
Terlihat ucapan itu membuat Josua marah sampai-sampai raut wajahnya berubah jadi merah padam seakan-akan sedang menahan sesuatu yang mengganjal di hatinya hingga ia mati seribu kata yaitu diam mematung dengan memandang gadis itu dengan tatapan intens, tatapannya berlangsung selama beberapa detik sebelum josua berkata dengan ketus
"Apa maksudmu gadis sialan!!" ketus Josua dengan tatapan layaknya predator sedang berburu mangsa tapi tatapannya justru dibalas dengan senyuman merekah di bibir gadis itu hingga emosi Josua memuncak
"Jawab aku bangsa*t" dengan emosi yang meledak Josua melancarkan tinju petir nya ke lain arah walau tidak kena objek tapi kekuatan petir tersebut menembak layaknya laser yang menghantam pohon, sampai-sampai pohon tersebut terbakar dan tumbang dengan keadaan api menjalar
Gadis tersebut hanya tertawa kecil melihat raut wajah josua seperti orang kepedesan karena nafasnya begitu tak teratur dan nadanya berat seperti kekeringan, tentu saja pria dihadapannya tidak bisa mengartikan lagi semua yang menjadi lelucon bagi gadis tersebut
Sehingga tanpa berfikir josua mendekati gadis tersebut dengan tatapan penuh intimidasi, bahkan jika orang awam yang melihat bisa-bisa mereka terkena serangan jantung, tapi berbeda dengan gadis satu ini karena semua tindakan josua mulai dari gertakan hingga tatapan semua itu di balas dengan wajah tenang
Setelah berdiri dihadapan gadis tersebut Josua mencekiknya dengan begitu kejam walaupun sudah berbuat begitu ia sama sekali tak menunjukkan ekspresi apapun selain tatapan penuh amarah
"Argh.." suara rintisan dari gadis tersebut yang berusaha untuk melepaskan tangan josua yang mencengkram lehernya namun tidak melawan sedikitpun hingga Josua yang merasakan kini mulai bimbang dengan wanita yang telah ia perbuat secara kasar
Tapi sisi lemah tersebut tidak ia hiraukan hingga dirinya mengangkat tubuh gadis tersebut dan melemparnya ke lantai kayu dengan benturan cukup keras
Dubrak....
Suara yang disebabkan oleh bantingan tersebut membuat gadis itu tidak mampu berkata-kata selain mengeluarkan suara batuk akibat tenggorokannya yang sakit sehabis di cekik, seperti orang pada umumnya walaupun pada dasarnya dia bukan manusia secara utuh
"Kamu bukan manusia dan juga bukan makhluk biasa, sebenarnya siapa kamu?!" tanya josua dengan ketus yang tatapannya kini berubah terkesan dingin
"Tolong, bantu aku berdiri" ucap gadis tersebut yang menjulurkan tangannya sambil menatap mata josua
"Jangan membuatku marah jika kamu tidak ingin kejadian tadi terulang lagi"
"Hmm... Dasar pelit" jawab gadis itu dengan memajukan bibirnya seperti orang sedang menyindir
"Tidak usah omong kosong, cepat berdiri" perintah Josua penuh penekanan sehingga gadis itu mau tak mau harus berdiri menggunakan kakinya sendiri walaupun dari awal josua yang telah membuatnya kesakitan
Setelah berdiri tegak josua mulai melontarkan satu pertanyaan singkat kepada gadis tersebut, "Siapa kamu?"
"Namaku Angel" jawab gadis itu dengan cemberut
"Bukan itu yang aku tanya bego, tapi dari mana asal mu dan siapa kamu karena kamu bukan manusia" ujar Josua yang membenarkan pertanyaannya
"Masa sih kamu mau bertanya seperti itu kepada seorang gadis polos seperti ku" bukan menjawab gadis itu justru malah bertingkah kekanak-kanakan dengan memainkan jarinya dan memasang tampang malu-malu
Josua yang melihat hanya bisa mengepalkan telapak tangan dan mengerutkan seluruh urat, sendi, hingga ke sel sekalipun karena saking kesalnya melihat tingkah lawan bicaranya pada saat itu
"Untung perempuan kalau laki-laki mungkin udah aku mutilasi" batin josua dengan sekuat tenaga menahan emosi akan tetapi sebelum kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba terdengar suara perutnya berbunyi dengan begitu keras karena rencana awalnya untuk mencari kayu bakar lalu masak untuk makan pagi tapi karena kejadian ini ia harus menunda jam makannya sampai-sampai tak sadar kalau cacing perut sudah demo
Krukkk.....
Terdengar begitu jelas suara perut hingga ke telinga gadis bernama angel tersebut sampai-sampai josua jadi malu sendiri, karena bunyi tersebut datang di situasi kurang tepat
"Wah.. Sepertinya kamu lapar yah?" tanya Angel dengan mimik wajah menggoda tapi dengan cepat Josua memegang pundaknya dan direm*s dengan begitu kasar sehingga Angel meringis kesakitan
Sudah kesakitan kini malah ditambah dengan kata-kata penuh penekanan, "Hei,.. Gadis polos, kamu tahu gak kalau kejadian ini disebabkan olehmu sendiri!!" ketusnya dengan tatapan intimidasi
"Aww... Masa sih" bahkan disaat sedang kesakitan gadis tersebut masih sempat bercanda dengan tatapan sama seperti diawal yaitu tatapan tanpa dosa
"Sebagai gantinya kamu harus menjadi pembantuku selama-lamanya" ketus josua tanpa berfikir karena waktu itu isi otaknya sudah kosong melompong akibat perut yang lapar
"Heh.. Masa aku gadis suci seperti ini harus tinggal bersama pria kumuh dan rumah reot gini kan gak lucu" balas gadis tersebut dengan tawa kecil walaupun pada waktu itu sudah berada di cengkraman predator
Tanpa ada angin emosi josua langsung memuncak akibat mendengar alasan yang tak masuk akal, tapi bukan itu yang dirinya padang melainkan alasannya telah melukai hati kecil, karena alasan dari Angel sangat menggambarkan situasi menyedihkannya
"Haha.. Ucapan mu benar" jawaban dari josua yang melepas cengkeramannya dan pergi begitu saja tanpa meninggalkan satu katapun sehingga Angel tampak kebingungan karena ucapannya hanya sebatas gurauan tanpa ada maksud lain walau itu hanya dari perspektifnya
__ADS_1
Sementara disisi lain josua menyempatkan diri untuk mampir di pinggir danau yang kebetulan tidak jauh dari rumah, karena untuk saat itu josua sedang dilema sambil melihat dirinya, sampai-sampai ia memandang wajah sendiri dari pantulan air dengan tatapan kosong ia mulai mengambil air danau
Menggunakan kedua tangan lalu meminumnya secara perlahan tanpa memperdulikan apakah air itu higienis ataupun tidak karena pada waktu itu yang ada di pikirannya hanya ingin keluar dari jeratan pikirannya sendiri walaupun selalu kalah dengan situasi
"Dasar bodoh, apa yang sebenarnya aku pikirkan sih," umpat dirinya kepada sosok yang ada dibalik pantulan air walau yang sedang di umpat adalah wajahnya sendiri
Karena sudah lapar akhirnya Josua berdiri dengan tangan merangkul ranting kering yang tidak disengaja ia ambil di perjalanan menuju danau, walaupun tujuan utamanya adalah untuk mencari kayu bakar tapi tanpa ia sadar dirinya sudah mengalahkan pikirannya untuk kesekian kali
Akan tetapi sebelum pulang ia sekali lagi mencari makanan berupa tumbuhan yang sekiranya bisa dimakan, setelah menghabiskan waktu cukup banyak akhirnya Josua pulang juga ke rumah reotnya untuk memasak karena hari semakin siang dan tubuh lemas karena tak terisi oleh asupan
Sesampainya di depan pintu dirinya mulai mencium bau sedap dari aroma makanan dan asalnya dari dapur karena panik josua langsung membanting pintu lalu masuk ke dalam rumah sambil melangkah tergesa-gesa akan tetapi hal yang dirinya lihat jauh dari perkiraan karena yang ada dihadapannya adalah angel
Seorang gadis yang pagi-pagi sudah membangun emosi, karena masih kesal akhirnya Josua berkata dengan ketusnya, "Kenapa kamu masih disini?!!"
"Heh.. Baru dateng langsung ngagetin kini pun masih ketus, apa memang image mu kaya gitu ya" sindir angel sambil memegang sendok masak yang kebetulan terbuat dari kayu
Tentu ucapan tersebut membuat telinga Josua panas, sehingga sekali lagi ia harus bersikap dingin dan ketus, "Bukan urusanmu, sebaiknya sekarang kamu pergi dari rumahku, karena disini kumuh dan kotor jadi tidak mungkin untuk gadis seperti mu" tatapan dingin melekat di sorot mata josua sambil mengarahkan telunjuknya ke pintu keluar
Ketika itu suasana sangat hening sebelum terdengar air mendidih, menurut Angel itu merupakan peluang baginya untuk mencarikan suasana, "Wah... Sayurnya sudah matang, mari makan bersama-sama" ajak angel yang memalingkan pandangannya ke masakannya
(Note: waktu itu rumah josua berada di tengah hutan yang tidak terlalu jauh dari penduduk tapi masih butuh jarak untuk ke lokasi desa, jadi otomatis listrik dan sinyal sangat susah dijangkau ditambah di sana tidak ada market untuk transaksi jadi tidak akan ada gunanya ia membeli kompor yang ujung² nya butuh gas, jadi secara logika rumah josua pada waktu itu sangat sederhana seperti zaman dulu walaupun pada waktu itu teknologi sudah canggih)
"Woi,... Kamu dengar gak sih!!" teriak josua dengan nada emosi
"Bla-bla-bla.. Sudah sekarang waktunya makan, kamu pasti lapar kan" ucap angel yang tidak menggubris teriakan dari pria dihadapannya
Karena waktu itu dirinya langsung menuangkan sayur di wadah supaya memudahkan untuk dibawa ke meja makan, tapi sekali lagi suasana hening menggema di rumah kayu tersebut karena di ruangan tersebut tidak ada meja makan karena bingung Angel mencetuskan pertanyaan kepada josua
"Oh iya.. Ngomong-ngomong mana meja makan mu?" tanya Angel sambil membawa mangkok berisi sayuran
Karena ditanya seperti itu Josua langsung menundukkan kepala sambil berkata dengan lirih
"Aku tidak memiliki meja makan" akibatnya Angel tertawa lepas sambil meletakkan mangkok di lantai yang kebetulan sudah di bersihkan olehnya
"Berisik" ketus josua dengan dingin
Tak selang lama akhirnya semua yang mereka perlukan sudah disiapkan dan mulai makan bersama josua yang sudah kelaparan langsung duduk lebih awal dan meletakkan sayur di piringnya sendiri tanpa menatap Angel sedikitpun
"Pelan-pelan dong, lagian aku tidak akan merebutnya"
Tentu saja josua tidak menggubris karena sudah fokus ke makanan, setelah semuanya siap dirinya mulai mengambil sayur dan nasi dalam satu sendok dan memasukkannya kedalam mulut, angel yang melihat hanya bisa memberi pertanyaan singkat
"Kamu membeli beras dimana, padahal kan disekitar sini tidak ada ruko ataupun toko?" tanyanya sambil menatap Josua yang telah mengeluarkan air mata dengan sangat haru ia mulai menangis tanpa suara
Tentu angel yang melihat langsung kebingungan karena menurutnya dia tak pernah melakukan kesalahan apapun, "Hey.. Kenapa kamu menangis apa ada kata-kata kasar keluar dari mulut ku atau masaknya yang kurang enak?" tanya lagi dari angel karena bingung melihat josua menangis
"Tidak, aku hanya sangat suka masakannya jadi aku terharu, karena dalam sejarah akhirnya aku bisa merasakan masakan enak seperti ini lagi"
Angel yang mendengar itu hanya tersenyum tanpa menanggapi perkataan josua karena ia ingin membiarkannya untuk makan sampai kenyang baru kembali melanjutkan obrolannya yang sempat tertunda
Singkat waktu akhirnya josua selesai makan, bahkan sebelum angel bertanya dia telah lebih dulu bertanya, "Kenapa kamu tidak ikut makan?" tanyanya dengan intens
"Ah.. Kebetulan aku sudah kenyang jadi tidak punya selera makan sama sekali"
"Oh.. Begitu" jawab singkat josua yang menatap angel mencuci piring di belakang rumah yang kebetulan ada air di sana
Setelah usai makan josua segera bergegas ke teras rumah untuk menghirup udara segar, dan kebetulan piring yang dicuci angel hanya satu buah jadi selesai lebih cepat yang membuatnya langsung menyusul Josua di depan rumah untuk menemaninya sejenak
"Gimana perasaan mu sekarang?" tanya Angel dengan do the points
__ADS_1
Josua hanya melirik sebentar lalu kembali menoleh ke arah asalnya yaitu menatap pepohonan di hadapan rumah, sehingga Angel yang merasa terabaikan hanya bisa ikut duduk di samping josua sambil melipat dan memeluk kakinya
"Apa kamu tinggal disini sendirian?" tanya lagi dari angel dengan tujuan untuk mencairkan suasana
"Ya,.. Kenapa memangnya?" jawabnya dengan dingin yang tak mengubah arah pandangannya
"Kenapa tidak bersama orang terdekat?"
"Aku tidak punya siapa-siapa"
"Hmm..." bising angel yang terus menerus menatap mata josua dengan begitu intens, sampai-sampai josua sendiri risih melihatnya, sehingga dengan mata intimidasi ia kembali menatap mata angel yang kemudian tanpa di sengaja mata mereka saling bertemu satu sama lain
"Akan tetapi jauh lebih bagus jika kamu tidak terus bertanya tentang hal yang tidak penting!!" balas Josua dengan ketusnya
"Huh.. Padahal yang kutanya tadi adalah pertanyaan penting" keluh kesah Angel yang menggambarkan dengan hela nafas berat
"Tapi bagiku itu adalah pertanyaan yang tidak penting lagian mau aku tinggal sendiri ataupun satu Rt itu bukan urusanmu"
"Jawaban apaan itu, masa kamu sama cewe jawabnya ketus gitu"
"Bodo amat" jawab josua dengan wajah mencibir
"Heh... Kalau gitu aku pengen kasih tahu kamu sesuatu"
"Hmm.." daheman josua yang seakan-akan tidak ingin tahu apapun tapi seketika berubah disaat angel memberi tahunya tentang ucapan yang terdengar sensitif
"Kalau aku akan tinggal disini beberapa hari"
"Hah!... Jangan bercanda kamu!!" balasan Josua dengan penuh penekanan
"Beneran kok, aku gak bohong"
"Bukan itu maksud ku.... " jawab josua sambil menyipitkan mata yang terus menatap ke arah angel di sampingnya namun tanpa disengaja pandangannya terhalang oleh tangan angel yang secara reflek menutup tubuh walaupun sudah menggunakan busana
"Mesum" ketus angel dengan wajah menyindir Josua yang kebetulan masih begitu intens menatapnya
"Enak saja, kamu kira aku cowo apaan" jawabnya dengan membuang nafas berat
"Memangnya pria ada berapa macam jenis?" tanya angel dengan polos akan tetapi josua tidak ingin membalasnya malahan lantunkan pertanyaan dengan dingin
"Aku yakin kamu pasti memiliki maksud lain kenapa mau mendekati ku?" tanya Josua dengan dingin tanpa melirik angel sedikit pun
"Kenapa bertanya seperti itu?" bukannya menjawab justru ia malah bertanya balik kepada lawan bicara
"Hanya merasa aneh"
"Aneh kenapa?!" bingung angel dengan wajah terheran-heran
"Hanya merasa aneh kenapa wanita yang entah asal-usulnya harus bersanding bersama pria kumuh seperti ku"
"Tapi menurutku lebih aneh adalah kamu kenapa orang seperti mu harus mengalaminya hal buruk sedangkan orang yang benar-benar sampah harus menikmati posisi yang bisa mengintimidasi orang lain bahkan menyalah gunakan kekuasaannya demi memuaskan hasrat mereka sendiri"
Ucapan tersebut tentu menarik perhatian josua untuk mengenal gadis bernama angel itu walaupun tidak tahu asal-usulnya.
*********
Halo teman-teman sekali lagi author ingin minta maaf karena suka telat upload chapter karena sungguh author sibuk banget dengan urusan sekolah tapi author patut bersyukur untuk kesetiaan kalian dalam menunggu author jadi author akan beri bocoran sedikit tentang cerita ini, yaitu dimana akhir cerita adalah (Happy end)
Haha.. Sudah dulu ceritanya kalau gitu author pamit dulu ya, mohon teman-teman dukung karya kecil saya karena author sudah menulis menggunakan panca indra sampai-sampai harus lembur 3 hari 3 malam.
__ADS_1
Kalau begitu dah😆👋
( 𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙘𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!! )