
Situasi memperlihatkan seluruh prajurit bersenjata mesin terombang-ambing oleh serangan musuh, sampai-sampai seluruh masyarakat di buat kalang kabut, seperti kapal yang tidak terkendali ketika badai menerpa bahkan situasi semakin kacau dimana prajurit negara Jupiter yang menjaga tembok mati tertebak dan mengubah suasana menjadi lautan darah
Mayat tergeletak dibawah tanah dengan darah terus berceceran, dan ada diantara mayat yang sudah tidak lagi utuh sedia-kala karena ledakan, akibat hal tersebut juga seluruh prajurit mengangkat senjata untuk berperang melawan bangsa lain. "Semuanya ambil senjata kalian, dan pukul mundur prajurit musuh beri waktu 1 jam sampai bantuan tiba!!" teriakan kapten kompi dengan sangat menggema sambil disertai tembakan senjata api
"Serang!!!..." balasan dari prajurit dengan sangat serentak sambil membalas tembakan lawan, bahkan cara mereka menyerang pun beraneka ragam ada yang tiarap, jongkok, hingga berdiri sambil berlindung semua itu tergantung bagaimana enaknya mereka membalas karena paling utama adalah adalah bagaimana mereka bisa bertahan selama 1 jam
Sementara Josua hanya bersembunyi dibalik tenda bersama pengungsi lain karena kejadian tersebut membuat mereka ketakutan setengah mati, sampai badan sendiri pun tidak bisa dikontrol akan tetapi ketakutan tersebut tidak berdampak bagi josua itu sendiri sehingga salah satu pria melantunkan pertanyaan untuknya dengan tatapan penuh rasa benci
"Bagaimana mungkin kamu bisa tenang di situasi seperti sekarang?" tanyanya sambil menatap Josua. "Menangnya apa yang harus ditakutin?" jawab josua dengan cepat sambil memasang wajah datar
"Dasar, kalau memang kamu berani kenapa tidak bantu yang lain saja!!" balasan dari orang yang sama
"Heh?" bingung josua dengan mata menyipit
"Semua ini gara-gara kamu!!" ujar salah satu orang yang tak tahu asal-usulnya karena dengan tiba-tiba dirinya asbun dengan begitu tajam seperti orang sedang mengumpat
"Siapa kamu?" tanya josua dengan ketus
"Dasar bangs*t, kamu enggak lihat kita seramai ini, apa kamu mau mereka mati bersama mu?!!"
"Huh.. Merepotkan" gumam josua dengan menghela nafas sampai-sampai mereka semua berdiri dengan serentak sambil mendekati diri ke josua, tapi dari semua orang hanya satu manusia saja yang turut mewakili untuk menarik kerah josua
"Kamu adalah pria bajing*n, yang pernah aku kenal" ketusnya sambil mendekati diri sedekat lima jengkal dengan wajah langsung josua
Akan tetapi josua menatap dengan santai hingga bisa dibilang tanpa ekspresi sama sekali walaupun pada waktu itu lawan bicaranya sudah terlihat merah padam dari mimik wajahnya
"Benar, lebih baik dia mati saja" balasan dari seluruh masyarakat yang berlindung bersama josua bahkan tatapan mereka sudah seperti memandang sampah
"Dasar kalian benar-benar membuat ku muak, sekarang aku akan pergi tapi jangan menyesal jika kalian mati lebih awal" jawab josua sambil melepaskan diri dari cengkeraman orang yang menarik kerah kemudian pergi begitu saja ke arah perang sedang berlangsung karena perang sudah berlangsung selama 5 menit lamanya dan josua belum melihat alutsista tentara
Karena sembari tadi yang dilihat josua hanya serdadu dengan gaya penyerbu, walau sedikit menunjukkan formasi bar-bar. Balik lagi ke sudut pandang josua yang kini sudah berada di dekat tenda perlengkapan dan tanpa disengaja dirinya melihat segelintir serdadu yang buru-buru berlari untuk memasuki tenda perlengkapan dengan dipimpin oleh Kapten kompi
Namun sebelum itu josua menghalang mereka dengan pertanyaan singkat. "Apa kalian bisa memberi aku senjata?!" pertanyaan josua membuat langkah serdadu terhenti dan memperhatikan josua yang terkesan datar
"Apa maksudmu?" tanya Kapten kompi dengan sorot mata tajam
"Tentu saja, aku tidak akan tinggal diam jika kalian pergi berperang untuk melindungi rakyat tidak berguna seperti kami"
"Tapi kamu tidak memiliki pengalaman ataupun keterampilan dalam berperang, bagaimana kamu bisa membantu kami"
"Jangan terlalu meremehkan ku!!" tatapan sinis terlintas dalam tatapan josua
Sebelumnya Kapten kompi hanya diam sambil memperhatikan josua tapi salah satu dari bawahannya memberi kode untuk lebih cepat karena pertahanan garis depan bisa kacau jika terlambat
"Baiklah jika itu mau mu, kalian beri dia senjata berupa pistol atau apapun maksimalkan lengkapi dengan amunisi!!" perintahnya kepada salah satu tentara sehingga satu dari antara mereka masuk kedalam tenda
"Kalau gitu jangan salahkan kami jika kamu terluka" sambung Kapten tersebut sebelum masuk kedalam tenda untuk menyusul tentaranya dengan diikuti oleh beberapa serdadu
Beberapa saat menunggu akhirnya josua melihat seorang tentara yang masuk lebih awal kini keluar juga lebih awal namun kali ini dirinya membawa sepucuk pistol dengan beberapa magazine sebagai cadangan. "ini senjata mu, tolong gunakan dengan bijak" ucapnya sambil memberikan secara langsung kepada josua
"Baik.." jawab singkat josua sambil menerima senjata itu dan selang beberapa saat keluar Kapten dan tentaranya dengan membawa senjata berjenis RPG setiap orangnya kecuali Kapten kompi itu sendiri karena pada waktu itu josua melihatnya membawa senjata jenis Minigun walaupun berat namun tubuhnya yang perkasa membuatnya tidak jadi masalah
"Kalian akan berperang dengan perlengkapan ini?" tanya Josua dengan heran
"Tentu saja, karena mereka sangat kuat jadi perlengkapan juga harus memukau" jawabnya dengan senyum sinis, sambung kalimatnya. "Mari kita tunjukkan kepada mereka, siapa kita sebenarnya!!" ajaknya setelah itu meninggal josua ditempat
"Haha.. Semangat yang membara" tawa kecil josua kemudian menyusul mereka semua dengan pistol kecilnya
Situasi menunjukkan betapa mencekam suasana karena waktu itu mereka saling berbaku tembak antara dua belah pihak. "Semuanya kita harus melindungi tempat ini sampai bantuan tiba" teriak salah seorang prajurit untuk memprovokasi rekannya agar lebih semangat membantai walaupun pada waktu itu posisinya masih tiarap
Karena peluru masih melesat kemana-mana, maka dari itu seluruh tentara hanya bisa tiarap karena langit sangat rawan dengan peluru, sampai-sampai musuh yang menerobos susah untuk membidik lawan, namun semua itu berubah ketika sebuah tank berjalan lebih dulu diantara mereka
"Tank!!!..." teriak salah seorang tentara dengan wajah ketakutan sebelum datangnya bala bantuan dari kapten kompi. "Semua yang membawa RPG segera bidik ke tank, maksimalkan hancurkan benda dengan satu peluru!!" perintah Kapten kompi sambil ikut tiarap bersamanya
"Target terkunci" jawab tentara pembawa RPG dengan posisi jongkok
"Tembak!!!" perintah kapten dengan nada tinggi sampai-sampai dalam waktu singkat terdengar suara tembakan
__ADS_1
Boommm....
Peluru yang berukuran jantung pisang mulai melesat dengan sangat kuat ke arah tank musuh berada, karena pada waktu itu musuh sudah memasuki kawasan area aman, dan akan segera membobol pertahanan inti
Syuuuutt...
Duarr....
Ledakannya membuat body tank hancur sebagian walaupun belum hancur sepenuhnya, karena satu RPG saja belum mampu menembus tank modern saat ini. "Bidik!!!" perintah dari sang Kapten kompi sambil berteriak kepada serdadu nya. Target terkunci!!" jawab dua tentara yang kini memegangi senjata peledak di punggung
"Tembak..."
Boom...
Boom...
Lagi-lagi terdengar suara tembakan yang berasal dari peluru sebesar jantung pisang, melesat dengan begitu cepat namun meninggalkan jejak
Duarrrrr........
Hal hasil mereka akhirnya berhasil menghancurkan satu tank bersama serdadu yang berlindung di balik kendaraan. "Yes.." gumam Kapten kompi dengan berbinar melihat hasil jerih paya pasukannya akan tetapi kesenangan itu tak berlangsung lama, karena tak lama dari itu terlihat 4 tank datang dengan bersamaan sambil memperlihatkan tentara lawan yang masih bersembunyi dibaliknya sehingga josua susah untuk membidik lawan
"Apa maksud dari semua ini!!" gumam dari sang kapten dengan keringat dingin bercucur deras membasahi wajah. "Jumlah alusista mereka memang sangat banyak" sela josua yang waktu itu tiarap bersama dengan yang lainnya
"Berapa?"
"Hmm.. Mungkin lebih dari 10" jawab santai josua hingga membuat kapten tertohok
"Dasar kenapa tidak bilang dari awal " ketus kapten dengan wajah sinis. "Semuanya mundur!!, karena sebentar lagi tank jumlah banyak akan segera menerobos pagar" lanjutnya dengan berteriak-teriak untuk memberi perintah kepada serdadu
"Mundur!!.." sorak tentara sambil berlari menjauhi tempat asal mereka namun ditengah pelariannya
Boom..
Boom...
Bom...
Tembakan tank dengan sangat serentak mengarah ke tentara yang berhamburan mencari tempat berlindung kecuali josua, karena josua sendiri masih diposisi sambil menunggu tindakan kapten karena kapten masih memantau prajurit musuh yang mulai berdatangan tetapi siapa sangka jika pasukannya sudah diincar para tank
Duuuuuuaaaaarrrr..
Ledakan begitu amat besar membuat sebagian besar tentara kompi terpental ke mana-mana, dan tentunya mereka sudah tak lagi bernyawa, tapi masih ada yang beruntung karena dia tidak didekat ledakan sehingga masih sempat mencari tempat berlindung. "Medis!!!..." teriak seorang korban ledakan dengan kaki telah hilang kedua-duanya
"Sial" umpat kapten dengan memukul tanah lalu segera beranjak berdiri untuk menyusul tentara yang terluka tersebut
"Huhu... Suasananya semakin panas" batin josua sambil menatap punggung sang kapten dengan langkah tergesa-gesa meninggalkannya, karena sebelum kapten berlindung ia menyempatkan dirinya untuk menyeret rekan seperjuangan yang pada waktu itu terluka akibat tembakan tank
Yang kemudian berlindung dibalik tenda bersama anggota lainnya, sedangkan Josua hanya bisa menunggu terus menunggu di balik rerumputan sebelum dirinya mendapati tank semakin dekat dengan posisinya. "Sudah saatnya aku beraksi!!" gumam josua yang langsung melesat dengan kecepatan kilat meninggalkan tempatnya.
Sementara dilain sisi seluruh tentara berusaha untuk mengobati rekan mereka yang terluka dengan sekuat tenaga. "Argh... Sakit!!!..." rintihan dari seseorang dengan luka cukup parah walaupun hanya satu orang tapi luka yang dideritanya cukup serius dimana, kedua kakinya hancur dan armor nya sudah terbakar hingga memperlihatkan kulit yang sudah melepuh
"Tahan.." jawab prajurit medis dengan membalut luka di kaki sambil menyuntikkan obat pengurang nyeri. "Argh,.. Kamu kira kaya gini gak sakit, Hah!!..." jeritnya sambil merobek seragamnya lalu di letakan di mulut agar kesakitan nya bisa teralihkan ke kain dengan cara menggigit sekuat tenaga
"Hmm,.. Dasar Sialan!!" umpat sang kapten dengan menggertak gigi setelah itu ia kembali bertanya. "Berapa senjata peledak yang kalian pegang saat ini?" sambungnya kepada tentara yang lain
"Hanya ada dua, kapten!!" sambung salah satu tentara dengan mimik wajah khawatir
"Apa sudah tidak ada lagi perlengkapan kita?" tanya balik
"Tadi saya secara tidak sengaja melihat masih ada 3 yang tertinggal, tetapi saya rasa itu mustahil untuk mengambilnya apalagi melihat situasi kita yang sudah di kepung oleh lawan"
Memang benar, setelah kompinya terkena serangan menurunkan jumlah secara drastis sehingga rasa kewaspadaan musuh juga ikut menurun, hanya saja mereka tidak luput dari rasa waspada, apalagi tank sudah melindungi mereka, tentunya membuat mereka semakin percaya diri
Karena semakin lama pasukan musuh semakin dekat dengan posisinya saat ini bisa bertahan 10 menit saja sudah mujizat apalagi 1 jam. Sehingga sang kapten hanya bisa mengintip dari balik tenda dengan tatapan intens
"Kapten, apakah tidak ada cara lain untuk keluar dari situasi ini?" tanya prajurit dengan membawa RPG-7 di punggung. "Susah untuk melawan tank, jikapun tank tidak ada tetap saja akan susah untuk kita melawan karena jumlah dan perbedaan yang begitu signifikan"
__ADS_1
"Anda memang benar tapi kita tidak bisa menyerah begitu saja, karena jika mereka berhasil menerobos garis perbatasan kemungkinan rakyat setelah desa ini akan terancam"
"Aku tahu, tapi nanti bagaimana dengan nasib kita setelahnya jika terus memaksakan keadaan, tunggu biarkan aku berfikir dulu"
"Baik, Pak"
Pada waktu itu mereka hanya berdiam diri sambil berfikir dengan begitu keras sehingga tanpa mereka sadari josua telah bergerak lebih dulu namun sebelum beraksi dirinya memantau jalur yang digunakan sebagai transportasi alusista dari balik pohon rimbun
"Wah... Jumlah mereka cukup banyak" gumam Josua sambil memperhatikan tentara maupun mobil armor berlalu lalang, akan tetapi secara mengejutkan dirinya merasakan sebuah tekanan yang sedang mengancam dirinya, dan benar saja ketika dia menoleh kebelakang
Terdapat belati yang melesat dengan sangat cepat kearah kepalanya tetapi saat itu josua sangat beruntung karena ia berbalik, karena jika tidak kemungkinan pisau tersebut akan tertancap di belakang kepalanya. "Sial" ketus Josua sambil menyentuh pipi nya dan alangkah terkejutnya dia ketika tahu belati tersebut telah menggores pipinya hingga keluar darah
Dengan tatapan intens dirinya menatap pria dengan seragam hitam seperti pasukan intel walau pada waktu itu dia tidak melihat senjata api ditangan.
"Kamu cukup beruntung!!" serunya dengan mengunggah senyuman sinis
"Lebih baik kamu pergi sekarang, karena aku lagi malas melawan cecunguk seperti mu!!"
"Apa maksudmu, bangsa*t" balasan dari pria dihadapan josua dengan tatapan penuh emosi
"Perlu aku ulangi?" tanya Josua dengan wajah menyindir
"Apa kamu tidak tahu aku siapa?" tanyanya
"Tidak, dan aku tidak ingin tahu siapa kamu, karena aku merasa kamu tidak penting"
"Baiklah jika kamu tidak ingin tahu siapa aku, tapi jangan menyesal jika kamu mati sebelum tahu siapa aku"
"Beri tahu aku asal mu?"
"Kalau aku tidak mau, bagaimana?"
"Janc*k" umpat josua dengan emosi
"Haha... Kamu kira aku beneran, lagian mana ada sebuah pasukan khusus yang dengan berani membocorkan tentang markasnya sendiri"
"Bangsa Scarlett memiliki organisasi pelindung, jangan-jangan dia adalah manusia berkemampuan khusus" asumsi josua dalam benaknya
"Kenapa diam, apa sekarang kamu penasaran dengan ku sekarang?" tanya pria itu dengan tawa sumringah
"Sinting, nih anak" umpatnya dalam hati
Pria tersebut yang melihat josua berdiri tanpa menggubris perkataannya mulai kesal dan dengan tangan cepat mulai melempar sebuah belati dari balik saku belakang celana, mungkin bagi manusia awam itu sudah termasuk gerakan yang tidak dapan dilihat dengan mata telanjang, namun berbeda dengan Josua yang bisa melihat dengan begitu jelas di hadapannya
"Lamban" batin josua dengan cepat menangkap belati itu dengan kedua jarinya kemudian melemparnya balik dengan sedikit dialiri energi petir sehingga kecepatan 3x lipat dari sebelumnya
Syuuuutttt....
Jeleebbb....
Tentu saja pria dihadapannya langsung tertancap tepat di jantungnya tanpa ada darah yang sempat keluar. "Berani juga, kamu melawan ku" gumam Josua dengan senyum lebar, sebelum dirinya terkejut dengan apa yang ia lihat karena pria berseragam hitam itu langsung berubah menjadi kabut atau lebih tepatnya seperti uap mendidih
"Hah?!!... Apa maksudnya ini" batin Josua dengan kebingungan
"Sepertinya kamu jauh lebih kuat dari perkiraan ku yah!!.." suara tersebut membuat josua terkejut karena secara tiba-tiba nadanya cukup mengejutkannya sehingga ia tertegun sejenak sebelum melihat seorang lagi dari atas dahan pohon
"Hmm... Ternyata kemampuanmu adalah pencipta kloning" gumam josua dengan senyum sumringah
Sehingga josua dan pria misterius tersebut saling bertukar pandang tanpa ada kata-kata keluar kecuali senyum dari setiap bibir mereka dengan menunjukkan arti ketertarikan satu sama lain diantara mereka.
***********
Halo.. teman-teman sekali lagi author ingin minta maaf karena suka telat upload chapter karena sungguh author sibuk banget dengan urusan sekolah tapi author patut bersyukur untuk kesetiaan kalian dalam menunggu author jadi author akan beri bocoran sedikit tentang cerita ini, yaitu dimana akhir cerita adalah (Happy end)
Haha.. Sudah dulu ceritanya kalau gitu author pamit dulu ya, mohon teman-teman dukung karya kecil saya karena author sudah menulis menggunakan panca indra sampai-sampai harus lembur 3 hari 3 malam.
Kalau begitu dah😆👋
__ADS_1
( 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!! )