Fire And Water

Fire And Water
Cp 84# Maju-Mundur


__ADS_3

Akhirnya Ari berangkat bersama yang lain untuk bergegas ke tujuan awal mereka yaitu kapal induk sekutu yang sengaja mereka targetkan karena menurut Rico ada kemungkinan kalau Putra ada di sana sementara disaat mereka dalam perjalanan, Putra dan yang lainnya telah lebih dulu bertemu dengan ancaman baru yaitu 7 klon ciptaan Zhang Xuan yang sudah berdiri dihadapan mereka.


Putra yang saat itu tubuhnya masih lemah, cuman bisa pasrah dengan keadaannya, karena dia benar-benar tidak tahu dengan pria yang ada dihadapannya, karena tidak ada hal yang bisa membuktikan kalau mereka kawan jikapun lawan mereka bukanlah lawan yang mudah


Begitu asumsi Putra ketika melihat raut wajah gelisah Krise yang terlihat pucat entah karena takut atau cemas walaupun dari kedua hal itu hanya beda tipis


Karena keadaan yang mengkhawatirkan membuat Krise meminta Putra segera pergi dari tempat tersebut karena tempatnya saat ini sudah tidak aman bagi mereka, tapi hasilnya justru Putra malah menolaknya mentah-mentah karena sifatnya yang keras kepala membuat Krise hanya bisa membuang nafas kasar


Tapi bukan Krise jika tidak bisa menangani masalah kecil itu apalagi ada Vera yang bisa menjadi alasannya untuk memojokkan Putra agar mau pergi dari tempat tersebut, "Putra, mungkin kamu memang tidak bisa pergi meninggalkan ku, tapi setidaknya kamu pikirkan tentang nasib kekasihmu itu"


"Maksudmu?" bingung Putra yang melirik kearah kakaknya dengan tatapan penuh tanya


"Disini terlalu berbahaya, apalagi ada kemungkinan kalau sebentar lagi bakal ada pertempuran disini, jadi apa kamu tidak kasihan jika melibatkan Vera lebih jauh lagi?"


"Tentu saja aku tidak akan tega membiarkan hal tersebut terjadi tapi memang aku tidak bisa meninggalkan mu disini!!"


"Jangan pikiran kan aku bodoh, aku sudah banyak melewati kematian jadi masalah kecil seperti ini hanya bagaikan teri untukku"


"Kami kira aku akan percaya!!" ketus Putra dengan datar


"Nih.. Anak memang keras kepala rupanya" batin Krise melihat tampang datar adiknya


Tidak lama bisikan mereka terhenti karena Vera secara mengejutkan berbicara dibelakang, tentunya diantara mereka dengan nada normal, "Kita harus bagaimana sekarang? Apakah mereka teman kita?"


"Aku tidak tahu tapi jika dilihat dari tingkah mereka kita justru malah terlihat seperti musuh" balas Putra dengan menggertak gigi


"Lalu harus apa kita sekarang?" bingung Vera yang terlihat bimbang bahkan tatapannya kini kosong bagaikan seseorang tidak mempunyai harapan, semua itu karena rasa takutnya akibat melihat tragedi tak terduga yang telah terjadi di tempat itu


"Putra ini kesempatan terakhir" bisik lagi Krise yang memberi tatapan serius


"Sialan,.." gerutu Putra dengan cepat berlari kearah pintu sambil memegang pergelangan tangan Vera secara lembut namun bertenaga dalam mencengkram tentunya kepergian mereka segera di susul oleh jenderal, karena pada dasarnya dirinya juga takut melihat manusia aneh di hadapannya


"Kenapa kau membiarkan mereka lari?" tanya salah satu dari 7 klon yang nadanya berat dan serak bahkan mendengarnya saja sudah ngeri


"Tentu saja karena kalian berurusan denganku!!" ketus Krise dengan tatapan tajam walaupun pada saat itu ia tahu kalau kekuatannya tidak mampu menyeimbangi lawan


"Apa kamu tidak tahu kami?"


"Tentu saja aku tahu, tapi kalian telah melanggar perjanjian yang telah kita sepakati sebelumnya"


"Janji tersebut memang kami gunakan sebagai alat agar kami bisa mengandalkan seseorang untuk melangsungkan misi kami, tapi kami juga tidak bisa membantah perintah yang telah menciptakan kami meskipun harus melawan janji ini"


"Cih.. Klon mau sampai kapanpun tidak akan mempunyai perasaan dan harga diri, justru yang salah adalah aku, kenapa aku harus terlibat dengan orang seperti ini" batin Krise yang diselimuti rasa penyesalan


"Dimana tuan kalian itu?!" sambung Krise yang bertanya


"Dia pergi menuju gerbang, untuk menyempurnakan rohnya yang sempat tersegel didalam gerbang"


"Sial, ternyata semua jauh dari perkiraan ku" gumam krise yang mulai mengingat apa yang sempat dia pikiran sebelum menjalin kontrak dengan klon nya


"Tuan krise, kami tidak memiliki waktu lagi anggap saja obrolan ini adalah obrolan terakhir kita untuk menutup bisnis selama ini"


"Haa... Aku memang harus melawannya" hela nafas berat Krise dengan beban pikiran menumpuk di kepala


"Baiklah, biar aku saja yang akan melawannya" ujar salah satu dari mereka walaupun semua sama bahkan Krise tidak bisa membedakan diantara mereka walaupun bisa dibedakan lewat jubah yang mereka kenakan dimana letak robek berbeda-beda


Pada saat itu salah satu dari mereka maju dengan tubuh yang sama dengan yang lainnya, yaitu tinggi sekitar 170 cm dengan jubah hitam lekat yang terdapat sedikit noda dan robek di jubah namun matanya masih sama yaitu merah menyala karena pada dasarnya mereka bukan manusia pada umumnya


Setelah satu diantaranya menghadap kearah Krise, maka yang lainnya langsung pergi dari tempat tersebut dengan metode menghilang sehingga krise tidak bisa menebak gerakan mereka karena gerakan mereka tak kasat mata, "Sial, mereka pasti mengejar Putra" batin Krise yang ingin mengejar putra namun di halang oleh orang yang akan menjadi lawannya


Dengan kekuatan besar pria misterius tersebut mengejar Krise bahkan tidak perlu waktu lama posisi lawannya telah mendapat serangan

__ADS_1


𝘿𝙪𝙖𝙧....


Suara ledakan di hasilkan dari tinju Pria misterius tersebut yang begitu bertenaga sehingga membuat lantai kapal hancur, namun beruntungnya Krise dapat menghindari serangan tersebut dengan tangkas jadinya ia berhasil selamat dari maut


"Hampir saja kepalaku hancur!!" batin Krise dengan nafas lega, namun itu tidak bertahan lama karena musuhnya langsung fokus ke arah krise yang berdiri kaku dibelakang punggungnya


"Kamu beruntung, karena tinjuan ku meleset" ucap pria misterius tersebut dengan wajah datar


"Yah,.. Kamu benar" dengan gesit krise melancarkan tendangan berputar 180° hingga pria misterius tersebut sontak kaget tapi beruntungnya dia telah lebih dulu menahan kekuatan krise sehingga ia berhasil selamat dari tendangan namun terjadi hantaman keras karena menahannya secara langsung menggunakan tangannya


"Oh.. Kamu ternyata cukup kuat yah" senyum kecut krise yang seakan-akan menghina lawannya, tentu saja dengan cepat dirinya menarik kembali kakinya karena akan sangat berbahaya jika pria misterius tersebut menggunakan peluang kosong tersebut untuk menyerang balik


"Beraninya kau bermain-main denganku" geram pria misterius tersebut dengan kekuatan penuh ia melancarkan tinjunya tepat di muka Krise tapi sialnya krise dapat menghindar dengan santai lalu menyerang balik dengan sikut tepat di pipi pria itu sehingga dirinya mundur beberapa langkah


"Heh.. Kamu justru terlalu meremehkan ku, kamu kira serangan tadi tidak bisa ku hindari"


"Sial" ketusnya sambil memasang kuda-kuda bertarung.


Sementara Putra, Vera dan jenderal sudah berada di lobi kapal dan hanya perlu menuruni tangga untuk keluar dari kapal, tetapi ketika hendak melangkah keluar Vera berkata kepada Putra yang waktu itu berlari lebih dulu, "Putra, bagaimana dengan orang yang bernama krise itu?" tanyanya sehingga Putra berhenti melangkah lalu melirik kebelakang dengan tangan masih memegangi pergelangan tangan Vera


"Kamu benar, mana mungkin aku meninggalnya!!" gumam Putra tapi masih terdengar hingga ke kuping Vera


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Vera


"Aku juga tidak tahu, tapi mungkin aku bisa membantunya"


"Tidak jangan kembali lagi ke sana!!" potong sang jenderal dengan nada tinggi


"Kenapa?" tanya Vera dengan tatapan bingung


"Tentu saja, karena yang mereka incar itu Putra bukan kita"


"Tidak, justru karena aku yang di incar maka mereka tidak akan fokus ke kalian, dengan begitu mereka tidak akan melukai kalian"


"Tapi di sana bahaya" ucap Vera


"Aku tahu, tapi ini adalah satu-satunya cara untuk kalian bisa selamat, meskipun terlihat nekat tapi aku ingin kamu selamat, Vera"


"Aku tidak setuju" bantah Vera dengan tegas sambil melepaskan diri dari cengkeraman Putra


"Kamu gak usah cemas karena aku akan kembali secepatnya" ucapan Putra sambil memegang pundak Vera


"Baiklah tapi kamu harus berhati-hati di sana!!"


"Oke" jawab Putra yang setelah itu dengan cepat pergi dari tempat tersebut menuju ke atap kapal lagi untuk menyusul kakaknya


Vera yang melihat punggung Putra semakin menjauh cuman bisa tersenyum kecil lalu kembali menatap Jenderal yang sembari tadi berdiri di samping, "Kenapa kamu membiarkannya pergi?" tanya jenderal yang masih bingung dengan jalan pikiran antara sepasang kekasih tersebut


"Aku tidak tahu kenapa, tapi aku tidak ingin jika terjadi sesuatu hal yang buruk maka Putra akan menyalahkan dirinya sendiri dikemudian hari"


"Lalu kenapa kamu tidak membantunya?"


"Aku tidak bisa membantu mereka, yang ada kehadiranku malah menghambat mereka"


"Kalau gitu apa yang akan kamu lakukan setalah ini?" tanya balik Jenderal kepada Vera


"Entahlah" balasan Vera yang terlihat bimbang untuk memilih. Sedangkan di lain tempat Krise dan Pria misterius tersebut sedang sibuk bertarung dengan kedua tangan mereka dimana awalnya krise terlihat lebih unggul dalam tak-tik tapi keterampilannya tidak bisa menyeimbangi lawannya karena jika dibandingkan power lawan krise lah yang paling kuat


"Sial dia terlalu kuat untuk aku menyeimbangi kekuatannya!!" gumam Krise yang terpojok dengan tubuh penuh luka memar


Sedangkan pria misterius tersebut hanya tersenyum sadis lalu melontarkan satu kata dengan nada berat yang penuh penekanan, "Mati!!!" ucapan tersebut dikatakan dengan lantang sebelum dirinya melesat dengan kecepatan tak kasat mata mengarah Krise berada

__ADS_1


Karena kecepatan yang begitu gesit membuat Krise sedikit terpojok dengan kekuatan musuh, bahkan kekuatan milik musuh telah membuat Krise terpental walaupun sudah ditahan dengan kedua tangan yang telah di selimut kekuatannya


"Sial,.. Dia kuat sekali" batin Krise dengan keringat bercucuran


"Kamu sudah berani melukaiku maka terima akibatnya" ucapnya dengan suara berat sambil menekan kata-katanya dengan aura yang telah menyelimuti seluruh tubuh


"Heh.. Memangnya aku akan takut dengan ancaman mu" ujar Krise dengan ketus akan tetapi lawannya tidak menggubris bahkan saking seriusnya ia tidak sempat melirik kearah Krise karena konsentrasinya telah terfokus kan ke Lawannya


Karena sudah terdesak dengan badan penuh luka memar membuat Krise melakukan serangan maju mundur, dimana ia akan mundur sebagai defense dan maju sebagai menyerang lebih singkatnya tak-tik ini sering digunakan di olahraga Boxing, dimana posisi kita sudah tidak diuntungkan maka kita akan menggunakan teknik kecepatan


Karena kecepatan bisa melawan kekuatan, oleh sebab itu Krise menggunakan keterampilan tersebut untuk melawan musuhnya, walaupun musuhnya bisa membaca gerakannya namun tidak ada salahnya jika di coba, karena hampir semua serangan Krise ter-counter dengan mudahnya


Bahkan Krise berasumsi kalau lawannya bisa membaca gerakannya, jadinya Krise menggunakan berbagai kemampuan untuk melawan musuhnya tapi mau bagaimanapun lawannya bukan manusia biasa karena dimana Krise menyerang lawannya dapat menahan dengan begitu mudah tanpa perlu mengunakan banyak tenaga


"Monster!!,.." satu kata yang sempat terbesit dalam benak Krise bahkan di setiap serangan musuh ia hanya bisa mengindari karena jika ditahan yang ada Krise sendiri yang akan mendapat imbasnya, karena pertahanannya ibaratkan seperti pedang bermata dua


Setelah sekian lama tak-tik maju/mundur di lakukan Krise tidak menemukan cela ataupun peluang untuk menyerang balik lawannya yang ada malah lawannya yang terus melancarkan serangan sehingga Kini tubuh Krise sudah penuh luka memar yang memang disebabkan satu lawan, tidak hanya fisik tapi pakaian juga kini sudah compang-camping


Karena sudah kelelahan kini Krise membuka peluang di bagaimana perut sehingga pria tersebut mendapat kesempatan untuk menyerang balik, karena bagian perut terdapat organ vital yang bisa menyebabkan kematian jika organ tersebut mendapat hantaman keras, "Sial.. Kenapa aku ceroboh" gumam Krise yang langsung melangkah mundur walaupun tidak sempat menghindari serangan yang berupa pukulan karena pukulan tersebut sudah berada didepan mata


Mau bagaimanapun usahanya akan sia-sia jika ia menangkis ataupun melangkah mundur karena posisi lawan berada dihadapan dengan posisi kuda-kuda siap, sedangkan Krise posisinya telah berantakan tapi beruntungnya ketika tinju tersebut ingin menghantam ke ulu-hati, Putra datang dengan terjangan kaki berapi


𝘿𝙐𝘼𝙆...


Suara hantaman yang begitu keras mengenai lengan sang pria berjubah hitam itu dengan bertenaga, sehingga orang tersebut terpental ke samping dengan sangat kencang ia terhantam dan terguling ke lantai kapal yang jaraknya cukup jauh dari posisi awal


"Kakak tidak apa-apa?" tanya Putra dengan memperhatikan kakaknya


"Haha.. Ternyata menyerang dari belakang sangat Efektif" tawa kecil krise dengan menghembuskan nafas lega


"Walaupun terlihat pengecut bagi lawan, namun bagi teman aku akan terlihat seperti seorang pahlawan kesiangan" jawab Putra dengan seyum kecut


"Dasar" gumam Krise sambil tersenyum tipis


"Jadi hanya dia seorang lawan kita?" tanya Putra sambil mengalihkan perhatiannya ke seseorang yang telah ia tendang


"Benar, sisanya sedang mengejar mu" jawab Krise


"Oh... Kalau begitu, sepertinya kita harus habisi yang satu ini dulu"


"Tidak semudah itu, Ferguson" jawab Krise


"Kenapa?"


"Karena dia kuat!!!" jawab singkat kakaknya dengan emosi


"Kalau begitu bantulah!!" bukannya tenang justru Putra malah semakin ngegas sehingga diantara mereka terlihat adu tinggi nada bicara


"Oke-oke" jawab Krise yang terlihat lebih serius dari sebelumnya


Saat itu mereka menatap tajam kearah pria yang sedang berusaha untuk berdiri dari tidurnya yang di akibatkan karena Putra secara mengejutkan telah menendang pria tersebut dengan sembarang


"Kok aku malah merasa bersalah yah" gumam Putra dengan cemas akibat terlihat lawannya sangat kesakitan di bagian lengan namun untungnya tendangan Putra tidak menyebabkan patah tulang jadi bisa dibilang kalau tendangannya masih batas normal.


**************


𝙃𝙖𝙡𝙤.. 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚'𝙡𝙖𝙜𝙞 𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖 𝙇𝙞𝙠𝙚, 𝙨𝙝𝙖𝙧𝙚, 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙧𝙖𝙠 𝙛𝙖𝙫𝙤𝙧𝙞𝙩, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 𝙚𝙣𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖


𝙎𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙢𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙭𝙩 𝘾𝙝𝙖𝙥𝙩𝙚𝙧!!..


𝙂𝙤𝙤𝙙𝙗𝙮𝙚👋

__ADS_1


__ADS_2