Fire And Water

Fire And Water
Cp 81# Api Hitam


__ADS_3

Pandangan Nico mulai terpaku pada beberapa tentara yang waktu itu masih kalang kabut setelah terjadi ledakan dari pesawat tempur yang mendarat tak wajar akibatnya ledakan tidak terelakkan lagi, sehingga dampaknya tidak hanya untuk tentara sekutu tapi istana kuno kini 60% telah rata dengan tumpukan batu bata walaupun tidak tembus ke ruang bawah tanah


Dengan tatapan sinis yang mulai terfokuskan pada tentara Sekutu, Nico hanya menghela nafas pelan sambil bergumam, "Sepertinya kebangkitan ku untuk kedua kali harus disambut oleh beberapa masalah" Nico yang tidak goyah dalam menatap manusia dihadapannya untuk melakukan observasi yang kini mulai menduga kalau tentara dihadapannya bukanlah lawan yang mengancam dirinya


"Mereka bukan ancaman ku" gumam Nico yang menyambung


Setelah beberapa saat kini debu yang menutupi pandangan telah berlalu bersama dengan angin malam yang berhembus pelan, bahkan ketika debu menghilang tentara Sekutu butuh beberapa menit untuk menyadari kehadiran Nico yang saat itu sudah di bawah kendali Zhang Xuan, tidak lama salah satu di antara mereka melihat Nicolaus yang sudah berdiri di tumpukan puing-puing istana


Yang tingginya hampir 3 meteran, setelah itu komandan mereka mengangkat senjatanya lalu bertanya dengan nada penuh penekanan, "Siapa kamu, dan bagaimana caramu untuk bisa ada di sana!!"


"Apa hubungannya denganmu?" tanya balik Nico dengan tatapan intimidasi, walaupun Tentara Sekutu tidak dapat melihat aura seseorang, tetapi mereka bisa merasakan hawa dingin yang sangat mencengkram sampai-sampai terasa dada sedang dicekik amat keras


"Argh,.. Sialan, apa-apaan ini!!" batin Jenderal Lion dengan menggertak gigi


"Kenapa diam?!" nada tanya yang penuh dengan aura pembunuh membuat Komandan tentara tidak bisa berbuat banyak


"Berhenti menatap ku, brengs*k" teriak Komandan yang tak karuan diakibatkan rasa takut mendominasi jiwanya bahkan jari telunjuk sudah siap di pelatuk senjata mesin yang siap menembak kapan saja


"Hah!!.. Kamu bilang aku brengs*k?" tanya sekali lagi untuk memastikan kebenaran dari ucapan Komandan Sekutu namun hasilnya malah membuat Komandan tersebut tersungkur dan menjatuhkan senjata ketanah, dengan tatapan takut tubuhnya mulai gemetar sampai-sampai kini tatapannya kosong bagaikan roh yang telah dibawa pergi oleh mahluk pencabut nyawa


Semua itu karena tatapan Nicolaus yang begitu dingin dan aura bengis terpancar dari dalam tubuhnya namun bedanya kali ini aura tersebut terfokuskan dalam satu titik yaitu Komandan tempur milik Mars yang akhirnya malah menggila sendiri, dimana seluruh tubuh gemetar hebat, badan tersungkur ke tanah dengan kaki bertekuk lutut dan tatapannya sudah kosong bagaikan seseorang kehilangan jiwanya


"Hey,.. Ada apa?!!" tanya jenderal Lion dengan wajah panik akibat melihat Komandan bertingkah aneh


Namun ucapan jenderal tidak direspon oleh Komandan, justru orang tersebut malah jatuh pingsan dalam posisi tengkurep, kejatuhannya membuat seluruh tentara yang ada panik setengah mati, akibat tiada angin dan hujan komandan tersebut pingsan tanpa sebab


"Dia kenapa?!" tanya jenderal dengan kebingungan sehingga salah satu diantara mereka menghampiri tubuh komandannya untuk memeriksa keadaannya saat itu dan tidak lama kemudian tentara tersebut berkata


"Dia pingsan jenderal" serunya sambil menatap dalam ke arah atasannya, sehingga jenderal tertegun sejenak sebelum ia memalingkan pandangannya ke Nicolaus yang masih setia berdiri dalam sorot mata tajam bagaikan berati


"Kau apakan dia?!" tanya jenderal dengan nada yang menegaskan kalimatnya hingga Nicolaus tampak mengernyitkan alis seraya mengatakan dengan nada penuh penekanan, "Apa kamu tadi melihat aku yang melakukannya?" pertanyaan itu membungkam erat mulut jenderal sehingga tak mampu berkata-kata lagi


"Sial, sebenarnya siapa dia kenapa hati ku berkata jangan melawannya" batin jenderal dengan hal-hal mengerikan terus menghantui di dalam benaknya


"Apa sekarang aku boleh bertanya kepada kalian?!" ujar Nicolaus yang sudah dikendalikan oleh manusia lain


Jangankan untuk melawan, menatap matanya pun seluruh orang sudah bergidik ngeri, tidak terkecuali jenderal sendiri yang sembari tadi hanya bisa diam melihat Nico dari jauh


"Hah!!" bingung jenderal Lion dengan wajah sedikit terheran-heran, bahkan kebingungannya tidak hanya untuk dia tapi rekan yang lainnya pun ikut bingung dengan ucapan Nicolaus


"Aku akan bertanya sekali lagi kepada kalian semua, Apakah aku boleh bertanya?" tanya sekali lagi yang kini malah membuat seluruh orang ketakutan, karena aura yang dikeluarkan jauh berbeda dari sebelumnya


"B-baiklah" jawab jenderal Lion dengan gagap akibat rasa takut yang mendominasi tubuhnya


"Apa kalian tahu dimana lokasi anak Firdaus sekarang?!" tanya Zhang Xuan dengan datar, akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ia mau karena seluruh tentara saling menatap dan bertanya satu dengan yang lain tentang anak Firdaus


"Siapa yang dimaksud orang ini?" gumam jenderal lion dengan menggertak gigi


"Aku tanya sekali lagi, apa kalian tahu dimana anak Firdaus?"


"Hey.. Apa kamu ini bodoh, mana mungkin kami tahu dengan orang yang kamu maksud itu" sewot salah satu tentara dengan wajah jengkel

__ADS_1


"Kalau begitu matilah" ketus Nico yang membuat seluruh tentara ketar-ketir dengan perkataannya bahkan ada sebagian orang yang berkata kalau ucapan tersebut hanya gertakan namun kenyataannya berbeda dengan apa yang mereka duga, Nico yang sembari tadi berdiri di hadapan mereka kini membunuh salah satu tentara yang ada diantara mereka tak lain adalah tentara yang menjawab perkataan Nicolaus dengan nada tinggi


Jenderal yang dari tadi tidak melihat pergerakan Nicolaus kini sontak terkejut dengan apa yang diri-Nya lihat, karena bawahannya mati dengan tubuh tertusuk sebuah tongkat hitam layaknya bara api yang dibentuk sedemikian rupa sehingga ketajamannya menebus dada kiri sang korban dalam beberapa saat


Bahkan korbannya tidak mampu berkata sebelum tongkat api hitam itu membakar tubuh hingga tidak tersisa, jenderal dan yang lainnya kini ketakutan dengan apa yang mereka lihat karena momen itu adalah sesuatu momen yang tidak masuk akal bagi manusia biasa seperti mereka


"Apa-apa ini?" bingung jenderal dengan badan ketakutan setengah mati setelah kejadian tersebut berlalu, ada seorang tentara yang melepaskan tembakan ke arah Nico dengan begitu ganasnya dengan cara pelatuk senjata tidak ia lepas sebelum amunisinya habis


Karena marah yang memuncak membuat seluruh tentara yang ada ikut menembakinya dengan mata yang tak berkedip, kecuali jenderal yang dari tadi hanya melamun sambil memperhatikan setiap tentaranya memberondongkan tembakan kearah pria yang tak dikenal


Tidak selang lama akhirnya seluruh tentara kini kehabisan amunisi yang ada di magazine setiap senjatanya, "Sial, peluruku habis!!" ketus salah satu tentara yang melepas magazine dari senjata dengan berencana untuk mengisi ulang peluru


"Sudah cukup, menurutku dia sudah mati" ujar jenderal dengan memberi kode tangan


Sehingga seluruh tentara yang ada menghentikan tembakannya dan melirik ke arah target karena seusai tembakan terlihat debu mulai berhamburan ke arah objek, namun tidak lama kemudian akhirnya debu tersebut terbawa angin dan mendapati Nicolaus yang masih setia berdiri ditempatnya dengan kobaran api hitam menyelimuti tubuhnya


"Apa, semua tembakan dari puluhan tentara tidak ada satupun yang berhasil mengenainya!!" Jenderal Lion yang tertegun dengan apa yang diri-Nya lihat, karena hasil dari berondongan senjata tidak ada yang berhasil melukai tubuhnya


"Kenapa, Apa kalian terkejut?" tanya Nico yang memasang muka datar, tidak lupa dengan tatapan dinginnya sampai-sampai seluruh tentara gemetar ketakutan dengan fenomena yang mereka lihat saat itu


"Apa-apaan ini, siapa dia sebenarnya kenapa tadi dia bisa membunuh tanpa menyentuh, dan sekarang pun dia tidak terluka padahal ratusan butir peluru telah memberondongnya, apa jangan-jangan dia monster" batin Jenderal yang berasumsi tentang Nicolaus


"Apa kalian sudah puas menembaki ku?!" ucapan Nicolaus yang disertai tusukan api hitam di antara mereka dengan kecepatan tidak terlihat hingga mengenai dada kiri salah satu tentara


"Argh.." rintihan tentara tersebut sebelum hangus bersama tubuhnya yang dibakar hidup-hidup oleh api hitam


Tentunya hal tersebut membuat seluruh tentara berhamburan untuk berlari menjauhi Nicolaus yang waktu itu sudah menatap mereka dengan bengis, sampai-sampai tanpa disuruh jenderal mereka berlari meninggalkan tempatnya bahkan ada sebagian tentara yang melepaskan senjatanya untuk meringankan beban ketika mereka berlari


Namun nasib berkata lain dimana Nicolaus mengangkat tangannya ke langit sehingga membentuk tombak dalam jumlah banyak dan menghempaskan nya kebawah, semua itu bagaikan kode tangan untuk kekuatannya, karena ketika tangannya dihempaskan, puluhan tombak api hitam mengejar setiap targetnya yaitu tentara yang sudah berurusan dengan orang yang salah


Sempat ada dimana jenderal Lion yang melotot ketika melihat kematian rekannya, di waktu bersamaan karena jumlah tentara waktu itu tidak bisa dibilang sedikit, karena dari jumlahnya saja sudah puluhan dan itu belum jumlah pastinya, dan diantara mereka tidak ada satu pun orang yang tidak ikut menembaki Nicolaus selain dirinya


"Brengs*k!!" kupat Jenderal dengan menggertak gigi sambil mengepalkan tangannya


"Haha,... Manusia tidak tahu diri sudah seharusnya mati" tawa jahat Nicolaus dengan disertai senyum sinis nya


"Dasar Monster!!" gumam Lion yang mengumpat Nico dari balik rasa jengkel dan takut yang menjadi satu dalam perasaannya


"Apa tujuanmu!! Membiarkan aku hidup?" tanya jenderal Lion yang sudah mulai pasrah dengan keadaannya


"Tujuanku, tidak lain dan tak bukan hanya ingin meminta bantuan mu untuk mencari anak Firdaus!!"


"Harus berapa kali aku bilang kalau aku tidak tahu apapun tentang orang yang kamu maksud itu"


"Kamu pasti tahu, dan aku yakin sekali kalau kamu sudah tahu dengan orang yang aku maksud"


"Dasar gila, dia berkata seakan-akan aku tahu semua tentang isi dunia ini" batin jenderal dengan resah


"Kenapa kamu diam, atau kamu lebih memilih untuk mati?"


"Aku diam bukan berarti aku tidak takut mati, lagian disini aku sudah terkepung oleh api mau bagaimana pun aku akan tetap mati, jika bukan di tanganmu maka di api tersebut" ucap Jenderal lion

__ADS_1


"Justru karena hal itu, aku merasa api dibelakang mu disebabkan oleh seseorang bukan dari kecelakaan pesawat ini" balas Jenderal yang melahap api yang disebabkan oleh ledakan pesawat tempur dengan cara menyedot apinya untuk menjadi satu dengan aura hitamnya


"Dia melahap api ledakan, bagaimana bisa?!!" bingung jenderal yang ternganga dengan ekspresi terkejut, sehingga tidak lama api ledakan yang membakar area istana kini telah hilang dalam beberapa saat ketika Nico menyedotnya menjadi satu dengan kekuatannya


Berbeda dengan api yang ada dibalik punggung jenderal Lion yang bisa dibilang disebabkan oleh Putra, dimana api tersebut masih melahap pepohonan dengan ganasnya hingga panas terasa seperti membakar punggung Jenderal walaupun saat itu jaraknya sedikit jauh


"Jangan bilang maksudmu, kamu bertanya tentang siapa yang membakar hutan ini?!" tanya jenderal dengan wajah panik karena api yang disebabkan ledakan kini telah hilang total


"Benar, aku merasakan kalau api ini sama seperti api yang pernah ku lawan dulu" ujar Nico yang waktu itu teringat dengan pertarungannya dengan Firdaus beberapa tahun lampau


"Putra, aku yakin orang yang menyebabkan ini semua memang Putra, tapi aku tidak tahu apa mau orang ini, jika dia ingin membunuh Putra maka aku harus menyampaikan berita ini kepadanya, karena dia adalah orang yang berbahaya" batin jenderal yang memasang wajah was-was


"Kenapa kamu diam lagi?" tanya sekali lagi dari Nico yang membuat Lion tersadar dari lamunannya


"Ada perlu apa kamu dengannya?" bukannya menjawab, jenderal Lion justru malah bertanya balik kepada Nico tentang tujuannya


"Bukan urusanmu!!" tanya Zhang Xuan dengan datar walaupun saat itu yang terlihat secara fisik adalah tampang Nico


"Kalau begitu tidak ada urusan untuk ku menjawab pertanyaan mu, bukan" dengan berani Jenderal lion berkata seperti itu, sampai-sampai Nico menghempaskan tombak api hitam yang secepat angin melewati Lion, dan meledak dibalik punggung hingga Lion diam mematung karena tombak tersebut tidak mengenainya namun menggores sedikit pipinya sehingga mengeluarkan darah dari goresan tombak


"Tadi itu meleset atau memang sengaja untuk tidak mengenai ku" seketika pengamatan tentang tombak tersebut mulai menghantui didalam benaknya bahkan ucapannya tidak keluar walaupun se'huruf


"Aku tanya sekali lagi, apa kamu tahu dimana anak Firdaus berada!!" tanya Nico yang seketika mendesak Jenderal untuk berkata dengan jujur


"Aku tidak tahu tempat pastinya, namun aku bisa menjamin kalau dia masih ada di pulau ini" jawab jenderal dengan gagap walaupun didalam hatinya tidak ingin berkata tapi ketakutan telah menghantui pikirannya sehingga seluruh kata-katanya keluar dari alam bawah sadarnya


Bahkan sorot matanya kini kosong akibat depresi berat, walaupun sering melewati kematian dalam perang, namun baru pertama kalinya ia melihat kekuatan manusia yang sangat luar biasa, bahkan dia sempat berfikir bagaimana jika orang seperti Nicolaus menghancurkan satu negara tentunya hal tersebut sempat terbesit dalam benaknya


"Apakah aku bisa percaya 100% dengan ucapan mu" tanya Nico dengan tatapan tajam


"Memangnya aku bisa berbohong di situasi seperti ini" ucap jenderal yang masih kosong dalam tatapannya bahkan tubuhnya sudah seperti boneka yang dikendalikan oleh seseorang


"Hmm,... Kamu benar, kalau begitu kamu sudah tidak berguna bagiku, selamat tinggal" ucap Zhang Xuan yang menghempaskan sebutir tombak ke arah dada jenderal hingga tembus dalam satu lemparan yang kecepatannya secepat angin


"Sial, kenapa nasibku begitu sial" batin jenderal sebelum terbakar oleh api hitam hingga lenyap tak tersisa


Nicolaus yang dikendalikan oleh Zhang Xuan kini tersenyum puas bagaikan seorang anak kecil yang bertemu mainannya, "Akhirnya aku bisa bertemu dengan kekuatan ini lagi" seru Nico yang tersenyum sinis. Di samping itu terlihat segerombolan orang yang sudah berada didekat lokasi tempat Nico berada antara lain Ari dan timnya


"Ari, apa kita masih jauh dari lokasi?" tanya Sonia dengan lirih karena sudah beberapa saat dia menghabiskan waktunya untuk berjalan kaki menelusuri pedalaman hutan


"Kalau dari keadaan api sepertinya kita sudah dekat dengan lokasi" jawab Ari


"Baguslah, kita sudah berjalan selama 18 menit dan ini pun kita tidak tahu seberapa jauh lagi kita akan berjalan" keluh sonia


"Sini biar aku gendong" tawar andrian dengan malu-malu


"Eh,.. Sepertinya tidak usah deh, lagian aku masih kuat bejalan walaupun kaki sedikit sakit" tolak Sonia yang sama-sama merona dihadapan pasangannya, sampai-sampai Ari dan Rico jengkel sendiri ketika mendengar perkataan dari sepasang kekasih tersebut.


**********


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖

__ADS_1


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋


__ADS_2