
Saat itu ari sudah ditinggalkan kedua orang tuanya sejak umur 5 tahun, ayahnya telah mati terbunuh oleh anggota mawar hitam, sedangkan ibunya ditangkap oleh mereka, itu semua berawal dari 10 tahun yang lalu, dimana awalnya keluarga ari hidup dengan penuh ke bahagian di sebuah desa kecil
Namun semua kebahagiaan itu sirna ketika ibunya ketahuan memiliki sebuah bakat, bakat yang dimiliki oleh ibunya adalah sebuah bakat yang luar biasa, hingga membuat organisasi mawar hitam tertarik untuk menangkapnya, dan tak butuh waktu lama desa yang ditinggali ari diserang
Banyak sekali penduduk desa yang mati terbunuh, terkecuali Ari karena dirinya diselamatkan oleh ibunya, sedangkan ayahnya saat itu sedang mengorbankan diri untuk mengulur waktu istri dan anaknya agar bisa melarikan diri dari kejaran mawar hitam
Namun tak selang lama keberadaan Ari pun terlacak yang memaksakan ibunya untuk menyembunyikan anaknya agar bisa selamat, dan menyerahkan dirinya agar mereka tidak berbuat lebih jauh lagi, Ari yang saat itu hanya bisa melihat ibunya ditangkap hanya bisa menangis dibalik rerumputan
Sejak saat itu dirinya tidak memiliki tempat tinggal untuk pulang dan selalu mendapatkan intimidasi dari setiap orang yang ia temui, namun semua rasa kesedihan itu sirna ketika dirinya bertemu dengan seorang pria muda, sejak saat itu dirinya mulai terbiasa dengan sikapnya walaupun dirinya kadang tidak selalu memikirkan perlakuannya, tapi yang ia tau kalau dia menyayanginya melebihi apapun
Namun dengan seiringnya waktu dirinya mulai tau kalau dirinya tidak sendiri paman 𝘼𝙯𝙖𝙧𝙮𝙖, selalu di sampingnya disaat sedih maupun bahagia, hingga dia tau kebenarannya kenapa ayah angkatnya berusaha untuk melupakan nama itu itu semua karena ayahnya putra 𝙛𝙞𝙧𝙙𝙖𝙪𝙨 yang membuat paman Arya selalu merasa merasa bersalah ketika mengingat namanya
Ari selalu berusaha yang terbaik untuk membuat ayah angkatnya menjadi lebih baik lagi, tapi itu semua sia-sia jangankan membuatnya bahagia, membuatnya menceritakan masa lalunya saja dia tak mau
Namun semua itu telah sirna ketika ayahnya mulai terbuka dengan Putra, dia merasa kalau ayah angkatnya sangat mengharapkannya dan putra, dan entah kenapa ketika ari melihat tatapan putra dia juga merasa kalau dirinya tidak sendirian lagi sekarang, dirinya sudah mendapatkan teman baik
"Baiklah karena sudah malam jadi kalian berdua bisa tinggal disini, disini hanya memiliki tiga kamar jadi putra akan tidur bersama vera" ketika mendengar perkataan paman komat, seketika badan putra jadi menggigil berbeda dengan vera dia hanya merona saat itu
Ayah... Tidak boleh, seorang wanita yang belum menikah tidur bersama pria, jadi kamu akan tidur bersamaku saja, tapi ingat kalau kita laki-laki, kalau kamu berbuat macam-macam aku gak akan segan menendang mu, keluar" usul ari yang saat itu menunjuk mengarah putra
Tapi disaat yang bersamaan putra malah menjadi kesal dengan perkataan ari, karena dirinya merasa bahwa harga dirinya sedang di injak-injak, Dengan singkat emosinya langsung naik dan lagi-lagi mengeluarkan aura merah dari tubuhnya
Keesokan harinya putra dan vera berangkat ke sekolah, tentu saja ari ikut dengannya karena dia dan ari berada di satu sekolah namun berbeda kelas
"Baiklah paman maaf kalau putra merepotkan mu, jadi jangan masukan kata-katanya ke dalam hati" ucap vera yang memberi hormat kepada paman komat
Haha.. Tidak apa-apa kalian tentang saja aku akan mengurus masalah uangnya"
Disisi lain putra dan ari justru malah bertengkar karena masalah sepele "haha... Kamu adik kelas jadi kamu harus nurut dengan seniormu ya" ledak putra kepada ari
Hah?.. Jangan Mentang-mentang kamu satu tahun di atas ku jadi kamu bisa seenaknya berkata seperti itu" balas ari yang membuat mereka berdebat dengan masalah gak jelas, vera dan paman komat yang hanya bisa menghela nafasnya ketika melihat tingkah mereka berdua
Disekolah mereka hanya melakukan kegiatan yang seharusnya di lakukan oleh seorang pelajar, namun ada saatnya ari dan putra bertengkar karena masalah yang gak jelas, namun ada saatnya mereka serius melakukan yang harus dilakukan, hingga mereka diundang kembali oleh anggota OSIS
Saat itu putra yang sampai lebih dulu karena ari sedang ada les tambahan, dan vera sedang Di interogasi, putra yang saat itu di ruang OSIS cukup terkejut dengan apa yang dia lihat dirinya melihat 8 anggota OSIS yang lain sedang berkumpul yang terdiri dari 4 wanita termasuk wakil osis
Selamat datang putra di aula kami, maksud kami mengundangmu adalah untuk berbicara tentang rencana dan tujuan kita kedepannya di hadapan yang lain, namun sebelum itu mana temanmu yang bernama vera? Sambutan dari andrian sekaligus bertanya kepadanya
Oh.. Ari dia sedang les, tapi kalau vera sedang di interogasi oleh pihak polisi" jawab putra
Siapa itu Ari?
__ADS_1
Ah.. Aku lupa memberi tau mu, kalau aku memiliki teman yang sama dengan kita atau lebih tepatnya dia anggota ku!! Jawab putra yang melihat kak ian sedikit kebingungan
Aku gak menyangka kalau kamu bisa mendapatkan anggota secepat itu aku saja sampai terkejut"
"Haha.. Itu sih kami sedang beruntung saja"
Kalau begitu aku akan memperkenalkan anggota kita, terdiri dari pria Zeref, adam, dan Rio dan sisanya wanita Dina, lia, dan maya walaupun kamu tidak bisa mengingat semuanya tapi aku yakin kamu pasti akan mengenal mereka dengan seiringnya waktu" Ucap Ian dengan memperkenalkan anggotanya
Salam kenal semuanya, nama aku putra anak kelas XI-8, kalian bisa mencari aku di kelas itu"
Datang seorang pria yang menepuk pundak putra sambil berkata "Wah... Ternyata kita seangkatan, aku berada di XI-5, jadi kita bisa bertemu kapan saja karena kelas kita hanya selisih beberapa ruang saja" ucap seorang pria yang tersenyum di hadapan putra
Nama kakak siapa ya aku sudah lupa!! Tanya putra dengan wajah yang kurang enak
Haha.. Namaku Rio mungkin kedepannya kita bisa berteman, parah banget deh masa baru beberapa detik saja sudah lupa dengan namaku"
Haha.. Maaf, soalnya nama yang harus aku ingat agak banyak jadi lumayan susah untuk di ingat "
Setelah itu putra mulai mengakrabkan dirinya dengan anggota OSIS Walaupun awalnya sedikit canggung, namun ternyata orang-orang di OSIS itu adalah orang yang baik dan tidak seburuk yang dia kira, tak lama setelahnya Vera dan ari pun sudah datang ke aula OSIS
Saat itu ari dan Vera juga terkejut karena ruang OSIS kini telah rame dengan anggotanya, saat itu Ari juga memperkenalkan dirinya kepada yang lain, namun berbeda dengan andrian dan sonia, mereka telah mengenal Vera sebelum mengenal putra
"Jadi apa yang ingin kita bahas disini? Tanya Vera yang masih memperhatikan setiap anggota OSIS
Apa!!!., lalu bagaimana kabar mereka di sana? Tanya putra dengan kaget
Mereka baik-baik saja, namun ada suatu hal yang membuat mereka memberontak, salah satunya keluarga mereka yang di bantai akibat menentang organisasi"
Lalu bagaimana mana keluargamu kak ian??
Mereka telah terbunuh kecuali kerabat perempuanku, tapi kemungkinan mereka akan mati juga" jawab andrian dengan wajah sedih
Putra yang saat itu juga ikut merasakan sedih, karena baginya kak rian dan andrian sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri, berbeda dengan vera dirinya hanya sangat muak dengan permainan keji mereka, Ari yang melihat raut wajah mereka ikut merasa kalau kejadian itu tidak hanya menimpanya saja tapi orang lain juga ikut merasakannya dari perbuatan mereka
Lalu bagaimana mana rencana mu selanjutnya kak ian? Tanya putra dengan wajah yang penuh dengan amarah
Walaupun kita tau keberadaan mereka saja percuma, apa lagi dengan anggota kita yang saat ini!! Balas sonia
Saat itu tidak hanya putra tapi seluruh orang di sana juga merasa kalau yang dikatakan sonia memang benar, percuma jika mereka mengetahui lokasi musuh tapi tidak memiliki kekuatan tempur untuk saat ini
Tidak, memang tidak sekarang, tapi kita masih bisa menyerang dengan kekuatan kita kedepannya, rencana yang ingin aku buat adalah membuat 3 Sekutu yang menyerang secara bersaman" jawab andrian dengan nada serius
__ADS_1
Maksud kakak bagaimana? Tanya putra
Andrian apa kamu sudah gila, mereka organisasi yang jelas mempunyai kekuatan yang jauh lebih kuat dari kita, kamu mau kita yang disini menyerahkan nyawa kita ke mereka!!! Bantah vera yang emosi dengan perkataan andrian
Andrian pun menjelaskan rencananya kepada orang yang di sana dengan percayaan diri "mungkin memang kita tidak punya kekuatan untuk saat ini, tapi bukan berarti kita akan selalu lemah, aku akan membuat tiga sekutu yang menyerang secara bersaman aku, putra, dan kakakku yang memimpin Sekutu tersebut"
Seketika putra langsung paham dengan perkataan andrian "aku paham kamu meminta aku untuk mencari Sekutuku sendiri, dan kakak juga mencari anggota OSIS"
Iya.. Benar sekali, kakakku sudah mengabari aku, bahwa dirinya sudah memiliki teman berjumlah 4 orang kemungkinan dengan jumlah OSIS dan anggota mu, kita sudah memiliki 16 anggota berkemampuan khusus, jadi kita akan berjuang Masing-masing terutama untuk mengumpulkan kekuatan kita pasti bisa, dengan begitu ketika waktunya sudah tiba maka kita bisa menyerang mereka secara bersamaan" penjelasan andrian tanpa keraguan sedikitpun
Akhirnya semua orang yang di sana mengerti dan paham dengan apa yang harus dikejar nya dalan waktu dekat, "lalu kapan kita akan menyerang, Ian? Tanya sonia
Kalau itu tunggu kabar dari kakakku, kemungkinan kita akan menyerang dalam waktu 2-3 bulan kedepannya, karena mereka sudah mulai bergerak, jika tidak cepat maka kejadian 16 tahun yang lalu akan terjadi lagi" jawab andrian dengan mengepalkan tangannya
Seketika suasana menjadi hening sejenak, putra yang saat itu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut andrian pun ikut terdiam
Disisi lain, terlihat seorang pria paruh baya yang dikelilingi oleh banyak orang "Bos.. kami sudah mendapatkan lokasi gadis tersebut, saat ini dia berada di Kota A" Ucap dari salah satu orang yang mengelilingi pria paruh baya tersebut
"Bagus.. Ingat tugas kalian hanya menangkapnya, jadi jangan membunuhnya, apa lagi membuatnya terluka, kalian paham!!!!" jawab pria tersebut dengan nada keras
"Baik,.. Bos, tapi bagaimana dengan pria yang bersamanya?!
Pria?!.. Apa kalian mempunyai indentitasnya? Tanya pria misterius tersebut kepada anak buahnya
"Kami tidak memiliki informasi apapun, karena tugas kami hanya menyelidiki lokasi dari wanita yang kita cari, tapi yang saya tau kalau dia mempunyai anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit harapan" balas anak buahnya
Kalau begitu bunuh saja, anggota keluarganya tapi ingat jika dia ikut campur dalam urusan kita"
Baik.. Bos kami akan jalankan misi ini dengan sebaik-baiknya"
Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil bosnya dari balik pintu ruangan tersebut dengan santainya "Hoy.. Bos besar boleh aku turun tangan dalam misi ini? Tanya pria yang memanggil bosnya dengan lantang
"Jack,.. jika aku bos besar disini aturan kamu memanggilku dengan lebih hormat lagi, kalau begini cara memanggilmu bisa buat aku marah loh" jawab bos besar kepada pria yang baru masuk ruangannya
Ah.. Maaf-maaf bos, tapi aku benar-benar mau olah raga sejenak dan lagi udah beberapa minggu ini aku sama sekali gak keluar mencari udara segar"
Baiklah,.. Kamu boleh ikut di misi ini, Jika saja kamu bukan aset organisasi, pasti sudah aku hajar kamu" jawab bos besar dengan tatapan tajam ke arahnya
Oke.. kalau gitu, terimakasih karena sudah mengizinkan aku ikut"
Saat itu orang-orang yang di sana, sangat ketakutan
__ADS_1
Dengan pria berbadan kekar yang memanggil bos besar tanpa rasa hormat, mereka takut jika suatu saat nanti memiliki suatu kesalahan kepadanya membuat mereka tak bisa melihat keluarganya lagi.