
Setelah kejadian itu seketika putra langsung pingsan di tempat dan membuat Maya terkejut dengan tinjuan dahsyat milik putra yang dapat menyebabkan sekolah runtuh, saat itu kevin tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sudah di ikat dengan erat di sebuah akar milik Maya
Ditambah lagi dia masih sangat panik dengan kekuatan putra, bagaimana tidak pria yang bisa menyemai pria petir dapat di kalahkan dengan putra dalam waktu cepat hingga kini sudah menjadi abu
Awalnya lingkungan sekolah sangat sepi itu karena sudah di rekayasa oleh kevin namun setelah kejadian itu membuat warga berbondong-bondong mendekati sekolahan bersama dengan posisi akibatnya kini Maya menjadi panik sendiri karena jika dia tidak segera membawa Putra dan vera ketempat yang aman maka akan panjang urusannya jika mereka tertangkap polisi
Dan tanpa pikir panjang dia mengunakan akarnya untuk membawa Putra dan vera pergi dari tempat itu dan meninggalkan kevin seorang diri di sana, walaupun jaraknya tidak jauh tapi untuk beberapa saat dia akan aman dari polisi hingga waktu berlalu akhirnya Putra dan vera berhasil di amankan tanpa ada orang yang curiga
Tanpa sadar hari sudah sangat malam dan kini Maya sudah sangat lelah yang akhirnya dia memutuskan untuk istirahat di sebuah gudang sekolah yang letaknya sedikit jauh dari sekolah atau bisa dibilang tempat pembuangan barang sekolah yang tidak terpakai mereka istirahat sampai hari esok dan sadarnya Maya dia sudah melihat vera sedang mempersiapkan makanan instan untuk di makan
"Kak vera kamu sudah sadar?" Maya yang saat itu masih menyipitkan mata karena masih terbawa ngantuk hingga mendengar balasan vera yang berkata "Maafkan aku maya, karena sudah merepotkan mu tadi malam" balas vera
"Tidak apa-apa kok, lagian ini sudah menjadi tugasku yang merupakan tipe support" akhirnya maya sudah kembali sadar dan memperhatikan sekelilingnya dan terkejutnya dia ketika melihat dia sudah berada di tempat yang berbeda dengan kebingungan dia bertanya kepada vera
"Kak vera, dimana kita kenapa tempat ini berbeda dengan tempat istirahat kita tadi malam" bingung maya karena tempatnya sudah berbeda karena saat itu dirinya bangun ditempat yang berbeda yaitu di sebuah kamar
"Sebenarnya waktu itu kamu pingsan disaat mengantar kami ke sebuah gudang sekolah karena kelelahan, tapi untungnya andrian lebih dulu menemukan kita dan segera membawa kita kerumahnya agar bisa mendapat tempat istirahat yang layak untuk kita" jelas maya dengan ekspresi sedih hingga maya yang melihat itu segera berkata
"Kak vera, apa yang terjadi apa terjadi sesuatu dengan Putra?" bingung maya yang melihat raut wajah vera karena terlihat seperti orang sedih dengan sedih vera berkata kalau Ibunya Putra sedang di makamkan karena di kabarkan telah meninggal kemarin malam atau tepatnya di saat Putra berusaha keluar dari rumah sakit
Setelah mendengar itu kini maya langsung mengambil posisi duduk dan berkata, "Kenapa kak vera, tidak menemani kak Putra?" tanya maya sambil menepuk pundak vera yang sedang sedih
"Karena aku takut kamu akan kebingungan saat bangun dari pingsan makanya aku berencana untuk mengambilkan makanan dan meninggalkan surat, supaya ketika kamu bangun kamu tidak seperti orang bodoh" balas vera yang membuat Maya ingin menangis
"Aku tidak tahu itu rasa perhatian atau menyindir, kalau begitu dimana kak Putra?"
"Dia sedang dalam perjalanan ke makam mungkin belum jauh dari sini" balas vera sehingga Maya langsung beranjak dari tempat tidur dan menarik tangan vera sambil dan berkata kalau mereka akan mengejar kak Putra sebelum pemakaman selesai
Sesampainya di sana mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri kalau pemakaman dilakukan dengan perasaan sedih setelah melihat itu seketika vera dan maya teringat kembali dengan kematian paman Komat yang merupakan ayah angkat Ari saat itu perasaan seluruh orang juga sangat sedih ketika kematian orang terdekat mereka seakan-akan kematian adalah kenyataan yang sangat menyakitkan untuk mereka
Namun orang yang paling terpukul yaitu Putra karena ibunya adalah anggota keluarga yang tersisa dalam hidup Putra bahkan dia saja belum sempat membahagiakannya, dengan perasaan sedih ia mulai mengeluarkan auranya sambil menahan marah karena dia tidak ingin kemarahannya terlihat oleh orang lain
Singkat waktu pemakaman akhirnya selesai di sana hanya tersisa Putra, vera dan maya hingga disaat itu juga akhirnya Putra melepaskan amarah yang dia tahan sepanjang pemakaman, dengan marah dia mulai mengeluarkan air mata dan merasa bersalah akan dirinya yang tidak bisa melindungi ibunya
Dan membiarkan orang lain untuk melukainya, vera yang melihat tidak bisa berkata-kata karena perasaan anak tidak bisa dibohongi ketika seorang ibu celaka mau itu laki-laki, karena jika ibunya celaka seorang pria akan secara spontan menyalahkan dirinya akibat tidak bisa melindunginya, apalagi kini yang di hadapi Putra adalah kenyataan akan ibunya yang telah tiada
Vera yang melihat bisa paham kalau saat ini Putra sedang hancur secara mental dan batin, disisi lain maya juga bisa merasakan apa yang Putra rasakan yaitu perasaannya yang hancur hingga tak tersisa dan hanya bisa berharap kalau Ari bisa menghentikan keterpurukan Putra akan tetapi dirinya saja tidak tau keberadaannya
__ADS_1
Dilain tempat Ari baru bangun dari tidurnya akibat mimpi buruk dan ketika dirinya melihat sekeliling akhirnya dia sadar kalau hari sudah pagi dengan cepat dia beranjak dari tempat tidur lalu merapikan tempat tidur setelah rapi dirinya sendiri keluar untuk menemui nenek yang saat itu berada di ruang tamu
"Selamat pagi Nek" sapa Ari yang langsung duduk di kursi tua berumur 10 tahunan dengan perasaan senang akhirnya dia melihat nenek keluar membawakan sebuah sup hangat di sebuah mangkok untuk di jadikan sarapan pagi akan tetapi di saat dirinya makan sup tersebut entah kenapa dirinya dengan tiba menjatuhkan gelas yang telah berisi air
Dengan perasaan tidak enak Ari segera mengambil pecahan gelas namun apesnya dia terkena serpihan hingga mengeluarkan darah dari jarinya, nenek yang melihat tersebut segera berkata, "Ada apa dengan dirimu nak ari, apa kamu sakit?" tanya nenek sambil memperhatikan tindakan ari yang aneh
Dengan nada lemas Ari berkata, "Aku tidak tau nek, tapi entah kenapa perasaan jadi enggak enak" balas Ari yang seketika badannya bergetar ketakutan, hingga nenek menyarankan Ari untuk istirahat dan membiarkan pecahan gelas itu kepadanya
Setelah mendengar itu akhirnya Ari nurut dan pergi menuju kamarnya akan tetapi kali ini dia merasa kalau terjadi sesuatu terhadap teman-temannya hingga dirinya berkata didalam hati, "Putra, Vera, dan Maya, apa kalian baik-baik saja" cemas Ari yang memutuskan untuk memperbanyak istirahat di kamar
Semua itu terjadi tanpa mereka sadari kalau saat itu juga terdapat sebuah bahaya yang akan terjadi yang mana kebangkitan 12 Gerbang telah terjadi, lalu persiapan perang mawar hitam telah siap hingga ketahap akhir adalah memberantas semua manusia berkemampuan yang akan menghalangi rencana bahkan Samuel yang saat itu berada di garis depan masih terus berusaha untuk memperlambat rencana mawar hitam
Akan tetapi setelah tindakan rian dan temannya justru kini malah memperkeruh keadaan di mana kevin dikabarkan tertangkap oleh polisi sampai pada saat kemampuan putra terlacak semua itulah akhirnya tercipta sebuah gerakan pemberantas yang mana sebagai anggota ingin melancarkan misinya dalam waktu dekat tapi ada sebagian lagi yang menolak dan masih terus menunggu waktu
Semua pendapat itu akhirnya bentrok sampai pada saat pemimpin besar mereka akan mengumumkan gerakan OG-2 (organisasi gerakan 2) yang mana di diketuai oleh Gatot salah satu pemimpin mereka yang akan menjadi penumpasan manusia berbakat hingga akhirnya memberi waktu pasukan inti mengumpulkan kekuatan mereka agar bisa menjadi ujung tombak sampai saatnya tiba
Sementara Untuk Miya, dirinya sudah resmi menjadi pemberontak dan mengajukan perjanjian kepada samuel yaitu dimana setelah semuanya selesai mereka akan membebaskan kevin yang berada di penjara hingga pada akhir samuel setuju, karena mereka sudah tidak ada pilihan lain selain mengikuti alur cerita
Di sebuah tenda terdapat samuel dengan anggotanya yang terdiri dari Rudi, lian, Sina, sofia dan miya, yang saat itu sedang berkumpul sambil merapatkan sesuatu tentang kedepannya saat itu samuel mengangkat pembicaraan dengan berbicara
"Saat ini kita sudah sangat genting yang mana bos besar sudah tau tentang gerakan rian namun dia belum mengetahui kalau rian adalah adikku, karena aku takut jika indentitas ku ketahuan maka akan menggagalkan rencana yang telah kita bentuk selama ini, padahal ini tinggal sedikit lagi" ucap samuel dengan wajah Serius
"Tidak, itu bukanlah pilihan karena jika kita membunuh Gatot kemungkinan identitas kita bisa ketahuan apalagi di pihak musuh ada joko yang merupakan orang terpintar di antara kita, dan aku yakin pelantikan OG-2 pasti juga rencananya yaitu dimana menjadikan Gatot tumbal supaya wujud sang pemberontak bisa keluar dari sarang"
"Apa yang dikatakan samuel benar, jika kita terlalu cepat mengambil keputusan maka semuanya akan semakin berantakan apalagi kita adalah ujung tombaknya aku takut kalau kita ketahuan bisa membahayakan adik samuel yaitu rian yang saat ini berada di ibu kota" sambung Sofia yang akhirnya membuat mereka kembali berfikir
Hingga ditengah pembicaraan mereka datang seorang pria yang tidak asing bagi mereka yaitu sangat pahlawan di balik bayangan, dia mengunakan jaket berwarna biru sambil mengunakan penutup muka agar tidak terlihat oleh orang-orang dirinya masuk sambil memberikan sebuah kunci yang ukurannya sebesar dua jari
"Pria petir kunci apa ini?" bingung samuel sambil memegang kunci yang di berikan
Dengan santai pria tersebut berkata kepada rian, "itu merupakan kunci dari 12 Gerbang yang aku ambil, aku memberikannya kepadamu agar kamu bisa menyimpannya" ucapnya sambil duduk di salah satu kursi rapat
"12 Gerbang kegelapan, apa mereka sudah terbuka?!" tanya rian
"Kalau terbuka belum karena kuncinya sudah aku ambil dari tempat penciptaannya"
"Kalau begitu dengan kunci ini di tangan kita maka Gerbang itu tidak bisa terbuka?!"
__ADS_1
"Tidak, cepat atau lambat Gerbang akan terbuka dengan sendirinya dan ketika gerbang tersebut terbuka maka sudah tidak ada waktu lagi untuk kita beristirahat karena jika gerbang terbuka maka 12 orang tersebut akan mencari kuncinya agar bisa membuka gerbang ke-13 yaitu dimana isinya adalah orang terdahulu Zhang Xuan"
"Lalu kunci ini harus kita apakan, bukannya akan berbahaya kalau kita simpan terus menerus, dan lagi aku juga tidak tau harus sampai kapan ini tersimpan di tanganku"
"Kamu tenang saja kunci gerbang ada 3 dan itu berada di berbagai negara yaitu Scarlet, Violid, dan Jupiter, dan aku sudah mengamankan kunci Di daerah Jupiter namun setelah aku ketempat lainnya, aku sedikit bingung karena di sana sudah tidak ada lagi"
"Maksudmu?!" tanya samuel dengan bingung
"Maksudnya adalah aku sedikit menduga kalau ada manusia berkemampuan lain yang mengetahui hal ini dan berencana untuk membantu kita" jelas pria tersebut hingga membuat samuel terkejut dan berkata dengan nada semangat
"Kalau begitu kenapa tidak meminta bantuan mereka untuk membantu kita disini"
"Hah! masalah seperti ini saja tidak bisa di bereskan benar-benar payah" ketus pria petir yang kembali berdiri untuk pergi dari tenda samuel namun langkahnya terhenti ketika samuel berkata
"Kalau kamu kuat, kenapa tidak membantu kami" tanya samuel dengan tatapan serius namun pria tersebut hanya tersenyum sambil berkata, "Seorang pria akan benar-benar menjadi kuat ketika ingin menyelamatkan orang yang dia cintai" samuel yang mendengar kata-katanya seketika langsung bingung dan tidak tau harus menjawab apa
Sebenarnya kata-kata pria tersebut bukan untuk samuel melainkan untuk Putra dan Ari karena dia percaya kalau suatu saat nanti mereka akan menjadi sangat kuat ketika Ari menyelamatkan ibunya, putra membalaskan dendam kedua orang tuanya, dan membantu Vera menyelamatkan ayahnya
Apa lagi ketika melihat Tang san yang berada di balik layar, dia sangat yakin kalau suatu saat nanti organisasi mawar hitam akan dikalahkan dengan mudah tanpa perlu bantuannya, disaat itu juga pria petir tersebut melesat bagaikan kilat pergi menuju negara Scarlet untuk mencari tau tentang orang yang akan membantunya ketika waktu itu datang
Samuel yang melihat hanya bisa optimis dan mulai menyusun rencananya untuk hari yang akan datang bersama mereka dia yakin pasti ada jalan keluar Walaupun didalam dirinya masih ada rasa ragu dengan rencananya
Disisi lain putra kini semakin terpuruk di kamar dengan ruangan yang gelap akibat kejadian itu membuatnya tidak bisa berkata-kata, hingga tidak lama datang Andrian dengan rasa empati dia berkata, "Maafkan aku karena tidak bisa melindungi ibumu, aku benar-benar payah sebagai seorang kawan" ucap andrian yang merasa bersalah
Putra yang melihat dengan cepat berdiri lalu meninju andrian hingga tersungkur ke bawah lantai, sambil berkata, "Selama ini kamu kemana saja, aku selalu bertarung bersama musuh-musuh tapi kamu apa!!, kamu hanya sibuk dengan urusan sekolah kamu benar-benar tidak berguna" bentak putra dengan meneteskan air mata
Saat itu andrian tidak bisa mengucapkan satu katapun seakan-akan mulutnya terkunci erat bersama rasa bersalah, "Kenapa kamu diam?!!" sambung putra dengan nada tinggi sebelum dirinya kembali meninju andrian untuk kedua kalinya, kini suara putra membuat Vera dan Sonia terundang dan alangkah terkejutnya mereka ketika melihat
rian yang telah mengeluarkan darah dari hidung akibat terkena pukulan dari putra, awalnya mereka diam mematung namun sebelum putra memukul yang ketiga kalinya dengan cepat Vera dan Sonia menghentikan tindakannya dengan memberontak putra berkata,
"Kenapa kamu diam saja Rian!!, dasar tidak berguna sekarang lihat karena tindakanmu yang cuman bisa menonton membuat Ari menghilang, paman komat mati, dan kini anggota keluargaku yang tersisa ikut terseret, dasar kamu tidak berguna!!!" marah putra hingga mengeluarkan aura merah
Sonia yang mendengar itu dengan spontan langsung menampar putra dengan emosi dia langsung berkata, "Kamu tidak tau dengan pengorbanannya putra, dia diam bukan berarti dia hanya menonton selama ini dia sudah melakukan segalanya dengan baik, dia rela menghabiskan waktunya untuk meminta bantuan dari orang luar kota maupun luar negeri dia, bahkan rela memasuki kawasan mawar hitam hanya untuk bertemu kakaknya supaya dia bisa mendapatkan informasi secara rinci di sana
Dan kamu tahu sekarang kita sudah tidak seperti yang dulu lagi kita sekarang sudah mempunyai 28 pengikut dan 6 diantara adalah anggota Osis, dan masalah kehilangan tidak hanya kamu yang merasa tapi kami juga merasakannya bahkan kamu tidak taukan kalau selama ini andrian sudah pernah di tuntut dengan orang tua dari teman kami yang mati, andrian memang bersalah tapi bukan berarti kamu bisa menyalahkannya dengan sesuka hati" bentak sonia yang membuat putra merasa bersalah dan meninju diri sendiri hingga ia mengeluarkan darah dari hidung
Vera yang melihat mencoba untuk mencegah putra melakukan hal itu lagi dirinya tidak mau melihat putra menyakiti dirinya sendiri dan dia tidak ingin melihat putra terus-menerus sedih dan terpuruk karena Vera rindu dengan putra yang dulu yaitu orang selalu semangat dan mudah tersenyum
__ADS_1
Hingga sore itu adalah hari yang memilukan dimana putra kini sudah selayaknya orang gila yang selalu menyalahkan diri sendiri dan andrian yang selalu merasa bersalah karena sudah gagal sebagai seorang teman dan Vera saat itu tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak bisa menenangkan putra dengan perasaannya yang depresi berat dan dimalam itu juga akhirnya persatuan orang berkemampuan bubar atau terpecah belah.