawannya, tempatnya Putra saat itu terkena serangan di bagian dada kanan sampai membuatnya muntah darah
Sementara untuk asta ia terkena serangan di dada kiri tepatnya di bagian jantung, hingga membuatnya roboh tak berdaya sambil mengeluarkan darah dari mulutnya, dan pemenangnya diraih oleh putra dengan badan penuh luka gores maupun lebam
Namun perjuangannya tidak sampai di sana, disaat itu juga putra mendengar suara kendaraan maupun langkah kaki dari arah selatan, Putra merasa mereka sudah dekat jika mereka dibiarkan masuk maka akan susah bagi tentara P.A.D, untuk mengatasi musuh di dalam kandang
Dengan keberanian putra maju sendirian untuk menghambat tentara musuh, memasuki tembok pertahanan, awalnya putra tidak di serang mungkin bagi musuh putra hanya tentara yang terkena boom dan hampir mati
Putra yang saat itu mulai memanfaatkan situasi dengan cara, menyerang musuh secara mendadak
Yaitu berupa semburan api dari mulutnya hingga membuat formasi tentara musuh kini terpecah
Banyak sekali tentara mengalami luka bakar, namun dengan begitu juga ia bisa menahan musuh, tanpa pikir panjang putra segera melesat ke arah tentara dan mulai mengajar satu-satu tentara yang ada di depan matanya
Tanpa sadar putra kini sudah mengaktifkan mode badas, karena yang dilakukan tentara mawar hitam juga merupakan penghancur kedamaian, banyak tentara yang ketakutan dan mulai menembakkan senjatanya ke arah putra namun semua peluru yang terarah ke putra langsung hangus tak tersisa
"Monster,.. Apa dia monster!!" begitulah yang ada dibenak tentara yang mencoba membunuhnya
Tidak terasa sudah 4 menit berlalu namun tidak ada yang bisa membunuh putra bahkan untuk menghentikannya saja sudah membuat orang gila, karena putra hanya seorang diri namun bisa menghentikan pergerakan prajurit yang jumlahnya ribuan
Namun tak lama putra mendapat serangan dari jauh yang berupa peluru sniper, hanya saja bedanya peluru itu meledak ketika sudah mengenai target,
"Argh" teriak putra yang terpental sejauh 3 meter dari tempatnya akibat ledakan peluru sniper
__ADS_1
Saat itu para tentara sangat kaget sekaligus penasaran dengan asal tembakan tersebut, dan siapa sangka kalau tembakan tersebut berasal dari seorang gadis cantik berumur 28 tahunan yang berada di atas tank
Putra saat itu sudah tidak bisa bergerak lagi karena luka yang dialaminya sudah melebihi luka batas normal manusia, bahkan untuk mempertahankan kesadarannya saja sudah susah, namun untungnya bantuan telah datang hingga membuat tentara musuh mundur mencari tempat aman agar perang tidak merugikan mereka
Mulai dari pesawat jet, tank dan mobil lapis baja, sudah datang membantu putra untuk mendorong musuh mundur dari markas pusat, dan di detik terakhir putra mendapat pertolongan dari tentara medis untuk di bawa ke camp
Di camp putra langsung diberi perawatan khusus, dikarenakan detak jantung yang melemah, saat itu Vera yang mendapat kabar tentang keadaan putra dengan cepat menuju tenda dimana putra di rawat hanya saja Vera dilarang karena tim medis sedang melakukan perawatan khusus kepada putra
"Paman tentara, bisakah kamu jelaskan apa yang terjadi pada putra" tanya Vera kepada salah satu tentara yang sedang berjaga di tenda
"Anak itu melawan tentara musuh sendirian, namun untungnya tentara musuh tidak sempat masuk ke dalam markas, jika saja mereka masuk mungkin akan lebih sulit untuk melawan mereka" jelas tentara tersebut
"Bodoh, sebenarnya apa yang kamu lakukan" gumam Vera sambil menangisi putra karena tindakannya yang terlalu berbahaya
2 hari telah berlalu, sepanjang waktu sudah dilewati oleh berbagai macam bunyi yaitu bunyi dari meriam, senjata maupun boom, karena rumah Vera sudah menjadi medan perang untuk tentaranya,
Sedang untuk vera dia hanya sibuk merawat putra dan ayahnya, hingga tak lama ayahnya telah siuman namun tidak dengan putra, selama 2 hari ini belum ada tanda-tanda putra akan sadar dari komanya
"Papa, bagaimana dengan kondisimu saat ini ?" tanya Vera dengan memperhatikan keadaan ayahnya karena waktu itu putra dan ayahnya berada di kamar yang sama, jadinya bisa membuat Vera memantau keduanya sekaligus
"Ayah baik-baik saja, Walaupun badan masih sakit dan nyeri, tapi ayah sudah membaik kok"
"Baguslah kalau begitu, Vera sangat senang mendengarnya" balas Vera dengan wajah senang
"Dimana putra kok dari tadi enggak kelihatan, apa dia saat ini ada di medan perang?"
Vera mulai menceritakan apa yang terjadi selama ayahnya pingsan, mulai dari pertarungan Putra hingga membuatnya mengalami koma sudah ia ceritakan, terkadang ayahnya selalu bertanya tentang tentara maupun keadaan Putra saat itu, hingga tidak lama kemudian datang salah satu tentara dengan ditemani rekannya
Memberi hormat lalu memberi laporan kepada ayah Vera dengan berkata "kami sangat bersyukur akan kondisi tuan sekarang, tapi ada hal yang perlu kami beri tau kepada anda mengenai kondisi perang saat ini!!!" ucap salah satu tentara dengan nada tegas
"Katakan saja!!"
telah mengalami kerugian besar dalam personil maupun fasilitas perang, untuk itu kami datang kemari hanya ingin mendengar perintah anda akan langkah selanjutnya" jelas tentara tersebut dengan detail
"Jelaskan tentang status Tentara kita!!!"
"Baik akan saya mulai dari tentara elite, sisa dari tentara kita berjumlah 260 orang, 200 orang lagi sedang dirawat di camp medis dikarenakan telah mendapat luka parah maupun ringan dan 1.420 orang telah meninggal dunia akibat perang"
"Kenapa jumlah yang mati sangat tinggi?!!" kaget Ziel dengan wajah terheran-heran
"Semua itu Karena perang tanpa persiapan, akibatnya tentara akan cenderung bar-bar dalam berperang, apa lagi saat itu jumlah musuh sangat banyak, jadi akan sangat sulit untuk menang tanpa ada rekan yang tewas"
Baiklah aku mengerti, sekarang beri tau aku tentang P.A.D!!"
"Pasukan Darat kita hanya tersisa 4.733 orang, sisanya ada yang terluka maupun mati di camp, dan untuk pasukan udara hanya tersisa 63 orang"
"Benar-benar kacau, padahal baru dua hari berlalu tapi kenapa tentaraku sudah kritis" Batin ziel
"Kalau begitu kumpulkan seluruh Tentara yang ada di lapangan, sekarang!!!" perintah ayah Vera kepada tentaranya
"Baik" jawab tentara tersebut dengan tegas sebelum meninggalkan tenda medis
"kondisi papa saat ini kurang baik, lebih baik jangan pergi ke mana-mana dulu" ujar Vera
"Papa baik-baik saja, mau bagaimanapun ini sudah menjadi tanggung jawabku, mungkin rasa sakit ini tidak seberapa dengan perjuangan mereka, papa janji padamu kalau nanti papa akan kembali dalam kondisi prima" balas ziel yang meyakinkan anaknya
"Baiklah, tapi satu hal yang papa perlu tau jangan sekali-kali membahayakan nyawa sendiri"
__ADS_1
Ayahnya hanya membalas dengan senyuman hangat kepada vera, walupun ia tidak tau bisa berjanji atau tidak karena medan perang bukanlah hal yang bisa ditebak, karena terkadang kita tidak tau kedepannya
Di lapangan sudah terlihat banyak sekali tentara yang berkumpul dari berbagai grup mau itu P.A.D, P.A.U, K.P.E mereka telah bersatu dibawah komandan ayah vera karena sudah tidak ada lagi Jendral di pihak mereka
Namun yang membuat ziel bingung hanya dimana Jendral feno, karena tugas terakhir yang ia berikan adalah untuk memberikan surat bantuan kepada Sekutu agar bisa mendapat bantuan dari negara luar, tapi sayangnya ziel telah hilang kontak dengannya selama berhari-hari"
"Bagaimana, apa bisa dihubungi Jendral feno?!" tanya ziel kepada salah satu tentaranya
"Tidak tuan, kami sudah menghubunginya selama dua hari ini, namun usaha kita nihil kami sempat berfikir kalau Jendral feno sedang dalam bahaya" jawab tentara tersebut
"Sial, sekarang aku minta kamu hubungi rekan ku yang ada diluar mengunakan telpon seluler" perintah ziel dengan wajah kesal
"Tidak bisa tuan, karena sebelum musuh menyerang mereka telah menghancurkan tower sinyal yang ada di daerah kita"
"Brengsek, sebenarnya mau mereka apa sih!!! Ketus ziel dengan amarah
Tak lama berfikir kini ayah vera telah menemukan ide agar bisa menghubungi negara luar secara cepat, yaitu dengan mengirim jet tempur hanya saja masih membutuhkan waktu agar bantuan datang
"Aku perintahkan sekarang, panggil pilot jet dengan talenta tinggi dan suruh pasukan kita kembali ke tempat jangan membedakan grup melainkan campur sama rata, biarkan untuk saat ini kita berada di posisi bertahan tahan hingga bantuan datang, kalian mengerti!!"
"Siap mengerti" jawab tentara tersebut dengan tegas lalu meninggalkan ayah vera
Tak lama datang seorang pengendara jet dengan pakaian serba putih, dengan memberi hormat kepada ayah vera lalu berkata, "ada apa tuan, memanggilku?!"
Aku perintahkan kamu untuk membawa surat ini ke negara terdekat kalau bisa gunakan kecepatan penuh agar bisa sampai dengan cepat, aku percayakan tugas ini padamu ingat semua nyawa kami ada di tanganmu" jawab ziel dengan memberi sebuah surat kepada tentaranya
"Baik, akan saya usahakan yang terbaik untuk anda" sebelum pergi, tentara tersebut memberikan penghormatan kepada ayah vera karena tugasnya merupakan tugas yang berat
Saat itu ziel berharap agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan di pihaknya, karena ia tidak mau membuat keluarga dari korban mengalami kesedihan mendalam akan kematian yang terjadi di medan perang
Disisi lain terlihat sebuah camp didalam hutan dengan jumlah yang tidak sedikit diantaranya adalah orang-orang berseragam oren, namun ada dua orang yang berbeda di yaitu pria dan wanita mereka terlihat seperti pemimpin karena baju mereka berwarna hitam dengan armor kulit berwarna oren saat itu mereka sedang berada didalam tenda
Sambil memperhatikan peta yang kemungkinan itu adalah daerah perang, "menurutmu bagaimana tentang rencana kali ini miya?!" tanya dari seorang pria yang berada di sampingnya
"Aku setuju dengan rencana tuan, memang tuan kevin adalah orang paling jenius di antara anggota mawar hitam" balas miya kepada pria di yang ada sampingnya
"Haha.. Kamu terlalu memujiku, tapi aku sedikit tidak percaya dengan key dan asta, menurutku membiarkan mereka berada digaris depan bisa membuat kita berada diposisi unggul tapi siapa sangka kalau mereka justru lebih dulu ditangkap"
"Cih,.. Dua orang bodoh itu untuk apa tuan pikiran, yang terpenting sekarang adalah memenangkan pertempuran ini, jika tidak aku tidak yakin kalau tuan besar akan memaafkan kita"
"Iya, kamu benar apa lagi dengan sifatnya yang bengis itu, aku saja sudah merinding ketakutan ketika berada di dekatnya"
Hingga tak lama datang seorang tentara ke dalam tenda dengan tergesa-gesa, "tuan ada laporan" ucap tentara tersebut dengan nafas tidak teratur
"Dasar kurang ajar, beraninya kamu datang dengan tidak sopan" bentak miya dengan menodongkan pistol namun ditahan oleh kevin
"Sekarang kamu tenangkan dirimu lalu katakan apa laporan itu"
"Tapi tuan, dia tidak sopan terhadap tuan" sambung miya
"Miya, tenangkan dirimu aku memang menyuruhnya untuk memantau musuh, jika dia datang dengan terburu-buru itu tandanya kita dalam bahaya!!!" bentak balik kevin terhadap miya, seketika miya tidak bisa berkata-kata dan langsung menundukkan kepalanya
"Sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan!!" sambung kevin dengan emosi telah kembali tenang
"Baik tuan, saya baru melihat penerbangan pesawat jet dengan kecepatan penuh ke arah utara pagi ini"
"Lalu kenapa kamu begitu panik?!" bingung kevin
__ADS_1
Sebelum kevin menyadari akan tujuan ziel, arah utara adalah arah menuju ke negara lain jika pesawat jet pergi dengan kecepatan penuh maka saat ini ziel, ingin meminta bantuan terhadap negara lain untuk membantu kondisi negaranya dan jika bantuan itu terjadi maka sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kevin menang dalam peperangan kali ini