Fire And Water

Fire And Water
Cp 52# Rapat


__ADS_3

Mentari pagi yang menyinari bangunan dengan cerah membuat Putra bangun dari tidurnya, dengan perasaan tercampur aduk yaitu ingin lanjut tidur hingga siang, atau ingin jalan bersama vera, karena dia sudah membuat janji dengannya di malam itu namun karena ngantuk dia memutuskan untuk tidur tapi sebelum memejamkan mata


Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang yang memanggil namanya tanpa melihat Putra langsung tahu kalau yang memanggilnya adalah vera terlihat dari suaranya "Putra!!,. Putra" suara yang terus memanggil namanya dari balik pintu kamar


Dengan berat mata putra beranjak lalu berjalan dengan sedikit sempoyongan hingga dirinya membuka pintu kamar, orang pertama yang dia lihat antara lain vera dengan berpakaian rapi yang memakai daster dan rok mini terlihat berwarna putih polos


Karena bingung putra berkata, "Ver, kamu ingin kemana?" Tanya putra dengan mata sipit


"Apa kamu lupa dengan janjimu kemarin, kamu tahu ini jam berapa?"


"Hmm" bingung Putra sambil melirik ke kanan dan kiri untuk mencari jam


"Ha,.. Ternyata kamu memang lupa" pasrah vera dengan menghembuskan nafas berat


"Mana mungkin aku melupakannya, kalau begitu tunggu sebentar ya" balas putra hingga kembali kamarnya


Sedangkan vera hanya menunggu diluar sambil memainkan handphonenya, sampai putra keluar dengan baju bagusnya, "Maaf kalau membuatmu menunggu lama, ver" ucap putra


Vera melihat penampilan putra kali ini sudah tidak bisa berkata-kata karena terpesona melihat setelan barunya, bengong beberapa saat putra langsung menepuk pundak Vera hingga terkejut sambil berkata, "Kamu kenapa ver, kok bengong?" tanya putra kepada vera yang saat itu masih terkejut


"Tidak ada kok, kamu sudah siap mari kita pergi" ucap vera sambil berjalan cepat meninggalkan putra


Namun putra mengikuti langkah vera dari belakang sambil berkata, "Vera kemarin aku memberimu jaket kan, sekarang dimana jaket ku?" tanya putra yang berjalan di samping vera


"Jaket?" bingung vera


"Iya, kalau enggak salah aku memberikannya di Pulau tempat kita menyematkan Ari"


Seketika itu juga vera menghentikan langkah kakinya dan memandang putra dengan raut wajah masam karena bingung putra berkata, "Kamu letakan dimana jaket ku?" sambungnya dengan kebingungan


"Ada kok, kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu lebih baik kita lupakan masalah itu besok kalau kita sudah pulang aku akan memberikannya kepadamu" jawab vera dengan senyum aneh sampai-sampai membuat putra tidak yakin dengan jawaban vera


"Yasudah kalau begitu mari kita nikmati hari yang langkah ini" ujar putra berjalan sambil menarik tangan vera menuju perkotaan


Di kota putra dan vera cukup terkejut karena baru pertama kalinya mereka melihat kota yang indah dan canggih bahkan di negara Mars hampir tidak bisa mengimbanginya karena kecanggihan negara Scarlett tidak semua dimiliki Mars, mereka berdua memulainya dengan menonton bioskop lalu menelusuri daerah pinggir kota


Dan tidak lupa mereka untuk pergi ke taman karena hanya taman yang membuat pikiran jadi sedikit tenang, tanpa sadar mereka sudah menghabiskan banyak waktu hingga saat itu jam sudah menunjukkan pukul 15.00, karena hari sudah ingin sore mereka bergegas untuk menjumpai satu tempat lagi yaitu Karnaval malam yang ada di sekitar hotel mereka


Namun untuk ke sana putra dan vera harus pulang terlebih dahulu karena barang belanjaan mereka sudah menumpuk di tangan hingga dijalan putra mengeluh kepada vera dengan berkata, "Kenapa kau bisa segitunya ingin berbelanja banyak baju sih" ucap putra dengan nafas berat


"Yah, mau gimana lagi itukan sudah menjadi hobi ku" ketus vera tanpa berfikir panjang


"Padahal tadi aku hanya berencana untuk membeli beberapa baju saja, namun siapa sangka kalau vera menyukai baju-baju luar negeri" batin putra


"Kamu tidak masalahkan dengan kejadian inikan tapi kamu tenang saja aku pasti akan mengembalikan uangmu secepatnya" sambung vera


"Haha,. Tidak perlu kok, kamu tenang saja aku tidak masalah sama sekali, dan Ayahku pasti memakluminya" balas putra, Sambil mengingat pesan Ayahnya ketika di alam bawah sadar


Sesampainya di kamar putra memberikan bungkusan yang di dalamnya sebuah baju baru, walaupun jumlahnya 6 namun yang dibeli oleh putra hanya satu bungkus, "Terimakasih untuk semua ini, Putra dan ingat jangan lupa nanti malam kita harus mengunjungi satu tempat lagi" ujar vera sebelum masuk kamar


"Iya-iya, aku ingat" jawab putra yang masuk lebih dulu sebelum vera


Di sore itu mereka full istirahat untuk menyimpan energi untuk dimalam yang akan datang, sementara ditempat lain yaitu di istana kuno yang dijadikan sebagai Markas utama milik Mawar hitam terlihat di camp sudah berkumpulnya anggota Rian namun tidak bersama Rian dan sonia karena mereka sudah ditangkap oleh Nikolaus


Antara lain Rudi, Sina, Lian, dan Miya, mereka berkumpul untuk membicarakan masalah Rian dan sofia yang dikabarkan telah tertangkap oleh Mawar hitam karena tersangka sebagai pemberontak namun anehnya rudi dan yang lainnya tidak di interogasi maupun ditangkap melainkan di bebaskan begitu saja


Oleh karena itu rudi mengadakan rapat dadakan tanpa ada ketua yang berada di sanding mereka, dengan berat hati rudi membuka mulut dengan berkata, "Aku mengumpulkan kalian karena ada rapat yang sangat penting, walaupun tidak ada ketua namun aku akan menjadi penggantinya untuk sementara waktu" Pembukaan dari rudi yang membuat suasana hening

__ADS_1


Akan tetapi hening tersebut tidak berlangsung lama karena Miya ikut membuka mulut dengan berkata, "Memangnya siapa yang menunjuk mu sebagai ketua sementara?!" ketus miya tanpa membaca situasi


Rudi merasa jengkel karena respon pertama hanya berupa kritik dan ejekan, "Dasar wanita tidak tahu diri, kamu kira aku mau berada disini kalau bukan karena situasi yang mengharuskan kau juga malas" balas Rudi dengan tatapan sinis


"Yah, santai saja aku tadi kan cuman bercanda" ceplas miya dengan muka tidak bersalah


"Miya, lain kali kalau mau berkomentar lihat situasi dulu dong" bisik sina yang saat itu berada di samping miya


"Ya deh, aku minta maaf" balas miya


"Ehmm, kalau begitu aku kasih tahu kalian tentang isu yang kita hadapi saat ini, yang pertama Rian dan Sofia sudah ditangkap dan dipenjarakan aku mendapat kabar tadi pagi dari salah satu staf penjara, dan yang kedua anehnya tuan Joko tidak menangkap kita justru malah membebaskan kita begitu saja oleh karena itu aku menaruh curiga kalau semua ini ada rencana terselubung" jelas Rudi dengan tatapan serius


"Lalu kamu menaruh tersangka kalau tuan Joko sedang merencanakan sesuatu?" tanya Lian


"Bisa jadi karena menurutku hanya tuan Joko yang terpintar disini walaupun tuan besar juga termaksud tapi dia sangat percaya dengan apa yang dikatakan joko, oleh karena itu bebasnya kita pasti ada kaitannya dengan dia"


"Apa yang kamu katakan benar, aku dulu sangat dekat dengan Nikolaus bahkan hampir setiap hari aku selalu berada disisinya, dan yang aku tahu dia adalah orang pintar tapi dia terlalu naif" ikut serta miya dalam diskusi


"Maksudmu?" bingung Rudi


"Setahuku dia terlalu mempercayakan semuanya kepada wakil ketua yaitu tuan joko, dan tanpa sadar semua pergerakan, persembunyian, dan tentara semua itu di kendalikan tuan joko"


"Tapi kenapa dia membebaskan kita" Gumam sina


Disaat semua orang sedang berfikir keras tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari luar tenda hingga mengejutkan mereka semua, "Itu karena kalian adalah pion ku" karena suara tersebut semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke asal suara dan terlihat joko dengan jas hitamnya membuat satu camp terkejut


"Tuan Joko!!!" suara serentak mereka yang langsung berdiri namun tidak bisa berkata-kata selain terkejut melihat kejadian tersebut


Karena sudah ketahuan Rudi langsung melesat dengan kecepatan angin untuk meninju Joko namun sangat disayangkan tinjunya dapat di tahan dengan satu tangan, karena kejadian tersebut Rudi terkejut dan melesat kembali kebelakang dimana teman-temannya berada


"Hmm,.. aku tidak ingin bertarung dengan kalian, lagian aku sudah lama tahu tentang kalian, tepatnya ketika rian merekomendasi invasi Pulau Mars" ucap Joko, membuat mereka tak habis pikir dengan apa yang mereka lihat


"Maksud anda!!, Anda tahu rencana kami ke pulau tersebut?" tanya Lian


"Iya aku tahu semua, lagian aku ini orang pintar mana mungkin hal sebesar ini aku tidak tahu" balas Joko


"Apa mau anda!!, apa taun Joko akan menangkap kita juga?!!" bingung Rudi dengan wajah siaga


"Tentu saja tidak, aku tidak akan menangkap kalian asal kalian mau membantuku"


"Membantu Anda?"


"Iya, membantu aku untuk menjalani rencana yang sudah aku Siapkan selama 10 tahun lamanya" Ucap Joko dengan senyum aneh


"Memangnya Apa alasan kami untuk membantu anda?"


"Bagaimana jika nyawa Samuel dan Sofia sebagai jaminan, Apa mereka berdua cukup untuk dijadikan ancaman kalian"


"Cih,. kita benar-benar terpojok sekarang, kalau begitu kasih tahu kami apa rencana anda" tanya Rudi


"Aku hanya mau kalian membunuh Nikolaus tanpa harus mengotori tangan Putra" balasan Joko membuat mereka diam membisu


"Putra?!" Gumam serentak dari teman-teman Rudi termasuk Rudi sendiri


"Iya Putra, mudah bukan melakukan hal tersebut"


"Tapi kami saja tidak tahu dengan orangnya" balas Rudi

__ADS_1


"Itu sangat mudah, karena pada 5 hari yang akan datang orang tersebut akan datang kemarin untuk menghadapi Nikolaus"


"Lalu apa yang harus kami lakukan"


"Hadapi Nikolaus dan aku akan menahan putra di disaat itu juga" jawaban Joko membuat suasana hening tanpa ada yang berani angkat bicara sampai pada saat Joko melempar sebuah kertas gulungan berwarna putih dengan pita merah terikat


"Apa ini?" bingung Rudi


"Kamu baca dan pahami karena sebentar lagi kalian harus beraksi, semua yang aku tulis adalah petunjuk kalian selanjutnya ingat semua yang tertulis di sana adalah nyata bukan khayalan semata"


"Sebenarnya apa yang ingin anda lakukan, dan bisa anda jelaskan kenapa anda bisa begitu yakin dengan rencana ini?" tanya Rudi


"Tidak usah bertanya, lakukan apa yang aku suruh karena semakin dikit yang kamu tahu maka akan semakin bagus" acuh Joko yang pergi meninggalkan tenda rapat


Dengan raut wajah heran dan tak habis pikir Rudi mulai membuka lembaran tersebut dan alangkah terkejutnya dia ketika tahu kalau sebentar lagi akan terjadi serangan dari negara Mars, untuk waktu tidak diketahui tapi yang tertera di sana hanya mereka di gunakan sebagai bahan negosiasi antara pemberontakan dan negara


"Aneh, kenapa kita harus bernegosiasi dengan mereka?!" Gumam Rudi


"Apa yang kamu baca itu?" tanya Miya membuat Rudi memberikan kertas gulungan kepada temannya


Mereka perlahan membaca apa yang ada di kertas tersebut dan memang benar mereka disuruh bernegosiasi dengan negara luar, dengan bingung Sina bertanya kepada teman-temannya, "Kita harus bagaimana, aku tidak tahu harus seperti apa kalau kita mengaku secara langsung aku tidak bisa menjamin kalau mereka bisa langsung percaya"


"Kamu benar, kita harus memikirkan cara agar rencana pertama tuan Joko bisa berhasil" ujar Lian dengan memegangi dagu


"Tapi Sekarang yang membuatku penasaran hanya, siapa Putra itu, kenapa dia begitu penting bagi tuan Joko?" Ucap Rudi


"Kalian tenang saja, aku yakin kalau tuan Joko tidak akan melakukan hal yang macam-macam kepada Samuel dan sofia apalagi dia sudah bilang kalau kita adalah pion jadi aku bisa jamin kalau saat ini dirinya sedang membutuhkan bantuan kita" ujar Miya


"Kalau begitu kita bagi tugas saja, aku dan miya akan berada diperbatasan untuk memantau kapal milik negara Mars, sedangkan Lian dan sina kalian minta atau bujuk tentara agar mau menyerahkan diri kepada pihak pemerintahan" usul Rudi


"Oke, aku dan Sina langsung ke sana" balas Lian yang pergi meninggalkan tenda dengan diikuti sina dari belakang


"Lalu bagaimana dengan tuan joko?" tanya Miya setelah melihat Lian dan sina pergi dari tenda


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti kemauannya"


"Aku hanya sedikit takut kalau semua ini termasuk rencananya" balas miya sambil mengusap lengannya


"Kamu tidak perlu takut, aku tahu saat ini bukanlah hal yang bisa di bilang tenang, tapi kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa jadi untuk sekarang kita ikuti apa maunya" balas Rudi sambil berjalan pelan keluar tenda dengan diikuti miya dari belakang


Rudi dan Miya telah sampai di perbatasan pulau dengan segera menaikan Menara kayu yang dibuat untuk tentara pemantau, dan terlihat di sana 3 orang prajurit yang memegang senjata dengan salah satunya memegangi teropong ditangan, setelah naik di tingkat teratas Rudi berkata, "Kalian bertiga berkumpul" Panggil Rudi kepada tiga tentara


Hingga dengan cepat mereka berkumpul lalu memberi hormat kepada rudi, sambil berkata dengan serentak, "Siap Komandan" suara serentak mereka membuat menara kayu bergelora


"Kalian bertiga, kumpulkan prajurit karena ada yang ingin aku sampaikan kepada mereka!!!"


"Baik komandan" balas tentara dengan serentak langsung pergi dari menara karena mendapat perintah dari rudi


Tidak lama waktu berlalu akhirnya telah berkumpul tentara yang diminta Rudi dibawah menara kayu dengan jumlah 40 orang, seragam lengkap dengan senjata ditangan, sambil menunggu komandannya turun dari menara


Rudi yang turun dari tangga dengan diikuti miya membuat mereka lebih berkharisma, setelah menghadap ke tentara, Rudi mulai angkat bicara dengan lantang, "Saudara-Saudaraku, aku sebagai komandan kalian ingin bertanya dengan kalian, apa dari kalian ada yang ingin keluar dari Angkatan mawar hitam?!" Pertanyaan Rudi membuat suasana hening


"Kalau memang ada angkat tangan kalian" sambung Rudi hingga semua yang ada di sana langsung mengangkat tangan mereka, sebenarnya mereka ingin keluar namun tidak berani keluar karena mereka takut dengan tuan besar yang merupakan pembunuh berdarah dingin


"Kalau begitu mari kita keluar bersama dari sini" ucap Rudi hingga membuat mereka terkejut dan saling bertukar pandang dengan rekannya


Akhirnya Rudi menjelaskan kepada mereka dengan detail yaitu tentang membangun aliansi terhadap pasukan negara dengan perjanjian ingin membantu mereka memberantas Nikolaus, dan tidak lupa Rudi menjelaskan kalau Tuan besar harus di bunuh karena dirinya takut jika dibiarkan maka akan berbahaya bagi manusia kedepannya.

__ADS_1


__ADS_2