Fire And Water

Fire And Water
Cp 42# Masa lalu Rian


__ADS_3

Malam dengan gelap menyelimuti langit dan angin yang terus menusuk tulang akibat tempat dan waktu sangat memungkinkan angin laut membuat iklimnya menjadi sangat dingin, akan tetapi ditengah hutan yang letaknya di pinggir kota sekaligus bertepatan di sebuah pulau walaupun bagian utara di sebut danau tapi jika dari arah selatan sudah masuk ke perairan laut


Tempat itu kini telah terjadi sebuah tragedi sadis mulai dari pembunuhan penduduk dan tentara namun sampai saat ini polisi dan wartawan terus mempertanyakan dari mana asal naga yang terbuat dari Es tersebut bahkan beritanya sudah masuk ke media televisi di berbagai negara khususnya negera mars itu sendiri


Hingga ditengah malam turunlah rintik hujan yang menandakan sebentar lagi akan datang hujan di pulau tersebut ditengah hutan yaitu tempat dimana putra dan teman-temannya berada kini malah kebingungan karena jika hujan turun maka penerangan mereka akan ikut padam apalagi di sana sangat gelap gulita


"Yah ampun kenapa harus sekarang sih" keluh Maya dengan nada jengkel akibat kedatangan hujan diwaktu yang tidak tepat walaupun didalam hati kecilnya dia sangat menyukai hujan


"Kalau seperti ini kita harus bagaimana" bantu Vera yang ikut mengeluh


"Sudahlah, tidak ada gunanya kalian terus mengeluh, sekarang lebih baik kita bawa Ari ketempat yang lebih aman" usul putra kini tegak dari duduknya lalu berjalan mendekati Ari dan mengangkatnya keatas punggung dengan dibantu Maya yang saat itu berada di sampingnya


"Setelah ini kita ingin kemana?, jika kita pulang apa masih sempat sebelum hujan turun" tanya Maya yang saat itu berada di samping putra karena habis membantunya mengangkat Ari


"Terpaksa kita harus pulang duluan, tapi ingat jangan gunakan kemampuanmu sebelum kita sudah dekat dengan polisi ataupun tentara" balas putra sambil melirik orang pemilik kemampuan transparan dan dia hanya mengangguk setuju


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya menuju ibu kota bersama dengan rintikan hujan yang turun dari langit, sementara itu di desa yang letaknya di ujung pulau kini apinya sudah mereda akibat rintik hujan membasahi sekitar area, samuel dengan cepat mengumpulkan tentaranya di tengah lapangan rumah yang dulunya dijadikan sebagai tempat berpesta oleh Ari


Setelah pasukan berbaris tampak dimuka mereka yaitu raut wajah penyesalan akibat mengikuti tindakan pimpinan mawar hitam yang menyuruh mereka untuk membantai penduduk desa yang tidak berdosa di sana sudah terdapat 5 pimpinan yang akan memandu tentara sisa dari mawar hitam diantara lain Samuel, Sofia, Rudi, Sina, Lian dan Miya, dan telah resmi tim samuel memiliki 6 anggota tetap


Disaat suasana yang suram itu Samuel mulai membuka mulutnya dengan nada lantang, "Jika kalian ingin menyerah maka biarkan diri kalian untuk disidang oleh negara, tapi jika kalian ingin melihat keluarga kalian maka mari kita keluar dari pulau ini sama-sama" teriak samuel


Hingga Rudi juga membuka mulutnya dengan berkata, "Benar, karena dosa masih bisa diampuni tapi penyesalan akan datang diakhir jangan sesali jika kalian di tangkap lalu di hukum mati, yang pada akhirnya kita tidak bisa berbuat apapun, oleh karena itu mari kita angkat senjata dan bersorak untuk membalaskan penyesalan yang terjadi saat ini kepada tuan Nikolaus yang biad*b itu!!" sambung Rudi


Tentara yang mendengar ucapan Samuel dan Rudi kini langsung mengangkat pandangannya lalu mengangkat senjata, dengan wajah dendam akibat kematian rekannya membuat mereka kini bangkit untuk membalas dendam dan bersorak dengan nada marah yang berkata, "UuuRrrrAaaa..." sorak tentara dengan serentak sambil mengangkat senjata


"Bagus" Gumam Samuel dan Rudi dengan serentak sambil melakukan tepuk kepalan tangan hingga yang lain tersenyum melihat keakraban mereka


Sementara Andrian dan Rico hanya bisa melihat dari jarak cukup jauh, hingga pada akhirnya mereka teringat dengan teman-temannya yaitu Putra dan timnya yang pada saat itu mereka tinggal di tengah hutan, karena panik mereka dengan cepat berlari ke arah Samuel dan teman-temannya untuk berpamitan


Samuel sembari tadi terus berfikir sambil memperhatikan tentaranya sudah mulai aktif membuatnya merasa ingin menyelamatkan juga ikut menggelora karena dia sangat tidak terima jika rekannya harus di tangkap negara apalagi diadili dengan dihukum mati tapi ditengah lamunannya dia terpanggil karena andrian menyebut namanya


"Kak Samuel" suara itu membuat Samuel berpaling kebelakang dan melihat andrian dan satu orang lagi yang dia tidak kenal berlari kearahnya secara bersamaan hingga dengan cepat dia membalasnya dengan berkata, "Ada apa?" tanya Samuel dengan ekspresi ingin memeluk adiknya yang sekian tahun berpisah


Sementara yang lainnya cukup terkejut karena itu merupakan pertama kalinya untuk mereka bertemu dengan adiknya Samuel yang selama ini namanya selalu dipakai untuk menyelamatkan adiknya, "Kakak aku ingin pamit dulu karena aku harus menyusul Putra yang merupakan Sekutu kita" ucap rian


"Putra?" bingung Samuel


"Aduh kok udah lupa aja sih padahal baru beberapa minggu yang lalu aku kasih tahu ke kakak" keluh rian


"Oh,. Aku ingat sekarang dia juga sama seperti Rudi, yaitu manusia berkemampuan element"

__ADS_1


"Iya itu benar, yasudah aku pamit dulu karena aku harus menyusulnya di tengah hutan" sambung Andrian sambil melambaikan tangan ke arah kakaknya lalu pergi memasuki hutan sedangkan Teman-temannya Samuel sangat kebingungan kecuali Sofia hingga dengan serentak mereka memberondongkan pertanyaan kepada Samuel mengenai adik laki-lakinya hingga Samuel menjelaskan apa yang di tanyakan temannya


Andrian dan Samuel merupakan adik kakak dari keluarga miskin yang hidup bahagia di pinggir kota namun kini semua kenangan itu hancur ketika tentara mawar hitam menangkap keluarganya karena Samuel berkali-kali menolak undangan mawar hitam karena menurutnya organisasi yang tidak memiliki tujuan dan tidak diterima negara


Bukanlah organisasi baik-baik, dan semua tebakannya benar satu persatu keluarganya ditangkap kecuali andrian karena waktu itu dia sedang ikut kakaknya ke toko market untuk membeli sesuatu bahan tugas adiknya, dan disaat mereka berjalan pulang samuel mendapat telpon dari nomor asing


Awalnya Samuel mengabaikan telpon tersebut namun karena orang itu menelponnya berkali-kali jadinya ia terpaksa mengangkat untuk memastikan siapa yang menelponnya dan siapa sangka orang yang menelponnya adalah orang yang sama disaat dirinya di diundang ke organisasi mawar hitam karena suaranya sangat persis


Dengan suara joko, hingga dengan emosi dia berkata, "Hey, untuk apa lagi kamu meneleponku, bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak akan sudi untuk bergabung denganmu" emosi Samuel dengan nada tinggi sementara andrian yang menggandeng tangannya hanya tampak kebingungan dengan marah kakaknya


"Dasar bocah tidak tahu diri, coba kamu dengar suara ini" balasnya yang memberikan telponnya ke pada ibu dan ayah samuel hingga disaat itu samuel tahu kalau ayah dan ibunya sedang dalam bahaya


"Bangs*t, jangan macam-macam kamu" teriak samuel dengan nada menggelegar sampai membuat andrian takut dan untuk andrian waktu itu dia masih kecil karena umur rian 10 dan samuel berumur 16 tahun akan tetapi rian sangat lengket bahkan manja dengan kakaknya walaupun dia sudah mempunyai umur segitu


Samuel yang sadar adiknya sedang ketakutan segera beranjak pergi dengan melepaskan gandengan tangannya dari rian, di tepat yang cukup jauh samuel kembali bertanya, "Apa mau kamu?" tanya samuel dengan suara datar


"Haha,.. Aku tidak ingin banyak, cukup kamu datang kemari lalu tanda tangani surat kontrak kita"


"Kalau aku tidak mau" ketus Samuel


"Kalau begitu aku akan mengirim mayat ibu dan ayahmu ke rumahmu secara langsung, dan satu lagi anggota keluarga yang aku baca dari kartu keluargamu itu masih ada satu anggota lagi yang tersisa kalau enggak salah namanya Rian"


"Oh,. Kalau begitu Maafkan aku, yasudah aku tunggu kamu disini, bye" balasnya hingga dalam waktu singkat telponnya ditutup


Setelah telponnya mati entah apa yang terjadi samuel langsung meneteskan air mata karena dia sangat tidak ingin adiknya terlibat dalam masalahnya karena dia sangat menyayanginya dan tidak ingin masa depan rian hancur dengan sedih Samuel berkata


"Maafkan aku rian" gumam Samuel sambil menangis karena dia tidak ingin rian di tangkap dan disiksa, dia juga tidak ingin adiknya harus putus sekolah karena masalah kakaknya hingga dimalam itu samuel langsung mengajak rian ke sesuatu tempat awalnya Rian bingung dan sempat menanyakan kenapa mereka tidak pulang tapi samuel tidak menjawab dan hanya berkata kita harus cepat ke sana


Rian bertanya lalu tidak mendapat jawaban berkali-kali hingga akhirnya memutuskan untuk menyerah bertanya dan hanya pasrah yaitu mengikuti kemana kakaknya membawanya selama beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah rumah besar bertingkat dengan lantai mencapai 3 dengan wajah kebingungan Rian disuruh kakaknya masuk kedalam rumah


Disaat mengetuk pintu akhirnya pintu rumah terbuka terlihat jelas seorang asisten rumah tangga dengan menggunakan baju kumal dan serbet di pundak dengan cepat samuel berbicara kepadanya, "Bibi Endang, tolong aku" ucap samuel dengan mata berkaca-kaca hingga dengan cepat bibinya membawa Samuel dan rian menuju teras depan untuk menghindari kalau suaranya menggangu majikannya


"Ada apa denganmu, Samuel kenapa kamu seperti orang kepanikan?" tanya bibi kepada Samuel hingga depan cepat dirinya berlutut memohon kepada bibinya dengan menangis


Rian dan bibi sangat heran dengan Samuel karena tingkahnya bukan seperti biasanya, akan tetapi dengan cepat bibi menyuruhnya bangun dan meletakkan tangan ke pipi Samuel sambil berkata, "Tenangkan dirimu, dan ceritakan apa yang terjadi?" sambung bibi Endang


"Waktunya sudah tiba" jawab singkat samuel yang membuat Bibinya memandang Rian dengan seksama terlihat sekali kalau dia sangat kebingungan karena tidak mengerti maksud kakaknya


"Yasudah kalau seperti itu kamu hati-hati di sana, biarkan bibi yang mengurusnya sampai selesai"


"Tapi sampai kapan, bibi?"

__ADS_1


Tentu saja, sampai bibi pergi nanti" jawab bibi sambil tersenyum dihadapan samuel hingga membuat samuel menangis kembali karena tidak kuasa menahan sedih dan bimbang


"Sudah jangan menangis, sakit bibi cuman sementara tapi penderitaan yang akan kamu lalu setelah ini jauh lebih panjang"


"Baik" kini samuel berpaling menghadap rian dengan menundukkan badan sambil memegang kedua pundak adiknya dia berkata


"Kakak pergi dulu ya, enggak lama kok"


"Kemana?" tanya rian bingung


"Ketempat yang jauh tapi suatu saat nanti kamu bisa kok menyusul kakak, tapi tidak sekarang" balas singkat samuel kembali berdiri dan berjalan meninggalkan rian dan bibinya namun ketika dia kembali memperhatikan rian terlihat seorang gadis cilik yang sedang mengintip dari balik pintu sambil memeluk boneka, tidak lain dia adalah Sonia yang saat itu masih berumur 9 tahun


Dengan tersenyum dia yakin kalau suatu saat nanti andrian dan dia bisa berteman akrab hingga samuel pergi dengan hati tenang, sementara rian yang melihat kakaknya pergi hendak mengejar namun di halang bibinya sambil berkata, "Kakakmu adalah pahlawan, suatu saat nanti kamu akan tahu seberapa besar pengorbanannya dimasa lalu" itulah yang terucap dari mulut bibinya


Hingga rian menangis dengan histeris dengan berteriak kepada kakaknya yang saat itu ingin keluar dari gerbang rumah, "Kakakku adalah pahlawan.." teriak rian yang membuat samuel menangis dengan keras namun dia tidak ingin memperlihatkannya kepada rian hingga dirinya menutupinya dengan melambaikan tangan ke arahnya


Bibi yang melihat kedua adik-kakak tersebut cukup terharu karena melihat kasih sayang adik ke kakak dan melihat seorang kakak yang ingin melindungi adik membuatnya ingin berdoa agar mereka bisa bertemu kembali dan dipersatukan kembali dengan keluarga


Bibi Endang adalah seorang pembantu yang bekerja di tempat orang kaya umurnya sudah 32 tahun tapi belum memiliki anak dan tidak lama bibinya bekerja tiba-tiba terjadi sebuah cobaan dalam hidup seperti suaminya kecelakaan lalu meninggal dan dirinya yang mengidap penyakit parah hingga dokter hanya bisa memberi obat peringan rasa sakit karena bibi tidak memiliki uang untuk berobat


Stelah merawat rian selama 5 tahun dirinya merasa bangga dan kagum karena disekolah Andrian selalu mendapat prestasi bahkan dirinya sering kali diundang ke sekolah untuk mewakili pengambilan piala prestasi dalam segala bidang, akan tetapi rian justru tidak merasa bangga karena semua yang dia dapat tidak membuat kakaknya pulang ke rumah bahkan dirinya sudah sangat sering ke rumah lama


Berharap kalau kakaknya ada di rumah namun kenyataan tidak sesuai dengan khayalannya bahkan keluarganya hilang bagaimana ditelan bumi, rian merasa sedih dan seringkali murung dikamar, bibi sering sekali mencoba membujuk nona sonia agar mau berteman dengan rian namun dia selalu menolak dengan berbagai macam alasan


Dan mencoba untuk membujuk rian agar mau berteman dengan sonia akan tetapi dia malah merasa minder hingga pada akhirnya dia lebih memilih untuk dikamar sambil membaca buku, bibi Endang merasa bingung dengan rian karena dia sudah melakukan berbagai macam cara agar rian bisa melupakan rasa rindu tentang kakaknya


Karena dirinya tidak ingin melihat rian terus murung sepanjang waktu walaupun rain pintar tapi tugasnya belum selesai sebagai seorang bibi apalagi rian sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri, sampai pada disaat kelulusan SMP bibinya datang ke acara sekolah sambil menggunakan baju bagus agar dia tidak terlihat memalukan dihadapan rian


Tidak hanya mendapatkan nilai terbaik tapi rian mendapatkan beasiswa secara full di sekolah ternama dan disitu juga rian tidak merasa minder lagi untuk mendekati sonia karena sekolah mereka berada di satu gedung mulai dari kelas X


Rian dan sonia semakin dekat dimana sonia sering sekali meminta bantuan kepada Rian untuk belajar bersama maupun mengerjakan PR bersama karena kemampuan sonia jauh terbatas dari pada Rian, hingga hubungan mereka semakin dekat dalam satu rumah, satu sekolah dan satu kelas yang akhirnya membuat organisasi Osis bersama


Namun pada kelas X semester 2, bibi Endang dinyatakan wafat dikarenakan penyakitnya yang kini semakin parah bahkan dengan uang tabung selama bertahun-tahun dia tidak bisa menggunakannya untuk melakukan operasi, setelah kejadian itu akhirnya Rian sadar akan kebaikan dan perjuangan bibinya yang rela menabung sekaligus menyisihkan uang untuk biaya sekolah agar dirinya bisa setara dengan orang lain


Bahkan di detik terakhir dia tidak sempat mengucapkan kata terimakasih untuk bibinya ataupun membuat bibinya bahagia selama hidupnya bahkan uang yang ditabungnya tidak dia gunakan untuk kesenangannya melainkan diberikannya untuk Rian yang kini hidup seorang diri didepan makam Rian menangis dengan seru sambil mengucapkan kata Terimakasih bahkan kata-katanya di ulang berkali-kali di makam bibinya


Sonia yang melihat secara langsung cukup terharu dengan perjuangan bibi Endang yang telah banyak berkorban untuk Rian bahkan di detik terakhirnya dia rela mengorbankan uang tabungnya untuk diwariskan kepada rian


***


semua itu terus berlalu tanpa kita sadari perjuangan orang terdekat kita telah banyak melakukan hal baik untuk kita namun kita tidak menyadarinya hingga pada garis akhir, yaitu kematian hanya dengan kematian semua orang bisa melihat dan merasakan kebaikan dan ketulusan orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2