
Sesampainya diruang singgasana, disana tidak ada orang kecuali penjaga staf yang bertugas untuk membersihkan area dalam singgasana, dengan keheningan yang membuatnya bingung, akhirnya Rudi melanjutkan langkah kakinya kesalah satu staf tersebut sambil berkata, "Hallo tuan, saya ingin bertanya kepada anda yaitu kemana tuan Nikolaus sekarang?!" tanya Rudi dengan bingung
"Loh tuan gak tahu kalau sekarang mereka sudah berada di ruang perang!!" jawab staf tersebut sambil membawa sapu ditangan
"Ruang perang!!!!" nada tinggi yang menandakan Rudi tidak percaya dengan perkataan staf tersebut
"benar tuan, sekarang mereka ada disana mungkin sedang melancarkan serangan kepada anggota negara" balas staf tersebut
"Tapi bagaimana bisa tuan Nikolaus tahu tentang penyerangan ini, bukannya pasukanku yang ditugaskan untuk berada diperbatasan?!"
"Kalau masalah itu saya tidak tahu, kalau tuan mau tahu anda bisa pergi keruangannya untuk memastikan kalau saya ini tidak berbohong"
"Tidak, tidak, saya percaya kepada anda, maafkan saya kalau perkataan saya tadi menyinggung anda, yasudah kalau begitu saya pamit pergi untuk bertemu tuan Nikolaus dan tuan joko" balas Rudi sambil berpaling langkah menuju pintu singgasana walaupun ruangan tersebut tidak mengunakan pintu
Dijalan menuju ruang perang rudi seringkali melihat tentara berseragam oren berlalu-lalanng dengan terburu-buru sambil membawa senjata sniper yang dirangkul dipunggung perajurit, bingung Rudi akhirnya dia bertanya kepada tentara tersebut sebelum dia pergi menjauh
"Permisi, bisakah saya tanya kepada anda" panggil Rudi yang menghentikan langkah kaki tentara tersebut lalu berpaling kearahnya dan membalas pernyataannya dengan tegas
"Siap tuan, silakan" jawab tegas dari tentara tersebut
"Apa tuan joko sudah meluncurkan tank, Artileri, dan jet kita?" tanya Rudi
"Untuk sekarang kita belum tahu titik keberadaan musuh, tapi kita sudah mengeluarkan tank mawar hitam, kemungkinan tank kita saat ini sedang dalam gempuran dengan kapal musuh"
"Oh,. Begitu ya, kalau gitu kamu bisa melanjutkan perjalanan" ujar Rudi hingga tentara tersebut pergi meninggalkannya
"Aneh, tapi sekarang aku harus cepat karena rasa penasaran ini terus menghantui" gumam Rudi yang melanjutkan langkahnya menuju ruang perang
Sesampainya diruang perang terkejut Rudi melihat tuan joko dan Nikolaus yang mengunakan baju militernya yang berwarna cokelat dan jubahnya berwarna hitam pekat, dengan gugup Rudi berlutut sambil berkata, "Maaf tuan, saya disini ingin memberi laporan"
Namun perkataannya hanya dibalas oleh tatapan sinis dari dua pemimpin tersebut, sebenarnya Rudi sudah tahu kalau kedatangannya pasti akan membuat mereka marah
Karena kedatangan Rudi, joko terkata dengan pelan kepada Nikolaus, "Kawan, kalau masalah dia biar aku yang urus" bisik joko yang bergerak mendekati Rudi
Walaupun saat itu kepala Rudi sedang menunduk ke tanah namun ia tahu langkah kaki seseorang yang mendekatinya, karena langkahnya semakin dekat kini jantung Rudi berdegup lebih kencang dari batas normal, bahkan wajahnya sudah tertutup dengan keringat dingin
"Sial, apa aku akan mati disaat ini" Batin Rudi dengan tangan mulai mati rasa akan tetapi kecemasannya hilang disaat ada seseorang menepuk pundaknya
Sambil berkata "ikut aku, sekarang" ketika mendengar bisikan tersebut Rudi bisa tahu kalau suara tersebut berasal dari tuan joko yang merupakan tangan kanan Nikolaus
"Ternyata tuhan masih ingin aku hidup" batin Rudi yang langsung berdiri dan berpaling mengikuti joko dari belakang
Awalnya Rudi sedikit bingung dengan pemimpinnya karena ia dibawa ke tempat yang lebih sepi dari sekian banyaknya tempat istana kuno, yaitu disebuah perpusatakaan kerajaan yang hampir setiap sisi ruangan dilengkapi buku-buku yang tertata rapi di rak
Karena bingung Rudi bertanya, "Tuan Joko, apa maksud dari semua ini?!"
"Apa maksud semua ini, coba kamu pikir jika rencana gagal apa yang akan terjadi nantinya!!"
Namun Rudi tidak menanggapinya karena bingung ingin berkata apa, hingga joko melanjutkan perkataannya dengan berkata, "Sebenarnya aku sudah ragu dengan kinerjamu, karena kamu payah dari rian dalam segala espek, walaupun kamu mempunyai kekuatan Element tapi semua itu sia-sia karena pemegangnya sangat tidak berguna"
__ADS_1
"Maksud anda apa?!" bingung Rudi dengan tatapan kosong
"Selama ini aku terus memantaumu bahkan dari hal terkecilpun aku sudah tahu tentang kamu, oleh karena itu aku menangkap rian karena ingin tahu seberapa pecus kamu dalam memimpin" ucap Joko dengan tatapan sinis
"Lalu maksud anda apa, membiarkan saya bebas, lalu melawan Nikolaus agar anda bisa bertemu dengan Putra?!"
"Siapa yang perduli denganmu, aku hanya ingin kamu mati melawan Nikolaus dan mewariskan kekuatanmu kepada rian, karena hanya dia yang layak akan itu"
"Hah!!" kini tatapan Rudi benar-benar kosong, bagaikan hati disayat oleh pisau
"Oleh karena itu, setelah melihat kamu begitu payah dalam segala hal, membuatku tidak yakin dengan kekuatanmu yang ingin melawan Nikolaus"
"Tapi tuan, saya pasti bisa melakukannya dan saya yakin itu" ujar Rudi dengan panik
"Aku tidak berharap padamu lagi" ketus joko yang berjalan mendekat lalu menusuk perut rudi dengan sebuah belatih tajam yang disimpan dijasnya
Argh..
Suara rudi dengan darah terus mengalir keluar dari luka yang ada diperutnya tanpa bisa berkata-kata akhirnya Rudi tersungkur ke lantai dengan tangan terus memegangi perut yang masih tertancap sebuah belatih
"Sebenarnya aku tidak ingin mengotori tanganku, namun hanya dengan cara inilah kekuatan besar itu dapat diwariskan kepada orang yang lebih baik" gumam joko sambil mengelap tangannya yang terkena noda darah
Rudi yang kesakitan kini mulai pasrah dengan keadaannya tapi dia tidak ingin membiarkan kekuatan element ikut bersamanya, jadi ia mewariskan kekuatan tersebut kepada Samuel dengan harapan Samuel bisa tahu kalau kini dirinya sudah mati dan mau membalaskan dendam kepada tuan Joko dan Nikolaus
"Aku percaya kekuatan ini kepadamu, kawan" gumam Rudi yang kini sudah tergeletak ditanah
Hingga disaat Rudi menghembuskan nafas terakhir dirinya melihat kilas balik dari pertemuannya dengan Samuel, dan kini ia yakin kalau kekuatan tersebut bisa diwariskan lewat perasaan, kilas tersebut berlangsung sampai rudi benar-benar sudah tewas
Setelah ucapan tersebut keluar dari mulutnya, kini joko pergi meninggalkan perpusatakaan menuju ruang perang agar bisa menyelesaikan masalah yang sudah ia perbuatan sejauh ini, sedangkan dilain tepat terdengar suara dentuman dan tembakan dari senjata yang dilancarkan kearah kapal perang milik negara mars
Dimulai dari tentara negara Mars yang menembaki musuh berbaju oren yang berada dibenteng karung
Yang disusun meningkat dan serangan Tank yang berasal dari 100 meter jauhnya menembaki Kapal tempur milik negara Mars semua itu terus terjadi selama berjam-jam
Hingga terjadi saling baku tembak antar dua kubu yang menewaskan puluhan tentara dari mawar hitam, sedangkan tentara milik negara Mars belum mengalami luka ataupun gugur, karena formasi mereka sangat matang dan susah untuk ditembus oleh tentara newbie
Itu karena tentara milik Mawar Hitam adalah tentara golongan baru yang masih dalam masa pelatihan yang seharusnya dilatih selama 3-4 bulan, kini hanya dilatih selama 2 minggu hingga pada akhirnya kurang skill perang sampai hal tersebut menjadi pokok kekalahan mereka
Perang terus berkecambukan hingga hari sudah malam yang mengharuskan mereka istirahat terlebih dahulu, untuk negara Mars mereka masih istirahat di area pantai agar bisa menjaga kapal mereka, kalau untuk tentara mawar hitam mereka bermalam di benteng pertahanan yang simpel
Sedangkan dipinggir pantai terlihat sebuah tenda yang dijadikan sebagai tempat istirahat dengan disertai api unggan kecil yang membakar ranting kecil untuk dijadikan media penghangat tubuh, disana hanya terlihat 8 tentara berarmor coklat dengan senjata dibadan, namun dari tadi mereka hanya mengulurkan tangan kearah api agar suhu tetap hangat
Aaachuk..
Bersin dika yang membuat suasana menjadi perihatin, akibat suhu udara yang semakin dingin membuat mereka ingin segera tidur agar bisa melanjutkan aktivitas diesok hari tanpa harus mengalami sakit flu
"Sepertinya sudah malam, jadi sebaiknya kita segera tidur agar besok tidak kesiangan" usul salah satu rekan dika yang merentangkan tubuh seakan-akan ingin mengambil sikap tidur
"Kamu benar, aku sudah benar-benar kedinginan disini" keluh dika sambil menggeletakkan tubuhnya di di rerumputan
__ADS_1
"Loh, kamu enggak mau tidur ditenda?" tanya salah satu rekan kepada dika yang terbaring di rumput
"Tidak, tenda kecil dibagi rame-rame" ketua Dika
"Tapi kapasitasnya bisa 4 orang, apa kamu yakin mau tidur diluar?"
"Hmm,.. biarkan aku tidur diluar bersama komandan biar kalau terjadi sesuatu aku bisa memberi tahu kalian" jawab Dika
"Baiklah" balasnya
Untuk tenda dibagi menjadi 4 0 berukuran kecil dan 10 berukuran besar yang dibuat untuk tentara beristirahat, sedangkan jendral dan pasukan sisa beristirahat dikapal perang milik negara, dengan tujuan supaya menghindari hal sabotase dari pihak mawar hitam
Sedangkan diistana, terlihat ruang bawah tanah yang gelap dan sunyi, namun semuanya hilang ketika mendengar suara langkah kaki yang memecah kesunyian hingga Rian yang mendengar saat itu berada disel tahanan langsung waspada dan mencoba untuk melindungi Sofia yang saat itu masih trauma
Ketikan kegelapan menguasai ruangan tiba-tiba muncul sekilas cahaya yang berdiri di hadapan rian dan sofia, cahaya tersebut berupa api unggan berwarna merah muda ketika Samuel menyipitkan mata terlihat seorang pria berbaju militer dengan jubah hitam di punggung yang bukan lain ia adalah joko
Dengan bingung dirinya berkata, "Ada apa?" tanya singkat dari Samuel yang memasang tatapan sinis di kelopak matanya
"Tidak enak berbicara disini, jadi ikut denganku dulu" balas joko yang membuka sel dengan kunci yang ia bawa
"Cih,.." cibir Samuel, hingga dengan pasrah ikut bersama joko ketempat yang tidak di ketahui, bersaman dengan sofia yang saat itu hanya diam membisu tanpa berkata-kata
Diruang tamu yang letak dan susananya sengat sepi membuat rian bingung, "Ingin bicara apa kamu?" tanya Samuel yang duduk disofa bersama sofia yang kini diselimuti handuk hangat agar pikirannya bisa tenang
"Tidak banyak, aku hanya ingin memberi tahumu kalau temanmu yang namanya rudi kini sudah mati" balas joko hingga tanpa adanya angin dan hujan tatapan Samuel kini langsung kosong seakan-akan semua itu hanya candaan
"Haha,.. Jangan bercanda, aku tahu tuan joko pasti bercanda, enggak mungkin banget dia bisa mati dengan begitu mudah" bantah Samuel yang tidak percaya
"Bagaimana kalau pelakunya Nikolaus" balas Joko
"Hah!!" tatapan kosong Samuel yang kini mulai menunduk dan menangis tanpa suara membuat suasana jadi tidak karuan
Sedangkan Sofia yang diam dan melihat, hanya bisa meletakan kepala di punggung Samuel seakan-akan ingin menghibur namun tidak tahu caranya, singkat waktu akhirnya Samuel keluar dari istana dengan wajah yang muram
Bahkan teman-temannya yang melihat Samuel dan Sofia keluar dari istana secara bersamaan membuat mereka terkejut dan terheran-heran, yang
Pada akhirnya mereka berlari dari camp tentara yang ada dihalaman istana menuju Samuel
"Sam, syukurlah kamu tidak apa-apa" ucap Lian dari kejauhan yang sedang melangkah kearah Samuel
"Sofia!!" diikuti Sina dan Miya dari belakang, hingga disaat itu mereka saling berpelukan untuk melepas rindu kecuali Lian, dia hanya berdiri di hadapan Samuel sambil berkata
"Sam, kamu tidak apa-apa?" tanya Lian dengan wajah bingung
Bahkan tidak hanya Samuel, tapi Sofia juga memiliki tatapan aneh dari matanya, hingga Sina, Miya dan Lian saling bertukar pandang, yang memberikan sinyal ada sesuatu yang aneh kepada Samuel dan Sofia
Pada saat itu jua Samuel mulai berbicara hanya saja nadanya begitu lemah dengan berkata, "Rudi telah mati" suara pelan namun didengar teman-temannya Sampai pada saat itu mereka merasa terpukul dan terkejut
Karena masih tidak percaya dengan apa yang dibilang Samuel, tapi pada saat itu orang yang paling terpukul adalah Miya, walaupun sering bertengkar namun entah apa yang terjadi kini ia ikut terkejut dan mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya
__ADS_1
Hingga dia pergi meninggalkan teman-temannya ketempat yang lebih sepi untuk mengeluarkan rasa sedihnya yaitu dibalik tenda militer, sedangkan disaat mereka sedang bersedih tanpa sadar Joko mengamati dari jauh dengan senyum aneh diwajahnya.