
Saat itu suasananya menjadi hening sebelum badan Vera bergetar ketakutan, putra yang melihat tingkah Vera mulai khawatir dengannya "Vera, kamu baik-baik saja, ada apa dengan badanmu?" putra yang bingung ketika melihat badan Vera bergetar sambil melangkah mundur
Tidak hanya vera yang ketakutan, tapi badan maya juga ikut bergetar ketakutan, akibat mengingat kembali kejadian disaat mereka melawan jack
Maya, Vera, ada apa dengan kalian berdua? Ari yang bertanya dengan wajah heran
Putra kamu tidak tau siapa dia, dia berbahaya dan dia bisa membunuh kita semua yang ada disini dengan mudah, kamu tau tidak?!!" teriak vera dengan badan gemetar
Sebenarnya apa maksudmu, vera?" tanya putra dengan bingung
Kau tau disaat kita melawan jack, sebenarnya jack tidak dikalahkan oleh ari melainkan orang yang ada di tubuhmu itu!!!" balas Vera dengan badan bergetar
Maksudmu tang san, memang benar dia sempat mengontrol tubuhku saat melawan jack, tapi aku juga tidak ada pilihan lain selain menyerahkan tubuhku kepadanya" putra yang meyakinkan Vera agar tidak salah paham
Tapi kenapa? kamu memberikan tubuhmu kepada orang asing kita tidak tau tujuannya dan juga kita tidak tau kalau dia itu teman atau lawan!!"
kamu salah, dia orang baik dan tujuannya adalah menyelamatkan umat manusia seperti kita, walaupun caranya sedikit berbeda!!" jelas putra
Menyelamatkan kita? Kamu tidak tau bagaimana dia membunuh orang lain yaitu jack, aku dan maya sudah melihat kebengisannya yang membunuh tanpa ekspresi"
Saat itu Ari dan maya hanya bisa diam membisu akibat mendengar apa yang terjadi dengan putra, Tapi yang paling sulit untuk percaya adalah ari karena saat kejadian dirinya pingsan tak sadarkan diri tapi
Dirinya sempat berfikir kalau disaat terakhir kekalahannya datang semua anggota OSIS untuk menolong mereka dan mengalahkan jack bersama dengan putra
namun setelah dipikir-pikir semua itu cukup mustahil karena melihat keadaan dan kemampuan tim OSIS sangat tidak memungkinkan bisa mengalahkan jack yang merupakan salah satu pemimpin mawar hitam
"Putra, aku sebenarnya tidak tau harus berkata apa, tapi ada hal yang ingin aku pastikan denganmu apa kamu yakin kalau dia adalah teman kita!!!" ragu ari dengan mencoba memastikannya lewat perkataan putra
"Aku tidak bisa menjamin, tapi ada satu hal yang ingin aku beritahu ke kalian, sebenarnya tujuan dia bukanlah hal yang jahat melainkan untuk melindungi dan menjaga umat manusia dari ancaman yang akan terjadi dimasa depan"
"Aku masih tidak yakin dengan perkataan mu barusan, sebelum aku mendapatkan bukti yang meyakinkan, karena semua ini menyangkut nyawa banyak orang"
"Kalau begitu aku bisa menukar kendali tubuh ini kepada tang san, jadi kalian semua bisa berbicara dengannya secara langsung" ucap putra
"Putra, sudah berapa kali aku bilan-" sebelum Vera menyelesaikan perkataannya ari telah lebih dulu memotong pembicaraannya dengan berkata
"Silahkan, tapi jika negosiasi gagal terpaksa aku harus membunuhmu" ujar ari yang memotong pembicaraan
"Lakukan saja sesukamu, aku percaya denganmu ari" Putra segera mengambil posisi duduk dengan menutup mata, supaya dirinya bisa terbawa ke alam bawah sadar dan bertemu tang san
"Apa yang kamu lakukan ari, menyuruh Putra untuk menyerahkan tubuhnya, apa kamu bisa menjamin kalau orang yang ada di tubuhnya adalah teman" bentak Vera dengan nada tinggi
apa yang dikatakan kak vera itu benar, kami berdua tau Persis seperti apa kekuatannya" sambung maya
"Sebenarnya aku juga ragu, tapi jika tidak dipastikan bukanya itu malah berbahaya apa lagi jika dia muncul ketika di situasi tidak menguntungkan, jadi untuk sekarang aku ingin memastikannya agar aku bisa tau apa langkah selanjutnya, karena mau bagaimanapun dia tetap sahabatku jadi sudah pasti aku tidak akan membiarkannya menderita" jelas ari
Vera dan maya pun mengerti dengan penjelasan ari, meraka tau kalau ari adalah orang yang perduli dengan sahabatnya, jadi dirinya tidak akan diam jika ada orang yang ingin membahayakan putra
__ADS_1
di alam bawah sadar, putra bertemu dengan tang san dan berkata "Tang san, Teman-temanku ingin berbicara denganmu!!"
"Apa!! kamu serius?"
"Tentu saja, cerita yang perlu diceritakan dan jangan sakit mereka, kau paham?!"
"Hah!!, baiklah aku berharap mereka tidak memperpanjang masalah dan mau mengerti dengan penjelasan ku"
"Kalau bisa berbicara dengan nada pelan dan lembut agar teman-temanku mau mengerti denganmu, dan jangan lakukan hal aneh karena ari pasti tidak akan tinggal diam"
"Baiklah kalau begitu, aku pinjam tubuhmu" tang san yang langsung mengendalikan tubuh putra dengan terkejut dirinya sudah di kelilingi teman-teman putra
"Apa kamu tang san yang diceritakan putra?" tanya ari dengan memasang kuda-kuda
"Iya" jawab singkat tang san, langsung menghilang dari tempatnya dan muncul membelakangi ari dan yang lainnya
"Apa!!" kemana dia?" kaget ari yang melihat putra sudah tidak ada ditempatnya lagi
"Apa kalian mencari ku?" ucap tang san yang mengagetkan ari, Vera, dan maya secara serentak
"Kemampuan teleportasi" Gumam ari dengan kaget
"Jawabanmu salah, ini kemampuan angin jika kamu sudah di tahap tinggi maka kamu bisa mengunakan skill 𝙏𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙨𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙩𝙖" jelas tang san
"Aku tidak perduli dengan jawabanmu yang terpenting sekarang, kamu turun dan mari kita bicara dengan santai"
"Oke"
"Sebelum itu bisa kami tau siapa namamu?" pembicaraan mereka diawali dengan pertanyaan yang dilontarkan ari, karena melihat vera dan maya masih ketakutan jadi untuk mencairkan suasana terpaksa ari membuka mulutnya
"Namaku tang san dari klan Tang, mungkin jika di zaman sekarang nama itu sudah menjadi sejarah"
"Kalau begitu apa rencana mu dan kenapa kamu bisa mengendalikan tubuh temanku?"
"Semua Itu karena tubuh dan rohku memiliki kecocokan, jadi membuat aku bisa mengendalikan tubuh ini, dengan catatan aku harus mendapat izin dari pemilik tubuh yaitu putra, jadi kamu tidak perlu khawatir tentang temanmu ini, karena aku bukan roh hitam yang bisa merebut tubuh orang lain"
"Kalau begi maafkan aku, jika sudah menuduh mu yang Bukan-bukan"
"Kalau tidak ada yang ditanyakan, aku akan kembali ke alam spritual"
"Tunggu, aku ingin bertanya sesuatu" sambung ari
"Hal apa itu?!"
"Sebenarnya Apa tujuanmu?!, apa benar yang dikatakan putra, kalau kamu datang untuk menyelamatkan manusia??"
"Apa yang dikatakan putra semuanya benar, aku datang untuk memberikan kekuatanku kepada lima orang yang beruntung, agar ketika kekuatan jahat datang, aku sudah siap untuk memberikan kekuatan terakhirku kepada kalian berlima"
__ADS_1
"Kalau begitu apa kekuatan jahat itu adalah orang yang pernah mengalahkan mu dimasa lampau?, dan kenapa kamu harus di tubuh putra?"
"Benar, orang itu adalah orang yang pernah aku lawan dimasa lalu, hingga aku harus memecah rohku menjadi lima bagian dan bagian-bagian itu adalah kekuatan elemen, tentu saja semua orang yang mempunyai kemampuan ini ada rohku didalam tubuhnya, hanya saja aku bisa hidup saat ini semuanya berkat putra karena tubuhnya menerima rohku" jelas tang san
"Terimakasih karena sudah mau menolong kami semua, dan sekali lagi maafkan aku jika sudah lancang padamu"
"Baiklah lain kali jangan suka salah menilai seseorang dari tanpanya saja" ujar tang san
"Heh,. Dia kan memang pakai wajah putra, jadi mana aku tau jika dia orang baik" batin ari
"Kalau gitu aku akan kembali ke alam spritual untuk beristirahat, cukup lelang berada di dunia nyata" tang san yang langsung pingsan sempat membuat ari, vera dan maya kaget
namun disisi lain maya dan vera mulai kembali menghembuskan nafas lega, karena selama tang san berada di tubuh putra saat itu juga mereka terus diam membisu karena ketakutan dengan aura yang terpancar, walaupun tubuh yang dipakai milik putra namun berbeda dengan aura karena setiap orang memiliki auranya tersendiri
"Kalian baik-baik saja?!, maafkan aku jika terlalu lama menahannya" cemas ari yang melihat keadaan maya dan vera
"Ka-kami baik-baik saja kamu tidak salah, karena kamu menanyakan hal yang memang seharusnya ditanyakan"
"Tapi bener kalian tidak apa-apa?!" panik ari
"Kamu tenang saja, justru kami yang seharusnya meminta maaf padamu, karena sepanjang pembicaraan kami justru hanya diam membeku tanpa mengeluarkan satu katapun"
"Tidak apa-apa, aku sudah mengerti denganmu, tapi bagaimana denganmu maya? Dari tadi kamu hanya diam saja, aku khawatir terjadi sesuatu padamu!!"
Dengan cepat ari langsung memeluk maya, karena takut maya akan depresi dengan apa yang baru ia lihat, dengan berkata "kamu sudah aman disini, dan kamu tidak perlu khawatir karena sekarang aku ada disini untukmu"
Sementara itu Vera langsung memastikan keadaan putra, karena secara tiba-tiba ia pingsan ditempat "Putra syukurlah kamu baik-baik saja, aku khawatir denganmu" Vera yang saat itu sudah panik dan cemas karena putra tidak sadarkan diri
Namun disaat yang sama putra bertemu lagi dengan tang san, "bagaimana, dengan obrolan kalian tidak ada masalahkan?" tanya putra dengan gelisah karena sudah cemas dengan teman-temannya
"Kamu tentang saja semuanya sudah berjalan dengan lancar sekarang kamu cepat sadar karena sudah ada yang menunggumu!!"
"Siapa"
Aku paling males, kalau harus menjelaskan hal yang bertele-tele"
"Oke-oke, aku akan kembali ke tubuhku tapi sebelum itu terimakasih ya, karena sudah ada untuk kami, walaupun kamu jarang sekali di anggap ada oleh orang-orang"
"Berisik, cepatlah sana aku mau istirahat" ketus tang san, walaupun ia tang san terlihat tidak perduli tapi dirinya cukup senang dengan apa yang dikatakan putra, karena selama ia hidup dirinya belum pernah ada yang mengerti tentang perasaannya
Ketika putra sadar dirinya sudah berada di pangkuan vera, tapi yang membuatnya terharu adalah dimana seorang wanita seperti vera memperhatikannya dengan perasaan tulus
"Sudah Jangan bersedih lagi, karena jika kamu sedih maka aku akan ikut sedih" putra segera mengusap air mata vera yang saat itu membasahi pipinya
"Putra, ini kamu putra, aku kira tang san akan mengambil alih tubuhmu" ucap vera dengan memperkuat pelukannya
"Ah.. Sakit, jika kamu seperti itu terus bisa-bisa aku pingsan lagi nih" ujar putra yang merintis kesakitan
__ADS_1
"Dasar pria, bodoh" gumam vera dengan wajah merona dan perlahan mulai melonggarkan pelukannya
Walaupun putra sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan vera, tapi ia tau kalau vera memiliki perasaan yang tulus padanya, "Vera, aku tau kamu sangat takut kehilangan aku, tapi sebelum itu aku mau berterimakasih padamu untuk semua kehangatan yang telah kau berikan padaku" begitulah kata hati putra yang berbicara dengan tulus