
Di tengah pelarian Putra ia sering kali berjumpa dengan tentara musuh, Walaupun masih mudah dikalahkan Putra, namun Putra sama sekali tak terpikirkan untuk menghabiskan mereka karena lebih baik menyelinap dari pada harus bertarung yang akhirnya menjatuhkan korban
Karena penjagaan yang ketat mengharuskan Putra supaya lebih bersabar, sekaligus mencari peluang kosong untuk menculik musuh dari belakang dengan bertujuan agar tidak merepotkan Putra di waktu yang akan datang
Tak lama mengendap-endap akhirnya Putra sampai di tower yang menjadi tujuannya, walaupun di jaga 5 orang tentara di bawah, dan 2 orang lagi yang memantau dari atas tetapi bukan berarti Putra harus menyerah, selama beberapa menit ia memikirkan cara agar bisa mengambil kunci yang berada di atas tower
Sampai dimana Putra akhirnya terpikirkan cara efektif untuk melumpuhkan tentara yang berjaga di bawah maupun di atas tower, yaitu membakar area sekelilingnya buatlah sampai tentara tersebut memeriksanya, semetara Putra segera mengunakan bola api untuk ia lempar ke atas menara
Putra berfikir akan butuh waktu jeda agar salah satu rekannya memberi taukan kepada yang lainnya, ia bertaruh kalau teman yang ada disampingnya akan terkena stunning, dan dari situ ia bisa memanfaatkan waktunya agar bisa melumpuhkan satu lagi
Disaat yang bersama putra mulai melancarkan aksinya, awalnya tentara musuh mengikuti sesuai dengan apa yang putra targetkan, namun sialnya ia, Putra tidak tau kalau di dalam menara ada satu orang lagi, walaupun dirinya waktu itu bisa melumpuhkan tentara tersebut dengan satu tinju
Namun karena hantaman putra yang terlalu keras membuat tentara yang ada diluar mendengar dan segera berlari memasuki menara, karena mereka curiga kalau didalam menara ada penyusup atau ada hal yang terjadi kepada rekannya, karena pada saat itu mereka sudah tidak melihat lagi orang yang memantau di atas menara
"Sial,.. kenapa indra pendengaran mereka sangat tajam" Gumam putra yang segera beranjak naik ke atas menara dengan bantuan apinya
Di atas menara, putra kembali mendapat hambatan karena di tempat kunci kapal, sudah terdapat banyak kunci yang bervariasi dari warna dan bentuknya, "Kenapa harus sekarang" Ketus putra dengan nada kesal akibat waktunya yang tidak tepat
Sementara itu tentara yang lain melihat rekannya yang sudah tergeletak tak berdaya di dalam menara segera menuju ke atas dan meninggalkan satu orang agar bisa memberi pertolongan pertama kepada orang yang sudah di pukul Putra
Saat itu Putra masih memperhatikan kunci yang ada di dinding dengan tidak sengaja mendengar suara langkah kaki dari bawah tangga, karena hal tersebut putra semakin panik, tanpa pikir panjang putra dengan cepat mengantongi semua kunci yang ada dan segera melompat kebawah
Awalnya putra tidak gentar sedikitpun ketika ingin melompat tapi setelah di udara, putra kini menjadi panik sendiri karena tidak tau harus apa, dengan emosi yang panik tanpa sengaja ia mengeluarkan serangan api dari tangannya kearah tanah
Hingga membuat ledakan dahsyat dari tempat itu sekaligus membakar dan mengucurkan dinding menara, namun untuk putra ledakan tersebut tidak terpengaruh kepadanya karena ia sudah terbiasa hidup dengan didampingi api didalam tubuhnya
Karena ada kesempatan, putra segera berlari menuju tenggara namun untuk Tentara yang ada di sana, mereka sangat kaget dan takut akibat ledakan yang keluar dari tubuh putra, karena mereka pikir mereka akan mati jika harus berhadapan dengan Putra
Butuh waktu 10 menit untuk sampai ditempat vera, walaupun sudah dibantu apinya, namun karena posisinya di hutan, ia tidak ingin membakar hutan yang subur tersebut hanya karena ingin sampai tepat waktu
Saat Putra sampai di lokasi, dirinya melihat sebuah sungai yang terhubung dengan lautan, di sana ia melihat vera yang sudah di atas kapal sambil melambaikan tangan, seakan-akan memberi kode kepada Putra, karena sudah mendapatkan peluang dengan cepat Putra berlari menuju vera
Sampainya ia di sana, Putra sedikit terkejut dengan kapalnya karena kapalnya berukuran sedang namun bersenjata mesin di ujung kapal, karena putra telah sampai vera segera berkata "Putra mana kuncinya?" tanya vera dengan merentangkan tangan kanannya
"Anu,. Tadi aku ada sedikit masalah, jadinya aku tidak tau yang mana kuncinya? Balas putra dengan mengeluarkan kunci dari sakunya
Namun dengan cepat vera mengambil salah satunya dan berlari menuju driver kapal, sedikit bingung putra bertanya kepada vera, "Vera, apa kamu bisa mengendarai kapal, aku saja yang melihat tombol-tombol ini sudah membuatku pusing"
"Tentu saja, dulu aku sering di ajak ayahku untuk mengelilingi lautan dengan kapal ini, jadi seharusnya aku bisa mengendarainya"
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu aku bisa tenang sekarang, jadi biarkan aku yang mengendalikan senjatanya kamu cukup kendalikan kapal ini saja" ujar putra yang langsung berlari menuju posisinya
Semua berjalan sesuai rencana, kini kapal mereka sudah berangkat menuju lautan walaupun mereka
harus berputar dan menempuh jalan yang jauh, tapi dengan begitu meraka bisa kabur dengan selamat
Disisi lain terlihat Ari dan Maya yang sedang menjenguk ibu Putra di rumah sakit, karena mereka ingin membahas tentang putra yang sudah pergi selama seminggu dan tidak meninggalkan kabar maupun mengirim pesan kepada ibunya, dan kedatangan ari hanya untuk menjelaskan apa yang harus dijelaskan kepada ibu putra
"Maafkan aku bibi, karena sampai sekarang tidak bisa menghubungi Putra tapi bibi tenang saja, ari janji akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghubunginya" seru Ari kepada ibu Putra yang saat itu terlihat gelisah
Tidak apa-apa nak Ari, bibi tau kamu sudah berusaha keras untuk membantu bibi, dan bibi ingin berterimakasih padamu untuk semuanya" balas ibu putra dengan nada pelan
"Tapi tetap saja, Ari harus mendapat kabar dari putra agar bibi tidak perlu khawatir lagi, karena ari percaya kalau putra pasti baik-baik saja di sana"
Ternyata selama ini Ari dan Maya selalu berusaha untuk menghubungi Putra dan Vera yang ada di sana namun semua usaha mereka gagal, sampai Maya mempunyai niat untuk menyusul vera, namun Ari melarangnya karena mereka sama sekali tidak Mempunyai informasi tentang negara baru
Diperjalanan pulang, Ari terus terpikir tentang bagaimana cara agar dirinya bisa menghubungi Putra yang ada di sana karena ia sangat tidak enak dengan bibi siti yang terus berharap padanya, hingga Maya yang melihat Ari murung cukup khawatir dengannya
"Ari, kamu tidak apa-apa?" tanya Maya yang terus melihat ari murung
"Ah,.. Aku tidak apa-apa, hanya sedikit khawatir dengan kondisi bibi siti dan cemas akan kabar Putra"
"Sebaiknya jangan terlalu kamu pikirkan tentang ini, karena akan bahaya buat kondisimu, aku takutnya kamu bisa sakit karena memikirkan hal ini terus-terusan"
"Memang benar, apa lagi setelah aku melihat kondisinya saat ini, aku jadi tidak yakin kalau bibi siti bisa sehat dalam waktu dekat"
Hingga di tengah perjalanan Ari dan miya melihat sebuah TV umum yang sedang menyiarkan suatu berita tentang negara Pluto yang sudah hancur lebur akibat perang dengan *******, dan karena hal tersebut membuat ribuan orang dinyatakan meninggal dunia Dan presiden negara telah di tangkap oleh musuh
Dengan serentak ari langsung terjatuh ketanah dengan posisi kaki bertekuk lutut, Maya yang melihat cukup terkejut dengan ari dan segera bertanya kepadanya, "Ari ada apa denganmu?" tanya maya dengan wajah terheran-heran
"Maya,.. negara Pluto adalah negara baru yang di buat oleh ayahnya vera, dan sekarang negera itu sudah hancur oleh musuh, bukannya itu ada sesuatu yang buruk kepada mereka" balas Ari dengan raut wajah gelisah
"Apa!!, aku yakin kamu pasti bercanda, mungkin itu bukan nama negaranya, jadi kamu tidak perlu berfikir negatif, aku yakin pasti kak vera selamat karena ada kak putra yang menjaganya" bantah Maya dengan ekspresi yang tidak menerima keadaan
Saat itu Ari langsung memeluk Maya dengan erat dan seakan-akan mereka tidak tahu kalau mereka sedang di tempat umum, disaat itu juga Ari mulai menenangkan Maya dan meyakinkannya kalau putra dan Maya pasti akan selamat walaupun di sana terjadi sesuatu yang mengerikan
4 hari telah berlalu, sering kali ari dan Maya datang ke rumah sakit untuk menjenguk ibu putra, tapi disisi lain juga ari masih tidak bisa memberi tahukan tentang apa yang terjadi di tempat putra saat ini karena ia takut kalau bibi siti akan kembali drop dari keadaannya yang sekarang
Di rumah sakit secara tiba-tiba Maya mendapat telpon dari nomor yang tak dikenal, dan alangkah terkejutnya Maya ketika mengangkatnya, entah apa yang terjadi dengan tiba-tiba terdengar suara vera yang berkata
__ADS_1
"Halo, Maya tolong aku saat ini aku berada di dermaga bagian utara dan aku mohon padamu untuk datang kesini karena kami sedang dalam baha-" sebelum percakapan vera selesai secara tiba-tiba sinyal telepon antara mereka terputus
Namun untungnya Maya sudah mendapat lokasinya dan segera berkata kepada ari dan ibu putra, kalau putra ingin di jemput dengannya dan alangkah terkejutnya bibi siti ketika tahu kalau anaknya akan segera pulang, namun tidak dengan ari kini wajahnya berubah menjadi ekspresi terkejut
"Wah,.. aku sampai lupa, padahal tadi pagi putra sudah mengabari kalau dia ingin pulang, kalau begitu aku pamit dulu semoga bibi cepat semua" ngeles ari yang meninggalkan ruangan sambil menarik tangan maya
Disaat yang bersamaan bibi siti sangat senang dengan kepulangan anaknya karena selama ini, ia selalu menunggu anaknya pulang, karena sepanjang hari ia selalu mencemaskan anaknya yang ada di luar negeri
Diluar ruangan ari mulai berkata dengan maya dengan nada sedikit panik, "Maya, apa maksud dari kata-katamu barusan?"
"Tenangkan dirimu dulu, aku memang sudah mendapat kabar dari mereka, dan mereka menunggu di dermaga bagian utara, jadi dari pada kita terus menunda lebih baik kita segera bergegas ke sana, karena aku takut kalau di sana terjadi sesuatu" jelas maya yang menenangkan ari dari kepanikannya
"Apa!!, kamu yakin atau kamu tadi sedang salah dengar makanya kamu anggap orang lain sebagai vera?"
"Aku serius, lagian ini bukanlah hal yang bagus untuk dibuat bercanda"
Ari yang melihat keseriusan maya, menjadi yakin kalau maya saat itu tidak sedang berbohong, maupun bercanda, "Baiklah kita segera bergegas ke sana" ujar ari sambil menarik tangan maya
Diperjalanan menuju lokasi, Maya masih terus berusaha untuk menghubungi nomor yang sama dengan yang menghubunginya tadi namun sayangnya nomor tersebut tidak aktif atau berada di luar jangkauan
Karena saat itu mereka terburu-buru, membuat ari terpaksa menyewa mobil rental dengan kecepatan di atas rata-rata dengan tujuan ia ingin sampai tepat waktu di lokasi, menurut dena lokasinya dengan lokasi putra saat ini sangat jauh, jika mengunakan mobil biasa mereka butuh waktu 1 harian agar bisa sampai di sana, namun jika dengan mobil yang disewa ari kemungkinan mereka bisa lebih cepat sampai dan hanya membutuhkan waktu 6 jam lamanya
Sedangkan di lain tempat putra dan vera, masih terus bersembunyi karena di sana sangat ketat dengan penjaga, mereka hanya takut jika mereka tertangkap, mereka akan di sangka sebagai pencuri atau lebih parahnya lagi mereka akan di sangka sebagai *******
Karena di negara Pluto sedang terjadi penyerangan terhadap ******* hingga berita tersebut tersebar keberbagai negara, dan setiap negara sudah memperketat keamanan bagi negerinya agar tidak menjadi terget selanjutnya dari serangan ******* termasuk negara Mars
Disela tembok terlihat putra yang masih memantau situasi di luar dengan teliti, "Vera, sepertinya situasi sekarang sudah aman, mungkin sudah saatnya kita keluar dari sini!!" bisik putra sambil memperhatikan sekelilingnya
"Kamu benar, kita sudah 3 jam disini dan aku sudah sangat lapar, ditambah lagi teleponku habis baterai jadi kita secepatnya harus pergi dari sini"
"Kalau begitu kamu harus terus mengikuti dari belakang, jangan sekali-kali membunyikan benda, karena diluar penjaga masih sangat banyak, aku takut pendengaran mereka masih sangat tajam"
"Baik" jawab Vera
Saat itu Putra dan Vera mulai keluar dari tempat persembunyian dan segera pergi dari sana, dengan mengendap-endap agar tentara yang lain tidak mengetahui keberadaan mereka, dan siapa sangka kalau tentara yang berjaga sangat banyak jika putra menebak ia akan bilang kalau jumlahnya ada 300 orang
Tapi untungnya mereka berhasil keluar dengan selamat tanpa ada kendala yang menghambat, walaupun mereka berhasil keluar namun mereka masih harus menunggu hingga jemputan datang
"Mungkin disini saja kita menunggu Ari dan maya, menjemput kita" ujar putra dengan nafas yang tidak teratur karena dirinya terus berlari menjauhi dermaga sedangkan untuk Vera, dirinya hanya perlu menguatkan fisik agar bisa bertahan beberapa waktu untuk berlari bersama putra
__ADS_1
"Baiklah dan menurutku mereka tidak bisa mengejar kita hingga kesini, tapi aku sedikit tidak menyangka kalau tentara yang berjaga di sana akan sangat banyak"
"Mungkin mereka hanya takut kalau ******* seperti mawar hitam akan menyerang negara kita dari lautan, karena kadang situasi suka berubah-ubah tapi kalau aku boleh berteori, kemungkinan tentara mawar hitam tidak akan bisa bertindak, karena Sekutu mereka sedang di incar oleh berbagai negara" jelas Putra dengan nafas mulai stabil