Fire And Water

Fire And Water
Cp 71# Masa Lalu Antagonis 3


__ADS_3

Ditengah lapangan yang letaknya di dekat Camp tentara revisi area laboratorium tersebut dilakukan terlihat Firdaus dan anak kecil bernama Nicolaus atau bisa dibilang Dewa kematian, karena tubuhnya sedang dikendalikan oleh roh lain yang membuat roh pemilik tubuh tersebut tidak sadarkan diri, sebenarnya Firdaus datang bersama timnya tapi ketika kedatangan aura mematikan dari bocah tersebut


Membuat seluruh orang yang ada di sana kabur meninggalkan tempat itu karena orang yang menyuruh mereka kabur adalah pemimpin mereka dan itu sudah dipastikan kalau orang yang membuat ketua mereka panik bukanlah orang biasa sehingga tanpa berfikir panjang mereka kabur meninggalkan ketuanya


Kecuali Azarya dan anak angkat Firdaus yang tidak kabur, karena tidak ingin meninggalkan ketuanya, tapi karena Firdaus memberi perintah kepada rekannya, membuat Azarya tidak memiliki pilihan lain selain mematuhi perintah, namun kepergian mereka juga menguntungkan bagi Firdaus dari berbagai sisi


Yaitu bertarung sambil melindungi jauh lebih susah dari pada harus bertarung dalam duel dan jika mereka membantu sudah dipastikan kalau mereka bukanlah tandingan dari seseorang yang bisa mengeluarkan aura kematian lebih dari batas normal karena auranya sudah menandakan kalau ia adalah mesin pembunuh


"Hah..Hah,.. Dasar iblis!!" ketus Firdaus sambil menatap sinis kearah bocah tersebut dengan nafas terengah-engah dan deru detak jantung yang tidak normal akibat melihat seekor predator yang lebih besar darinya


"Heh,.. Sepertinya aku tidak bisa mengalahkan mu dengan cepat deh" ucap Nico (dewa) dengan wajah tersenyum


"Sialan,.. lawan ku bukan manusia" batin Firdaus dengan keringat dingin yang membasahi seluruh wajah


Suasana hening tanpa suara lain yang mengisi lingkungan tersebut membuat detak jantung Firdaus semakin kencang bahkan sempat dibenaknya untuk melarikan diri tapi yang dirinya pikiran kalau semua usahanya akan sia-sia jika harus berhadapan dengan seorang ahlinya


Tapi ditengah keheningan tersebut terdengar suara orang datang dengan jumlah segerombolan yang baru saja selesai melakukan ekplorasi diarea laboratorium, saking bingungnya salah satu orang berjubah putih berkata kepada Firdaus dengan suara lirih


"Ketua, dimana yang lain?" tanya salah satu dari mereka yang melihat ketuanya berdiri terpaku menatap anak kecil dihadapannya


"Lari!!!..." teriak Firdaus dengan suara besar untuk memerintahkan mereka supaya bisa selamat dari terkaman hewan besar


"Hah,.. Apa?!!" bingung dari orang yang bertanya kepada ketuanya, karena itu bukan jawaban yang diinginkan


"Lambat" dengan cepat Nico menjentikkan jarinya sehingga dalam waktu singkat terlihat api yang melahap seluruh tubuh anggota Merpati putih hingga tak tersisa


Tanpa rasa sakit mereka mati dalam keadaan tubuh tak tersisa sampai Firdaus yang melihat membulatkan matanya akibat tak menyangka dengan apa yang dirinya lihat saat itu


"Hahaha..." Suara tawa darinya membuat emosi Firdaus meledak sehingga mengeluarkan kata-kata kasar


"Bang*at, dasar iblis!!!" teriakan Firdaus dengan emosi yang memuncak, sampai ia melompat dengan kecepatan penuh dan meninju ke muka Nico yang telah diselimuti api merah


𝘿𝙪𝙖𝙧...


Suara ledakan tersebut berasal dari serangan Firdaus bahkan area disekitarnya terbakar habis kecuali bocah kecil yang ada dihadapannya, bahkan tinjuan tersebut tidak berdampak padanya karena sebelum sampai wajah Nico telah lebih dulu menangkap tinju dari lawannya


"Sial,.. Dia hebat sekali" gumam Firdaus ketika mendarat ketanah tapi tinjunya masih digenggam oleh bocah 15 tahun itu dengan kuat, "Tidak, dia bukan hebat tapi kuat" lanjut batinnya dengan wajah terkejut bahkan ekspresinya dibalas dengan tatapan sinis oleh lawannya


"Kamu sudah merasa hebat bukan, tapi aku cuman mau kasih tahu kamu, sebenarnya yang aku incar bukan mereka tapi kamu, karena inti jiwamu ber-element Api dan itu adalah kekuatan yang aku buru saat ini" ucap Nico (dewa) dengan tangan kanan menggenggam kuat kepalan tinju milik Firdaus


"Sial,.." ketus Firdaus sambil melancarkan serangan kaki kanan yang berbentuk tekel yang mengincar area tulang kering musuh


"Argh...." rintis Nico yang melompat ke belakang dengan kecepatan penuh sehingga jaraknya dengan lawan kira-kira 7 meter


"Sepertinya kamu memiliki tubuh yang lemah" ujar Firdaus dengan memasang wajah meremehkan


"Sialan" gerutu Nico (dewa) sambil memegangi kakinya yang ditekel oleh lawannya


Saat itu suasana sangat panas, yaitu duel antara manusia dan dewa pun akan terjadi hingga tak lepas pandangan Firdaus terhadap musuhnya, walaupun tubuh lawannya sangat lemah namun power supranaturalnya begitu kuat sehingga dengan pikiran matang ia harus mengatur gerakan dan pola pikir menyerang


Tidak lama menatap akhirnya Nico (dewa) segera maju melawan dengan kecepatan penuh menabrak lawannya hingga terpental berapa meter, "Argh.." rintis Firdaus yang tubuhnya menabrak tanah dan terguling beberapa meter


Dengan darah segar mengalir keluar dari mulut, Firdaus mencoba untuk berdiri sambil menatap tajam kearah lawannya, "Kuat sekali dia, bahkan kecepatannya saja tidak bisa kulihat" batin Firdaus dengan wajah kotor tapi kewaspadaannya harus ditambah ketika Lawannya melesat kembali mengarah ke dirinya


"Aku tidak bisa diam saja" batinnya dengan penuh emosi hingga ia mengambil mengambil posisi kuda-kuda dan melancarkan tinju ke arah bayangan tersebut melesat yang saat itu lawan belum sampai dihadapannya, sehingga Nico (dewa) yang melihat sempat tertawa akibat melihat lawannya meluncurkan tinju padahal ia belum sampai ke hadap hadapannya

__ADS_1


Namun ketika lawan sudah didepan mata dan Nico melancarkan tinjunya ke ulu hati tiba-tiba tangannya ditepis oleh lengan yang pada awalnya di selonjoran ke depan oleh Firdaus dengan menggunakan sikunya hingga tinju Nico (dewa) dapat di counter dengan mudah


Dan tinju yang sudah gagal bisa ditangkap oleh Tangan kiri Firdaus mengunakan aura api yang menyelimuti tubuhnya hingga kecepatannya tidak bisa dibaca dengan mudah, bahkan Nico (dewa) yang melihat refleknya pun langsung terkejut tapi sayangnya ia harus mendapat serangan dari Firdaus karena ketika ia masih terkejut lawannya telah lebih dulu mengambil langkah yang berupa putaran 180°


Setelah itu ia melepas tangan kiri yang menangkap pergelangan tangan musuh dan melancarkan tinju dengan badan berputar ke arah punggung Nico (dewa) sampai dalam waktu singkat tinju yang diselimuti api telah membuatnya terpental ketanah dalam keadaan tengkurep


Sampai-sampai tinju Firdaus telah membuat lawannya tidak bisa bergerak dalam beberapa saat walaupun singkat namun tinjunya sudah membuat Nico terkena Stun beberapa saat


"Hah,.. Hah..." suara terengah-engah dari Firdaus seperti orang habis maraton berkeliling kota


Kemudian dirinya mengangkat tangan ke langit dengan tubuh berdiri tegak sambil berkata, "Sudah selesai!!" ucapnya dengan suara nyaring namun ditengah kemenangannya tiba-tiba terdengar suara yang tak lain adalah bocah yang bernama Nico


Ternyata serangan tersebut tidak berpengaruh besar terhadap lawannya walaupun pernah memberinya stun cukup parah, dengan berusaha berdiri dari posisi tengkurep ia berkata seakan-akan kalau lawannya belum menang sehingga dengan terkejut Firdaus tidak bisa berkata-kata kecuali memasang wajah bengong tak percaya


"Apa!!, bagaimana mungkin badan ukuran anak kecil, bisa bertahan dari serangan api yang penuh kekuatan" batin Firdaus dengan perasaan yang tak enak


Setelah lawannya berdiri terlihat aura yang begitu kuat dan penuh penekanan mulai keluar dari tubuh bocah tersebut, sehingga Firdaus yang lihat tidak bisa bergerak sedikitpun karena badan bergetar ketakutan wajah pucat dan keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuh


Seakan-akan yang dilihat Firdaus adalah sesosok monster Godzilla, dengan menakutkan bocah itu melangkah mendekati lawannya yang masih terdiam mematung ditempat, "Kamu adalah lawan pertamaku, di hari kebangkitan ku jadi kamu harus mati bagaimana seharusnya"


Mendengar perkataan tersebut Firdaus tidak bisa berkata-kata, seakan mulutnya sedang terkunci rapat, tapi karena hidup manusia dalam bahaya dengan berani ia melangkah maju, sehingga keluar aura yang sangat kuat dan penuh tekanan walaupun auranya tidak sebanding dengan lawannya tapi setidaknya bisa menekan aura milik lawan


"Oh... Ternyata kamu benar-benar memiliki tekad bertarung yah" ucap Nico (dewa) dengan senyum sadis di wajahnya


"Terimakasih untuk pujiannya" balas Firdaus dengan lirih hingga dengan cepat ia melesat untuk menyerang lebih dulu lawannya, dengan kecepatan tak terlihat ia meninju Bocah dibawah umur tersebut tepat pada mukanya, namun lagi-lagi dirinya harus kalah cepat karena sebelum sampai Nico telah menangkis dengan lengan yang telah diselimuti aura hitam


"Kekuatan apa ini?" batin Firdaus dengan cepat melangkah mundur dan meluncurkan tendangan berputar yang terdiri dari 1080° atau tendangan 3 putaran sehingga lawan sampai terkejut melihat keindahan tendangan milik Firdaus


Sebelum tendangan sampai, kakinya telah di selimuti api merah supaya damage nya meningkat dan benar saja ketika kaki Firdaus diarahkan ke kepala lawan, Nico berhasil terpental beberapa langkah walaupun tangannya telah menahan serangan lawan tapi benturan dari kekuatan membuatnya harus terpental


"Apa aku terlalu kasar kepada anak kecil?" bingung Firdaus melihat tubuh anak kecil tersebut telah babak belur


Tapi lagi-lagi lawannya harus bangkit dari kekalahan dan berdiri tegak layaknya seorang kesatria sehabis melawan musuh, "Kamu keras kepala juga" gumam Firdaus sambil menatap mata anak itu dalam-dalam


Walaupun tidak pasti tapi Firdaus bisa merasakan kalau roh anak tersebut sedang meminta pertolongan kepadanya sehingga Firdaus melontarkan pertanyaan kepada lawannya


"Hey,.. Apa kamu tega, menyiksa anak tersebut dibalik jiwanya?" tanya Firdaus


"Hah!!, memangnya aku perduli" ketus Zhang Xuan dibalik tubuh anak kecil yang bernama Nicolaus


"Dasar iblis" sahut Firdaus dengan wajah sinis


"Menangnya kenapa kalau aku ini iblis, lagian sudah seharusnya dunia ini hancur bersama dengan kelakuan mereka yang tercela"


"Maksudmu!!!" bingung Firdaus


"Membunuh, mencela dan men'jahati sesama manusia bukankah itu sama saja perbuatan iblis?"


Deg...


Seketika jantung Firdaus seakan-akan terhenti akibat mendengar apa yang diucapkan oleh lawannya, apa lagi ketika mendengar bahwa manusia hampir sama dengan sesosok yang di benci dunia tapi entah kenapa pendapat Nico (dewa) dibantah oleh Firdaus


"Tidak, menurutku tidak semua manusia memiliki sifat seperti itu" ucap Firdaus dengan menatap tajam kearah lawannya


"Tidak?!, jangan membuatku tertawa, mungkin bagi kalian dia adalah orang yang baik tapi sesungguhnya dari lubuk hati terdalam dia adalah orang jahat yang tidak bisa kalian duga"

__ADS_1


"Memang benar, aku bukanlah Tuhan yang bisa membaca hati manusia hingga terdalam, tapi aku yakin pasti ada malaikat dibalik layar dan itu pasti ada" bantahnya dengan mengingat seorang gadis yang pernah membuatnya jatuh cinta sebelum mengenal ibu Putra


"Hah!!" bingung Nico sambil memiringkan kepala dan senyum sinis


"Haha,.. Jangan terlalu dipikirkan, karena yang terpenting sekarang adalah bagaimana dengan pertempuran kita!!" sahut Firdaus sambil tertawa tipis


"Kamu benar juga" setelah kata-kata itu seketika suasana jadi hening dan mereka berdua tidak memulai aksi melainkan saling menatap untuk beberapa saat sebelum mereka saling melesat dengan kecepatan penuh dan saling bertabrakan


𝘿𝙪𝙖𝙧....


Suara ledakan dari adu tinju dua belah pihak membuat area disekitarnya hangus, "Kamu cukup jago untuk bermain denganku, manusia" seru Nico (dewa) dengan tersenyum lalu mundur beberapa langkah dan melancarkan tinju horizontal dengan langkah berputar


Karena tinju Nico telah terselimuti aura hitam membuat Firdaus tidak berani untuk beradu hingga dia melakukan roll belakang dengan tubuh kayang, dan mundur beberapa putaran


Melihat hal itu dengan segera Nico (dewa) bergerak maju dengan meluncurkan kecepatannya tapi langkahnya masih kalah karena belum sempat meninju Firdaus, lawannya telah lebih dahulu melakukan kuda-kuda dan melayang di udara sambil memutarkan tubuhnya sebanyak dua putaran yaitu 720° sehingga dalam satu tendangan berhasil mengenai sisi wajah Nicolaus


Argh...


Lagi-lagi Nicolaus mendapat serangan yang fatal di mukanya sehingga terpental beberapa langkah hingga tersungkur ketanah dengan wajah memerah


"Khuk.. Khuk... Sialan" ketus Nico (dewa) dengan darah mengalir dari sela mulutnya sambil ter'batuk-baruk dalam keadaan tersungkur di tanah


"Maaf, tapi jika tidak begini maka aku tidak bisa menang" gumam Firdaus


Akhirnya Nico (dewa) kembali berdiri lalu berteriak dengan suara keras, seakan-akan ingin mengeluarkan kekuatan penuhnya


"Aaaaahhhh..." teriakan Nico (dewa) dalam posisi berdiri menatap langit sehingga dalam waktu singkat langit menjadi gelap gulita


"Sebenarnya aku tidak ingin mengunakan kekuatan penuh ku, tapi karena melihatmu cukup kuat membuatku ingin membunuhmu bagaimanapun caranya" sambung Nicolaus dengan suara berat dan mata berubah menjadi merah berkilau


"Heh,.. Apa ini benar-benar nasib buruk untuk ku" gumamnya dengan badan sedikit merinding


"Mungkin benar ini adalah nasib buruk bagimu" ucap Nicolaus (Zhang Xuan) dengan cepat melesat dengan kecepatan 3x lipat sehingga dalam waktu singkat Firdaus mendapat serangan di ulu-hati


"Argh,.." sekarang giliran Firdaus mendapat serangan hingga ia muntah darah dan terpental menabrak salah satu pohon di hutan


Dengan muka pucat pandangan Firdaus mulai memudar seakan-akan ingin pingsan di tempat tapi mengingat anak dan istrinya, akhirnya Ia kembali berdiri walaupun badan sedikit sempoyongan, dengan tatapan tajam Firdaus berkata dengan suara nyaring, "Sepertinya kita akan bertarung dengan serius mulai sekarang"


Ucapannya mungkin hanya sekedar gertakan bagi Nico (Zhang Xuan), tapi baginya itu adalah suatu bentuk ke semangat bagi jiwanya hingga dalam wajah terpaku dengan semangat tiba-tiba keluar api berwarna Biru yang melambangkan semangat hingga dengan terkejut Nico berkata


"Apa, kamu sudah mengendalikan api hingga ke tahap itu!!" bingung Nico dengan wajah terkejut


"Hehe,... Terimakasih untuk pujiannya" dengan cepat ia melesat melancarkan serangan tapi dengan cepat juga lawannya menangkis dengan tangannya tapi tetap saja menangkis serangan dengan kekuatan besar dapat membuat ledakan sehingga mau tidak mau Nico harus terpental kebelakang


"Boleh juga" ujarnya sambil membentuk tangan seperti X untuk menangkis tinjuan dengan kekuatan penuh


"Bagaimana?"


"Mari kita mulai pertarungan kita untuk yang kedua" balas Nico (dewa) sambil tersenyum, walaupun tubuhnya kecil namun bukan berarti itu sebuah halangan bagi sesosok yang sudah dijuluki dewa kematian di jaman dinasti.


********


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..

__ADS_1


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋


__ADS_2