Fire And Water

Fire And Water
Cp 24# Kontrak


__ADS_3

Enam Jam telah berlalu, Putra dan Vera masih menunggu di sana tanpa ada tanda-tanda Ari akan datang menjemput, bahkan perut vera saat itu sudah berkali-kali berbunyi, untuk putra dia terasa ingin tewas karena sudah bosan menunggu,


"Ya,.. Ampun sebenarnya mereka itu ingin menjemput atau tidak sih!!!" ketus Vera dengan marah karena kesal menunggu


"Mau bagaimana lagi, kita sudah tidak mempunyai uang untuk pulang, sedangkan perjalanan kita menuju ibu kota sangat jauh jadi kita hanya bisa ?menunggu mereka disini"


"Tapikan, aku sudah sangat lapar kamu bayangkan saja aku sudah tidak makan dari kemarin malam, semuanya gara-gara siapa coba!!"


Dengan seketika Putra mulai mengingat kejadian di kapal, waktu itu di kapal terdapat banyak makanan untuk persediaan mereka selama perjalanan namun sayangnya karena putra tidak mengetahuinya akhirnya ia makan hingga tersisa sedikit sedangkan makanan itu harus di cukupkan selama 4 harian


Akibatnya mereka sering kali menahan lapar agar bisa sampai ke negara Mars tanpa mati kelaparan, dengan rasa menyesal, Putra memutuskan untuk menahan makan selama perjalanan, namun karena Vera perduli dengan putra jadinya ia ikut membagi makanan yang tersisa di kapal


"Heh,.. Maaf, lagian aku juga tidak tau kalau itu buat stok makanan kita selama perjalanan" ucap Putra dengan wajah malu


Hingga tak lama datang mobil mewah di dapan mereka, yaitu yang datang untuk menjemput Putra dan Vera, disaat itu Maya keluar dari mobil ia langsung berlari memeluk Vera dengan perasaan khawatir dan rindu, sedangkan Putra dan Ari mereka hanya saling tatap


"Syukurlah,.. Kak Vera tidak apa-apa, aku sangat khawatir dengan kakak karena aku dengar rumah kakak diserang oleh ******* jadinya aku sangat takut kalau terjadi sesuatu dengan kak vera?" ucap Maya sambil memeluk vera


"Sudahlah, kakak tidak apa-apa sebelum itu mari kita cari restoran, kakak sekarang ini sudah sangat lapar" balas vera


"Tapi setelah itu kakak harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di sana!!"


"Baik"


Saat itu mereka langsung pergi menuju rumah makan terdekat, walaupun dengan berat hati terpaksa ari harus menumbalkan uangnya untuk memberi 3 orang makan di restoran yang mahalnya di atas rata-rata


Di restoran vera mulai memberi tau apa yang terjadi selama ia berada di tempat ayahnya, tentu saja ari dan Maya, sangat terkejut karena mawar hitam yang memilki anggota begitu banyak bahkan bisa mengalahkan tentara terlatih milik ayah vera


"Jadi paman Ziel, sudah tertangkap oleh mereka kalau begitu apa bedanya dengan ibuku" saat itu Ari tidak tau harus berkata apapun karena memang mawar hitam sudah membuat keonaran bagi umat manusia


"Tapi kalian tenang saja, aku sudah memiliki cara agar kita bisa melawan kembali organisasi mereka" ujar putra yang mengagetkan Ari dan Vera


"Apa!!!, dari mana kamu mendapatkan ide itu Jangan-jangan kamu mau menyerahkan diri ke sana lalu membobol pertahanan mereka dari dalam, kalau kamu ingin bilang seperti itu maka terpaksa aku harus mengajar mu biar otakmu encer" kaget Ari dengan menuangkan semua isi pikirannya


"Tentu saja aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan, Ari"


"Lalu apa rencana mu, Putra" sambung Vera dengan wajah sedikit bingung


"Aku akan pergi bertemu dengan 20 negara aliansi yang dibentuk ayahmu"


"Apa!!, bagaimana caranya, kamu seharusnya tahu kalau itu bukanlah pertemuan biasa jika kamu gabung ke sana kemungkinan kamu akan ditangkap oleh penjaganya"


"Tentu saja, aku harus pergi bersamamu Vera karena kamu adalah anak dari paman Ziel yang sudah jelas memiliki kekuasaan dalam rapat tersebut"


"Tapi aku sama sekali belum pernah menghadiri rapat tersebut selama aku tinggal dengan ayahku"


"Haha,.. Kamu tenang saja, kalau masalah berbicara biar aku yang mengurusnya" balas putra dengan tertawa kecil


Maya dan Ari hanya bisa tersenyum melihat keakraban mereka, walaupun putra tidak memiliki apapun di hidupnya tapi ia masih memiliki perasaan perduli akan Vera yang membutuhkan bantuannya

__ADS_1


Waktu terus berlalu hingga waktu menunjukkan malam hari, saat itu mereka memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke rumah putra agar bisa beristirahat jika masalah ibunya putra bisa di jenguk besok hari


Di rumah letaknya diruang tamu, Putra, vera, maya dan ari sudah berkumpul sambil membahas langkah selanjutnya, dan ari juga menceritakan apa yang terjadi selama seminggu ini ketika mereka pergi


Sebenarnya tidak banyak yang terjadi hanya anggota OSIS telah mendapat kabar kalau musuh akan menyerang dalam beberapa bulan lagi, dan mereka berencana untuk menyerang negara selanjutnya, karena Rian yang ada di sana juga tidak tau pasti negara mana yang akan diserang


Tapi ada kemungkinan mereka akan menyerang wilayah Scarlet, karena negaranya memiliki sumber daya berlimpah dan ekonominya juga sangat kaya raya, dan untuk pemimpin mereka kak rian telah mendapat kabar kalau saat ini dia sangat kuat bisa dibilang kekuatannya menandingi kekuatan element


"Apa!!, kenapa bisa begitu padahal setahuku kekuatan element adalah kekuatan khusus untuk manusia beruntung, tapi kenapa ada manusia yang bisa menandingi element padahal hanya bakat tiruan" ucap Vera dengan terkejut sekaligus tidak menyangka akan pemimpin mawar hitam yang begitu kuat


"Aku tidak tau pasti, tapi memang seperti itu yang aku dengar dari andrian, jika kamu tidak percaya kamu bisa menemuinya di sekolah, dan lagi kamu dan putra di suruh untuk masuk sekolah secepatnya karena kalian bisa ketinggalan pelajaran" balas Ari


"Baiklah, aku percaya denganmu"


Hingga tak lama, akhirnya mereka sadar kalau selama pembicaraan berlangsung putra sudah tertidur ditempatnya, bahkan Maya yang ada di sampingnya tidak sadar kalau putra sudah tertidur dari tadi


"Kak putra, bangun,.. " Maya yang ingin membangunkan putra namun Vera melarangnya karena ia tahu kalau putra sudah berjuang keras selama Putra bersamanya


"Biarkan saja maya, aku tahu kalau dia sudah berjuang keras untukku selama peperangan maupun di perjalanan pulang jadi biarkan saja dia beristirahat dulu, kalau masalah ini biar aku saja yang menjelaskan kesimpulannya besok"


"Baiklah kak Vera"


"Sudah malam, lebih baik kita langsung istirahat saja karena besok kita masih membutuhkan stamina agar bisa beraktivitas kembali" usul Vera


"Iya, kak Vera ada benarnya, aku juga ingin istirahat dulu mungkin aku lelah karena aku sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh"


Sedangkan Ari hanya tersenyum lalu berkata kepada putra, "Kamu sudah melakukan yang terbaik, kawan" sebelum Ari meninggalkan putra untuk tidur di kamarnya


Disisi lain secara tiba-tiba putra tersadar di alam bawah sadarnya dan bertemu dengan inti jiwa api, yang selama ini memberikannya kekuatan api, "Hey,.. Bocah, apa kau siap untuk menerima kekuatanku?" tanya inti jiwa api yang ada didepan mata putra


"Tunggu,. Dulu aku sama sekali tidak tau maksudmu!!" bingung putra dengan nada panik akibat melihat bola inti yang menyerupai matahari


"Aku akan memberikan kamu, kekuatanku dengan kata lain kita akan menjalin kontrak bersama-sama"


"Kontrak, memangnya selama ini kita tidak pernah ada hubungan?"


"Tidak, karena selama ini kamu hanya meminjam kekuatanku dan itu terbatas, namun jika kamu menjalin kontrak denganku maka tidak hanya kekuatanku yang akan aku berikan tapi aku akan melindungi mu dari bahaya"


"Lalu dengan cara apa kamu bisa melindungi ku dari bahaya?"


"Hahaha,.. Jawaban sama seperti kamu mengamuk di tempat Ziel"


tak lama putra terkejut, dengan tiba-tiba terdengar suara Tang san yang memanggil namanya, "Putra, kamu bisa mendengar suaraku?" teriak Tang san yang mencoba memanggil putra


"Iya, aku dengarnya ada apa Tang san"


"Aku hanya ingin bilang, jangan menjalin kontrak dengannya, karena dia hanya ingin melahap roh dan tubuhmu saja"


"Cih,.. Dasar bocah bau kencur, beraninya dia ikut campur urusanku" ketus inti jiwa api

__ADS_1


Putra yang mendengar itu langsung percaya kalau perkataan Tang san, adalah kebenaran dengan cepat ia berlari menjauh dari inti jiwa, dan berkata "Tang san!!, sekarang teleportasi aku" batin putra yang mencoba menghubungi Tang san


Dengan seketika putra kembali menghilang dan muncul dihadapan Tang san, dengan santai ia berkata, "Kita bertemu lagi, Putra"


"Heh,. Aku kira kau tidak mendengar ku"


"Haha,.. Lagian untuk apa juga aku membantumu sebenarnya juga gak ada untungnya, ya" cibir Tang san yang memiliki maksud lain


"Terimakasih, atas bantuan mu" ucap putra dengan malu-malu


"Oke,. Lalu bagaimana dengan kata-katamu yang dulu, apa kamu ingin menjadi kuat?"


"Iya, aku ingin menjadi kuat"


"Bagus, kalau begitu mari kita menjalin kontrak!!"


"Hah!!" kenapa harus menjalin kontrak dulu padahal kan, bisa berlatih saja biar lebih efektif" ujar putra


"Kadang melatih seseorang memang bisa membuat bertambah kuat, namun kita berbeda aku hanya seorang roh jadi mana bisa aku melati mu di dunia nyata, jadi satu-satunya cara agar aku bisa melatih mu, hanya dengan menjalin kontrak"


"Lalu dengan adanya kontrak, apa saja kerugian dan kentungan untuk aku?" tanya putra untuk memastikan


"Kamu tidak memiliki kerugian sama sekali dalam kontrak, justru kamu akan selalu mendapat keuntungan"


"Apa saja itu?"


Akhirnya terpaksa Tang san harus menjelaskan detailnya kepada putra, keuntungannya hanya Putra bisa menggunakan kekuatan atau kapasitas stamina milik Tang san, agar ketika pertempuran terjadi, tidak akan ada yang namanya putra kehabisan tenaga


Dan untuk yang kedua putra akan semakin mudah untuk berkomunikasi maupun meminta Tang san mengambil alih tubuhnya, disaat keadaan sulit atau berbahaya, dan untuk yang terakhir putra akan bisa mempelajari ilmu yang dimiliki oleh Tang san,


Selama hidupnya mau itu bela diri, ilmu meracik ataupun ilmu yang lainya, itulah yang dijelaskan Tang san kepada putra secara panjang lebar, putra yang mendengar penjelasan tersebut merasa tidak dirugikan sama sekali


"Baiklah kalau begitu, dan maafkan aku jika aku sudah pernah memikirkan hal aneh tentangmu" Putra yang seketika berubah setelah mendengar penjelasan tersebut


"Hah,... Anak jaman sekarang hanya mau untungnya saja" keluh Tang san yang menghembuskan nafas


"Kalau begitu sekarang kita harus apa agar bisa menjalin kontrak?"


"Sekarang jabat tanganku" ucap Tang san yang mengulurkan tangannya, putra yang saat itu tidak tau apapun akhirnya hanya menurut dan mulai menjabat tangan Tang san


Sampai dimana ruang dimensi tersebut dengan serentak langsung berguncang yang menandakan akan hadir suatu kekuatan yang besar, namun sebelum kontrak Putra selesai, Tang san langsung berkata, "aku lupa memberi tahu mu Putra, sebenarnya ketika kita menjalin kontrak akan ada efek sampingnya, dan efek sampingnya itu adalah kamu akan demam selama 3 hari" setelah Tang san memberi tahukannya kepada putra dengan kaget putra ingin marah namun sudah terlambat karena ritual penjalin kontrak telah selesai


****


Keesokan harinya Vera mencoba untuk membangun putra karena sudah waktunya makan pagi namun usahanya gagal, karena cemas Vera mencoba mengecek suhu tubuhnya untuk memastikan kalau dia baik-baik saja


Dan siapa sangka kalau putra saat itu terkena demam yang sangat tinggi karena panik, Vera langsung memanggil Ari dan maya yang saat itu berada di dapur bersama, dan alangkah terkejut ari dan Maya yang melihat suhu tubuh putra yang sangat tinggi


Karena panik Vera dan yang lainnya langsung membawa putra ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa lebih lanjut oleh ahlinya, dan setelah di periksa ternyata putra hanya terkena demam biasa tapi anehnya suhunya sangat tinggi, hingga membuat dokter yang ada di sana sangat kebingungan

__ADS_1


__ADS_2