
Tanpa disangka-sangka ternyata wanita paruh baya yang telah diselamatkan josua lah yang datang dan memeluknya dengan begitu erat sambil menangis didalam pelukan, dengan membawa anak di gendongannya, tentu saja Josua terkejut tapi juga bersyukur karena ibu itu berhasil selamat berkatnya
"Syukurlah kamu tidak apa-apa nak, tante sempat berfikir kalau kamu tertangkap ataupun terluka oleh mereka" ucap wanita tersebut dengan derai air mata mulai jatuh dibalik punggung josua
"Maafkan aku, jika tante sempat mengkhawatirkan saya, tapi beneran saya tidak terluka sedikit pun dan semua ini berkat tante karena sudah menyuruh tentara menjemput saya"
"Haha.. Tante benar-benar bersyukur kalau begitu jadi tante harus berterimakasih dengannya karena sudah menyelamatkan kamu" tawa kecil dari wanita itu sambil melepas bekapannya
"Tapi sayangnya dia masih menghadap atasannya untuk melapor kejadian tadi" jawab singkat Josua
"Tidak apa-apa masih ada lain waktu, karena yang terutama ialah kamu karena sudah menyelamatkan nyawa saya dan anak tante jadi tante mengucapkan terimakasih banyak untuk kamu"
"Sama-sama tante, tapi sekarang anda harus pergi dari tempat ini karena sebentar lagi tempat ini akan digempur habis-habisan oleh peluru"
"Tapi"
Seketika suasana hening ketika wanita paruh baya itu melirik dimana masih banyak pengungsi menunggu jemputan mereka karena sembari tadi wanita tersebut terus berdiri di antara masyarakat yang lain
"Gimana ini!!" gumam josua hingga terdengar ke kuping wanita paruh baya itu tapi ketika sedang berfikir keras secara mengejutkan tangannya digenggaman oleh ibu itu dan menariknya ke antara gerombolan penduduk
"Kenapa tante menarik ku!!" tanya Josua dengan kebingungan
"Tentu saja, ikut menunggu bersama mereka" balas wanita itu dengan the to poin
"Kenapa harus bersama saya?"
"Tentu saja karena tante gak mau kamu terluka, dan lagi kamu juga harus pergi dari tempat ini"
"Duh,.. Gimana ini soalnya, aku gak akan masalah jika tinggal disini tapi kalau ibu ini pasti akan sangat berbahaya, ditambah aku gak mungkin melindungi diri sambil mengajak orang lain, ditambah pasti anaknya akan ikut" batin Josua dengan resah
Di situasi seperti ini josua langsung berusaha untuk menggunakan 100% otaknya supaya tidak terjadi hambatan untuk kedepannya, karena sangat tidak mungkin untuk dirinya melarikan diri bersama masyarakat sedangkan di perbatasan sedang terjadi pertumpahan darah walaupun Jupiter bukan tempat kelahirannya
Akan tetapi karena tindakan Scarlett salah pastinya ia kan membela yang benar, jadi mau tidak mau pasti dirinya akan terlibat di dalamnya. Pada saat itu ia dibawa ke tempat pengungsian bahkan wanita paruh baya itu rela mengambilkan sebotol aqua untuk diberikan kepada josua walau ia tahu pasti akan susah berjalan sambil membawa anak balita
Josua yang diberi dengan hati ikhlas menerimanya walaupun memasang wajah kebingungan dengan tindakan ibu-ibu dihadapannya sehingga dengan hati santai josua mulai bertanya untuk beberapa pertanyaan
"Kenapa tante begitu baik denganku?" tanya josua dengan senyum tipis
"Karena kamu sudah menyelamatkan nyawa tante"
"Tapi kan saya melakukan hal tersebut dengan hati ikhlas tanpa mengharapkan imbalan"
"Kalau gitu saya juga berbuat seperti ini dengan hati ikhlas"
"Kenapa?" gumam Josua dengan mata menatap wanita tersebut dengan dalam
"Kalau gak salah nama-Mu josua ya!!" lanjut wanita itu dengan senyum ramah
"Iyah, kenapa memangnya tante?"
"Enggak ada kok, cuman entah kenapa tante melihat kamu mengingatkan saya dengan suami saya"
"Memangnya suami tante kemana?" tanya josua
"Dia sudah dibunuh oleh mereka sebelum tante melarikan diri bersama anak ini" jawabnya dengan ekspresi muram
"Maafkan saya, jika mengingat tante dengan masa lalu!!" ujar Josua untuk membenarkan maksudnya
"Tidak apa-apa, lagian tante yakin pertemuan kita pasti ada maksud tersendiri"
"Yah.. Pasti ada" gumam josua dengan senyuman melekat di bibir
"Oh Iya,.. kamu berasal dari mana?" tanya Wanita itu dengan begitu intens
"Sebenarnya saya berasal dari negara Mars, saya kesini karena ada pekerjaan" jawab josua walaupun aslinya dia hanya berbohong
__ADS_1
"Begitu ya, berarti orang tua mu ada di Mars semua?"
Beberapa saat josua termenung dalam lamunan sampai wanita disampingnya menepuk pundak josua dengan pelan. "Kenapa?" tanya singkat ibu itu dengan lembut sambil memasang mimik bingung
"Tentu saja, di Mars keluarga saya berkumpul bahkan saya berencana cepat-cepat pulang karena ibu sudah menunggu, hanya saja perang telah lebih dulu terjadi jadinya menghambat kepulangan saya deh" balasan josua dengan sangat cepat sambil tersenyum lebar
"Baguslah, tante turut senang mendengarnya"
Tanpa sadar josua hampir kehilangan tujuannya walau berbohong setidaknya membangunkannya dari kekelaman masa lalu
Brum... Brum...
Tiba-tiba datang 4 bus anti peluru pengantar masyarakat untuk menuju kota pusat. "Kenapa mereka hanya mengirimkan tiga bus saja, apa mereka gak tahu kalau warga disini ratusan jumlahnya" gumam Josua dengan menggerutu kesal
Ditengah situasi ricuh tersebut terdengar suara tentara membawa toa sambil berusaha menenangkan warga agar tidak membuat keributan. "Semuanya harap tenang!!, saat ini mobil pengantar hanya ada 4 saja dan sisanya masih berada di perjalanan karena markas baru menerima laporan kalau situasi saat ini sangat berbeda, jadi semua tolong bergilir sekali lagi"
Suara tersebut sudah menggema di setiap kuping warga walaupun pada saat itu asal suara berada di atas menara yang jaraknya 100 meter dari kumpulan manusia, sedangkan yang berbicara ada di tenda peralatan
Karena sudah begitu dengan terpaksa sebagian tentara mengatur masyarakatnya agar tidak berdesak-desakan, tapi mau gimana lagi namanya manusia pasti tidak akan bisa sepenuhnya menahan diri walaupun ada sebagian yang menunggu giliran hanya saja itu buat golongan tua
"Kami mohon untuk membawa kami pergi dari sini!!" teriak seorang pria remaja dengan histeris. "Kami tahu, oleh sebab itu tolong untuk sedikit bersabar" balasan tentara yang menghalangi jalur pintu bus dengan di bantu oleh 8 tentara lain dan itu setiap mobilnya
Josua yang melihat terdecak kesal akibat melihat semua perbuatan golongan muda yang begitu penakut padahal ini negara mereka tapi mereka sama sekali tidak mau campur tangan, walaupun harganya mati setidaknya itulah bakti mereka terhadap negara
Karena kesal dengan terpaksa Josua turun tangan, yaitu ia beranjak berdiri lalu berjalan pelan kearah tentara berkumpul bahkan wanita paruh baya tersebut hanya bisa mengikuti, setelah dekat josua melontarkan kalimat intimidasi
"Kalian sekumpulan abdi negara, apa tidak biasa membedakan mana yang membutuhkan!!" teriaknya dengan penuh penekanan
Sehingga seluruh orang memusatkan matanya kearah pria yang berjalan mendekati sekumpulan, dengan diikuti oleh wanita paruh baya. "Apa maksud dari perkataan anda?" tanya balik tentara tersebut dengan nada tinggi
"Lihat mereka!!" tunjuk Josua ke arah seluruh lansia yang duduk di rerumputan dengan wajah pucat, bahkan ada seorang pria paruh baya yang mengunakan tongkat akibat kakinya yang hanya ada satu
"Kalian lebih memusatkan perhatian ke orang yang sehat sedangkan orang tua yang rentang kalian tinggalkan, apa begitu cara kalian melayani negara!!" ujar Josua dengan nada tinggi hingga banyak cibiran dan hujatan mulai berdatangan ke telinga josua
"Apa-apaan dia, datang langsung bertingkah seperti pahlawan" umpat salah satu warga
"Dasar munafik!!" umpatan langsung dilontarkan oleh warga muda yang ingin pergi
"Anda memang benar, maafkan kami karena sudah lalai dalam menjalani tugas" balasan tentara tersebut sambil memberi perintah kepada rekannya untuk mengutamakan lansia dan orang cacat sisanya tambahkan jika membutuhkan seperti wanita hamil dan anak-anak
Akan tetapi karena keputusan itu banyak golongan muda yang protes dengan tindakan josua sampai ada salah satu warga yang mengamuk sambil menghujat salah satu tentara. "Lalu bagaimana dengan kami, apa kalian membiarkan kami untuk mati!!" gerutunya dengan nada menusuk hati
"Benar, dasar tentara gak guna" umpat pria remaja yang nimbrung untuk menghujat
"Huu.. Kami gak akan terima kalau mati sia-sia!!"
"Dasar politikus abdi"
"Udahlah mending gak usah jadi tentara kalau masalah kaya gini aja gak bisa di tangani"
Josua yang mendengar langsung naik tensi akibat tidak terima dengan ucapan mereka. "Dasar beban masyarakat!!" teriak Josua hingga sekali lagi menjadi perhatian seluruh warga
"Apa maksudmu, bangsa*t" amuk salah satu anak remaja yang menarik kerah baju josua sambil memberi tatapan penuh amarah tidak hanya seorang tapi seluruh orang termasuk pria paruh baya ikut menatapnya dengan penuh emosi
"Nak, tolong jangan pukuli dia, mungkin dia hanya ingin menenangkan yang lain saja" ucapan ibu-ibu yang membawa anak karena sembari tadi dirinya berdiri di samping Josua
"Berisik" ketusnya dengan mendorong wanita paruh baya itu hingga tersungkur ke tanah
"Aduh..." rintihan wanita itu sambil mengendong anak di tangannya sampai-sampai bayi yang tertidur langsung terbangun dan menangis dengan keras
Awalnya josua hanya menatap dengan tenang namun kini langsung memukul wajah pria yang menarik kerahnya dengan tenaga manual tanpa memakai energinya sedikit pun, karena ia tahu jika memakainya pasti rahangnya akan retak, karena sesungguhnya tenaga manusia berkemampuan sudah 3x lipat dari orang awam
Bug...
Pria remaja itu langsung tersungkur, setelah Josua melayangkan tinju tepat di wajahnya kemudian membantu wanita paruh baya yang terjatuh ke tanah untuk berdiri sambil memberi umpatan. "Dasar manusia sampah, beraninya kamu berbuat kasar terhadap orang tua!!" tentunya ucapan tersebut sudah benar-benar menarik perhatian bahkan seluruh tentara menatap josua dengan begitu intens
__ADS_1
"Bangsa*t!!.." dengan cepat pria yang tersungkur langsung berdiri dan menyerang balik josua dengan tinju walaupun pada waktu itu gerakannya tampak terlihat jelas dimata lawan
"Lamban" batin josua dengan cepat menangkap kepalan tinju menggunakan telapak tangan sebelah kanan sebelum mengenai wajahnya bisa dibilang berjarak 4 cm sebelum mengenai wajah
Sehingga seluruh orang tertegun melihat momen tersebut. "Jangan bertingkah munafik, aku paling jijik dengan orang seperti itu!!" umpat pria tersebut sebelum mendapat serangan dadakan dari josua yang berupa bantingan dengan cara mencengkram lengan menggunakan tangan kiri kemudian tangan kanan mencengkram leher belakang sehingga posisinya mudah untuk membanting lawan
Dengan menghempaskan lawan kebawah sambil mengunakan sedikit tenaga sehingga pria tersebut berputar dan terbanting ke tanah
Bruk...
"Argh..." pria remaja itu langsung meringis kesakitan sehabis menerima bantingan dari josua
"Aku juga paling benci melihat pria bertingkah jagoan!!" ujar Josua tapi kali ini tatapannya jauh lebih mengintimidasi lawan sampai-sampai pria yang terbanting langsung bergidik ngeri
"Berhenti!!,.. apa-apaan kalian ini berantem di depan tentara apa kalian sudah merasa jagoan!!" teriak salah seorang tentara yang mengunakan seragam penuh atribut di dadanya sehingga terkesan berkharisma
"Tolong maafkan saya karena sudah lancang, tetapi jika menurut anda perbuatan saya salah maka dengan tegas saya akan membela diri" jawab Josua dengan santai
"Tidak perlu, karena saya sudah kenyang melihat aksi heroik mu" balasan tentara tersebut dengan gagah
"Apa anda kapten di kompi ini?" tanya josua dengan tatapan serius
"Benar, masalah ini akan saya urus secepat mungkin" jawabnya dengan penuh wibawa
"Bagus, kalau begitu tolong bawa tante ini ke bus untuk diantar ke kota, karena dia membawa balita dan suaminya sudah meninggal akibat tentara lawan" ujar josua yang tak kalah serius dari kapten dihadapannya
"Baik" jawab singkat kapten tersebut sambil menatap ke arah salah satu tentara sebagai kode perintah tetapi tentara tersebut hanya membalas dengan anggukkan yang kemudian bergerak menghampiri ibu-ibu paruh baya dengan sedikit menunjukkan rasa hormat
"Mari saya antar nona ke bus karena sebentar lagi bus akan berangkat" sapa nya
"Tolong tunggu sebentar" balasannya yang kini menatap josua dengan dalam
"Bagaimana dengan mu, nak?" tanya ibu itu dengan iba
"Tante tenang saja karena saya akan menyusul dengan mobil angkutan selanjutnya"
"Baiklah kalau begitu, sampai bertemu lagi dan semoga kamu tidak terluka" ucapnya kemudian mengikuti tentara tersebut dengan tujuan untuk menuntun masuk kedalam mobil bus
Singkat waktu setelah semuanya sudah siap berangkatlah bus tersebut ke kota dengan meninggalkan 83 orang pria muda dan paruh baya sehingga banyak yang protes dengan keputusan kapten tentara
"Apa maksud ini, tolong jelaskan kepada kami agar kami bisa tenang" teriak pria sepantaran josua sambil marah-marah kepada kapten dan juga serdadu
"Semuanya tolong bersabarlah, karena mobil bus selanjutnya sedang dalam perjalanan" ujar kapten kompi dengan nada tinggi sehingga suasana ricuh tersebut langsung berubah ketika terdengar suara ledakan yang begitu mendadak
Boom...
Boom....
Boom.....
Bunyi dari dentuman yang begitu hebat dari suara tank sehingga menghasilkan ledakan ketiak menabrak tembok kayu yang dibuat
Duar....
Tentunya ledakan tersebut membuat seluruh orang dari pihak tentara maupun masyarakat yang masih menunggu panik seketika, karena serangan dadakan. "Musuh datang!!!..." teriak dari prajurit di atas tower sebelum tewas akibat ledakan yang dihasilkan oleh peluru RPG-7
"Aaaaahh....." Teriakan seorang pria remaja dengan begitu histeris sambil menutup telinga. "Dasar lebay" ketus Josua sambil melihat seluruh orang berhamburan mencari tempat berlindung karena dari sekian banyak orang hanya josua yang memasang tampang tenang dan kalem.
*********
Halo.. teman-teman sekali lagi author ingin minta maaf karena suka telat upload chapter karena sungguh author sibuk banget dengan urusan sekolah tapi author patut bersyukur untuk kesetiaan kalian dalam menunggu author jadi author akan beri bocoran sedikit tentang cerita ini, yaitu dimana akhir cerita adalah (Happy end)
Haha.. Sudah dulu ceritanya kalau gitu author pamit dulu ya, mohon teman-teman dukung karya kecil saya karena author sudah menulis menggunakan panca indra sampai-sampai harus lembur 3 hari 3 malam.
Kalau begitu dah😆👋
__ADS_1
( 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!! )