
Dibalik itu semua Putra dan temannya sedikit kesusahan melawan Zhang Xuan yang mengendalikan tubuh Nicolaus semua itu dikarenakan dialah tokoh antagonis yang sesungguhnya sehingga kala itu Putra sudah menampung lebam di sekujur tubuh, tidak hanya dirinya tetapi Samuel dan Josua sudah terkapar dengan keadaan penuh luka, karena jika diperhatikan Zhang Xuan sengaja tidak menghabisi Putra karena beberapa alasan khususnya mengenai teman karibnya
"Ha.. Hah.. Benar-benar diluar dugaan" Gumam Putra dengan menahan sakit di lengan sambil mengatur nafas yang tersengal tak beraturan. "Ternyata untuk anak manja seperti mu, sudah cukup kuat menahan serangan ku, sekarang aku sedikit tertarik denganmu" balasan Zhang Xuan dengan nada meremehkan
"Sialan.." Putra kini mengumpat diri sendiri karena tidak cukup kuat untuk menghentikan musuh yang ada didepan mata, sampai-sampai dirinya harus menerima penghinaan dari sang lawan
"Tanpa basa-basi lagi, sekarang aku tanya kepada mu, yaitu apa kamu tahu tentang Tang San, atau kamu ada hubungannya dengan dia?!!!" tanyanya yang secara mengejutkan ekspresi langsung berubah drastis sehingga aura yang keluar memiliki sensasi berbeda dan itu berasal dari tubuhnya sampai-sampai bisa mengintimidasi roh dan raga orang lain, karena tidak hanya aura tapi sorotan mata pun seperti orang mempunyai dendam 7 turunan
"Glekk.." terdengar suara Putra menelan liur sendiri seraya menahan nafas karena intimidasi yang diberikan hampir membuatnya pingsan. "Kenapa aku harus melawan psikopat sepertinya!!" batin Putra dengan meronta ingin mati ditempat
"Jawab!!" satu kata dari Zhang Xuan mampu membuat Putra terbujur kaku. "Jika ada memang kenapa?" tantangnya dengan menaikan alis, sehingga sang musuh hanya mengerutkan kening sambil menatap dengan benci
"Jika itu benar, maka aku akan membunuh mu tanpa ampun, karena didalam tubuhmu ada seseorang yang paling aku benci" timpal nya dengan sorot mata pembunuh. "Tidak ada cara lain aku harus bertemu dengannya!!" gumam putra dengan demikian ia langsung masuk ke alam bawa sadar dengan tujuan bertemu Tang San
Tetapi sebelum itu, seperti biasa Putra berdiri diruang hampa sebelum dirinya kedatangan sang guru dengan melontarkan pertanyaan bingung "Kenapa kamu terus bertarung dengan orang lain sih?" tanyanya sehingga Putra kebingungan. "Hah?" satu kata dengan ekspresi kosong
"Apa maksudmu barusan?" tanya putra yang terus setia berdiri ditempat. "Aku tahu karena kamu bertarung lagi dengan musuh, buktinya sampai babak belur" ucapnya dengan tampang sindiran
"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengan mu, karena sekarang ada hal yang jauh lebih emergency" ujar Putra dengan cemas, akan tetapi respon yang di dapat dari Tang san pun hanya menaikan bahu dan memalingkan pandangan untuk pergi dari posisinya agar menjauh dari Putra
"Guru..."
Namun sebelum jauh, Putra kembali berkata dengan nada lantang sampai sang Guru tak mampu untuk melanjutkan langkah dan memilih untuk mendengarkan alasan dari Putra. "Ada apa?" tanyanya yang sama sekali tidak menjalin kontak mata secara langsung
"Musuh kita, telah datang!!" ucapan tersebut tentu membuat Tang san diam seribu bahasa, sampai ia tak mampu untuk mencerna apa yang telah didengarnya karena semua tampak semu tak berarti bagi dunia, yang persiapan belum mewadahi. "Maksudnya, Zhang Xuan?" tanya Sang guru dengan mata terbelalak
"Benar, dan aku tidak bisa melawannya sendiri!!" ujar Putra dengan murung. "Haha.. Benar deh, kenapa harus sekarang tapi yasudah kalau gitu aku pergi dulu" gerutu Tang san, sesaat ketika Tang san melangkah ingin pergi ke dunia nyata, ia langsung berpaling dan melihat mata Putra dengan intens
Sampai-sampai Putra bingung sendiri dengan maksud sang guru. "Ada apa?" tanya Putra. "Jika nanti aku tidak kembali, tolong selesaikan sisanya yah" ucapan Tang san membuat Putra tertegun sejenak sebelum gurunya perpindahan tempat, walaupun sudah diberi tahu tetapi semua itu tidak bisa diartikan sebagai perpisahan ataukah yang lain.
Sedangkan di dunia nyata Zhang Xuan melihat lawannya melamun membuat dia naik darah dan menyerang secara penuh dengan kepalan terarah ke muka Putra tetapi sesaat sebelum terkena serangan tangannya ditahan dengan kekuatan api yang diselimuti aura berwarna putih
Duar...
Kekuatan dari benturan membuat ledakan di area sekiranya, khususnya api Putra yang membakar hampir sebagian rerumputan, dan aura hitam milik Zhang melahap apapun yang mengenainya. "Sepertinya kamu sudah kembali, Tang san!!!" ucap Zhang dengan lantang sambil menaruh tatapan emosi
"Yah.. Kamu benar, karena selama ini aku cuman bersembunyi sambil tidur"
"Haha.. Sudah lama yah, kita tidak menikmati pertempuran!!" timpal Zhang dengan terkekeh sambil memasang senyum sinis
"Kamu benar, dan moments ini harus diabadikan" sahut Tang san. sehingga suasana itu memperlihatkan dimana Zhang Xuan mengunakan tubuh Nicolaus sedangkan Tang san menggunakan tubuh Putra, tentu ini menjadi pertempuran dua legenda dalam tubuh generasi baru diwaktu bersamaan karena segala sesuatu telah dirancang sedemikian rupa oleh seseorang dibalik layar.
Sehingga terjadilah pertempuran akhir mereka dimana Tang san berusaha menandingi lawan tetapi setiap gerakan selalu mendapat counter jadinya hal tersebut membuatnya sedikit kewalahan bagi energi terbatas.
"Heh... Jangan bilang kamu memliki kapasitas energi yang terbatas ya?" tanya Zhang karena aneh melihat lawannya baru dibeberapa menit sudah tersengal karena nafas tak beraturan. "Kalau iya, kenapa?" jawab dan pertanyaan yang dituturkan dengan nada cetus membuat Sang lawan jengkel sendiri
"Tentu saja tidak akan seru jika kamu kalah lebih awal!!"
"Hahaha... Aku tidak akan kalah semudah itu" jawab Tang san dengan cepat melesat mengarah ke lawan tetapi lagi dan lagi serangannya harus terelakkan dan yang lebih parahnya pihak lawan melancarkan serangan dengan tendangan 360° dengan berputar-putar hingga sejenak Tang san tercengang dan
Bugh...
Dirinya terkena tendangan tepat kepala sampai harus terpental beberapa meter dengan darah keluar dari sela bibir yang cukup banyak. "Argh.. Sial" rintih Tang san dengan bergumam kesal akan kelemahannya karena tubuh yang dipakai tidak sesuai dengan harapannya walau sekalipun tidak memiliki perbedaan
__ADS_1
"Haha... Lihatlah dirimu yang sekarang sangat amat lemah" tawa jahat dari Zhang Xuan dengan berjalan mendekatinya
"Entah, kenapa kamu yang sekarang jadi banyak bicara" tutur Tang san dengan luka dibibir dan lebam di sekujur tubuh, tentu hal tersebut akan berdampak bagi Putra nantinya
"Oh yah.." dengan cepat Zhang langsung melesat dengan kecepatan yang tak terlihat dengan orang awam tetapi bisa dilihat oleh musuhnya tapi mau usaha seperti apapun Tang san tetap akan kesulitan mendingin lawannya, awalnya Tang san bisa menangkis setiap pukulan akan tetapi semakin waktu diulur maka akan terlihat cela dari defense
Jadinya serangan yang dilancarkan langsung mengenai Tang san dengan keadaan defense tanpa melakukan perlawanan balik. "Kenapa kau tidak menyerang ku?" tanya Zhang dengan melancarkan tinju yang di selimuti aura hitam pekat. "Tentu karena banyak alasan" jawabnya sehingga sang lawan menghentikan serangan dan kembali bertanya
"Alasan!!,.. Apa maksudmu?" bingungnya dengan mimik wajah terheran-heran. "Kenapa kamu jadi ingin tahu?" bukannya menjawab Tang san dengan berani justru malah kembali bertanya
"Baiklah jika itu, mau mu aku juga tidak ingin terlalu banyak bicara dengan orang yang akan mati" jawabnya dengan terkekeh
"Heh.. Kasar sekali kamu bicara seperti itu, padahal kita adalah teman dulunya!!"
"Teman?, dulu aku terlalu naif jadi jangan pernah ungkit tentang pertemanan kita yang telah terjadi ratusan tahun"
"Dendam mu, apakah masih menumpuk didalam hati?" tanya Tang san
"Apa hubungannya dengan mu!!"
"Yah.. Gak ada sih, siapa tahu bisa negosiasi"
"Haha.. Ternyata kamu orangnya lucu yah, setelah melakukan banyak hal terhadap ku sekarang bisa-bisa nya meminta ruang negosiasi"
"Kamu terlalu dingin dari pada waktu itu, lagian aku tahu akan kesalahan ku jadi kamu tidak perlu mengingatkannya lagi"
"Aku kira kau hanya lah manusia sampah yang tidak pernah tahu diri"
"Heh.. Sepertinya tidak ada ruang Negosiasi deh, tapi yasudah lah, karena aku tahu sifatmu yang keras kepala itu"
"Baiklah" jawab Tang san dengan menghela nafas sebelum dirinya mendapat serangan dari Zhang Xuan dengan kecepatan maksimal. "Marilah" umpatnya dengan mengarahkan satu kepalan tinju ke arah wajah Putra atau lebih tepatnya Tang san
Buaghkk...
Suara dari kepalan tangan yang beradu membuat tekanan angin yang cukup meledak, sehingga tubuh Putra harus terpental beberapa langkah tetapi tidak sampai terjatuh, dan langsung memasang kuda-kuda, karena tempat setelahnya Zhang langsung melakukan serangan lanjutan dengan lebih frontal hingga Tang sang sendiri sedikit kesusahan
Sampai beberapa detik Tang san bertahan namun tidak membuahkan hasil, karena ia tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik, semua itu ibaratkan tenaga yang tersegel untuk waktu jeda atau mungkin hal ada hal yang harus ditahan, tetapi tidak mampu untuk dipendam oleh Tang san
"Selalu saja kamu bertahan terus-menerus, apakah memang kamu sudah tidak mampu melawan ku!!" ucap Zhang dengan mengunggah senyum lebar
"Berisik sekali kamu!!" umpat Tang san dengan kesal akibat mendengar ocehan dari sahabatnya walaupun itu sudah lalu
Pertarungan terus terjadi membuat badan Putra tak karuan dimana luka di hidung dan bibir membuatnya susah untuk mengendalikan konsentrasi. Akibatnya Tang san hampir tumbang walau sudah beberapa kali jatuh tapi bisa bertahan cukup lama
"Kenapa kamu tidak melawan, hah?" tanya Zhang dengan nada tinggi membuat lawannya cukup cengengesan dan menunjukkan senyum sumringah
"Apa maksud dari senyummu itu?!"
"Tentu saja, karena aku sudah menang" jawab Tang san
"Hah?" bingung sang lawan. "Seharusnya kamu tahu jika energi kita sangat terbatas karena dari awal ini bukan tubuh kita!!"
"Lalu apa hubungannya, tunggu. Jangan-jangan"
__ADS_1
"Yah.. Karena selama ini, aku cuman terus mengulur waktu untuk menghabiskan durasi energi mu"
"Haha.. Sialan" umpat Zhang Xuan dengan menahan emosi. "Hmm.. Baiklah, mari kita akhiri sekarang!!" seru Tang san dengan merenggangkan otot sendi
"Tapi yasudah lah, mari kita akhiri sekarang dan mari kira lihat siap yang akan bertahan" ucapnya Zhang dengan senyuman sinis
"Okelah" setelah bercakap singkat akhirnya mereka saling bertarung namun sebelum itu Tang san menyembuhkan seluruh luka di tubuh Putra sehingga kembali fit, sampai pada akhirnya Tang san dapat menyeimbangi lawannya
"Haha.. Kenapa kamu jadi sekuat ini, sialan!!" titah Zhang dengan emosi tinggi
"Huh.. Bukannya dari tadi kamu terus menerus meremehkan ku yah tapi kenapa bertanya seperti itu?" tanya Tang san dengan senyum sinis. "Kapar*t!!" umpat sang lawan dengan melancarkan gerakan secara brutal tetapi kali ini tampak beda karena dimana semua serangannya bisa diimbangi oleh Tang san
"Kita akhiri sekarang juga!!" cetus Tang san dengan wajah datar kemudian menyerang titik vital lawan antara lain hulu hati sehingga dalam satu tinju Zhang langsung terpental beberapa meter jauhnya dan menabrak pohon
Buaghk...
Suara hantaman tersebut disertai dengan tulang yang retak. "Sebenarnya aku tidak tahu kenapa kamu sebegitu kekehnya ingin membalas dendam, tapi ada hal yang aku tahu, sebenarnya kamu tidak ingin kejadian lalu terulang kembali kan!!" ujar Tang san dengan berjalan kearah musuh terkapar
"Hah.. Memangnya kamu tahu apa, tentang aku, selama ini kamu hanya perduli dengan diri sendiri tanpa memikirkan teman, bukannya itu munafik!!" sahut Zhang dengan nada tinggi
"Maafkan aku, tapi sungguh, aku tidak pernah sekalipun menginginkan semua ini!!" sahut Tang san dengan berdiri terpaku menatap sedu sahabatnya
"Tidak menginginkannya, tapi apakah kamu lupa kalau dulu kamu lah tidak memiliki perasaan segan untuk membunuh ku"
"Kamu yang salah, sebenarnya akulah yang tidak ingin bertarung dan memutuskan untuk mati ditangan mu, walaupun sebelumnya aku sudah berusaha untuk membujuk mu agar kembali" jawab Tang san dengan tatapan sayu
"Haha... Lucu sekali mendengar ucapan tersebut dari mulut mu" tawa kecil Zhang dengan berusaha untuk kembali bangkit
"Kita akhirnya sekarang saja" seru Tang san dengan segera meraih tangan musuh dan mengangkatnya berdiri, tentu saja Zhang Xuan terkejut dan sekilas melihat tangan temannya menusuk dada kiri dengan kekuatan api putih sehingga tembus ke jantung
"Ke-kenapa?" tanya Zhang Xuan dengan darah mengalir dari mulut dan cairan merah merambat dari dada hingga seluruh tubuh. "Maafkan aku, tapi aku harus mengakhiri semuanya, karena kita sudah jauh melibatkan generasi baru, untuk sekarang dan kedepannya biarkan mereka bahagia dengan jalan masing-masing, tanpa ada pertumpahan darah" jelas Tang san dengan sayu sambil teraliri air mata
"Ha-hah.. Padahal aku sudah merancang semua ini, tapi kenapa harus berakhir seperti ini!!!"
"Kita sama-sama pendosa, jadi mari kita berhenti bersama, karena sudah cukup lama merasakan kehampaan yang tak berujung"
"Dasar!!, padahal kamu juga tidak berubah sama sekali" sahut Zhang dengan lemas sebelum menutup mata walaupun secara teori Zhang Xuan lenyap tapi Nicolaus yang di jadikan wadah akan mati bersamanya dan itu merupakan hal yang tak adil bagi Tang san
Tetapi sebelum mati Tang san sempat untuk masuk kedalam tubuh Nicolaus agar bisa mengajak mati bersama sahabatnya, akan tetapi sebelum tenaga terakhir habis dirinya menyerahkan semua untuk menyembuhkan luka Nicolaus agar ia tidak ikut mati. Sementara alam bawah sadar Putra
Mereka kembali dipertemukan untuk ke terakhir kalinya. "Putra!!" panggil Tang san kepada murid. "Guru?" sang murid menyahut panggilan dari master
"Putra, sepertinya aku harus merepotkan mu untuk ke akhir kalinya deh" ucap Tang san sehingga membuat Putra melongo bingung, karena ucapan sang guru sebelumnya masih terbesit jelas dipikirkan, karena semua yang diucapkan pasti memiliki maksud tersendiri, begitu menurut naluri Putra walaupun realitanya tidak sesuai dengan harapan.
*******
Halo... Teman-teman sepertinya chapters berikutnya adalah Episode terakhir dari Fire and water, tapi jangan bimbang karena author akan lanjut ke karya kedua diaman cerita ini mengenai.
(Sinopsis)
"Akhir zaman dimana peradaban manusia harus terusik dengan asteroid luar angkasa yang menghantam bumi, sehingga menyebabkan radiasi mikroorganisme yang spesies jenis ini adalah makhluk ganas karena mereka memakan otak dan saraf manusia yang akhirnya mengendalikan mayat manusia untuk menyebarkan spesiesnya dengan cara
Melalui saluran darah, sehingga penyebarannya sangat amat brutal dimulai dari saling memakan dan melukai, tentunya hal itu sangat amat merusak ekosistem khususnya ideologis manusia tetapi apa daya mikroorganisme tersebut tidak bisa dihentikan karena jumlah mereka sangat banyak karena letak jatuh ke panca benua antara lian. "Asia, Europa, Afrika, Australia, Amerika"
__ADS_1
Tapi semua itu masih tanda tanya?, karena penentu umat manusia ada ditangan mereka masing-masing, akan tetapi pertanyaannya, apakah mereka akan bersatu padu untuk memusnahkan Zombie, atau sebaliknya dimana mereka saling melukai untuk bertahan hidup seorang diri!!..