
Perkataan Putra membuat seisi ruangan merasa bingung karena keinginan hati dan posisi membuat mereka bimbang dimana keinginan membantu selalu kalah dengan situasi yang saat itu sedang dalam masa tegang dimana negara adidaya yaitu Jupiter dan Scarlett sedang berdebat mengenai penyelesaian yang masih terhambat dengan urusan pribadi
Tapi setelah perkataan Putra membuat mereka sedikit berfikir luas akan masa depan yang tanpa berfikir panjang salah satu negeri kecil yang bernama Venus mengangkat tangan dan berkata, "Saya perwakilan negera Venus akan ikut berpartisipasi dalam pemberantasan ini" suara tersebut mengundang banyak pertanyaan dari negara lain
Hingga Lion bertanya kepada orang tersebut yang saat itu masih berdiri diantara negara adidaya, "Apa hak mu berbicara seperti itu!!!" tanya Lion dengan tatapan sinis mengarah nya
Orang tersebut kini langsung ciut akibat tatapan Lion semua itu karena posisinya yang lemah, tapi Putra yang berdiri langsung berkata, "Kita akhiri rapat sampai disini sekarang aku putuskan siapa yang bergabung, mendekat lah!!" perintah Putra membuat hening sejenak
Namun tidak lama sang pemimpin Jupiter berjalan mendekati Putra yang berdiri disampingnya, disusul dengan Norman ketua negara Mars sedangkan negara kecil antara lain antara lain Venus, Neptunus, dan bulan lebih memilih untuk menjauhkan diri dari pemilihan tersebut, karena mereka tidak ingin memihak di antara kedua negara besar tersebut dan lebih memilih untuk berada diposisi netralitas
Setelah rapat selesai akhirnya sampai disaat mereka akan menuju sisi pemberangkatan menuju medan perang dengan prajurit yang telah dikumpulkan menjadi satu dengan Emblem Bumi, saat itu mereka masih didalam lapangan luas yang akan menjadi landasan penerbangan
Dengan dibawah terik matahari mereka menjadi satu antara lain Putra, Norman, Vera dan pemimpin Jupiter, yang saat itu sedang dalam tenda sambil menyusun strategi penurunan tentara karena mereka adalah pemimpin jadi mereka hanya mengikuti saran dari jendral Jupiter yang disewa oleh pemimpinnya
Disaat itu ia menjelaskan rencananya yang akan terjun di pesisir pantai dengan berbekal pesawat pengangkut dan Satu Kapal induk yang akan diberangkatkan dalam beberapa menit lagi, Putra yang tidak tahu apapun hanya menurut dan menyarankan diri untuk ikut bersama pasukan penerjun
Sebelum berangkat Putra berkata kepada Vera dengan ucapan lembut, "Ver, terimakasih atas bantuan mu tapi aku menyarankan kamu untuk tidak terlibat lebih jauh dari ini karena aku tidak ingin kamu terluka" ucap Putra kepada Vera di sebuah tenda persiapan sebelum berangkat ke medan perang
Namun nasihatnya di bantah mentah-mentah oleh Vera dengan ucapan singkat, "Ini demi menyelamatkan ayahku, jadi aku akan ikut denganmu!!" bantah Vera
"Tidak boleh" balas Putra
"Kenapa?" bingung Vera
"Aku sudah bilang ini terlalu berbahaya, jadi aku harap kamu tetap disini atau berada di kapal induk saja"
"Lalu bagaimana denganmu?!" tanya Vera
"Kalau aku, akan ikut dalam penerjunan, mungkin dengan begitu aku bisa menyelamatkan ayahmu"
"Kalau seperti itu, sudah aku putuskan kalau aku akan ikut bersamamu"
"Jangan ngeyel" ketus Putra
"Lah, kalau begitu kenapa kamu tidak ikut bersama ku saja"
"Aku punya tanggung jawab yang harus aku selesaikan jadi akan aku selesaikan sampai tuntas"
"Bukan, ini bukan tanggung jawab mu tapi kita"
"Hah!!" bingung Putra
"Iya mungkin karena kita sudah tunangan" jawab Vera dengan malu-malu
"Eh,..." bingung Putra Sampai-sampai mukanya merona akibat tidak menyangka kalau Vera akan berkata seperti itu
"Tapi tetap aja enggak bisa" sambung Putra yang kembali serius
"Heh,.. Dasar cowok bego" ketus Vera dengan emosi yang langsung pergi meninggalkan Putra seorang diri didalam tenda
__ADS_1
"Begini lebih bagus" gumam Putra segera menuju pesawat yang akan terbang
Waktu berlalu hingga sampai disaat penerbangan pesawat sekutu dilancarkan, untuk Norman dan pemimpin Jupiter mereka ditinggal di lokasi karena mereka harus kembali ke negaranya sedangkan pasukan yang di berangkatkan sekitar 3000 orang prajurit kaki sisanya adalah armada yang terbatas seperti Pesawat tempur, Tank, artileri, dan kapal induk
Untuk perjalanan sendiri mereka butuh waktu seharian agar bisa sampai di lokasi, tapi dilain tempat terlihat beberapa orang yang sedang rapat dalam membahas langkah selanjutnya dalam masalah yang akan mereka hadapi kali ini karena Nikolaus bukan manusia biasa, tapi bukan berarti dia tidak memiliki kelemahan dan kali ini Samuel memimpin Anggota Tentara negara Mars untuk rapat dalam satu ruangan
Disaat itu Samuel berkata dengan suara lemah, "Kenapa beberapa saat sebelum kita berkumpul, tadi terdengar suara dentuman meriam, apa kalian sudah melancarkan serangan sebelum mendapat perintah?" tanya Samuel
"Tidak, kami sudah mendapat perintah dari jendral yang berkata jika melihat dari kejauhan yang aneh segera tembak menggunakan meriam" ucap salah satu anggota rapat
"Apa itu benar jendral?" tanya Samuel kepada jendral yang sembari tadi diam tapi jawaban yang Samuel dapat hanya *iya*
Hingga dengan kesal Samuel berkata, "Sial, kita dalam bahaya!!" suara Samuel dengan panik namun tubuhnya masih lemah hingga tanpa sadar kepanikan tersebut membuat tubuhnya kesakitan
"Aaww.." rintihan Samuel sambil memegangi dadanya
"Rian sebaiknya kamu jangan bergerak, lagian mereka sudah kehilangan hampir setengah dari kekuatan mereka, jadi aku yakin mereka akan menyerah dalam waktu dekat" nasihat jendral namun dibantah Samuel
"Jendral, perintahkan seluruh tentara mu dalam satu regu, karena jika tidak mereka akan mati"
"Kenapa tiba-tiba?" bingung jendral
"Karena kamu sudah membangkitkan murka seseorang yang tidak seharusnya tidak kita buat marah"
"Memangnya dia bisa apa" ucapan jendral yang belum selesai terpotong karena terdengar ketukan pintu dengan keras
Yang menusuk tembus sampai ke organ dalam dengan darah keluar komandan tersebut tidak bisa berkata apa-apa karena dalam waktu singkat ia langsung menghembuskan nafas terakhir, sampai-sampai seluruh komandan yang ada segera mengeluarkan sepucuk pistol dari sarungnya dan menodongkan senjata tersebut kearah pintu keluar yang dalam waktu singkat orang yang membunuh telah menghilang
Sang Jendral yang ikut dalam posisi siaga segera mengumpat dengan keadaan yang terjadi, "Sial, ada apa ini?!" bingungnya sambil terus mengarahkan pucuk senjata ke pintu namun tidak ada tanda-tanda akan orang di sana kecuali sebuah genangan darah dari dua tentara yang telah dibunuh
Tidak lama terus memperhatikan berteriak Samuel dengan keras kepada tentara dan jendral, "Menunduk!!" suara keras membuat seluruh tentara bingung kecuali Jendral, karena kesigapannya ia bisa selamat dari lemparan belati dari arah pintu sedangkan 4 komandan tewas di tempat yang menyisakan 1 komandan saja
Karena posisi yang kurang dijangkau yang membuatnya selamat dari lemparan belati, setelah kejadian itu bertanyalah sang Jendral dengan terus memegangi senjatanya
"Rian, kamu tahu dia?" tanya Jendral
"Tentu saja, dia adalah pembunuh dari Mawar hitam"
"Kenapa kamu tidak pernah bilang!!"
"Awalnya aku berfikir kalau dia masih berada di negara Jupiter" jawab Samuel walaupun sedang dalam keadaan panik karena sembari tadi musuh tidak terlihat
"Jupiter?" bingung Jendral
"Apa perlu, aku beri tahu dalam keadaan seperti ini"
"Kamu benar" usai berbicara datang seseorang berpakaian serba hitam lalu melemparkan belati kedua arah antara lain Jendral dan komandan tentara, waktu itu komandan langsung mati ditempat sedangkan Jendral dia masih bisa menangkis mengunakan pistol ditangan
Dengan suara nyaring pria misterius tersebut berkata, "Bagus sekali, pemimpin mawar hitam ternyata adalah penghianat, aku tidak menyangka sama sekali" suara tersebut membuat mata Samuel terbuka lebar-lebar, akibar suara tersebut adalah suara yang sangat ia kenal
__ADS_1
"Cih,.. Aku tidak menyangka kalau aku akan ketahuan secepat ini" cibir Samuel untuk mengganti topik
"Haha,.. Kamu terlalu meremehkan pasukan khusus mawar hitam, apa kamu tahu setelah kematian tentara kita yang ada di pulau Mars, membuatku tahu kalau ada sesuatu yang janggal dari permintaanmu kepada Tuan Nikolaus, hanya saja kenapa kamu tidak dibunuh olehnya?"
"Mungkin aku sedang beruntung"
"Bohong, kami saja tahu kalau kamu sedang berkhianat apalagi pimpinan kami"
"Jika kamu berkata seperti itu, apa bedanya kamu menganggap rendah bos beras"
"Berisik" kesal orang tersebut
"Sepertinya kamu juga terlalu meremehkan kemampuan seorang jenderal" ucapan Samuel membuat orang itu tersadar kalau sang Jendral telah melemparkan sebuah pisau tentara dari saku celana tapi dengan gampang ia tangkis
Hanya saja, mau secepat apapun pembunuh tersebut bergerak dia masih tidak bisa menandingi kecepatan sebuah peluru pistol yang didalamnya ada bubuk mesiu yang dengan kecepatan tinggi melesat menembus dada pria tersebut hingga mati ditempat
πΏπ€π§...
Cukup satu tembakan pria tersebut langsung mati, dan terjatuh ke lantai, karena situasinya berubah sang Jendral berkata, "Kita harus pindah dari sini, karena aku yakin pembunuh tersebut akan menemukan kita disini" ucap Jendral sambil memapah tubuh Samuel yang masih lemah
Dengan menurut Samuel mengikuti apa mau Jendral karena memang disaat itu tempat dia berada bukan lagi tempat yang aman, sedangkan ditempat lain yaitu dibawah pepohonan hutan rimba terlihat Nikolaus bersama Joko berdiri diantara tentara yang sedang duduk bersila termaksud squad Rian
Dengan gamblang Nikolaus berkata kepada tentaranya, "Ini wilayah kita, mereka sudah banyak membunuh pasukan kita, dan saat inilah kita membalas apa yang mereka perbuat kepada kita, semuanya bangkit dan lumpuhkan pasukan inti, kalian akan dipandu dengan Joko Sedangkan aku akan pergi ke pusat kapal karena paling mudah menangkap kepalanya jika ingin melumpuhkan seekor ular"
Setelah itu mereka berdiri dan berkata dengan Serentak, "Siap, Pak!!" tegas mereka dengan memberi hormat kepada Nikolaus sebelum mengikuti Joko ke arah pasukan musuh berada sedangkan Nikolaus pergi kearah pesisir pantai seorang diri
Rian dan squadnya hanya bisa mengikuti Joko kearah pedalaman hutan, karena bagi mereka sudah tidak bisa bersembunyi di benteng yang kini sudah berlubang dengan kawah api, Joko sudah berkontribusi ide dengan Nikolaus yaitu menyerang pimpinan musuh, sedangkan Joko memilih untuk melumpuhkan pasukan inti
Gerakan 2 bagian adalah sebuah gerakan yang digunakan Nikolaus untuk mengalahkan musuh dalam perang, jadi kali ini ia menggunakan Tak-tik ini dalam perang karena kondisi yang mendesak
Sedangkan Dika seorang tentara negara Mars yang baru saja dari toilet tampak terkaget-kaget karena melihat dua mayat diambang pintu tergeletak, karena cemas ia segera berlari menuju ruangan tersebut dan didalamnya juga terlihat seluruh komandan perang mati dengan darah bersimbah di baju militernya
Tapi setelah diamati oleh Dika, dirinya tidak menemukan mayat dari Jendral ataupun Rian, jadi ia menduga kalau saat ini mereka sudah kabur ketempat aman, hingga ia memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut menuju pintu luar kapal agar bisa memastikan sendiri dengan keadaan yang dihadapinya
Dan benar saja, setelah ia keluar dirinya melihat rekan kerjanya sudah mati dengan belati menancap maupun sayatan yang terletak di bagian leher mereka dan setelah dihitung jumlah yang mati mencapai 11 orang termasuk di ruang rapat
Karena panik ia segera mungkin berlari menuju pintu masuk, tapi sebelum masuk ia mendapat serangan dari samping yang berupa belati namun untuknya ia sudah bergerak dari posisi awal hingga belati tersebut tidak jadi tertancap di kepala dika
Dengan sigap dika mengarahkan senjatanya kepada pria serba hitam yang berdiri di atas kapal yang sama dengan bingung dika berkata, "Apa kamu yang melakukan pembunuhan didalam maupun diluar kapal?" tanya dika sambil memfokuskan seluruh konsentrasi kearah bidikan
"Bukan aku tapi teman aku, mungkin sekarang dia sudah membunuh jendral kalian" tebak pria tersebut
"Membunuh jendral?, Jangan-jangan dia memang bukan pelaku yang membunuh komandan tentara" batin dika tanpa memalingkan pandangannya
"Maaf saja, sepertinya kita akhirnya semuanya disini" sambung pria tersebut namun sebelum melempar belati ia baru sadar kalau belati yang ada di sakunya telah habis jadi ia terpaksa mengunakan satu belati tersebut untuk menghabisi dika yang masih diam ditempatnya
Dika yang melihat pria tersebut berlari kearahnya tampak panik dan menarik pelatuknya hingga dalam waktu singkat ia telah melepaskan tembakan kearah pria serba hitam itu berlari, akan tetapi tembakannya tidak ada yang kena karena kemampuan menembak dan lari musuh yang zig-zag membuat peluru meleset
Sampai-sampai peluru yang ada di magazine telah habis, hingga disaat itu Dika sangat panik namun disaat detik-detik terakhir ia memutuskan untuk membanting boom yang ada di armor hingga terjadi ledakan.
__ADS_1