Fire And Water

Fire And Water
Cp 73# Serangan Agresif


__ADS_3

Dibawah bulan yang memberi cahaya kesebuah tenda dengan logo plus di sisinya, antara lain Lian, Miya, Sina, Sofia, Riza dan Samuel yang kini masih terbaring lemah di atas ranjang, mereka berkumpul dalam satu tenda untuk membahas tujuan mereka tentunya Riza terhasut yaitu mereka akan memberikan kebebasan untuk Riza supaya bisa menjalani hidup normal di lingkungannya


Tentu saja Riza menginginkannya karena untuk apalagi dia bertahan ditempat terkutuk saat itu, sedangkan orang yang berharga baginya saja sudah meninggalkannya, tapi ditengah percakapan mereka datang seseorang yang membuat mereka terkejut antara lain dia adalah Joko yang mendapat perintah dari Nico untuk mengumpulkan mereka semua dalam satu tempat


Tentu saja kehadiran Joko membuat seluruh orang yang ada di tenda berdiri, untuk memasang tatapan was-was, karena ada kemungkinan mereka bakal ketahuan bersama dengan rencana mereka yang disusun bersama


Tapi kewaspadaan tersebut tidak berlaku untuk Lian, justru ia berani berkata kepadanya dengan tatapan serius, "Mau apa kamu datang kemari?!" tanya Lian dengan tatapan serius seperti sedang melihat musuh ingin menerkam mangsanya


Awalnya Joko hanya diam sebelum dia melirik kearah Samuel yang terbaring lemah di atas ranjang, karena bingung dia melontarkan pertanyaan kepada Lian walaupun dengan muka tenang namun seperti didalam hatinya ia akan gembira karena rencananya akan berhasil


"Ada apa, dengan Rian?" tanya Joko bukannya membalas pertanyaan Lian malah bertanya balik seakan-akan kewaspadaan mereka tidak diperdulikan olehnya


"Seperti yang anda liat Tuan Joko, untuk saat ini keadaan Samuel terluka parah jadi ada kemungkinan dia sedang dalam keadaan ko'ma" jawab Riza yang dari tadi tidak merasa kalau tuanya curiga, walaupun sebenarnya dia belum tahu akan rencana sungguhan milik kelompok Lian


"Oh,.. Begitu yah, sangat disayangkan jika dia lemah seperti ini, sebenarnya perannya akan main sebentar lagi" gumam Joko dengan suara lirih


"Hey,.. Kamu belum menjawab pertanyaan ku!!" ujar Lian dengan nada tinggi


"Benar juga, aku datang kesini untuk memanggil kalian untuk berkumpul di lapangan, ini perintah dari Nicolaus"


"Ingin membahas masalah apa tuan Nico di situasi seperti ini?" gumam Sofia yang sembari diam memikirkan percakapan dari Lian dan Joko


Setelah berkata-kata Joko pergi dari tenda sambil meninggalkan satu kata, "Cepat" setelah itu ia melangkah keluar meninggalkan tenda medis tersebut sampai ke Camp tentara untuk memanggil tentara yang ada didalam tenda walaupun jumlahnya saat ini bisa dihitung dengan jari


Sementara itu terlihat Kapal induk yang masih menembaki pesawat tempur yang berterbangan, walaupun sudah di tangani oleh pesawat Jet yang dibawa kapal induk tapi jumlahnya masih kalah dari musuh sehingga mereka membutuhkan bantuan dari senjata Anti-udara milik kapal induk disaat kapal masih menembaki pesawat jet musuh


Putra dan Jendral Lion langsung terjun ke medan pertempuran dengan seluruh prajurit yang dibawa, jika untuk Vera ia masih tinggal di atas kapal untuk menunggu kembalinya Putra, sebenarnya Putra tidak ingin berperang terlalu terburu-buru tapi melihat serangan musuh yang begitu agresif membuat Putra menyusun Rencana untuk mengalahkan musuhnya lebih cepat


Ditengah perjalanan menuju markas musuh sempat Putra berkata kepada jendral Lion dengan suara pelan, karena waktu itu mereka bergerak layaknya prajurit elite yang berjalan dengan mengendap-endap dari satu pohon ke pohon lain dan adapula yang bersembunyi menjadi satu dengan semak hutan sehingga keberadaannya susah untuk diprediksi


"Apa yang di sana akan baik-baik saja?" Putra yang membawa sepucuk pistol untuk berjaga-jaga jika ada musuh yang bersenjata


"Hah,.. Kamu terlalu khawatir dengan Wanita mu, sampai ditinggal bentar saja langsung rindu" sindir Lion sambil menghela nafas


"Bukan begitu, aku hanya khawatir dengan keadaan di sana!!" sahut Putra yang membenarkan posisinya dari sindiran Lion walaupun wajahnya saat itu sudah merona


"Kamu tenang saja, asalkan dia mau bersembunyi dibalik kapal dia pasti akan selamat, lagian di sana sudah ada jendral dari Jupiter yang jelas bakatnya jauh lebih hebat dalam menangani masalah laut" jawab lion yang tak habis-habisnya memasang wajah serius dan waspada pada pengamatannya


Setelah itu mereka terus maju untuk ke posisi musuh yang sampai sekarang belum ketahuan oleh musuh walaupun mereka mengambil jalan memutar itu bukan sesuatu masalah bagi seorang prajurit, karena dalam keadaan apapun mereka harus siap untuk keselamatan dan keberhasilan misi


Ketika prajurit aliansi telah dekat terlihat seluruh prajurit telah berkumpul bersama di lapangan dalam posisi berbaris bersamaan dengan Lian dan kelompoknya kecuali Sofia yang masih setia menunggu kesadaran Samuel dari ko'ma nya, walaupun tidak dipastikan kapan ia akan sadar, di lapangan terlihat diantara mereka Joko dan Nico sedang berdiri menghadap mereka semua dengan badan tegak layaknya Tentara gagah perkara Nico mulai berbicara kepada bawahnya


"Baiklah, untuk tentaraku hari ini adalah hari penentuan kita untuk menentukan nasib organisasi yang telah kita bangun selama ini, jadi untuk kalian semua di haruskah untuk bertempur bersamaku melawan musuh karena markas kita sudah digempur bersamaan prajurit yang lengkap dengan senjata tapi jangan takut, aku janji dengan kekuatanku ini mereka hanya sebuah cecunguk bagi kita dan lagi garis terakhir mereka sudah ku serang lewat udara jadi tinggal kita yang mendorong musuh untuk kembali ke garis pertahanan mereka aku yakin kalian pasti bisa bertahan hingga bantuan tiba!!" pidato tersebut tidak membuat mental dari seseorang yang telah melihat banyak kematian bangkit


Apalagi dari mereka ada yang memiliki mental dan fisik lemah, sehingga banyak tentara yang merasa frustasi dan menyesal karena telah bergabung ke organisasi yang salah hanya untuk sesuap nasi namun apa daya mereka tidak bisa melawan ataupun membantah, karena jika tidak mati ditangan prajurit negara mereka akan mati dengan pemimpin mereka sendiri


Tidak sampai disitu Joko juga menambahkan pidato dari Nicolaus yang berkata, "Sekiranya kalian mau berkorban untuk mempertahankan markas ini bukan hanya makanan yang akan kalian dapat, melainkan uang yang tidak terhitung jumlahnya dari negara Scarlett yang akan datang di matahari terbit" Joko yang waktu itu berkata seakan-akan benar namun semua itu hanya dusta untuk menyembunyikan fakta kalau mereka tidak akan datang


Entah apa yang dipikirkan oleh tentara pinggiran itu yang tiba-tiba tergiur kan oleh uang yang diberi tahu oleh Joko sampai mereka saling menatap dan berdiskusi dengan teman disampingnya, tentu saja Lian dan yang lainnya bisa tahu kalau itu hanya tipu muslihat dari seorang iblis yang ingin pertumpahan darah


"Dasar iblis" kupat dalam hati ketika Lian mendengarkan cerita dari Joko, waktu itu Lian berdiri paling sudut dengan dibelakang ada Sina, Miya, dan Riza, jadinya mereka bisa melihat dengan jelas dari setiap ekspresi pimpinan mereka namun ketika mereka sedang berdiskusi dengan rekan mereka, datang seorang tentara yang kebetulan ditugaskan untuk mengamankan area sekitar ketika sedang menjalankan pertemuan

__ADS_1


"Gawat... Gawat!!" teriak tentara tersebut sehingga menggegerkan seluruh prajurit yang ada, tidak hanya prajurit bahkan Nicolaus dan joko juga dibuatnya terkejut dengan tingkahnya


Setelah sudah dekat dengan pimpinannya, tentara tersebut berlutut akibat melihat Tatapan tajam dari dua pemimpinnya yang kelihatan marah karena suasana mereka harus hancur dengan kelakuan dari satu tentara


"Maafkan saya Tuan, jika saya menggangu kalian semua" ucapan dengan suara sangat pelan karena ketakutan yang menguasai tubuh


"Ada apa?" joko yang tidak mau mengambil pusing ia hanya bisa bertanya dengan wajah datar


"Tim saya melihat banyak tentara lawan yang mendekati benteng pertahanan kita" jawabnya dengan badan gemetar


"Apa!!, berapa banyak?" kaget dari Nicolaus membuat Seluruh tentara terkejut dan saling menatap dengan tatapan tidak percaya karena lawan mereka lebih agresif dalam menumpas organisasi


"Saya juga tidak tahu pastinya, karena malam hari membatasi pengelihatan kita, tapi saya bisa meyakinkan kalau mereka lebih dari 100 orang" jawabnya


"Sialan, sekarang kalian aku perintahkan untuk ke posisi, karena sebentar lagi kita akan bertempur dengan tentara musuh" perintah dari Nicolaus membuat seluruh tentara pergi dari barisan untuk mencari tempat bersembunyi seperti dibalik pohon ataupun di atas benteng dengan senapan mesin siap ditembak


Bahkan ada sebagian tentara yang membuat parit sebelum perang untuk tempat berlindung dari tembakan sekalian di pasang senapan masin, sehingga hampir di setiap penjuru arah dipasang tembakan mesin bertujuan agar dimana prajurit aliansi tidak bisa tembus dengan mudah


Ketika semua sudah berada diposisi terlihat dari jauh seorang tentara dengan bet bumi di lengannya sedangkan mengunakan teropong dari jarak 100 meteran sambil bersembunyi dibalik semak, untuk memantau dari kejauhan sebelum menyerang musuh, hingga terlihat di sana beberapa tentara yang membuat parit di area pintu kerajaan


Walaupun kerajaan tersebut terlihat kuno namun halamannya cukup luas sehingga memudahkan Tentara aliansi untuk memantau tanpa tertutup oleh semak maupun pohon disekitarnya


"Lapor Jendral, saya melihat beberapa tentara yang sudah membuat parit dan berlindung dibawah pohon di area kerajaan dan jumlahnya tidak sedikit" laporan dari tentara tersebut kepada Jendral dan kebetulan Putra ada diantara mereka yang waktu itu sedang duduk dibawah pohon sambil berlindung dibalik semak


"Ada lagi?" tanya Jendral Lion


"Tadi saya melihat kalau di sana ada senapan mesin yang kelihatannya sudah siap untuk membidik sasaran"


"Lalu sekarang, kita harus bagaimana?" tanya Putra yang menyela pembicaraan antara tentara dan Jendral tersebut


"Untuk sekarang kita tahan, dulu jangan banyak bergerak karena jika mereka tahu posisi kita, habis kita bisa diberondong tembakan mesin" sahut Jendral Lion


"Sekarang jam berapa?" sambung Lion yang menimpali pertanyaan kepada tentaranya


"Sekarang pukul, 21.43 pm, Jendral" jawab tentara tersebut setelah melihat jam di pergelangan tangannya


"Mereka hanya menggunakan kaus untuk membedakan kawan dan lawan tanpa pakai Helm dan Armor bukankan itu menurunkan power tentara?" tanya Putra dengan membandingkan tentara aliansi dan tentara Ilegal


"Tentu saja, mengurangi kekuatan dan meningkatkan bahaya tentara itu sendiri"


"Kalau seperti itu, bukankah tentara kita jauh lebih kuat dari tentara mereka?" tanya sekali lagi dari Putra


"Tapi tetap saja jika musuh kita memegang senapan mesin mau itu rompi baja pasti akan tembus juga"


"Benar dugaan ku, kalian takut hanya dengan senapan mesin milik mereka tapi tidak takut dengan tentara mereka, jadi kamu menunggu hanya untuk menurunkan kewaspadaan mereka bukan?"


"Memangnya kamu ada solusi?" tanya balik Jendral merasa kalau Putra sudah mendapat cara untuk membobol pertahan mereka


"Aku juga tidak terlalu yakin, tapi jika aku boleh membakar hutan ini mungkin rencana ini bisa kita coba" ujar Putra membuat Jendral tersebut terkejut karena hutan seluas ini ingin dibakar sebelum mereka ketahuan


"Jangan gila, hutan seluas ini ingin kamu bakar?" ketus Jendral dengan emosi

__ADS_1


"Tentu saja tidak akan aku bakar semua hanya untuk memalingkan kewaspadaan mereka mungkin aku bisa membakarnya sedikit"


"Caranya?" bingung Jendral


"Tidak perlu aku jelaskan yang penting kamu siap dulu sebelum nanti aku membakar daerah sana" ucap Putra yang pergi meninggalkan Jendral Lion beserta tentaranya untuk menuju ke lain arah


Setelah mengendap-endap melewati balik semak, Putra kini sudah dekat dengan lokasi dimana pertahanan musuh diperketat, benar di sana sudah banyak tentara yang bersembunyi dibalik pohon maupun dibalik semak, dan memang secara sekilas mereka tidak terlihat oleh sebab itu Jendral Lion meminta untuk berwaspada sebelum bertindak karena mereka tidak tahu ancaman apa yang sedang menunggu didepan


Dan Sebelum Putra memulai aksinya ia segera memperhatikan area sekitar, untuk memastikan jumlah musuh yang ada dan dari pengamatannya ia bisa memperkirakan kalau jumlah mereka juga mencapai 60 orangan dari setiap sisinya, sehingga dengan segera mungkin ia menghubungi Jendral lion lewat earphone yang ada di kupingnya


"Jendral" panggil Putra lewat alat komunikasinya


"Ada apa?" tanya Jendral


"Aku ingin memberimu informasi tentang musuh"


"Apa itu?" tanya Jendral yang semakin penasaran walaupun tidak melihat wajahnya secara langsung namun Putra tahu kalau Jendral waktu itu sangat membutuhkan informasi dari Putra


"Aku mulai dari jumlah, jumlah mereka bisa diprediksi jika kira-kira kan mencapai 60 orang"


"60 orang!!" kaget Jendral


"Iya, dan formasi mereka tidak sehebat formasi kita tapi jika kita kurang hati-hati, itu malah akan membuat kita kalah telak nantinya"


"Kamu benar, tapi beruntungnya kita tidak gegabah dalam mengambil tindakan" terdengar suara jendral yang menghela nafasnya


"Kalau begitu beri tahu infonya secara lengkap" pinta jendral Lion


Di sanalah Putra menjelaskan formasi musuh secara lengkap dan detail yaitu sayap kiri berjumlah sekian sayap kanan berjumlah sekian dan pasukan inti sekian dan atas sekian dan dilengkapi senjata jenis ini dan itu dan senapan mesin berjumlah sekian dan letaknya di jarak kira-kira sekian sehingga fisik dan armor musuh sekian sampai keseriusan musuh seperti ini, semua dijelaskan secara detail oleh Putra sehingga jendral mengerti dan faham akan formasi musuh dan situasinya


"Apa Jendral sudah paham?" tanya Putra sambil mengintip dari balik semak


"Saya sudah paham, terimakasih untuk informasinya Putra, aku mengandalkan mu" seru jendral dari balik alat komunikasi


"Baiklah, sekarang adalah waktunya bagi kita untuk beraksi!!" ujar Putra dengan tatapan serius dengan menatap tentara organisasi yang paling dibencinya


"Kamu benar Putra, akan aku tunggu aba-aba mu selanjutnya" jawab Jendral sebelum menutup sambungan komunikasinya


"Baiklah, waktunya beraksi untuk mulai membunuh Nicolaus, musuh besar ku yang telah membunuh Ibu dan ayah" gumam Putra dengan tatapan penuh kebencian yang selama ini dia pendam apalagi ketika bersama Vera entah kenapa ketika ia bersama gadis tersebut perasaan Putra menjadi hangat sehingga terlupakan semua dendamnya


Namun berbeda ketika sedang sendiri, apalagi dengan posisinya sekarang seakan-akan ia telah berubah menjadi iblis yang penuh dendam setelah mendapat kesempatan dengan segera Putra berdiri lalu mengumpulkan angin dalam perutnya dan ia hembuskan lewat mulut namun yang keluar adalah api sehingga area sekitarnya terbakar dan beruntungnya Putra memiliki Skill perisai api jadinya ia bisa menahan diri ditengah kobaran api


Skill tersebut berupa aura yang membakar diri sendiri untuk melindungi pemiliknya agar tidak mendapat damage dari musuhnya, tapi api yang disemburkan oleh Putra tentu saja tidaklah biasa karena hampir sebagian besar api melahap semak maupun pohon yang ada di hutan dekat halaman istana kuno lebih jelasnya posisi yang terbakar ada di arah kanan istana dan apinya hampir merambat ke lahan istana.


********


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋

__ADS_1


__ADS_2