Fire And Water

Fire And Water
Cp 25# Interogasi


__ADS_3

Diruang tunggu, letaknya di rumah sakit terlihat Vera, Ari dan Maya, yang masih menunggu dokter yang saat itu sedang dalam masa pemeriksaan untuk memeriksa tubuh putra karena semalam dengan tiba-tiba ia jatuh sakit hingga tubuhnya sangat panas


Tak lama keluar seorang dokter dengan susternya dari ruangan putra dengan wajah sedikit kebingungan, Vera yang saat itu sangat cemas segera berdiri dan bertanya kepada dokter yang ada saat itu


"Dokter, bagaimana keadaan putra?" tanya Vera kepada dokter dengan perasaan khawatir


"Sebenarnya kami juga tidak tau kenapa tapi jika diteliti dirinya hanya terkena demam biasa, namun jika dilihat dari suhu, suhunya sangat tidak normal bagi orang biasa seperti kita"


"Lalu bagaimana kesimpulannya?" sambung ari yang memotong pembicaraan Vera


"Untuk sementara, biarkan dia dirawat disini supaya kami bisa mengecek keadaannya setiap waktu"


"Baiklah, apapun yang terjadi tolong sembuhkan dia semaksimal mungkin" ucap Vera


"Itu sudah menjadi tugas kami" dokter tersebut langsung meninggalkan Vera dan yang lainnya


Hah!!, Lagi-lagi harus ngeluarin duit deh, padahal aku berencana untuk menghemat, tapi yang terpenting sekarang adalah kesehatan putra, semoga aja dia enggak menginap disini berhari-hari" Batin ari dengan setengah ikhlas


Di tempat lain yaitu di sebuah Kastil kosong yang didalamnya terdapat beberapa orang namun salah satunya sedang duduk di sebuah kursi singgasana, dengan gaya seperti seorang raja sambil berkata, "Bagaimana laporan tentang invasi tersebut, kevin?" ucapnya dengan melihat ke arah kevin


"Sa-saya telah melakukannya dengan selesai sudah saya rekayasa tentang berita maupun media yang bersangkutan tentang kita, jadi saya bisa menjamin kalau setiap orang akan menyangka kalau wilayah Pluto hancur kerena pemberontakan" lapor kevin dengan badan bergetar karena tekanan aura yang dipancarkan bos besarnya


"Kerja bagus, sekarang sebutkan berapa jumlah orang kita yang tewas di medan perang?!"


"Baik saya mulai dari tentara, tentara kita dengan jumlah 12.000 ribu orang telah di nyatakan tewas dan untuk 2 orang anggota inti"


"Anggota kita?"


"Ya, tuan namanya antara lain adalah Key dan asta, mereka waktu itu sangat ingin maju ke garda depan, hingga saya memberikan izin, namun sayangnya mereka berdua telah dinyatakan tewas di tempat"


"Oh,.. Mereka hanya alat kita, jadi tidak usah dipikirkan dan kamu tau siapa yang membunuh mereka?" tanya balik dari bos besar kevin


"Vera Oktavia, dialah orang yang sudah melakukan pembunuhan terhadap anggota kita"


Dengan cepat orang tersebut melesat mencekik kevin, bahkan kevin saat itu sama sekali tidak bisa melihat pergerakannya, orang tersebut ibaratkan sebuah hembusan angin lewat, dengan cepat berlalu


"Agha" suara kevin dengan kesakitan sambil berusaha untuk melepas cengkeraman bosnya, tapi usahanya sia-sia karena bosnya sudah mengaktifkan skill kekebalan sampai tahap dua, jadi sangat mustahil bagi orang biasa seperti kevin bisa melepasnya


"Kau terlalu meremehkan ku kevin, jangan sangka karena aku tidak pernah keluar dari sini, bisa membuatmu berfikir aku ini bodoh, aku tahu siapa Vera oktavia dia anak Ziel, yang tidak tahu caranya bela diri tapi kenapa kau bisa menyimpulkan kalau dia yang membunuh mereka berdua, aku tahu siapa Asta dia adalah petarung tinju, dan key dia merupakan orang pintar jadi jangan kau sangka aku ini bodoh" marah bos besar dengan mengeluarkan aura pembunuh hingga kevin lemas tak berdaya


Bahkan anggota inti yang lain sampai mati rasa, bagaimana tidak kevin yang merupakan salah satu pilar organisasi sampai di buat ketakutan tanpa ada perlawanan, untuk miya dia hanya bisa menonton kesadisan bosnya dengan badan gemetar, tidak hanya miya namun Rian, Rudi, dan anggota lainya juga ikut merasakan lemas di kaki mereka


Namun ada salah satu dari mereka datang menghampiri bos besar, tanpa rasa takut dia adalah Joko, yang merupakan salah satu pilar organisasi peringkat pertama, dengan santai ia berkata, "Hey, kawan sebaiknya kamu lepaskan dulu dia, biarkan dia menjelaskan apa yang terjadi di sana, mau bagaimanapun dia sudah berjasa untuk kita"


Dengan nafas berat ia akhirnya menurut dengan perkataan joko, yaitu melepas kevin dari tangannya dan menyuruh kevin menjelaskan apa yang terjadi kepada anggotanya sampai-sampai ia berfikir kalau mereka dibunuh Vera


Akhirnya kevin mulai menjelaskan dengan badan ketakutan, tapi dari ceritanya memang tidak ada hal yang bisa menjadikan bukti kalau kevin bersalah, namun dengan mengejutkan dirinya terpikir dengan kata-kata tentara yang ia bunuh, dengan cepat ia langsung menceritakan tentang hal tersebut kepada bos besarnya

__ADS_1


"Tuan, saya pernah mendengar dari kata-kata tentara saya yaitu pria berapi, katanya di medan perang ada sesosok pria api yang mengganggu Pertempuran dan katanya juga dia kebal akan peluru dan tembakan tank, jadi kemungkinan Vera dibantu oleh orang itu"


"Bagus, sekarang bawa tentara tersebut ke hadapanku" perintah bos besar kepada kevin, namun dengan ragu-ragu ia menjawab


"Maaf bos, waktu itu saya kira tentara tersebut gila jadinya saya terpaksa membunuhnya"


"Lalu apa gunanya kau melaporkan tanpa adanya bukti, itu sama saja seperti cerita fiksi" kesal bos besar


"Kamu tenang dulu kawan, sebaiknya kita selidiki dari orangnya langsung, sekarang bisa kau panggil Vera ke sini" perintah joko sambil menahan kawannya


"Maafkan saya tuan joko, tapi waktu itu kami gagal menangkapnya, tetapi saya berhasil menangkap Ziel dengan selamat tanpa ada luka sedikitpun" panik kevin sambil bersujud dihadapan joko


"Hari ini kamu sudah 3 kali membuatku kesal kevin, jika kamu tidak bisa membawakan informasi tentang pria api tersebut aku pastikan kamu akan aku bunuh dengan tragis" ketus bos besar dengan tatapan sadis


"Baik"


Tak lama kemudian datanglah Ziel sambil mengunakan kursi roda dengan dikawal lima tentara di kelilingnya, menuju hadapan bos besar mawar hitam ia berkata, "Apa yang kamu inginkan dariku sekarang!!!"


"Sekarang beri tahu kami siapa laki-laki yang bisa menggunakan kemampuan api itu" teriak kevin yang menyuruh Ziel buka mulut


"Aku tidak tau apapun tentang laki-laki api yang kamu maksud itu jadi maaf jangan paksa aku untuk mengatakan hal yang tidak aku ketahui" balas Ziel dengan wajah tenang


Hey,. hey kamu pasti tahu kalau di antara kami ada yang bisa membaca pikiran orang lain, jadi percuma saja kamu menyembunyikan hal itu" panik kevin


"Kalau begitu coba saja, baca pikiran saya" Ziel saat itu hanya menunjukkan wajah tenang tanpa berekspresi sampai membuat kevin semakin panik hingga Tak lama datang seseorang orang yang bisa membaca pikiran orang lain, nama orang itu adalah Riza


Setelah beberapa menit akhirnya selesai juga untuk tes pengujian dan langsung memberi tahu hasilnya kepada bos besarnya, "Tuan, dari semua yang saya baca ternyata dia memang tidak mengetahui apapun tentang pria api yang diceritakan kevin"


"Tidak-tidak itu tidak mungkin, mana mungkin tentara dan aku berbohong kepada tuan besar, mungkin kamu saja yang bekerja tidak bagus coba kamu ulangi mungkin di hasil yang kedua akan menemukan titik terang untuk tuan besar" ujar kevin dengan panik setengah mati


"Jadi kamu bilang aku ini bekerja dengan tidak bagus gitu, oke sekarang aku hanya ingin memberi tahu tuan, kalau selama saya berkerja dengan bos besar aku belum pernah yang namanya gagal jadi kamu tidak berhak mengomentari tentang pekerjaanku" bantah riza dengan emosi


"Tapi saya memang tidak berbohong dengan tuan besar ataupun kepada tuan joko, karena saya memang mendengar berita tersebut secara langsung"


"Terkadang informasi suka salah atau tidak tepat dengan kenyataan tapi dengan bangganya kamu menceritakan itu kepada kami, jadi memang kamu ingin mempermainkan kita berdua"


"Tidak-tidak, Tuan besar tolong jangan marah dulu beri saja, saya misi untuk menyelesaikan masalah ini, dan saya berjanji kepada tuan besar kalau saya akan mendapatkan informasi tentang pria tersebut dalam waktu 2 minggu ini"


"Apa!!, bagaimana mungkin aku harus menunggu selama itu, akan ku beri kamu waktu 10 hari, dan dalam waktu itu kamu harus membawa pria tersebut kehadapan ku jika tidak kamu tahu akibatnya!!" ujar tuan besar dengan tatapan sadis


"Baik, tuan besar akan saya lakukan semaksimal mungkin" balas kevin yang meninggalkan ruang singgasana dengan wajah ketakutan


Cerita kenapa Riza tidak bisa membaca pikiran Ziel itu sebenarnya memang Ziel tidak mengetahui tentang pria api, karena putra ataupun Vera tidak pernah menceritakan itu kepada Ziel, walaupun ia punya dugaan terhadap putra namun ia tidak ingin memikirkan sesuatu hal yang tidak pasti jadi dia hanya perlu membuang dugaan itu terhadap putra


Di tengah orang banyak Ziel mulai berkata kepada pemimpin mawar hitam dengan nada tenang, "Boleh aku tahu siapa namamu?" tanya Ziel tanpa ada rasa takut di hatinya


"Haha,.. Baiklah aku akan memberi tahu nama asliku namaku adalah Nikolaus, aku tidak biasa di panggil nama itu, namun aku juga tidak bisa melupakan nama itu" jawab tuan besar dengan tertawa kecil

__ADS_1


"Maksud tuan Niko apa tentang tidak bisa melupakan nama itu, bukannya itu juga merupakan nama anda??"


"Sudah jangan banyak omong, sekarang joko kembalikan dia kembali ke sel, aku tidak ingin lama-lama melihat wajahnya" Perintah Niko


Dengan cepat ia menghilang dan muncul kembali di ketempat duduknya, sehingga orang-orang yang ada di sana sangat terkejut dengan kemampuan pemimpin mereka, tidak untuk miya kini miya semakin kesal dengan Tuannya karena sudah mempermainkan anggotanya selayak sampah, sedangkan kevin sudah berjuang keras untuk keberhasilannya


Disisi lain terlihat Ari yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah, dan ingin berencana untuk ke rumah sakit menjenguk Putra, karena Vera dan Maya masih berada disekolah karena mengikuti les tambahan saat itu ia berada dijalan tikus, untuk sampai lebih cepat namun tidak disangka ia bertemu dengan seseorang berjaket Kuning dan celana hitam namun sayang wajahnya di tutup dengan masker hingga membuat Ari tidak bisa melihat wajahnya langsung


Pria tersebut mendekati Ari lalu berkata, "Apa kamu pengguna element air?" tanya pria itu yang berhenti di sampai Ari


Dengan cepat Ari menciptakan pedang Es dan langsung menyerang pria tersebut tanpa berkata-kata, namun sebelum pedang es mengenainya, dengan cepat pria tersebut melesat menjauh ke belakang


"Kamu!!!, Jangan-jangan pengguna element Petir" terkejut Ari yang melihat pergerakan pria tersebut dengan sangat cepat


"Lain kali jangan salah paham dulu, tentang orang lain"


"Kalau begitu apa tujuanmu menemui ku?" tanya Ari yang masih memegang pedang Es


"Aku datang hanya ingin meminta bantuan kalian, terkhusus untukmu dan pria api yang sedang dirawat di rumah sakit itu"


"Tidak, kamu harus tau kami juga ada masalah di hidup kami, jadi kami tidak ingin menambah lagi dengan masalah tersebut" tolak Ari dengan tatapan dingin


"Tentu saja tidak sekarang tapi nanti setelah kalian bertambah kuat, karena dengan kemampuan yang sekarang kalian hanya membebaniku"


"Apa maksudmu!!, apa begitu caramu meminta bantuan" bentak Ari yang merasa diremehkan


"Aku tidak memaksamu ikut, tapi aku juga tidak ingin mati sendiri jadi aku beri kamu 2 pilihan, yang pertama ikut denganku lalu selamatkan dunia ini bersama-sama, atau yang kedua adalah mati bersama dengan musnahnya dunia"


"Apa maksudmu!!!"


"Tentu saja, lawan kita selanjutnya adalah pecahkan roh dari lawan terdahulu kita yaitu Tang san"


Seketika ari teringat dengan kata-kata Tang san yang pernah mengendalikan tubuh Putra, "Lalu kenapa kau memberitahukan ini kepadaku??" tanya ari dengan hilang kewaspadaannya terhadap pria yang ada didepan matanya


"Karena kekuatan Api dan Air, berperan besar terhadap keselamatan dunia ini, dan bukannya kalian sudah tahu tujuan sebenarnya kita adalah untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran" balas pria tersebut dengan tatapan serius


"Lalu ada berapa jumlah pecahan roh, dari kekuatan jahat yang akan kita lawan?!" tanya ari dengan menelan air liur akibat melihat tatapan pria berjaket kuning


"12 orang dan mereka sering dipanggil, 12 Gerbang hitam"


"12!!, kenapa banyak sekali" kejut ari dengan badan bergetar


"Sudah tidak ada gunanya aku membahas semuanya disini, aku takut nanti kamu malah terbawa mimpi, tapi ada satu hal yang perlu kamu tahu sekarang yaitu ikut bersamaku atau melihat orang tersayang mu musnah" balas pria tersebut dengan cepat melesat pergi meninggalkan Ari


Saat itu Ari sudah tidak tahu harus berkata apa-apa lagi, karena musuh mereka tidak hanya mawar hitam, tapi 12 Gerbang hitam juga adalah musuh mereka sekarang


Namun satu hal yang pasti apapun yang terjadi kedepannya mereka pasti akan saling bersama dan akan terus menjalin ikatan persahabatan manusia super, untuk membantu menyingkirkan manusia kegelapan, karena hari sudah mulai gelap ia mencoba untuk melanjutkan perjalanan untuk ke rumah sakit dan untuk masalah ini, Ari ingin tutup mulut terhadap semuanya karena ia takut akan menambah beban bagi mereka

__ADS_1


__ADS_2