
Terlihat Vera disibukkan dengan berbagai pekerjaannya, yaitu merawat orang lain yang sedang terluka di satu tenda di mulai dari menyiapkan makan sampai menggantikan perban luka pasien karena terkena ledakan ataupun tentara yang tertembak disaat perang berkecamuk sehingga datang salah satu tentara medis yang mendekati Vera lalu bertanya dengan rasa iba
"Nona, anda bisa istirahat dulu di bangsal, saya melihat anda letih dengan pekerjaan kami" ujar tentara tersebut dengan cemas
Memang benar saat itu Vera terlihat sangat pucat dan lemas sampai penampilannya sudah seperti orang tak bertenaga akan tetapi argumen dari tentara medis tersebut ditolak dengan senyum tipis sambil berkata
"Ada tidak perlu khawatir, karena pekerjaan ini sudah sangat lumrah bagi saya"
"Tapi Nona, anda benar-benar seperti orang butuh istirahat"
"Sepertinya kamu benar, kalau aku butuh istirahat" lirih Vera dengan memijat kening karena seketika kepalanya langsung pusing dan pandangan ikut berkunang-kunang sehabis melakukan kegiatannya
"Kalau begitu serahkan sisanya, kepada kami" balas tentara tersebut yang meninggal Vera untuk melanjutkan pekerjaannya
Setelah selesai bercakap-cakap Vera pun bergerak dan membaringkan tubuhnya di bangsal yang kosong untuk menenangkan diri dengan beristirahat yang secara tidak langsung adalah tidur sedangkan di lain sisi. Yaitu dibawah alam sadar Putra, dirinya bertemu dengan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Tang san
Pada waktu itu tanpa di ketahui, Putra langsung ke transfer ke alam bawah sadar dengan memperlihatkan Tang san duduk bersila di hadapannya, "Guru?" bingung putra sambil menatap dalam ke arah gurunya
"Putra, aku ingin berbicara serius sama kamu" jawab Tang san dengan tatapan serius sehingga suasananya langsung berubah mencekam pada waktu itu
"Ada apa?" tanya putra dengan menelan liur sekaligus duduk di hadapan gurunya
Akan tetapi sebelum menjawab terlihat Tang san menghela nafas berat seperti mengeluarkan keluhan hati dengan nada nyaring ia berkata, "Putra, kita tidak bisa bertahan kalau situasinya seperti ini!!" ujar Tang san
Putra yang mendengar langsung membulatkan matanya sambil melontarkan pertanyaan yang mungkin pada saat itu perasaannya campur aduk, "Apa maksudmu, guru?"
"Huh.... Bukannya tidak ada solusi cuman situasi saat ini sudah berubah dimana Zhang Xuan sudah lepas dari tempurungnya, yang kemungkinan resolusi tubuhnya akan semakin cepat"
"Bisakah guru beri gambaran untukku?"
"Kemungkinan Zhang akan membentuk tubuh baru dan tentu kekuatannya akan kembali ke sedemikian rupa, mungkin bisa sama dengan petarung ku dan dirinya di zaman dulu"
"Lalu kita harus berbuat apa?!!"
"Kalahkan dia disaat fase penyempurnaan karena hanya di saat itu kita bisa mengalahkannya"
"Bukankah kalau begitu kita hanya perlu mencari tahu dimana tempat dan harinya saja"
"Dasar bodoh, Kalau semudah itu untuk apa aku gelisah" ketus Tang san dengan emosi
"Lalu dimana ke gelisah mu, guru?" tanya Putra dengan terheran-heran
"Dasar, jadi selama ini kamu tidak tahu sama sekali gerak-geriknya toh"
"Gerak-gerik?"
"Tentu saja tentang kejadian 10 tahun yang lalu!!'
"10 tahun yang lalu?" bingung Putra
"Tentang Perang dunia" seketika Badan Putra langsung terbujur kaku akibat mendengar pernyataan dari gurunya tentang kejadian lampau
"Apa!!.. Jadi maksud guru, perang bakal terjadi lagi?" tanya Putra untuk menyakini apa yang disampaikan oleh gurunya apalagi waktu itu dirinya belum mencerna semua kalimat yang disampaikan
"Kemungkinan besar akan seperti itu karena semua orang telah di manipulasi olehnya, bahkan semua yang terjadi saat ini sudah ia perkirakan
"Monster macam apa dia itu!!" Putra yang terkejut dengan apa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan
"Aku juga tak menduga kalau semuanya akan terjadi lebih cepat dari dugaan"
"Kalau begitu bagaimana cara kita untuk mencegahnya!!"
"Tentu saja tidak bisa semudah itu bodoh, dia melakukan semua itu agar menghambat kita supaya tidak bisa menggagalkan pembentukan tubuh baru"
"Jadi memang benar kalau semua sudah berada permainannya"
"Tidak semua" jawab singkat Tang san yang membuat Putra kebingungan
__ADS_1
"Hah?!"
"Mungkin memang 70% sudah berada dibawah kendalinya tapi dia gagal untuk mencapai 100% karena kegagalannya menangkap mu!!"
"Aku?"
"Karena statusmu adalah peran kunci dalam pertempuran ini, jika kamu tertangkap ada kemungkinan kalau kamu bakal terbunuh dan itu akan membuka peluang besar bagi pencapaiannya"
"Jadi dengan kegagalan menangkap ku itu merupakan sesuatu yang diluar kendalinya?"
"Tentu saja, tapi kamu harus berhati-hati karena dia masih memiliki 4 klon yang bisa mengungkap mu kapan saja"
"Lalu aku harus apa?"
"Tidak perlu khawatir, untuk saat ini kamu masih terbilang aman karena mereka mengira kalau di tubuhmu ada kebangkitan ku"
"Jangan bilang mereka yang takut dengan kebangkitan mu!!"
"Mereka hanya was-was" balas Tang san dengan datar setelah itu Putra tidak coment sama sekali karena pikirannya saat itu benar-benar sudah seperti gado-gado
"Huh.. Dasar, kamu terlalu baik seperti diriku yang dulu!!" hela nafas Tang san sehingga sepasang mata menatapnya dengan rasa yang tak karuan
"Yaitu sifat naif yang membuatku harus kehilangan seseorang yang ku sayang"
Pada saat itu Putra hanya diam karena tak harus berkata apa, yang ada di kepalanya cuman rasa khawatir terhadap masa depan
"Dulu aku pernah berfikir jika berbuat baik kepada semua orang maka mereka akan membalas kita lebih dari apa yang kita beri" sambung Tang san
"Awalnya semua berjalan dengan baik tapi lamban laun semua berubah, dimana aku di dekati oleh banyak orang sedangkan sahabat ku sendiri malah bertingkah kejauhan karena rasa minder nya, sehingga tanpa aku ketahui dia melakukan kesalahan karena aku tidak disisinya ketika jatuh tentu semua itu membuat ku menyesal karena sudah mengabaikan orang terdekat bahkan sampai saat ini pun rasa penyesalan ini masih ada" cerita Tang san dengan penuh kesedihan
Sampai tidak di duga Putra membuka mulutnya dengan berkata, "Jika kamu bisa mengulang waktu apa kamu akan memperbaiki semuanya?" tanya Putra
"Entahlah,.. karena waktu itu aku dan dia mencintai wanita yang sama dan tentunya diantara kami harus ada yang mengikhlaskannya"
"Kalau begitu kamu masih punya kesempatan untuk menjelaskan semuanya"
"Kenapa?"
"Salah satunya adalah kejadian tersebut sudah berlalu selama ratusan tahun yang lalu dan tentu dia memiliki dendam pribadi karena aku sudah membunuhnya"
"Jad guru merasa tidak mampu?" tanya Putra dengan mengerutkan alis
"Tentu saja aku mampu, akan tetapi semua itu tidak bisa diselesaikan seperti angin lalu, butuh waktu yang sangat lama agar bisa melupakan kejadian tersebut"
"Guru benar, tapi gak ada salahnya jika anda mencoba" jawab Putra dengan optimis sehingga Tang san hanya membalasnya dengan senyum tipis.
Di dunia nyata telah berkumpul jenderal Rich, dan seluruh perwira lainnya di sebuah ruang 00 yang terletak di dalam kapal induk bantuan, karena untuk sekarang kapal induk yang dibawa Rich tidak bisa digunakan secara optimal karena beberapa kejadian yang menyebabkan kerusakan di beberapa bagian khususnya genangan mayat
Pada waktu itu mereka berkumpul menjadi satu di meja yang sama yaitu di meja bundar dengan beberapa lebar kertas yang menjadi diagram laporan ataupun data lainnya tidak sampai disitu ternyata didalam ruangan sudah terdapat dua tentara yang menjaga pintu masuk
Jadi pada saat itu ruangan terisi 6 orang banyaknya 4 diantaranya orang penting dan sisanya adalah penjaga supaya rapat berjalan dengan lancar, Yino seorang Kapten kapal induk membuka bicara dengan memasang tatapan intens kepada setiap orang
"Apa yang sebenarnya terjadi jenderal Rich?" tanyanya
"Aku bingung harus memulainya dari mana!!"
"Mulai dari moment yang bisa kita cerna"
"Baik, aku mulai bercerita" balas Rich dengan menghela nafas berat
Sehingga beberapa saat waktu pun berlalu dengan cerita yang disampaikannya mulai dari kedatangannya sampai pertempuran yang mungkin tidak bisa dicerna sama sekali oleh mereka karena ada sesekali Rich mengatakan tentang kekuatan super seperti angin dll
"Tidak masuk akal" gumam Rino yang mengernyitkan alis
"Aku juga awalnya tidak percaya, tapi memang itu yang terjadi" balas Rich
"Pantesan saja, banyak mayat yang tergeletak di mana-mana"
__ADS_1
"Lalu,.. bagaimana langkah mu seterusnya, jenderal Rich?" tanya Yino terlihat sudah bisa memahami situasi
"Entahlah..." Rich hanya berdecak lelah setelah melalui banyaknya pertempuran akan tetapi tidak sampai disitu ternyata datang seorang tentara yang mendatangi mereka dengan langkah terburu-buru sampa tidak mengetuk pintu terlebih dulu
"Jenderal ada laporan" bisingnya dengan nada tinggi yang secara langsung menyelonong masuk ke ruangan
Seketika ke empat perwira tersebut berdiri dan menatap datangnya tentara tersebut dengan langkah tergesa-gesa, karena bingung Yino melontarkan pertanyaan yang penuh penekanan, "Ada apa kamu datang disini dengan cara tidak sopan!!!" ujarnya dengan lugas
"Maafkan saya jenderal, tapi saya mau memberi laporan yang mungkin jenderal sedikit terheran-heran jika mendengarnya" Balas tentara tersebut yang membungkuk memberi hormat
"Katakan apa laporan itu!!"
"Jadi kami mendapat kabar kalau bangsa Violid sudah bergerak menginvasi Mars"
"Apa, bagaimana bisa mereka bertindak diluar kendali aliansi!!" kaget Jenderal Rich
"Saya juga tidak tahu pasti tapi memang itu yang disampaikan oleh markas pusat" setelah berkata-kata seperti itu datang tentara kedua yang berkata dengan lantang dan tegas sambil memberi hormat layaknya kesatria
"Lapor jenderal, saya ketua tim dari ekspedisi yang anda kirim untuk mencari jenderal Lion"
"Apa hasilnya!!" sesingkat mungkin Rich memasang wajah tenang walaupun pada waktu itu kesabaran nya sudah mencapai puncak
"Tidak ada" seketika wajah Rich mematung tanpa bisa berkata-kata sebelum ia membalasnya dengan satu pertanyaan tegas
"Bagaimana mungkin tidak ada!!" ucapnya sambil menahan emosi sebisa mungkin dihadapan yang lain
"Kami juga tidak tahu, tapi memang tidak ada jejak untuk kami menemukannya jikapun ia mati kemungkinan bakal meninggalkan jasadnya walaupun hanya tinggal kerangkanya saja"
"Kenapa aneh sekali" gumam rich yang sudah tidak bisa berkata-kata sampai ia menyuruh seluruh tentara pelapor tersebut pergi dari ruangan rapat
Pada waktu itu suasana sangat hening tanpa ada suara yang terpapar didalam ruangan, sampai letnan Rino berkata sambil memasang wajah lesu
"Kita harus apa sekarang, kalau bangsa Violid bertindak maka kejadian lama pasti akan terulang lagi!!"
"Kamu benar" balas Tino yang sama-sama memasang wajah muram
"Tapi kita juga tidak bisa terpaku dalam kesedihan setidaknya kita harus tetap stay disini dan menunggu perintah dari markas pusat" balas Rino
"Huh... Sebenarnya aku tidak ingin perang lampau terjadi lagi, karena sudah banyak korban kematian dari pihak militer ataupun rakyat sipil yang jumlahnya tak bisa dihitung" hela nafas berat Rich yang kembali duduk di kursinya.
Namun ketika mereka sedang berfikir terlihat Sina terus berputar-putar di camp militer untuk mencari Lian yang sampai detik ini belum ditemukan, "Lian.. Lian kamu dimana?" panggil sina dengan berlari kecil ke setiap tenda
Walaupun jumlah tenda tidak banyak tapi manusia yang terdapat diarea tersebut sangatlah banyak sehingga susah bagi sina untuk menemukan Lian dengan mudah terutama ada banyak tentara yang mondar-mandir dari satu tenda ke tenda lain untuk memeriksa pasien, dan bahkan banyak tentara yang terus masuk bergotong-gotong membawa korban di tandu khusus militery
Jadinya tidaklah mudah bagi sina untuk bisa menemukan Lian sampai-sampai dirinya tidak sadar kalau ada seseorang yang memegang pundaknya sambil berkata, "Bagaimana hasilnya!!" suara tersebut langsung membuat sina memalingkan padangan akibat kaget setengah mati
"Ya ampun,.. Miya!!, kamu membuatku kaget tahu!!" bentak sina secara tidak sengaja
"Ya maaf" balas Miya dengan cengengesan akan tetapi responnya tidak di gubris oleh Sina justru ia melihat sahabatnya memasang raut wajah gelisah
"Ada apa dengan mu?" bingungnya sambil memasang mimik wajah polos
"Aku sedikit cemas dengan keadaan Lian saat ini, apalagi sejak tadi ia belum kelihatan"
"Sedikit" batin miya yang terkekeh
"Miya, mau kamu membantuku untuk mencarinya?"
"Boleh, ayo" akhirnya mereka pun bergegas untuk berkeliling mencari keberadaan Lian yang belum ditemukan dan berharap kalau dia baik-baik saja.
*********
𝙃𝙖𝙡𝙡𝙤... 𝙏𝙚𝙢𝙖𝙣² 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖.
𝙎𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙩 𝙪𝙥𝙡𝙤𝙖𝙙, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙪 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙜𝙞𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝, 𝙮𝙖 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙤𝙧𝙚 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙪 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙜𝙞𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝
𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣² 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙨𝙪𝙥𝙥𝙤𝙧𝙩 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙡𝙖𝙜𝙞, 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!
__ADS_1