Fire And Water

Fire And Water
Cp 40# Akhir Dari Perang


__ADS_3

Ditengah kobaran api saat itu ari malah pingsan tidak sadarkan diri hingga dengan cepat putra membopongnya untuk dia pindahkan ketempat Aman akan tetapi dalam perjalanannya dia selalu dihadang oleh beberapa prajurit yang masih selamat dari serang naga Es dan mencoba untuk menembaki putra dan ari, tapi beruntungnya mereka karena Samuel dan timnya telah lebih dulu datang menolong Putra


Dengan bingung Putra tidak biasa berkata-kata banyak karena yang ada didalam benaknya hanya terus mengutamakan keselamatan ari yang pada saat itu sedang dalam keadaan sekarat dengan panik Putra berkata, "Kak Rian, Bagaimana kamu ada disini?!" tanyanya sambil membopong Ari di pundak


"Ceritanya sangat panjang, jadi lebih baik kamu bawa dia pergi dari sini karena dia sangat membutuhkan pertolongan" ucap Samuel sambil membuka pintas jalan agar putra bisa membawa ari pergi dari kobaran Api yang melahap rumah warga


Saat itu Putra hanya menurut dan bergegas membawa Ari pergi dari sana walaupun daerah sekitar dipenuhi api, bukan berarti putra tidak dapat melihat di tengah kobaran api hingga dalam perjalanan yang berliku-liku putra selalu mencoba yang terbaik agar mereka bisa menghindari panasnya api, sementara Andrian dan timnya sedang dalam perjalanan menuju lokasi mengunakan jalan pintas


Tanpa terdeteksi oleh tentara maupun polisi Rico saat itu selalu memandu jalan karena kemampuannya untuk mendeteksi keberadaan manusia sama seperti kemampuan yang dimiliki ayah angkat ari, Azarya yang merupakan mantan anggota merpati putih pada masanya


Dengan mempercepat langkah mereka mulai berlari sedikit demi sedikit melewati lereng hutan yang cukup gelap akan tetapi mereka tidak tersesat karena kobaran api dan asap selalu memandu mereka, kemana mereka akan berjalan hingga tidak terasa mereka sudah berjalan salam 10 menit lamanya tapi belum ada tanda-tanda akan sampai justru malah mereka yang kelelahan


Akibat berjalan dengan jarak jauh, dengan ketus Vera berkata, "Kenapa jauh sekali? " tanya Vera yang saat itu memijat betisnya karena merasa keram, ternyata tidak hanya Vera tapi maya pun merasa hal yang sama dia merasa ingin menyerah dari jalan panjangnya


"Tadi kalian sendiri yang mau ikut ke madan perang, tapi kenapa malah kalian yang justru mengeluh" ucap Andrian hingga menusuk Vera dan maya disaat itu juga mereka memang ingin ikut tapi mereka juga tidak akan menyangka kalau jalannya akan seperti ini apalagi mereka sudah sangat jarang berolahraga semenjak ari dan putra masuk kedalam hidup mereka


Karena kehadiran putra dan ari membuat mereka jadi lebih sering merawat wajah agar terlihat mempesona dihadapan prianya walaupun pada akhirnya putra dan ari lebih suka dengan gadis natural, Andrian yang melihat raut wajah mereka mulai mengerti kenapa wanita lebih lama dalam berdandan


"Yasudah kalau mau istirahat kita istirahat dulu disini, tapi setelah itu kita harus melanjutkan perjalanan karena perjalanan kita masih jauh dari lokasi" ucap Andrian yang mulai duduk di rumput sambil memperhatikan sekitarnya dan memang di sana tidak ada orang ataupun penghuninya yang ada hanya bunyi dari serangga kecil


Dengan keadaan sunyi Vera mulai merinding ketakutan karena hutan bukanlah tempat yang cocok untuk beristirahat tapi memang dirinya tidak mempunyai jalan lain karena betis dan lututnya sudah sangat sakit bahkan untuk berdiri saja dia tidak kuat apalagi untuk melanjutkan perjalanan yang letaknya sangat jauh


"Putra, aku sangat takut" Gumam Vera sambil menekuk antar lutut dan badan hingga dirinya terlihat seperti orang ketakutan


Tak selang beberapa lama akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan agar mereka bisa sampai lebih cepat dari duganya karena saat itu hari sudah sangat malam dengan jam menunjukkan pukul 11.32 PM, mereka berjalan dibawah gelapnya malam dengan badan yang ketakutan hingga mencoba untuk mengosongkan pikiran supaya tidak memikirkan hal yang aneh


Di tengah jalan mereka menemukan Putra yang sedang dalam perjalanan pulang menuju kota sambil mengendong ari di punggungnya Vera dan maya sontak langsung berlari mendekati Putra walaupun keberadaan mereka tidak di ketahui tapi Putra bisa merasakan aura seseorang hingga mereka kembali ke mode normal


Saat itu andrian sempat bingung karena munculnya mereka secara tiba-tiba pun tidak membuat Putra terkejut, hingga andrian berfikir kalau Putra kini sudah semakin kuat dan memiliki insting yang tajam, dengan wajah panik maya berkata, "Putra ada apa dengan ari?" tanya maya sambil memperhatikan Putra kelelahan


Dengan pelan Putra meletakkan tubuh ari di tanah dan menyuruh Maya untuk mengunakan kemampuan penyembuhnya agar dia bisa menolong Ari, sementara Vera dia hanya memeriksa keadaan Ari mengunakan keahlian medis dan menanyakan kepada Putra tentang apa yang sebenarnya terjadi


Dan tanpa panjang lebar Putra segera menjelaskan kalau Ari mengunakan seluruh kekuatannya untuk membuat dinding Es lalu Naga Es dan terakhir Zirah Es hingga tanpa sadar dirinya sudah benar-benar kehabisan energi alam dan stamina tubuh sampai pada saatnya dia pingsan di tempat karena telah mencapai batas


Maya yang mendengar penjelasan Putra dengan segera menyalurkan kekuatannya untuk memberikan Ari stamina supaya badannya tidak kosong dengan energi, dalam masa pemberian kekuatan andrian bertanya kepada Putra mengenai masalah perang, "Putra bagaimana keadaan di sana"

__ADS_1


"Aku tidak tau jelas tapi sebelum aku kabur dari sana kak Rian dan teman-temannya telah menyelamatkan nyawaku hingga aku tidak terkena tembakan dari musuh"


"Kakakku!!, apa dia di sana? Tanya Andrian dengan ekspresi gelisah terukir jelas di wajahnya


"Iya, mungkin dia masih bertarung saat ini" jawab Putra tanpa ekspresi di wajahnya


Dengan cepat ian berlari menuju tempat kakaknya berada tanpa bantuan dari orang berkemampuan transparan karena perjalanan jauh mereka membuat pria tersebut kehilangan sebagai besar kekuatannya hingga andrian memutuskan untuk memberinya istirahat


Putra yang melihat hanya bisa memasang muka datar tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya hingga salah satu anak buah Andrian ikut bersamanya nama pemuda itu Rico karena kemampuannya akan berguna nantinya dengan wajah datar kini putra bagian manusia tanpa harapan


Setelah memberikan sebagian kekuatan maya kini maya meminta tolong kepada para pria agar bisa membawa Ari ketempat yang lebih aman, namun di sana tidak ada bangunan ataupun tempat aman yang disebut Maya hingga Putra berkata, "Biarkan dia di sana sementara waktu" ucap Putra sambil mengambil ranting-ranting kering dan dia kumpulkan menjadi satu Vera yang melihat segera membantu Putra untuk mengumpulkannya


Hingga kayu kering berhasil dikumpulkan dan di bakar untuk menghangatkan tubuh, saat itu Maya hanya bisa menurut karena di medan perang masih ada teman-temannya yang harus mereka tunggu dan lagi tim andrian yang mengunakan kemampuan transparan juga membutuhkan waktu istirahat setelah menggunakan banyak tenaganya


Di medan perang tentara sudah tidak bisa berkutik dengan jumlah yang tinggal beberapa ratus mereka hanya bisa menyerah dan menyerahkan diri ke pihak polisi karena yang mereka lawan merupakan pimpinan mereka sendiri Tim Samuel yang bertarung tanpa adanya luka dari tembakan senjata


"Samuel, kita harus apa sekarang tentara yang jumlahnya ratusan kini mulai menyerah apa kita akan pulang?" tanya sofia yang berada di samping samuel sedangkan yang lain sedang berusaha untuk membujuk tentara agar tidak menjatuhkan korban lagi


"Aku tidak tahu mau kemana kita selanjutnya karena kita tidak bisa pulang lewat laut dan tidak bisa pergi lewat darat"


Penjelasan ini sebenarnya berawal ketika Nikolaus menyetujui perang untuk merebut pulang akan tetapi dia berencana akan mengirim pasukan dalam jumlah banyak setelah tentaranya sampai dia akan kembali mengirimkan tank dan segala kekuatannya, namun ditengah operasi Samuel memiliki niat untuk menghancurkan pangkalan militer dengan cara mengadu domba antar


Kekuatan besar yaitu Militer Negara dan Mawar hitam agar tentara berskala besar milik Mawar hitam hancur dan memberikan kesempatan Samuel untuk menusuk dari belakang ketika dirinya pulang bersama dengan tentara yang telah jinak akan tetapi semua rencana dan rancangannya gagal dan akhirnya situasi mereka berada ambang kebingungan kecuali mereka masih memiliki kapal untuk pulang


Mungkin disaat itu juga Samuel akan menyerang balik markas mawar hitam bersama dengan tentara dan manusia berkemampuan yang masih tersisa saat itu dengan menghembuskan nafas berat Samuel berkata, "Sudah tidak ada harapan lagi, pasukan yang aku latih untuk menyerang Mawar hitam kini malah harus aku berikan kepada polisi"


Saat itu sofia mulai tau apa yang Samuel pikiran akan tetapi inilah keraguan yang ada di hatinya ketika ingin melancarkan rencana, dia takut peluang kegagalan akan lebih besar dari pada peluang keberhasilan dan rupanya semua itu benar-benar terjadi, sampai membuatnya merasa gagal untuk menjadi seorang pemimpin dari raut wajah Samuel, sofia bisa tahu apa yang sedang di dirasakannya


Dari kejauhan sonia dan tentara penjaga sudah tidak mendengar lagi suara tembakan ataupun jeritan Manusia jadi mereka beranggapan kalau perang telah usai dan pemimpin mereka mencoba untuk menggerakkan tentara yang ada di jembatan agar melihat situasi di sana karena helikopter tidak bisa melihat dengan jelas karena langit malam menghalangi jarak pandang


Sementara kini danau tersebut telah berubah warna yang mana pada awalnya danau tersebut berwarna biru kecerahan dan kerikil kecil yang ada di dasar air kini telah berubah yaitu warna menjadi merah tua dan disertai bau amis yang menyengat bahkan dasar air sering terlihat mayat maupun potongan tubuh manusia yang hanyut di danau


Senjata mesin maupun Bangkai kapal terserak ke mana-mana banyak tentara yang mencoba untuk memungutnya untuk dijadikan tes penelitian atau akan disesuaikan dengan kapal milik negara dan luar negeri supaya mereka bisa tahu asal dari kapal ilegal tersebut karena dari kapal tempur tidak ada logo ataupun bendera negara jadi pemimpin menganggap semua itu adalah aksi pemberontakan


Sedangkan dilain tempat yang tempatnya di sebuah lahan luas dengan rumput hijau serta di iringi angin pelan namun mampu membuat daun berterbangan dan terlihat di tengah lahan sebuah gerbang yang menyerupai pintu besar akan tetapi tidak memiliki pilar ataupun tembok yang menahannya semua itu ibaratkan pintu yang tegak dengan sendirinya

__ADS_1


Pria petir yang sampai saat ini belum di ketahui identitasnya semua itu dia rahasia dari orang-orang karena memiliki tujuan dan alasan pribadi, pria petir yang sembari tadi memperhatikan pintu tersebut hanya bisa mengamati sambil sesekali memperhatikan sekelilingnya untuk memastikan agar tidak ada orang lain yang memantaunya


Dengan tangan mengepal kemudian dia mengambil ancang-ancang untuk membentuk kuda-kuda hingga dengan cepat dia melesat menuju pintu tersebut sampai terdengar ledakan dahsyat di disertai Guntur yang menggelar di langit


𝘿π™ͺ𝙖𝙧,..


Ledakan yang di hasilnya dari hantaman antara Gerbang dan tinju pria tersebut mengakibatkan dirinya terpental kebelakang tapi dia cukup beruntung karena ledakan tersebut tidak memberikan efek lain karena tinju dengan kekuatan sebesar 80% tidak memberikan efek sedikitpun terhadap gerbang bahkan lecet pun tidak tertinggal di sana


Dengan bingung pria petir mulai memberi teori kalau gerbang tersebut memiliki kekuatan atau ketahanan melebihi besi pada umumnya tapi dia tidak bisa memberi pendapat tentang asal-usulnya yang tidak jelas


"Hmm,.. Menarik" pria tersebut bergumam dengan meletakkan tangan di dagunya seakan-akan memikirkan sesuatu hal yang membuatnya tertarik


Hingga tidak lama kemudian dia mendengar suara yang sangat asing sampai membuatnya terkejut sesaat dan benar saja orang yang pertama dia lihat adalah seorang pemuda paruh baya dengan mengenakan jubah hitam yang menutup seluruh badannya dengan seksama pria petir mulai memperhatikan dengan teliti orang yang ada di hadapannya sampai dia berkata


"Siapa kamu?!" Tanyanya dengan santai namun tetap dalam keadaan siaga


Akan tetapi tidak ada tanggapan dari pria jubah tersebut dengan cepat pria petir mengajukan pertanyaan kedua dengan memasang wajah serius dan tatapan seorang pemburu, "Kalau begitu, Apa hubunganmu dengan gerbang ini?!" untuk kedua kalinya pria tersebut bertanya sambil memusatkan fokusnya ke setiap tubuh orang berjubah tersebut


Tapi untuk kedua kalinya tidak ada respons darinya yang membuat pria petir jengkel saat itu dia mengunakan penutup wajah atau masker dengan menggunakan kaos berwarna kuning yang panjangnya mencapai ujung tangan sambil menggunakan sarung tangan agar telapak tangannya tidak kedinginan semua perlengkapan itu tidak mempengaruhi aktivitasnya


Dengan wajah sangar pria berjubah hanya mencondongkan tangan ke dapan dan dalam hela nafas pria petir yang ada dihadapannya terpental dalam beberapa meter menabrak tanah, "Argh" jerit pria petir dengan badan sudah tergeletak di tanah


"Berani sekali kamu datang ke tempat tuanku berada" ucap pria berjubah dengan nada berat dan kasar sampai membuat pria petir sedikit ketakutan dengan nadanya dan mencoba untuk bangkit kembali walaupun badannya masih terasa sangat sakit


Disaat itulah pria petir mulai mengambil persiapan untuk menyerang orang itu walaupun sekujur tubuh masih merasakan nyeri dan sakit, tapi semua itu tidak menghalanginya untuk bertarung dengan kilat kuning yang melesat cepat pria petir meninjunya hingga terjadi ledakan dahsyat yang membuat rumput hijau kini menjadi hangus menjadi abu


Namun sangat disayangkan tinjuan nya tidak memberikan efek karena sebelumnya tinju itu mengenai tubuh dia telah lebih dulu menahannya mengunakan tangan dan hanya mundur beberapa langkah akibat ledakan yang terjadi begitu besar


"Apa!!, bagaimana bisa" pria tersebut terkejut dengan cepat mundur beberapa langkah hingga seketika tubuhnya kembali merasakan nyeri yang membuatnya merintis kesakitan


"Sial" ketus pria petir dengan mendadak mendapat serangan dari pria berjubah dengan kecepatan tinggi dan hanya meninggalkan bayangan yang melintas menabrak pria petir hingga mundur beberapa langkah kebelakang


Dengan konsentrasi tinggi kini dirinya sudah memfokuskan diri dengan sekelilingnya sambil mengeluarkan auranya hingga membentuk sebuah sabaran petir di sekitar areanya dan sebelum bayangan hitam menabraknya lagi dia telah lebih dulu mengunakan skillnya untuk melawan balik


Sampai dimalam itu mereka beradu tinju namun tidak bisa dilihat oleh mata kepala manusia karena kecepatan mereka membuat mereka hanya meninggalkan bayangan sesuai dengan warna dan juga meninggalkan bekas ledakan ketika bayangan tersebut bertabrakan, bahkan rumput subur yang awalnya indah kini malah menjadi terbakar dan hancur pada bagian permukaan tanah

__ADS_1


Saat itu mereka bertarung dengan seluruh kekuatan mereka tanpa memandang lawannya tapi menurut pria petir dia merasa sedikit kesulitan karena kecepatan dan kekuatannya hampir serupa dengannya itulah kenapa dia harus mengunakan mode serius dalam pertarungannya kali ini dan sebisa mungkin untuk tidak mengambil tindakan gegabah agar tidak terjadi sebuah kesalahan fatal.


__ADS_2