
Sehingga pada waktu itu Putra dan pria misterius tersebut hanya saling menatap tanpa ada pergerakan diantara mereka bahkan Krise yang masih menahan sakit hanya bisa termenung sambil menunggu serangan lebih lanjut dari sang adik, jadi beberapa saat suasana sangat hening dan sunyi kecuali bunyi api yang ada disekitar mereka, "Putra, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Krise dalam hati yang tidak goyah dalam menatap adiknya
Tapi ketika ia masih menatap, tiba saatnya Putra melesat dengan kecepatan penuh tanpa ada aba-aba lagi, seperti biasa Putra bergerak dengan kecepatan maksimal jadi dirinya tidak bisa dilihat oleh manusia biasa karena yang mereka lihat nantinya hanya kobaran api yang melintas didepan mata
"Insting ku berkata harus lebih berhati-hati dengannya" gumam pria misterius tersebut dengan mengernyitkan alisnya seraya menunggu momen tepat untuk menyerang balik
Duak...
Terlihat pria misterius tersebut berhasil membelokan serangan Putra dengan satu tangan saja, dan menyerang seperti yang pernah dia lakukan terhadap Krise yaitu menggunakan sikut nya tapi dengan tangkas Putra bergerak mundur lalu menyerang menggunakan kakinya yaitu tendangan T
Namun usahanya harus berakhir dengan hasil yang Nihil karena belum sempat mengenai dada lawan, pria misterius tersebut telah lebih dulu membangun defense menggunakan kedua tangannya, setelah kegagalan itu dengan segera Putra mengambil langkah mundur dengan melompat dari satu tempat ke tempat yang lain
Tentu saja musuhnya tidak sebodoh itu karena posisi putra sangat mendesak membuatnya dengan cepat mengambil langkah maju dan menyerang perut Putra secara frontal sehingga Putra harus terpental mundur dan terbanting ke lantai dengan tulang yang berbunyi
hal hasil Putra langsung knock ditempat tanpa ada tenaga untuk membuatnya kembali berdiri, "Sial, Sial, kenapa aku begitu ceroboh" umpat Putra pada diri sendiri
"Sudah Selesai!!" ucap Pria misterius tersebut yang mengarahkan satu jari telunjuk kearah Putra yang masih lemah tak berdaya, sehingga dalam waktu singkat keluar kekuatan hitam pekat yang ukurannya sekecil biji namun mengarah ke Putra dengan kecepatan penuh layaknya sebuah tembakan
Namun belum sempat mengenai kepala Putra, Krise telah lebih masuk diantara mereka yang langsung menghalau serangan musuh walaupun harus mengorbankan tangannya yang terkena dan terluka cukup parah
"Argh.. Sakit" gumam Krise yang merintis akibat luka di tangannya telah menembus tulang walaupun sudah menggunakan kekuatannya tapi hal tersebut tidak mampu menghalau kekuatan musuh
"Kakak!!!" panggil putra dengan nada khawatir sehabis melihat kakaknya terluka
"Haha.. Aku tidak apa-apa kok" jawab Krise dengan keringat dingin mulai bercucuran bahkan tanpa sadar kakinya sudah gemetar tak karuan
"Dasar manusia keras kepala" umpat pria misterius dengan mengerutkan alisnya
"Bukannya kamu diperintahkan untuk menangkap Putra, lalu kenapa kamu berniat untuk membunuhnya" tanya Krise
"Memang aku diperintahkan untuk menangkapnya tapi bukan berarti aku harus membawa tubuh yang hidup?"
"Maksudmu, kamu akan membawa tubuh putra dalam keadaan mati!!" tanya Krise dengan nada datar
"Tentu saja" jawab pria misterius tersebut dengan mengerutkan kening walau dia berkata seperti itu tapi sebenarnya dia juga takut ketika tuannya melihat tubuh orang yang dirinya pinta mati
"Ternyata kamu memiliki keberanian untuk menentang tuan mu yah"
Mendengar sindiran dari krise, wajah pria tersebut langsung merah padam tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, "Sialan, dia sedang mengejekku rupanya" umpatnya dalam hati dengan mengepalkan kedua tangan
"Haha.. Ternyata memang hanya gertakan" tawa kecil Krise dengan wajah sedikit di permainkan sehingga lawannya akan terpancing emosi
"Brengs*k" dengan kecepatan maksimal ia melesat kearah Krise dalam keadaan amarah yang membara sehingga mampu krise bertahan dengan ketangkasan yang dimilikinya walaupun hanya satu tangan tapi kekuatan dan pengalaman telah membuatnya berada dilevel yang berbeda
Dengan kecepatan yang tidak terlihat mampu krise bertahan beberapa saat sebelum dirinya mendapat pelung, yaitu disaat lawan tidak konsentrasi kepada pertahanan melainkan pada lukanya sampai-sampai musuhnya telah membuat celah dan dalam waktu singkat krise berhasil meninju wajah lawan hingga terpental beberapa langkah
"Huh... Tadi hampir saja!!" gumam Krise yang kembali memegangi tangannya karena sembari tadi ia menahan sakit selama bertahan dari serangan lawan
"Pukulan yang cukup Great..." puji Putra dari jauh tanpa memalingkan padangan
__ADS_1
"Dasar manusia sampah!!" umpat pria misterius tersebut dengan luka lebam di wajah dengan berusaha ia kembali bangkit sambil memasang posisi siaga karena dirinya akan melancarkan serangan secara brutal akibat melihat dirinya selalu dipermainkan
"Hah.. Kamu ngomong apa?" ejek Krise dengan menyipitkan mata sebelah, namun karena hal itu juga Krise tidak sadar kalau dirinya telah membuka peluang amat besar bagi lawannya karena tubuhnya terbuka tanpa kuda-kuda, terutama pada posisi kewaspadaan
Syutt...
Dalam sekejap pria misterius tersebut melesat tanpa ada aba-aba, bahkan untuk melihatnya saja Krise tak sempat dan hal yang dirinya ingat hanya pukulan telak diperut akibatnya ia harus terpental dengan darah keluar dari mulut tidak sampai disitu bahkan setelah Krise tergeletak dilantai pun pria tersebut masih menyerangnya secara brutal yaitu dengan cara menendang pinggul Krise sehingga harus terpental lagi
Dan tentunya memuntahkan darah tapi untuk kali ini darah yang keluar bisa di bilang tak sedikit akibatnya Krise tidak sadarkan diri walaupun pada saat itu ia masih melayang di udara seusai ditendang dengan tenaga oleh lawannya bahkan aksi tragis tersebut di tayangkan dihadapan Vera yang secara tak sengaja kembali lagi untuk memeriksa keadaan Putra dan Krise
Namun siapa sangka kalau kejadian tersebut harus terjadi bahkan jenderal yang melihat kejadian tersebut, langsung merinding tak karuan padahal dirinya sudah melewati banyak pertempuran tentunya banyak kejadian yang hampir membuatnya mati namun kali ini sang jenderal harus mati kata ketika diperhadapkan kejadian tersebut
Sementara Putra yang melihat tampak shock dengan apa yang terjadi kepada kakaknya, sampai-sampai beberapa saat dirinya hanya bisa melongo kaget tanpa ada suara bergeming dari mulutnya
"Ka-kak" itulah bunyi yang keluar dari mulut Putra seusai melihat kejadian yang telah terjadi kepada kakaknya, bahkan matanya hanya membulat tanpa berkedip sama sekali
"Hahahaha... Dasar manusia sampah, beraninya kamu menentang ku" tawa sadis dari pria misterius tersebut yang mendekati tubuh Krise yang kini sudah tak berdaya, kemudian dengan beraninya dia menginjak kepala Krise sebagai lambang penghinaan bagi pihak yang kalah
Putra yang melihat itu hanya bisa tertegun sejenak sebelum muncul kobaran api yang membakar setiap bagian tubuhnya bahwa pakaian Putra harus hangus dan menyisakan celana saja, dengan berdiri Putra berkata dengan lantang
"Beraninya kamu berbicara seperti itu kepada kakakku!!" ucap Putra yang kini sudah berdiri dengan api menyelimuti tubuh akan tetapi kali ini api yang keluar dari tubuh Putra sangat berbeda dari yang lain karena apinya berwarna kuning menyala dan tentunya Putra sudah memasuki mode Badas walaupun semua itu berada di luar kendali ke sadarnya
"Hah!!.." bingung pria misterius tersebut yang melihat Putra bangkit, karena seingatnya, ia telah membuat Putra cedera yang kemungkinan besar tidak bisa bertarung lagi
"Putra, apa yang terjadi pada mu!!" bingung Vera yang bertanya-tanya pada diri sendiri bahkan seorang jenderal hanya bisa menelan liurnya akibat ketakutan yang memuncak
"Bwhahahaha... Memangnya kamu mau apa?" tawa terbahak-bahak yang terpancar dari wajah jahat sang pria misterius tersebut membuat kemarahan Putra memuncak sehingga dalam waktu singkat terdengar suara ledakan yang disebabkan pukulan telak dari Putra dengan kecepatan tak kasat mata
Duar..
Ledakan dalam satu tinju memang terlihat mustahil tapi tidak untuk putra karena kekuatannya sama besarnya dengan kekuatan musuh jadinya ketika kedua kekuatan tersebut bertemu maka akan terjadi ledakan akibat benturan, dimana tinju putra berhasil mendorong musuh beberapa langkah
Setelah itu dirinya maju tak gentar menghadapi lawan yang sudah melayang di udara, pukulan demi pukulan terus terjadi dimana pria misterius telah tak berdaya untuk menyeimbangkan kekuatan putra dan dirinya berhasil dikalahkan dengan satu serangan telak dimana putra tepat mengincar kepalanya dan benar saja dalam satu tinju kepala pria misterius tersebut meledak menjadi debu
Karena mereka bukan manusia jadinya mereka hangus secara bersamaan dari ujung kepala hingga ujung kaki, tentu saja karena pria tersebut hangus seluruh orang terkejut bukan main bahkan klon yang lain juga merasa kaget karena kekuatan manusia seketika naik drastis
"Kekuatan macam apa ini!!" bingung sang jenderal yang sembari tadi berdiri tegak memperhatikan pertarungan Putra dan pria misterius tersebut dari kejauhan lebih tepatnya masih ada di ambang pintu keluar
"Satu" gumam Putra sambil menaruh tatapannya ke klon yang lain, dan tidak perlu pikir dua kali dirinya langsung melesat tak terkira sehingga berhasil menyerang yang lainnya karena serangan Putra bisa di kategorikan serangan dadakan
Dengan tendangan memutar berhasil mengenai kepala target yang ke dua, sehingga dalam waktu singkat tubuhnya meledak menjadi debu
"Dua" lanjut Putra sambil memperhatikan klon yang lain, sedangkan dilain sisi mereka tampak was-was karena lawan mereka begitu kuat apalagi jika di ukur lewat ukuran manusia sampai-sampai diantara mereka berkata dengan lantang, "Serang!!!" ketusnya dengan nada kesal sehingga mereka semua maju bersama-sama
Putra yang sudah terpojok hanya bisa melakukan mode bertahan tanpa melakukan perlawanan sebisa mungkin Putra bertahan selama-lamanya karena untuk saat ini akalnya sudah terkendali oleh amarah tapi usut demi usut kekuatan Putra tidak bertahan lebih lama karena lawannya berjumlah 5 orang dan kekuatan mereka juga tidak bisa di anggap remeh
Jadinya putra harus tersudutkan dengan bergelimang pukulan dari pihak lawan, "Dia kuat!! Gumam salah satu dari klon yang turut membantu untuk menumbangkan Putra
Bagaimana tidak jika Putra berhasil memukul mundur lima orang sekaligus ditambah kekuatannya bisa dibilang kuat, karena kekuatan dari mereka berlima seakan-akan tiada arti di matanya
__ADS_1
"Apa dia monster!!" gerutu klon yang lain sampai-sampai tidak sadar akan dirinya sendiri
Dan benar saja ternyata Putra berhasil mengalahkan satu klon lagi diantara mereka sampai-sampai mereka kini kalang kabut bagaimana tidak jika sudah 3 klon dikalahkan namun dari semua itu hanya ketangkasan putra dalam bertahan dan menyerang yang membuat mereka terkejut bukan main
Walau sudah babak belur dari segi tubuh dan kekuatan Putra tetap terus melawan dengan segenap kekuatannya, sampai-sampai kekuatan yang mempertahankan mode badas pun mau tidak mau sudah mencapai batas karena mereka sudah bertarung selama 5 menit lamanya
Dimana berdirinya Putra sudah tak kokoh lagi karena tubuh dan wajahnya penuh dengan luka lebam ditambah kekuatannya kini terkuras habis, sedangkan lawannya masih ada 4 orang lagi yang kekuatannya jauh lebih berat dari sebelumnya akibat tubuh Putra sudah tidak fit lagi
"Sial dia kuat sekali" gerutu salah satu klon dengan tutur nafas yang tidak teratur
"Tapi baguslah sekarang dia sudah tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan pertarungan" jawab si B
"Jadi sekarang sudah berakhir" jawab si C dengan menghela nafas lega
"Kalau begitu mari kita bunuh dia" usul dari pendapat D
"Tidak, kita tidak boleh membunuhnya karena kita mendapat perintah untuk membawa bocah ini kehadapan tuan besar" ujar si A
"Tapi tuan besar tidak menyuruh kita untuk membawanya hidup-hidup" balas Si D yang mulai memojokkan jawaban dari klon A
"Kalau kamu membunuh anak ini dan tuan besar marah apa kamu akan bertanggung jawab nantinya!!" ujar si C yang ikut menyela pembicaraan
"Hais,.. Baik-baik mari kita tangkap dia" jawab si D dengan memutar bola mata yang jengah
Vera yang melihat Putra akan ditangkap dengan segera dirinya berlari tergesa-gesa tanpa berfikir panjang bahkan sang jenderal yang ingin menghentikan tidak sempat meraih tangannya, "Dasar wanita keras kepala!!!" gusar Jenderal dengan mengendus kesal
Tanpa pamrih Vera berdiri di depan Putra yang kini tubuhnya sudah penuh akan luka sambil merentangkan tangan seakan-akan ingin melindungi Putra dengan sepenuh kekuatannya, tentu kedatangannya membuat seluruh orang kaget termasuk Putra walaupun dirinya dikendalikan oleh amarah tapi kesadarannya masih mendeteksi manusia sekitar
"Siapa kamu?" tanya salah satu klon dengan nada penuh penekanan akibat kedatangan yang begitu tiba-tiba
"Siapa aku itu tidak penting, sekarang aku ingin kalian pergi menjauh dari Putra!!" balas Vera dengan tatapan intimidasi
"Memangnya kamu siapa memerintahkan kami untuk menghentikan aksi kami" jawab klon tersebut dengan mengeluarkan aura mematikan dari tubuhnya, tentu saja itu membuat pukulan telak bagi Vera yang merupakan gadis biasa
"Sudah, aku tidak ingin bermain-main lagi sekarang kamu pergi sebelum kami berubah pikiran"
"Tidak akan pernah" jawab Vera dengan mata berkaca-kaca seakan ingin menangis dengan keadaannya saat itu
"Baiklah kalau kamu memintanya" dengan segera salah satu dari antara klon tersebut melesat dengan kecepatan penuh dan akhirnya terjadi ledakan yang tak bisa terelakkan lagi
Duar...
*************
𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖
𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..
𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋
__ADS_1