
Ledakan tersebut disebabkan oleh kekuatan yang amat besar dari pria misterius dan tembok Es yang menghalau serangan, akibatnya terjadi hantaman keras dimana serangan klon Zhang Xuan tidak bisa mengenai Vera secara langsung akan tetapi berhasil menghancurkan penghalau nya, "Sial,.. Dari mana asal kekuatan ini!!" umpat pria misterius tersebut dengan kesal karena serangannya di gagalkan
Sedangkan disisi lain Vera masih memejamkan mata seraya menunggu ajalnya datang akan tetapi setelah ledakan, ia mulai membuka matanya secara perlahan karena penasaran dengan pemicu ledakan namun setelah pandangannya stabil dirinya melihat Ari berdiri tegak dihadapannya hanya saja yang dirinya lihat cuman sebatas punggung
"Ari" panggil Vera sambil memasang wajah terkejut akibat tidak tahu harus berkata seperti apa
"Berhenti memasang wajah aneh mu itu!!" ucap Ari dengan ketus
"Eh..." bingung Vera karena tidak tahu apapun akan kesalahannya
Bruk..
Tidak lama berselang akhirnya Putra terjatuh ke lantai kapal yang permukaannya cukup keras sehingga tidak sadarkan diri dalam posisi tengkurep, "Putra" Panggil Vera dengan tergesa-gesa ia berlari kebelakang untuk memastikan keadaannya
Ari hanya sesekali melirik ke arah Putra lalu kembali lagi memfokuskan konsentrasinya ke lawan didepan mata, yang kebetulan waktu itu sedang naik darah
"Siapa kamu?!" tanya Pria misterius tersebut dengan penekanan dari kalimatnya
"Apa kamu bertanya tentang nama ku?" bukannya menjawab justru Ari malah terlihat seperti menghina lawannya
"Kurang ajar, beraninya kamu menghina ku" bentak pria misterius yang terlihat merah padam
"Haha.. Sorry" tawa tipis dengan memasang wajah aneh, akibatnya lawan terprovokasi dengan ucapan ari sehingga tanpa segan lawannya langsung melesat dengan kecepatan tak terlihat mengincar Ari yang sembari tadi berdiam diri
Door..
Lagi-lagi terdengar suara tembakan yang secara bersamaan membuat luka di bagian lengan sang pria misterius tersebut
"Argh.." rintihan sang korban yang lengannya terluka ketika hendak memukul Ari dengan kekuatan penuh, walaupun sudah terluka bukan berarti semua sudah berakhir karena Klon Zhang Xuan tidak memiliki akal bertahan hidup jadinya ia tetap maju walau kanan telah tembus peluru
"Cih,.. Keras kepala" cibir Ari dengan mengepalkan kedua tangan lalu memasang kuda-kuda ala karate
"Matilah" ucap Pria misterius tersebut dengan lantang lalu meluncurkan satu tinju ke arah wajah Ari berada tapi sebelum mengenai dirinya, Ari telah membentuk zirah Es sehingga serangannya tidak berdampak besar bagi Ari
"Kekuatan ini!!" kaget sang pria misterius tersebut dengan langkah seribu ia mudur menjauh setelah melihat tinjunya tidak dapat menembus pertahanan wajah Ari
"Kenapa mudur?" tanya Ari dengan senyum
kesamping dengan mengartikan hinaan
"Sialan, kalian semua bantu aku!!" perintahnya kepada yang lain sehingga mereka semua maju secara bersamaan
"Hah... Aku lelah jika melawan kalian berempat, sebenarnya apa mau kalian sih?!!" Ari yang menghela nafas kasar sebelum ia ikut maju dengan zirah yang telah terkontaminasi oleh mode badas
"Putra, kamu tidak apa-apa?" tanya Vera yang melihat Putra tidak sadarkan diri dengan mata berkaca-kaca seperti ingin menangis
"Tidak usah menangis" tiba-tiba terdengar suara halus yang menenangkan hati sampai-sampai Vera terkejut bukan main dengan kedatangannya
"Kalian!!" ujar Vera dengan tertegun kaget
"Hey.." sapa nya dengan melambaikan tangan, tidak lupa menyuguhkan senyuman tulus
Dan tanpa disangka-sangka ternyata orang yang datang adalah Sina dan andrian, mereka baru saja sampai dengan langkah tergesa-gesa mereka mendekati Vera dan tubuh Putra yang sudah tak berdaya, "Andrian!! Kenapa kamu disini?" tanya Vera dengan melongo akibat terkejut walaupun pada saat itu Sina yang melambaikan tangan
"Ceritanya panjang tapi sekarang yang terpenting adalah mengurus Putra dulu" usul rian dengan meletakkan jari di hidung untuk memastikan hendusan nafas
"Dia tidak mati!!" ketus Vera dengan wajah datar
"Eh.. Maaf aku salah" balas Rian dengan cengengesan
__ADS_1
"Sudah minggir sedikit biar aku periksa dia!!" ucap sina yang menyela pembicaraan
Walaupun Vera juga termasuk dalam kategori medis tapi dirinya belum terlalu berpengalaman jika merawat seseorang tanpa ada alat bantu ditambah ia tidak tahu dimana letak kecederaan Putra, setelah beberapa saat memeriksa Sina membuka mulutnya dengan berkata, "Dia hanya pingsan" ucapnya sehingga Vera dan Rian bisa bernafas lega
Akan tetapi tidak hanya sampai disitu ternyata Sina melanjutkan kata-katanya, "Tapi tenaga spiritualnya sangat lemah, jika di biarkan bisa membahayakan nyawanya" setelah ucapannya berakhir tiba-tiba ekspresi senang pun seketika pudar dan menggantikan rasa khawatir di setiap orang
"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Vera sambil menutup mulut karena bingung harus apa
"Sebenarnya masalah ini bukan masalah yang sulit, karena kita hanya mentransfer tenaga supaya dirinya kembali mendapat pasokan"
"Kalau begitu biar aku saja yang menjadi pemasok!" ujar Vera dengan nada tinggi seraya menahan tangis yang masih terbendung di selaput mata
"Tidak vera, ini bukan seperti yang kamu bayangkan" balasan dari Rian yang terlihat menghela nafas berat
"Kenapa?" bingungnya
"Karena yang bisa mentransfer kekuatan ini hanya beberapa orang tertentu saja, dan diantara kita tidak ada yang memiliki kemampuan tersebut kecuali Sofia"
"Sofia?" terlihat Vera yang cemas sambil melirik ke arah dua orang yang ada di hadapannya akan tetapi yang didapat tidak sesuai harapan, karena semua yang ditanya hanya menggelengkan kepala sambil memasang ekspresi muram
"Kenapa diam?" tanya Vera lagi dengan menekankan kalimatnya
"Tidak bisa, karena orangnya tidak ada disini" jawab Sina dengan rasa iba
"Maksudmu?"
"Orang yang kita perlukan tidak ada disini jadi bisa dibilang kita tidak ada yang memiliki kemampuan tersebut"
"Hiks.. Hiks... Putra!!" terlihat Vera yang sudah tidak bisa menahan tangis hanya bisa memeluk tubuh putra dengan derai air mata yang mulai membasahi pipi karena kenyataan yang didapat langsung melukai hati kecilnya
Sementara itu disisi lain memperlihatkan Ari menghentikan pertarungannya karena melihat ketiga temannya menangis duka, akibat dari kejadian tersebut membuat konsentrasinya buyar kemana-mana, apalagi waktu itu Putra terlihat tak berdaya
"Kamu benar, sebaiknya kita harus lebih berhati-hati dengannya" jawab si B sambil mengusap bibir yang mengeluarkan darah
Disaat mereka berempat sedang membicarakan lawannya justru Ari terlihat santai bahkan dirinya melirik ke arah lain sehingga konsentrasinya terganggu, "Ada apa dengan Putra?" tanya Ari dengan lirih sambil memegangi pedang Es yang dirinya cipta
Namun ketika Ia sedang berfikir keras tiba-tiba terdengar suara asing yang berkata dengan lantang, "Beraninya kau memalingkan pandangan mu dari kami!!"
Trang..
Dengan cepat dan tangkas Ari menahan tinju lawan dengan pedang Es walau harus terpukul mundur, "Cih... Mengganggu saja!!" cibir Ari dengan ketus sambil menaruh pandangannya kembali ke lawan Sehingga terlihat pada waktu itu keempat kloning musuh sudah memasang kuda-kuda
"Sebenarnya aku tidak ingin bertarung dengan kalian, tapi setelah melihat situasinya aku merasa kalau kalian bukanlah lawan yang sederhana"
"Jangan meremehkan kami, walaupun sebagian dari kami telah dikalahkan, bukan berarti kami mudah untuk dikalahkan olehmu" jawab salah satu dari klon di sana sehingga Ari membalasnya dengan senyuman sinis
Sebelum dirinya melesat dengan kecepatan maksimal sambil menghunus pedang ke salah satu klon dihadapannya, akan tetapi hasilnya nihil karena sebelum mata pedang menebas lawan, musuh telah lebih dulu menghindar ke samping kanan kemudian kembali menyerang dengan tinju terselimuti aura hitam pekat mengarah ke wajah Ari
Duar....
Ledakan dari tinju kloning Zhang Xuan bukanlah main-main karena berdampak besar bagi pedang Es milik Ari yang seketika hancur berkeping-keping setelah mendapat tinjuan berlapis aura hitam, "Sepertinya kekuatanmu berasal dari pedang ini!!" ucap Klon dengan senyum aneh
"Kata siapa!!!.." tanpa di sangka-sangka Ari melancarkan tendangan T sehingga musuh mendapat serangan dadakan tapi beruntungnya klon tersebut langsung memasang posisi defense jadi tidak langsung menusuk ke perutnya
"Argh.. Sialan" umpat klon tersebut dengan ekspresi kesal hanya saja kali ini berbeda karena dirinya melihat Ari menganti senjatanya menjadi busur yang sudah menarik anak panahnya
"Sayonara" ucap Ari dengan tersenyum tipis sebelum dirinya melepas anak panah tersebut
Syuuuutttt....
__ADS_1
Terdengar suara lesatan anak panah yang mengarah ke dada lawan, apa lagi dari jarak dekat, menurut ari itu bukan masalah besar baginya yang dulu sering dijuluki Sih Mata Elang, akan tetapi serangannya tidak berhasil karena harus di cover oleh klon yang lain sehingga anak panah tersebut hancur berkeping-keping dengan satu pukulan saja
Sementara dua klon lagi langsung meloncat ke arah Ari berdiri dan menyerang secara bersamaan, "Argh.. Sial mereka terlalu kuat" umpat Ari sambil menahan serang dari dua orang sekaligus akan terapi usahanya tidak semudah apa yang dia bayangkan karena buktinya saja Ari langsung tersudutkan oleh lawannya
Sementara ditempat Vera, ia terus menangis meratapi nasib dari Putra yang sudah terbaring sekarat, "Kita harus apa sekarang, hiks..hiks?!!" ujar Vera yang menangis tak berdaya akan tetapi setelah beberapa saat muncul kobaran api berwarna putih melingkar ditubuh Putra dan membakar tubuhnya sendiri walaupun Vera pada saat itu berada di dekat tubuh Putra
Bahkan memeluknya dengan erat, nyatanya Vera tidak merasa sakit ataupun panas bahkan yang dirasakan olehnya hanyalah rasa nyaman dan tenang, kemudian Putra kembali membuka matanya dengan perlahan dan melihat Vera sudah menangis di pelukannya
"Vera!!" panggil Putra dengan nada halus dan mulai membelai rambut indahnya
"Putra?" alangkah terkejutnya mereka melihat Putra terbangun dari komanya bahkan dalam keadaan api yang menyala di tubuh
"Putra, apa yang terjadi padamu? Tanya Andrian dengan rasa penasaran yang tinggi akibat sebuah api menyala yang tidak membakar tubuhnya
"Tiada waktu untuk menjawab pertanyaan mu, rian" balas Putra dengan segera melepaskan pelukan Vera dan bangkit berdiri untuk mendekati tubuh kakaknya walaupun berjalan dengan sedikit sempoyongan nyatanya tidak untuk luka lebamnya karena api tersebut telah menyembuhkan seluruh luka
Secara perlahan namun merata, sehingga Putra sudah berada didekat kakaknya yang terbaring lemah, "Kakak maafkan aku, karena terlambat menolong mu!!, gumam Putra dengan meletakkan telapak tangan di dada Krise yang moment tersebut disaksikan oleh Vera, Andrian dan Sina yang secara tak langsung tertegun dengan apa yang mereka saksikan
Ketika sudah merasa kekuatannya terkumpul dengan perlahan Putra mengalirkan kekuatannya sampai energi yang terkumpul mengalir perlahan ke inti jiwa Krise, tidak hanya energinya saja yang terkirim tapi aura yang terpancar juga sangat dahsyat sampai-sampai kloning Zhang Xuan menghentikan pertarungannya dan melihat Putra secara seksama
"Kekuatan ini!!!" ujar salah satu klon yang merasa ketakutan dengan aura Api putih waktu itu
Tidak hanya musuh tapi Ari pun ikut melirik kearah Putra dan lainnya, walaupun dirinya sudah tidak terkejut dengan kekuatan besar yang berasal dari dalam tubuh Putra, karena aura tersebut juga membuat ke empat kloning langsung pergi dengan kecepatan penuh tanpa meninggalkan satu katapun
Ari yang tersadar kalau musuhnya sudah pergi dengan cepat menonaktifkan kekuatan mode badas supaya kekuatannya tidak terkuras secara drastis, setelah itu Ari langsung bergegas pergi menyusul Putra untuk memastikan keadaan disana, tentu dengan langkah tergesa-gesa
"Putra!!.." panggil Ari dengan mendekati tubuhnya dengan jarak kira-kira 8 meteran, sehingga Putra memalingkan pandangannya melihat Ari sudah tersenyum tipis setelah itu dirinya pingsan karena sudah benar-benar kehabisan tenaga
Tentu saja Putra dengan pingsannya membuat seluruh orang yang ada di sana langsung khawatir dan cemas, terutama Vera yang dengan sigap langsung merangkul tubuh Putra di pahanya, tidak hanya sampai disitu kini situasi mereka telah berubah dimana ancaman telah mundur untuk sementara waktu sebelum datangnya ancaman lebih besar yaitu
Zhang Xuan yang kini berada di salah satu gerbang dengan letak kordinator yaitu negara Jupiter, "Ternyata selama aku tertidur gerbang ini telah terjaga dengan energi roh sisa milikku" ketika sedang meraba-raba pintu gerbang tersebut terdengar suara asing yang entah datang dari mana telah mengejutkan Zhang
"Sepertinya kau pemilik dari tempat ini!!" ucapnya dengan tiba-tiba, sehingga Zhang langsung melirik dengan terburu-buru akibat takut musuh yang siap menghancurkan gerbang rohnya
"Siapa kamu?" tanya Zhang dengan tatapan santai namun penuh arti
"Apa perlu aku beri tahu namaku!" sindir Pria tersebut dengan senyuman bibir sebelah
"Tidak perlu, karena sebentar lagi kamu akan mati akibat sudah berani mengusik ku!!"
"Tunggu sebentar, sebenarnya aku ingin mendapat maaf dari mu karena telah membuatku menunggu lama"
"Apa maksudmu!!" terlihat raut wajah Zhang Xuan merah padam
"Ya, sekedar informasi saja sebenarnya aku sudah melenyapkan roh yang ada di gerbang ini, akibat gabut menunggu pemiliknya tak kunjung datang" jawab pria tersebut dengan senyum sumringah
"Apa maksudmu!!" tanya Zhang Xuan dengan emosi meledak-ledak sehingga tanpa sadar gerbang di belakangnya mulai hancur Perlahan-lahan, awalnya hanya retak kemudian hancur perlahan namun pasti
"Tuh lihat" tunjuk Pria misterius tersebut yang mengarah ke gerbang mulai hancur secara perlahan
"Apa yang terjadi!!" kaget Zhang Xuan yang tidak bisa mencerna apa yang dirinya lihat saat itu sehingga hanya tertegun melongo memperhatikan kehancuran gerbang rohnya.
***********
𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖
𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..
𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋
__ADS_1