Fire And Water

Fire And Water
Cp 92# Masa Lalu Josua


__ADS_3

Waktu itu suasana sangat canggung karena kejadian tersebut telah membuat mereka merona malu, terutama Vera yang terlihat wajahnya sudah merah sampai ujung telinga, tapi keheningan itu tidak berlangsung lama karena Putra dengan cepat mencairkan suasana karena memang ada yang ingin dirinya tanyakan kepada vera


"Ver,.. Bagaimana keadaan ayahmu?" tanya Putra dengan tatapan mendalam


"Hmm... Untuk sekarang dia masih koma dan belum ada tanda-tanda akan sadarkan diri" jawabnya dengan lirih sambil melirik ke tempat ayahnya berbaring


Karena Putra tidak bisa berbuat banyak akhirnya ia hanya mencoba untuk menenangkan Vera sambil memegang kepala dan mengacak-acak rambutnya


"Vera yang aku kenal tidak selemah ini" ujar Putra sambil tersenyum sumringah


Sehingga Vera langsung merona dan bisa bernafas lega untuk sekarang karena sebentar lagi ancaman besar akan datang. Sementara dilain tempat pria petir tersebut sudah mencapai batasnya hingga dirinya tersungkur ke tanah dengan kondisi tubuh sangat lemah


"Huh.. Hah.. Huh... Benar-benar hari yang sangat menyedihkan" gumamnya sambil menggertak gigi


Siapa sangka jika lawan yang ia anggap remeh kini malah jadi bumerang untuk ucapannya, tapi dirinya patut bersyukur karena selamat dari cengkeraman Zhang walaupun menggunakan cara licik


"Sepertinya aku terlalu sombong hingga tidak bisa membedakan lawan yang kuat dan lemah" ujarnya dalam batin sebelum jatuh pingsan akan tetapi dirinya secara tidak di sengaja di lihat oleh seorang wanita paruh baya yang membawa kayu kering di punggung karena ia menggunakan keranjang


Wanita itu bisa melihatnya karena kebetulan dia sedang mencari kayu bakar di daerah tersebut sehingga dengan khawatir dan panik ia membuang ranting kecil di tangan sambil berlari ke arah pria tersebut pingsan


"Nak.. Nak.. Bangun, kamu kenapa?!!" tanyanya dengan panik namun tidak ada respon dari lawan bicaranya sehingga kepanikan di hati bertambah, semua itu disebabkan karena luka memar dan luka sobek di kulit yang amat parah, sehingga dirinya berfikir kalau pria dihadapannya adalah korban aniaya


Akibat panik dengan tergesa-gesa dirinya melapor ke warga desa, supaya mau membantunya mengangkat korban ke puskesmas terdekat, dan beruntungnya Pria tersebut berhasil diselamatkan walau sedikit kekurangan darah dan bidan sudah berkata jika telat beberapa menit saja pasti nyawanya tidak tertolong


Hingga pihak yang menolong bisa menghembuskan nafas lega karena korban berhasil diselamatkan, walaupun pada saat itu Pria petir tidak bisa melihat tapi ia bisa mendengar semua kericuhan yang terjadi akibat dirinya yang ditemukan dengan keadaan luka namun semua itu patut ia syukuri buat yang kedua kalinya karena selamat dari yang namanya 'Maut'


\*~~\* 3 Hari kemudian \*~~\*


Setelah tiga hari terlewati banyak sekali kejadian yang sudah terjadi dimana perang sudah berkecamuk korban dimana-mana, bahkan kabar yang lebih buruknya lagi adalah Aliansi yang dibuat oleh Ayah Vera harus bubar untuk sementara sampai perang mereda walaupun tidak tahu kapan hal tersebut akan terjadi


Namun beruntung tidak ada pergerakan dari tiga sudut pandang tersebut, karena mereka masih sangat sibuk mempersiapkan segalanya, untuk tim Putra ia masih dalam masa perawatan untuk memulihkan diri bersamaan dengan yang lain


Jika Zhang Xuan dan klon nya masih stay untuk memulihkan gerbang yang sudah dihancurkan sekaligus menjaganya supaya kejadian 3 hari yang lalu tidak terjadi lagi karena semua itu tentunya akan menghambat masa penyempurnaan


Sedangkan Pria petir yang di rawat disebuah desa ikut dalam masa pemulihan terhadap luka-lukanya jadi untuk tiga hari ini mereka tidak melakukan apapun selain mempersiapkan diri, karena sebentar lagi pertempuran yang sesungguhnya akan segera dimulai!!..


***


Terlihat disebuah desa seorang wanita paruh baya yang berlari dengan histeris sambil menggendong anaknya yang berusia 2 tahun sambil menjerit minta tolong kepada seseorang tapi desa tersebut sudah tidak ada orang karena seluruh warga sudah ditarik ke kota pusat karena tentara Violid dan Scarlett sudah menembus perbatasan dan mulai memasuki kawasan bangsa lain


"Tolong... Siapapun tolong aku!!" jeritnya sambil berlari tergesa-gesa yang nafasnya sudah sangat berantakan ditambah anak yang digendongnya menangis dengan begitu keras


Semua itu karena ia dikejar oleh sekumpulan serdadu dan mobil armor pengangkut yang baru saja menerobos hutan dan segera menuju desa berikutnya tapi karena kecerobohannya membuat dirinya ketahuan dan dikejar oleh mereka untuk dibunuh


Kejadiannya 10 menit yang lalu dimana dirinya mencari suaminya yang sedang memancing ikan di danau karena rumah mereka sangat dekat dengan danau yang cukup luas karena mereka tinggal jauh dari desa agar bisa mencari ketenangan tersendiri bagi keluarga pada waktu itu ia sedang mengitari danau untuk mencari suaminya namun ketika sudah menemukannya dirinya mendapati suaminya sudah di tembak oleh sekumpulan tentara yang sangat asing baginya


Karena seragam mereka sangat berbeda dengan yang umumnya tapi yang lebih membuatnya terpukul adalah dimana suaminya ditembak begitu saja tepat di kepala sehingga peluru berhasil tertanam di kepala, karena situasi sangat menakutkan membuat wanita itu pergi ke rumahnya dengan berat berat hati


Dirinya takut jika terkena imbas dari apa yang ia lihat, terutama anaknya yang masih kecil tentu ibu mana yang tega membiarkan anaknya dalam bahaya sehingga dengan langkah cepat wanita itu berlari terbirit-birit untuk membawa anaknya ke tempat yang lebih aman


Akan tetapi langkahnya tidak lebih cepat dari mobil tentara yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa hingga cepat atau lambat posisinya terkejar, semua itu karena kecerobohannya yang membangunkan anak balita disaat tidur sehingga suara tangisannya terdengar jelas di hutan yang tentunya membuat petunjuk bagi tentara

__ADS_1


"Siapapun tolong aku!!" teriaknya dengan lirih sambil terisak-isak manahan tangis sebelum ia tersungkur ke tanah karena sudah lelah berlarian selama bermenit-menit


Dengan tangis yang seru ia melihat ke belakang dan betapa sialnya ia ketika sudah melihat penjagal telah mendekat ke posisinya, dirinya melihat Tank dan Mobil armor yang sudah berbaris maju dari dalam hutan menuju kawasan desa yang diikuti oleh serdadu


"Siapapun tolong aku, kumohon" mintanya sambil memejamkan kedua mata dan memeluk anaknya dengan begitu erat yang tanpa sadar air mata telah mengalir deras membasahi pipi tapi ketika ia sedang memohon datang seseorang dengan secepat kilat mengangkat mereka berdua untuk dibawa ke tempat lebih aman


Bahkan kecepatannya tidak disadari oleh tentara penyerbu sehingga mereka terlihat terheran-heran dengan kepergian gadis paruh baya tersebut yang jelas-jelas sudah di depan mata akan tetapi dari pada itu lebih jelasnya Pria petir sudah menyelamatkan nyawa seorang ibu dan anak secara bersamaan


Sehingga membawa mereka ke dalam hutan dan ketika Pria tersebut sudah mendarat ia segera melepaskan wanita paruh baya tersebut dan menanyakan satu pertanyaan kepadanya, "Kenapa nona bisa ada disini, apa anda tidak ikut bersama pengungsi lain untuk pergi ke ibu kota Jupiter"


"Sa-saya ti-dak tahu" jawab wanita itu dengan gagap yang terlihat masih Shock dengan apa yang terjadi beberapa detik yang lalu


"Ah.. Maaf jika saya membuat Anda terkejut tapi sungguh saya tidak ada maksud lain selain menolong nona dan adik kecil ini"


'Ti-tidak apa-apa, karena mau bagaimana pun aku tidak berhak bertanya karena tugasku hanya berterimakasih karena sudah mau menyelamatkan aku dan putriku" balas wanita tersebut


"Terimakasih untuk pengertiannya, tapi apakah untuk kedepannya kamu bisa pergi sendiri soalnya aku masih harus mencari sesuatu" ucap Pria tersebut dengan ragu


"Anda tidak perlu khawatir karena saya bisa jalan sendiri, lagian saya yakin masih ada orang yang membutuhkan bantuan anda"


"Terimakasih banyak, kalau begitu kamu lari ke arah barat jangan belok dari rute, karena kamu akan menemukan kumpulan orang yang sedang mengungsi menunggu jemputan"


"Baiklah, Terimakasih banyak" balas wanita itu yang membungkuk lalu berpaling pergi dari hadapan pria tersebut


Namun baru beberapa langkah setelahnya wanita tersebut kembali berpaling dan bertanya satu pertanyaan, "Siapa namamu!!" tanya wanita itu sehingga dengan cepat membulat mata pria petir karena untuk ke dua kalinya ia ditanya nama oleh seseorang


\*\*Flashback (On)\*\*


Alasannya sangat konyol, yaitu aku dijual oleh ibuku sendiri ketika ekonomi kami sangat terpuruk, karena setelah ayahku meninggal keluarga kami tidak ada pemasukan finansial dari orang lain sehingga pengeluaran selalu terus-menerus ditambah ibu ku seorang pemabuk berat jadi ia selalu menganiaya diriku


Bahkan kejadian yang tidak bisa terlupakan olehku adalah kata-kata yang keluar dari mulutnya, "Andai dulu aku tidak menikah dengan seorang tentara mungkin aku tidak akan menderita olehnya!!" teriakan ibuku begitu jelas membekas di hati sehingga aku mengalami down mental walaupun begitu aku tidak boleh melawan ibu


Sampai aku tidak bisa berkata-kata ketika ibuku menerima uang dari seseorang yang aku sendiri tidak kenal siapa dia, dan untuk pertama kalinya juga aku melihat senyumnya yang bisa dibilang telah lama hilang disaat ayah meninggal


Aku senang karena mungkin itu adalah awal dimana ibu akan sayang kembali padaku, tapi siapa sangka jika keesokkan harinya aku dibawa oleh orang yang memberikan uang kepada ibuku bahkan disaat aku meronta dia hanya melihat dan tersenyum sambil berkata, "Terimakasih" yang aku sendiri tidak tahu apa maksudnya


Pada waktu itu aku sangat kecewa tapi tidak bisa membenci ibu karena semua ini salah ayahku, karena sebelumnya ibu tampak bahagia dan sayang kepadaku hanya saja ia berubah ketika mendengar kabar duka dari suaminya bahkan karena kematiannya ibu sampai depresi dan meluapkannya pada minuman alkohol


Tapi sekali lagi aku tersenyum karena terpaksa sebab aku tidak boleh sedih, begitu ucapan indah dari ibuku sebelum berubah drastis, namun dengan seiringnya waktu aku tubuh dibawah kendali seseorang yang membuatku merasa seperti boneka dimana aku dilatih untuk membunuh dan berperang tanpa memperdulikan umur karena yang mereka lihat hanya potensi bukan usia


Singkat waktu akhirnya aku mengerti kalau selama ini aku bekerja untuk mafia yang berada di negara Violid yang secara pribadi ingin membuatku membunuh sesama anak bangsa, hingga pada waktu dimana umurku 15 tahun aku terkejut karena bisa mengendalikan kekuatan diluar nalar


Dan karena kekuatan itu juga aku bisa kabur walau tubuh penuh luka, tapi di tengah pelarian aku kembali tersadar kalau kekuatan ini pasti pemberian dari seseorang yang percaya denganku dan terlintas di benakku yaitu seseorang yang paling aku benci


Hingga mengingat namannya membuatku geram sendiri, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja sebab aku tidak ingin kejadian lama terjadi lagi sehingga aku berjanji akan lebih kuat dengan Kekuatan ini dan menjadi yang tidak terkalahkan singkat waktu aku telah berlatih dengan begitu keras


Dengan cara menghabisi sekumpulan pembunuh untuk menjadikan mereka sebagai latihan sehari-hari hingga tanpa sadar aku sendiri sudah menjadi pembunuh akan tetapi dilain sisi aku sadar kalau aku belum cukup kuat sampai aku terus berlatih tanpa henti dan tentunya aku jadi haus kekuatan


Semua itu kulakukan agar aku tidak mengalami kejadian dimasa lalu walaupun pada dasarnya aku selalu melihat kebelakang dimana aku disiksa dan dilatih secara keras oleh mereka sampai hari pun terus berlalu


Pada waktu itu aku tidak mengerti dengan kekuatan yang mencekam yang terdapat di sekitar ku karena aku waktu itu berada di sekitar hutan pelosok untuk mencari kayu bakar, "Aura apa ini, walaupun tidak kuat tapi sangat menekan" gumamnya dengan sedikit mengerutkan kening

__ADS_1


Sampai dirinya mengikuti aura tersebut berasal hingga sampai dititik lahan kosong yang kelihatan sekilas cukup aneh, karena penasaran ia berjalan mendekati aura tersebut walaupun tidak ada apa-apa namun dia yakin kalau aura tersebut berasal dari lahan kosong ini


"Sepertinya berasal dari sini" gumamnya dengan mengangkat tangan ke langit dan menghentakkan nya kebawah tanah dengan kekuatan petir maksimal sehingga terjadi ledakan yang cukup mengejutkan


Alangkah terkejutnya ia melihat sebongkah besi menahan kekuatannya, karena setahunya petir maksimal tidak ada yang bisa menahannya bahkan besi baja sekalipun tapi anehnya kali ini kekuatan tidak berhasil menembusnya besi didalam tanah yang lebih anehnya lagi aura yang awalnya kecil kini langsung membesar


Sampai-sampai dirinya terpental kerena dorongan dari aura tersebut, "Argh.. Ada yang aneh" ketusnya dengan menahan sakit akibat terpental menabrak tanah, karena takut akhirnya ia kembali ke rumah untuk menyelidiki apa yang terjadi


Sesampainya di rumah yang reot dan usang dirinya segera masuk untuk beristirahat, karena tempat tinggalnya hanya terbuat dari kayu itupun ia tidak membeli hanya menumpang pada warga desa sekitar


Setelah tiga hari dia mulai mencari tahu tentang kejadian kemarin hingga akhirnya ia tahu apa yang ada dibalik tanah sampai tentang kekuatan element alam yang ada 5 dan dirinya adalah salah satu dari kelima element tersebut


Dan langkah seterusnya adalah mencari tahu siapa pemilik dari kekuatan element tersebut selain dirinya, hingga singkat waktu ia mulai bimbang karena merasa teman pemegang element tidak sekuat dirinya


Sampai dia datang yaitu seorang gadis yang baik dan ramah seperti layaknya bidadari karena kecantikannya yang tiada tanding, gadis tersebut datang kedalam hidupku untuk menyampaikan jika semua baik-baik saja dan Pria yang memiliki element api mempunyai seseorang yang bisa membantu di masa depan


"Apa kau datang hanya untuk menyampaikan hal itu semua!!" ujarnya dengan ketus kepada gadis yang berdiri di depan rumah bahkan kedatangannya saja aku tidak tahu apalagi asal-usulnya yang jelas hal tersebut membuatku marah


"Selama ini aku selalu memantau kalian, semua itu kulakukan sampai waktunya tiba" jawab gadis tersebut dengan senyum manis untuk pakainya ia menggunakan gaun berwarna putih polos dengan alisnya yang lentik


"Hah?" bingung Josua dengan ucapan gadis didepannya karena waktu semakin pagi menjelang siang dan lagi ia belum mencari kayu bakar jadi ia berjalan melalui gadis tersebut dan membiarkannya berdiri di depan pintu rumah namun sebelum terlewati gadis itu memegang baju lesu dan kotor milik josua sehingga langkahnya terhenti


"Kumohon bantu dunia ini karena sebentar lagi tempat kalian ditinggal akan hancur berserta isinya"


"Apa maksudmu!!"


"Kamu tahu dengan 12 tempat yang ada diberbagai titik, itu adalah gerbang kehancuran dan ke empat element yang lain sedang membutuhkan mu"


"Aku sudah lihat ke empat pemilik element yang lain sepertinya mereka tampak bahagia"


"Tidak, mereka tidak tahu tentang berita ini"


"Lalu buat apa aku membantu mereka, jika mereka hanya butuh infomasi bukannya kamu sendiri bisa menyampaikannya secara langsung" bentak Josua dengan nada kesal


"Karena ke lima element harus bersatu jika tidak musuh tidak bisa dikalahkan"


"Baguslah kalau gitu aku juga tidak butuh dunia ini" ketusnya sambil melepas pegangan tangan garis tersebut terhadap bajunya


"Mental mu sedang tergoncang?" ucap gadis tesebut yang berdiri sambil menatap Josua dalam-dalam


"Apa maksudmu!!" bingung josua yang berpaling menatap gadis putih itu


*******


Halo teman-teman sekali lagi author ingin minta maaf karena suka telat upload chapter karena sungguh author sibuk banget dengan urusan sekolah tapi author patut bersyukur untuk kesetiaan kalian dalam menunggu author jadi author akan beri bocoran sedikit tentang cerita ini, yaitu dimana akhir cerita adalah (Happy end)


Haha.. Sudah dulu ceritanya kalau gitu author pamit dulu ya, mohon teman-teman dukung karya kecil saya karena author sudah menulis menggunakan panca indra sampai-sampai harus lembur 3 hari 3 malam.


Kalau begitu dah😆👋


( 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!! )

__ADS_1


__ADS_2