
Waktu terus berlalu hingga pagi mulai menyingsing tentara Mars yang jumlahnya ratusan sudah bergerak menuju medan perang dengan mengikuti tank dan artileri yang dijalankan lebih dulu dari personilnya sedangkan Nikolaus dan joko berada digaris paling belakang dengan menggunakan mobil 4x4 agar bisa menanjak lereng gunung
Akan tetapi disaat Tank mereka sampai di atas lereng gunung tanpa sadar mereka melindas Land mine yang dipasang oleh tentara Mars yang menyebabkan ledakan hingga menghancurkan tank yang saat itu berada digaris depan
πΏπͺππ§....
πΏπͺππ§.....
πΏπͺππ§....
Suara ledakan dari tanah membuat seluruh tentara panik dan berhamburan sambil mencari tempat bersembunyi dibalik batu yang ada disekitar, bahkan suara ledakannya terdengar sampai kedalam hutan yang terlihat Nikolaus dan Squad Lian masih dibelakang
"Suara apa itu?" bingung Nikolaus sambil memperhatikan kearah lereng
Sedangkan joko hanya diam membisu sambil memperhatikan gerak-gerik Lian yang ada didepan terlihat Lian juga bingung karena ledakan yang begitu besar terjadi dengan begitu mendadak bahkan ledakan tersebut disertai dengan jeritan manusia yang histeris
Kerena bingung Lian menyuruh tentara agar mempercepat langkah menuju puncak gunung, agar bisa memastikan apa yang terjadi di sana, hingga tidak lama mereka mencapai puncak dan melihat bangkai tank yang berserakan dan beberapa mayat yang tergeletak di tanah dengan badan tak utuh
Miya, dan Sina langsung muntah ditempat sedangkan Lian hanya bisa mengumpat dengan apa yang terjadi, "Sial, sebenarnya apa yang terjadi kenapa hal seperti ini bisa terjadi!!" gumam Lian dengan memperhatikan sekelilingnya
Tidak lama datang mobil yang menjadi kendaraan Nikolaus, karena jalannya cukup menanjak membuat mereka sampai lebih lama dari yang lain, tapi setelah sampai Nikolaus langsung turun dengan diikuti joko dari belakang
Suasana seketika hening disaat Nikolaus mulai mengepalkan telapak tangan karena ledakan yang terjadi sudah hampir menghancurkan semua tank dan artileri bahkan pasukan sisa pun kini harus terkuras karena perangkap musuh, dengan emosi Nikolaus berteriak dengan satu kata yaitu
"Brengsek...." teriaknya hingga terdengar sampai kapal perang milik negara Mars bahkan suaranya membuat Samuel terbangun dari tidurnya
Samuel yang terbangun langsung bergegas keluar ruangan untuk bertemu dengan sang jendral, bertujuan untuk membahas masalah selanjutnya, walaupun dia berjalan dengan badan yang sempoyongan
Tapi beruntungnya dia ketika keluar dirinya melihat dua tentara yang berjaga di depan kamar, karena terkejut tentara tersebut langsung berkata, "Tuan rian, bagaimana kondisi anda?!" tanya dika yang saat itu masih terkejut dengan Samuel
"Aku tidak apa-apa" balas Samuel dengan badan yang lemas tampak ingin jatuh ketanah namun sebelum ambruk tangan Samuel sudah dipegang oleh dika
"Terimakasih" sambung Samuel dengan nada lemas
"Tuan ingin kemana?" tanya dika
"Bertemu dengan jendral kalian, karena waktu kita sudah tidak banyak lagi, kalau tidak cepat maka semua perjuangan kita akan sia-sia" jelas Samuel
"Tapi tuan"
"Biar aku saja yang memanggil sang jendral" potong dari rekan dika yang saat itu ditugaskan untuk menjaga Samuel
"Baiklah, aku mengandalkan mu" jawab dika sebelum rekannya pergi meninggalkan mereka berdua
"Tuan Rian, sebaiknya anda istirahat saja, saya yakin nanti jendral akan datang dengan sendirinya" usul dika sambil membopong tangan Samuel
"Tidak perlu, antar saja aku ke ruang perang aku yakin dia ada di sana" balas Samuel
"Tapi tuan kondisi anda masih sangat lemah?"
"Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan aku tapi aku baik-baik saja"
"Tapi"
"Tolong aku, ini demi kebaikan kita semua" ujar Samuel yang memasang wajah penuh dengan tekat akan tetapi terlihat pucat karena kondisi masih kurang fit
"Baiklah kalau seperti itu, akan saya antar anda ke tempat jendral" balas dika sambil berjalan pelan menuju ruang perang dengan pundak membopong lengan Samuel
Sedangkan diruang perang terlihat jendral dan 6 anggota rapat yang sedang berkumpul di satu tempat, dengan suasana serius sang Jendral berkata, "Mulai sekarang kita akan bertempur lebih serius dari hari yang lalu jadi aku mohon kepada kalian untuk kerja sama kedepannya"
"Siap jendral" jawab serentak dari 6 anggota tersebut sambil memberi hormat
__ADS_1
"Tapi jendral, bagaimana caranya agar kita bisa mengalahkan mereka?" tanya dari salah satu anggota rapat
"Kalian tenang saja, karena sesuai dengan informasi dari Rian, kalau pasukan musuh jauh di bawah kita dan tank mereka sudah 70% kita hancurkan, jadi ada peluang untuk kita bisa menang, hanya saja kita harus bisa mencari cela agar meredam korban dari pihak kita"
"Kalau begitu, bagaimana dengan pria yang bernama rian?, bukannya dia ada di pihak kita jadi aku berharap dia akan datang membantu kita"
"Masalah itu aku kurang tahu, karena saat ini rian masih terbaring lemah di ranjangnya jadi aku tidak bisa mengganggunya, apalagi setelah melihat kejadian di malam itu" Jawab jendral
Ucapan tersebut membuat seluruh orang yang ada di sana diam merenung tapi disaat mereka masih diam tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar ruangan sambil berkata, "Jendral, jendral ada yang ingin saya sampaikan!!" teriak dari luar dengan nada seperti orang panik
Tidak hanya jendral bahkan 6 orang komandan pun tampak kebingungan dengan apa yang mereka dengar karena hal tersebut bukanlah tindakan yang sopan bagi seorang bawahan terhadap atasan dengan emosi bergeraklah salah satu komandan membuka pintu tersebut yang di sana terlihat seorang tentara dengan nafas tidak teratur
Karena bingung komandan tersebut berkata, "Ada apa dengan mu, apa kamu tahu ini tempat apa" geram komandan tersebut dengan tatapan sinis
"Sudah-sudah jangan emosi, lebih baik kita tanyakan dulu apa yang ingin ia beri tahu" suara jendral dengan tutur kata yang lembut namun tegas sampai komandan tentara yang ada di sana langsung menyingkirkan pandangannya terhadap tentara tersebut
"Ada apa kamu datang kemari?!" tanya jendral sambil berjalan mendekati tentara tersebut
"Anu,.. Tuan jendral, maaf jika saya lancang tapi saya ingin memberi tahu anda kalau tuan Rian sudah sadar dan ingin bertemu dengan anda" ujar tentara tersebut dengan nafas kembali stabil
"Kalau begitu aku segera ke sana, dan kalian kembali ke pos karena sebentar lagi kita akan berhadapan dengan musuh" perintah jendral yang langsung pergi meninggalkan ruang perang untuk menemui Samuel
Namun sebelum mereka berdua sampai mereka telah lebih dulu bertemu dengan Samuel yang saat itu masih dibopong dipundak tentaranya, "Rian, kenapa kamu disini?, aturan kondisi kamu masih kurang Fit jadi kamu harus lebih banyak istirahat" nasihat jendral dengan khawatir
"Aku tidak apa-apa, jendral"
"Maksud kamu apa!!, coba lihat dirimu ini yang sama seperti orang mati" bantah jendral
"Tapi ada hal yang perlu aku kerjakan karena kematian kita hanya sepucuk helai benang jika tidak dibiarkan maka tamat kita semua" ucap Samuel yang membuat sang jendral diam membisu
"Sudah jendral, lebih baik kamu kumpulkan komandan kita diruang perang karena ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian" sambung Samuel dengan nada lemas
"Baiklah, tapi sebelum itu aku ingin kamu istirahat dulu di ruang perang karena kondisi kamu tidak bisa terus-menerus berdiri disini" ujar jendral yang ikut membopong Samuel menuju ruang perang
Lian yang melihat hanya bisa menghela nafas dan menyuruh tentara yang ada untuk mengevakuasi bagi korban yang masih bisa diselamatkan, setelah semuanya selesai menelusuri area ledakan tercatat di sana 67 tentara, 43 tank dan 23 artileri telah ludes hancur
Bahkan setelah Nikolaus tahu laporan seperti itu tampak muka marahnya dan memerintahkan seluruh tentaranya untuk pergi menuju benteng karena mereka akan melancarkan serangan dengan agresif semua itu karena tidak ada waktu lagi untuk menunda waktu
Dengan dipandu Lian, dia membawa tentara-tentara yang tersisa menuju benteng garis depan tank yang mereka bawa hanya sekadarnya saja karena hampir semua tank telah hancur, yaitu membawa 7 tank yang berada di depan dan artileri yang ada dibelakang dengan beriringan dengan mobil milik Nikolaus
Namun disaat mereka sudah sampai di sana, mereka hanya melihat sebuah kawah dan beberapa tank yang sudah menjadi puing-puing bahkan pepohonan yang ada disekitar benteng sudah terlihat hangus terbakar
Dengan heran ia berkata, "Sebenarnya ada apa ini!!" ucap Nikolaus dengan nada tinggi namun tidak lama datang salah satu tentara menghadapnya sambil memberi hormat dia berkata
"Tuan besar, disini sudah tidak ada orang yang tersisa bahkan tank dan anti-tank yang kita kirim pun sudah hancur tanpa sisa, jadi untuk ke depannya kita harus bagaimana, tuan besar"
"Maju!!!"
"Heh" bingung seluruh tentara yang ada di sana karena perkataan Nikolaus Walaupun hanya satu kata namun itu adalah kata yang sedikit mustahil
"Tapi tuan besar, kita tidak bisa asal maju tanpa menyusun formasi" bantah tentara tersebut yang akhirnya pindah lawan bicara ke hadapan joko yang saat itu duduk disebelah kiri Nikolaus
"Tuan joko, anda adalah informan kami jadi anda harus memandu kami untuk menyelesaikan masalah kami" ujar tentara tersebut terhadap joko yang masih duduk santai
Akan tetapi setelah mendengar perkataan dari seorang tentara akhirnya ia berdiri dan berkata dengan suara lantang, "Semuanya dengar!!, situasi ini sudah diluar perkiraan saya jadi saya tidak bisa menyusun informasi ataupun formasi kalian paham!!"
"Tapi tuan kita harus apa?, bukannya maju tanpa persiapan itu namanya bunuh diri!!" tanya tentara tersebut
"Beri aku waktu, sampai aku bisa memikirkan formasi yang cocok untuk kita" balas joko yang kembali duduk di kursinya
Lian hanya bisa melihat sambil mengepalkan tangan akibat merasa jengkel dengar pemimpin yang melempar tanggung jawab kepada bawahan, tapi disaat emosinya memuncak sina dengan tiba-tiba memegang pundaknya sambil berkata, "Kita harus apa sekarang?" tanyanya
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, dan kenapa mukamu terlihat pucat!!" bingung Lian yang melihat wajah sina
"Haha,.. Tidak apa-apa kok, hanya kecapean saja" ngeles sina
"Eeh..." suara Lian yang membalas perkataan sina walaupun dia sudah tahu kalau dirinya sedang dibohongi
Tapi disaat semua masih bingung datang dua orang kehadapan Lian sambil berkata, "Bagaimana situasinya?" tanyanya yang membuat Lian berpaling melihat dan ternyata di sana sudah ada Yuno dan Riza yang entah selama ini kemana
"Kalian dari mana saja kok, sudah dari malam tadi tidak terlihat?" tanya balik Lian yang tampak bingung
"Bukannya kamu tahu sendiri kalau aku yang mengatur keuangan organisasi, jadi sehari-hari aku harus sibuk dengan mengatur keuntungan kita" jawab Yuno dengan wajah kesal
"Dan aku ditugaskan sebagai kepala koki di dapur, sebenarnya aku masih sibuk tapi karena melihat kondisi kita seperti ini, jadi aku membawa rombongan kesini" ikut serta Riza yang menjawab
"Rombongan?" bingung Lian
"Iya, siapa lagi kalau bukan Pembunuh handal kita" jawab Yuno dengan wajah datar
"Eh,.. Bukannya mereka masih bertugas untuk sabotase negara Jupiter?"
"Tentu saja, aku kasih kabar ke mereka, gak mungkinkan kalau organisasi ini hancur sebelum mereka membantu" balas Yuno
"Lalu dimana mereka?" tanya Lian
"Mereka ada di sana" jawab Yuno sambil menunjuk kearah kapal musuh
"Kok bisa!!" bingung Lian
"Tentu saja, lagian misi seperti ini bukannya mudah bagi mereka"
"Kamu benar" Lian kini tampak sangat cemas setelah mendengar perkataan dari rekannya, semua itu karena dia yakin kalau di sana ada Samuel
"Eh,.. Ternyata disini ada Sina, sudah lama sekali kita tidak ketemu ya" seru Riza yang baru sadar dengan keberadaan Sina
"I-iya" jawab Sina dengan terbata-bata
"Kamu kenapa?!" bingung Riza yang melihat tingkah Sina tidak seperti biasanya
"Dia habis melihat kejadian tragis tadi, bukannya kalian juga melihat" potong Lian
"Iya aku lihat, dan jika dilihat lagi sepertinya tank kita terkena ranjau boom" balas Yuno
"Kamu benar, dan sekarangpun kita tidak menyangka kalau benteng pertahanan kita ikut hancur, apa semua ini karena kita bergerak lambat ya!!"
"Aku juga tidak tahu" balas yuno sambil melihat Nikolaus dan tuan joko turun dari mobil dengan membawa sebuah peta ditangan joko
Disaat suasana masih hening tiba-tiba terdengar suara dentuman kerasa yang berasal dari kapal musuh hingga tidak lama terlihat sebuah lesatan yang sangat cepat menabrak lereng gunung sampai-sampai dalam waktu detik gunung tersebut langsung meledak dengan skala besar
Akibatnya kepanikan tejadi dan seluruh tentara yang ada segera bergerak menuju pendalaman hutan untuk bersembunyi namun disaat mereka sedang bersembunyi terdengar lagi suara meriam tapi kali ini jumlahnya sangat banyak sampai-sampai mereka terasa seperti dihujani oleh peluru
πΏπͺππ§..
πΏπͺππ§..
πΏπͺππ§....
Suara ledakan yang terjadi kembali membuat seluruh tentara berhamburan tanpa henti, bahkan Lian segera memberi kode kepada rekan dan squadnya untuk segera pergi dari tempat tersebut karena di sana sudah tidak aman bahkan tank saja ditinggal oleh pemiliknya karena sudah tidak sempat untuk mengaktifkan mesinnya
Nikolaus dan joko hanya bisa diam ditempat sambil menyaksikan peluru meriam yang terus-menerus ditembakkan bahkan tanpa berkata-kata, seluruh armadanya sudah ludes dihancurkan bersama dengan tanah
"Tuan, sebaiknya kita pergi dari tempat ini karena disini sudah tidak aman untuk kita" ujar Joko hingga mereka pergi mencari tempat berlindung,sampai disaat itulah seluruh tank dan Artileri telah hancur bahkan sebagian besar Seluruh tentaranya harus menerima kekalahan telak dari musuh itu karena kurang persiapan dan latihan dalam menangani malasah genting
__ADS_1
Sampai disaat matahari terbit tembakan dihentikan banyak sekali api yang terus merambat hingga kehutan, dan lubang terlihat berbekas di benteng dan lereng gunung yang kini sudah menjadi kawah berapi tapi beruntungnya tentara Mawar hitam masih tersisa walaupun tinggal 1/2 dari jumlah yang sebelumnya