Fire And Water

Fire And Water
Cp 104# End (Last Chapter)


__ADS_3

"Guru, aku sama sekali tak mengerti maksudmu, tolong jelaskan lebih detail supaya aku tidak salah paham!!" titah Putra dengan pikiran yang sudah traveling kemana-mana sehingga tiada ruang untuk berfikir positif, hanya saja sang guru cuman diam dan menatap Putra dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca, jadi sangat wajar jika seseorang berpikir yang tidak-tidak karena logat guru sangat aneh


"Maafkan aku, Putra!, tapi ada hal yang harus kamu tahu, salah satunya adalah fakta tentang ku" ujar Tang san dengan merentangkan kedua tangan ke samping yang menunjukkan bahwa putra harus memeluknya, tentu saja Putra amat bingung dan berjalan mendekati guru dengan rasa enggan untuk bertanya karena setiap pertanyaannya tidak mendapat respon


Sampai ia sadar kalau roh Tang san mulai terhapus menjadi butiran secara perlahan. "Guru!! Ada apa dengan roh mu?" tanya Putra dengan menghentikan langkah kaki dan menatap Tang san dengan intens, karena kali ini dia sudah tidak dapat menahan rasa ke ingin tahuannya


"Maaf karena guru tidak bisa mendidik mu, dan maaf karena tidak bisa menemanimu sampai akhir, karena sudah saatnya guru pergi, agar kalian bisa menjalani hari-hari dengan tenang dan damai, tanpa harus ada pertumpahan darah, seperti sebelumnya" jelas Tang san dengan senyum tipis


Tentu saja sorot mata Putra mulai berubah menjadi sayu yang lensa mata sudah berkaca-kaca karena semua yang dikatakan oleh guru bukanlah hal yang diinginkannya. "Kenapa guru berkata seperti itu?" tanya Putra dengan bingung hingga menatap Tang san dengan lekat karena keberadaan guru berada di dihadapannya dengan posisi masih merentangkan kedua tangan


"Energi kehidupan ku, sudah habis dan sekarang aku tidak bisa mempertahankan roh ini, jadinya aku harus lenyap dari hatimu" jawab Tang san dengan senyum lebar, tentu Putra yang melihat langsung mendapatkan sebuah sayatan pisau transparan yang menusuk hati hingga luka namun tak berdarah


"Guru!!" panggil Putra dengan lirih sambil melihat Tang san terus merentangkan kedua tangan tidak lupa dengan senyum, hingga dengan hati berat muridnya berlari dan memeluknya dengan erat


"Terimakasih untuk semuanya, karena sudah mau melindungi murid mu yang bodoh dan memberiku kesempatan untuk bertemu dengan kedua orang tua ku!!" seru Putra yang sudah berlinang air mata dibalik punggung sang guru


"Kau memang bodoh, tapi aku juga harus maaf karena untuk kedepannya aku sudah tidak bisa melindungi mu dari bahaya, tapi tak apa, karena seluruh musuh telah kamu kalahkan, dendam mu telah berakhir jadi mulai sekarang hiduplah seperti anak SMA lainnya tanpa harus memikul tanggungjawab dunia, kamu mengerti!!"


"Baik" Putra hanya bisa menjawab dengan nada lirih tanpa bisa mengucapkan kata lain dari mulutnya karena waktu begitu saja berlalu, walaupun pertemuan mereka singkat akan tetapi Putra bisa merasakan akan ketulusan guru untuk membantu muridnya


Setelah beberapa saat berpelukan akhirnya Tang san menghilang secara menyeluruh dari bekapan sang murid, hingga setelahnya Putra tertekuk lutut dengan air mata mengalir deras membasahi pipi, tanpa suara kecuali isak tangis yang terdengar dari Putra karena dia sambil meremas dadanya sendiri dengan kuat seraya ingin menahan rasa sesak di dada


"Sialan" umpat Putra dengan sedih sambil mencoba untuk berdiri, karena lemas membuat tubuhnya sempoyongan. "Aku harus kembali!!" Gumam Putra dengan lesu karena sudah tak tahu harus berbuat apa karena sang guru telah tiada


Setelah sadar, Putra langsung mendapati bahwasanya, teman-temannya telah mengelilingi dirinya yang waktu itu terkapar di tanah, awalnya ia bingung harus memulai bicara dari mana, karena seluruh orang tampak tersedu-sedu, karena melihat mereka meratapinya dengan sorot bahagia sekaligus berkaca-kaca


Khususnya Sofia, karena sebari tadi dia berusaha untuk menyembuhkan luka diderita olehnya, karena melihat suasananya, Putra hanya tersenyum tipis sembari bernafas lega, akan tetapi suasananya berubah ketika kakaknya angkat bicara. "Kerja bagus, mulai sekarang dan kedepannya kita sudah aman!!" serunya dengan posisi duduk didekat Putra


"Dengan begini kita bisa pulang kan?" tanya Putra dengan nada lirih. "Tentu, kapanpun kita bisa pulang dengan hasil memuaskan" jawab krise dengan memperhatikan dari jauh seorang gadis cantik yang sibuk menyembuhkan lebih banyak pasien ketimbang Sofia hanya satu orang saja


"Aku tidak sabar, ingin kembali ke sekolah" gumam Putra yang melihat seluruh orang berkumpul di satu titik. "Semuanya sudah selesai" ujar seorang gadis yang baru saja usai menyembuhkan luka yang diderita teman Putra


"Siapa kamu?" tanya Putra


"Aku Angelina, salam kenal" sahutnya dengan senyum lebar, yang membuat Putra nyaman jika ngobrol dengan wanita yang satu ini


"Terimakasih karena sudah mau membantu kami, dan kamu juga, aku ingin ucapan terimakasih, karena jika tidak ada kamu aku tidak tahu nasib kedepannya" ucap Putra kemudian mengambil sikap duduk dan menatap kearah Angel dan Josua secara tidak langsung mereka berdiri berdekatan karena hanya berjarak 1 meteran


"Tidak masalah" timpal Angel dengan antusias tidak seperti Josua yang memasang wajah datar


"Haha.. Ternyata kamu orangnya asik yah" tawa kecil Putra dengan banyak mata yang memperhatikannya


"Tapi sepertinya kita akan berpisah dari sekarang" ujar Angel dengan raut wajah berubah menjadi serius tapi sedikit kecewa


"Kenapa?" tanya Putra dengan bingung. "Karena kali ini tugasku adalah untuk menghilangkan seluruh kekuatan yang ada di muka bumi, khususnya pengguna element karena menurut ku ancaman telah tiada"


"Hah?" Seluruh orang amat bingung dengan ucapan dari Angel, bahkan josua pun ikut terbelalak mendengar ucapan dari malaikat tersebut, memang jika menurut teori, malaikat mungkin bisa mengambil kekuatan yang ada di manusia karena nyawa sekalipun mereka bisa


"Siapa kamu?" sahut dari Samuel karena masih sangat bingung dengan ucapan gadis didepan matanya


"Aku malaikat yang ditugaskan untuk mengambil kekuatan manusia super, karena kekuatan ini menyebabkan banyak sekali malapetaka untuk dunia, khususnya kejadian ini" seru Angel dengan serius

__ADS_1


"Malaikat" batin setiap orang karena pertama kalinya mereka mendengar makhluk sakral tersebut yang menapakkan kaki di bumi, karena yang mereka tahu adalah malaikat dalam dongeng


"Dan sepertinya waktu ku tidak lama, jadi aku akan akhiri sekarang"


"Tunggu!!" potong Putra dengan menatap lekat ke arah angel


"Ada apa?"


"Kekuatan kami tidak bisa diambil karena perang sedang berlangsung, jadi aku ingin mengakhiri perang dengan kekuatan ini"


"Kamu tenang saja, karena aku sudah merancang sesuatu yang lebih menggelegar dunia"


"Hah?"


"Kalau begitu aku akan mulai" tutur Angel dengan menodongkan tangan ke langit sambil mengucapkan kata-kata tapi tidak bisa didengar oleh siapapun, seperti ia sedang berkomunikasi dengan sang agung yang suci sampai dalam sekejap terlihat suar yang melambung tinggi hingga menembus awan dengan di sertai tubuh manusia berkemampuan yang bersinar dengan terang dimanapun dia berada mau itu diujung bumi sekalipun


"Baiklah, mari kita akhiri" ucap angel sambil menatap kearah rombongan manusia yang tak lain Putra dan temannya


Whusss...


Hembusan angin yang kencang membuat seluruh permukaan benua merasakan amarah langit yang bergemuruh, karena pada awalnya langit cerah langsung berganti malam, tentu semua itu menjadi perbincangan makhluk hidup di bumi, mau itu hewan, manusia, sekalipun tanaman, karena kejadian ini adalah moments yang harus diabadikan sepanjang abad


Sampai-sampai seluruh makhluk merasa takut dengan kejadian tersebut, tapi terdengar suara dari langit yang berkata dengan ucapan yang berat sehingga membuat makhluk gila ketakutan


"𝕂𝕒𝕝𝕚𝕒𝕟 𝕤𝕦𝕕𝕒𝕙 𝕓𝕒𝕟𝕪𝕒𝕜 𝕓𝕖𝕣𝕤𝕖𝕟𝕒𝕟𝕘-𝕤𝕖𝕟𝕒𝕟𝕘, 𝕕𝕒𝕟 𝕤𝕦𝕕𝕒𝕙 𝕤𝕖𝕙𝕒𝕣𝕦𝕤𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕒𝕝𝕚𝕒𝕟 𝕒𝕜𝕙𝕚𝕣𝕚 𝕡𝕖𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕥𝕒𝕜 𝕓𝕖𝕣𝕒𝕣𝕥𝕚 𝕚𝕟𝕚, 𝕜𝕒𝕣𝕖𝕟𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕤𝕖𝕤𝕦𝕟𝕘𝕘𝕦𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕥𝕖𝕝𝕒𝕙 𝕤𝕖𝕝𝕖𝕤𝕒𝕚, 𝕛𝕚𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕜𝕒𝕝𝕚𝕒𝕟 𝕥𝕚𝕕𝕒𝕜 𝕞𝕖𝕟𝕘𝕙𝕖𝕟𝕥𝕚𝕜𝕒𝕟 𝕡𝕖𝕣𝕥𝕚𝕜𝕒𝕚𝕒𝕟 𝕓𝕠𝕕𝕠𝕙 𝕚𝕟𝕚, 𝕞𝕒𝕜𝕒 𝕒𝕜𝕦 𝕤𝕒𝕟𝕘 𝕒𝕘𝕦𝕟𝕘 𝕒𝕜𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕝𝕖𝕟𝕪𝕒𝕡𝕜𝕒𝕟 𝕓𝕦𝕞𝕚 𝕕𝕒𝕟 𝕡𝕖𝕟𝕘𝕙𝕦𝕟𝕚𝕟𝕪𝕒"


Ucapan tersebut membuat serdadu menghentikan peperangan nya dan bersujud dihadapan sang agung dengan mencoba untuk memohon pengampunan darinya, tidak hanya serdadu tetapi pejabat dan pemimpin negara sekalipun langsung bergidik ngerti dan berniat untuk gencatan senjata dengan lawan mereka agar bumi tidak musnah


Akan tetapi kejadian tersebut tidak bisa dilihat oleh Putra dan teman-temannya dengan jelas karena silaunya cahaya membuat mata mereka sakit, tetapi ketika sinar tersebut hilang Angel yang didepan mata mereka pun ikut menghilang, seperti ia bersatu dengan cahaya


Tetapi yang membuatnya aneh adalah siang berganti malam dan setelah cahaya tersebut hilang malam pun berganti lagi menjadi siang dan kejadian itu membuahkan hasil yang membingungkan karena kekuatan menghilang, dan 12 gerbang pun runtuh dengan sendirinya tetapi ada satu hal yang mereka yakini, yaitu semuanya telah berakhir.


\*\*\*\*\*\*



( 2 tahun kemudian )


Setelah kejadian tersebut banyak sekali yang berubah salah satunya mengenai kebiasaan, Putra dan Ari yang langsung melanjutkan sekolah mereka sementara Josua menghilang ketika di bandara tapi semua yakin kalau dia akan kembali nanti dan ikut kumpul bersama dengan mereka, sedangkan untuk Samuel, Krise, Miya, Sina, dan Sofia mulai mengenal dunia kerja dan beradaptasi menjadi masyarakat negera, untuk kerjaan mereka sangat beruntung karena diterima menjadi anggota dewan kerena relasi Vera


Kalau ayah Vera yaitu Ziel mulai membangun kembali negerinya dan mengajukan diri sebagai kepala persatuan Aliansi untuk kedua kalinya. Tentu semua dapat melewati hari-hari dengan penuh bahagia tanpa harus memikirkan, bagaimana lawan mereka atau bagaimana masa depan mereka besok karena semua telah mereka ubah dengan pengorbanan


Dihari kelulusan Putra berencana untuk menyatakan perasaannya ke pada vera untuk kedua kalinya, dengan lokasi dibelakang sekolah, sehingga waktu itu suasananya sangat sepi dan sunyi karena rata-rata murid merayakan kelulusan di halaman sekolah sekalian membuat dokumentasi untuk ke terakhir kali bersama sekolah maupun teman semasa sekolah


"Kenapa, kamu mengajakku kesini?" tanya Vera dengan bingung karena disaat dia masih bersama Sonia dan Maya dihalaman sekolah, Putra pun datang ke antara mereka dan mengajaknya untuk bertemu dibelakang sekolah, awalnya Vera enggan untuk datang tapi beda cerita jika yang menyuruh Putra


Waktu itu Putra menggunakan seragam sekolah casual sedangkan Vera menggunakan yang serupa hanya saja ada tambahan seperti sweater berwarna pink dan rambut di kuncir kuda


"Anu.. Ada hal yang ingin aku katakan kepadamu, ver" balasan Putra dengan grogi. "Hal apa itu?" tanya Vera yang semakin bingung dengan maksud Putra


"Sebenarnya aku suka sama kamu!!" seru Putra dengan lantang sehingga Vera sempat terkejut kemudian kembali melontarkan kata-katanya. "Aku sudah tahu, lalu tujuan kamu apa?"

__ADS_1


Tentu saja, Putra langsung salting sendiri karena ini merupakan moments pertama dia mengungkap perasaan secara resmi, karena sebelum-sebelumnya Vera lah yang memulainya. "Jadi mau tidak, jika kamu, berpacaran dengan ku?" tanya Putra dengan malu-malu kucing


"Hah!!.. Memangnya selama ini kamu anggap hubungan kita apa?"


"Ha?"


"Kamu harus tahu yah,.. kalau papa sudah setuju dengan hubungan kita dan dia akan membantu kita 100%, dan setelah semuanya mendukung kamu hanya mengungkapkan perasaan doang, lagian kan kita sudah sama-sama suka untuk apalagi pacaran"


"Heh?" terlihat Putra semakin bingung dengan perkataan Vera yang semakin tak jelas. "Ah.. Sudahlah, aku bete banget sama kamu" gerutu Vera yang memalingkan tubuh dari hadapan Putra, karena situasinya kurang mendukung akhirnya Putra mencoba untuk membujuk Vera dengan berkata


"Kamu ingat dengan kata-kata ku sebelum semuanya berakhir?"


Karena ucapan tersebut Vera memalingkan pandangan dan melihat dengan intens kearahnya. "Yah.. Aku janji setelah semuanya berakhir maka kita akan memulai hubungan yang baru dan resmi, jadi oleh karena itu aku ingin menyatakan perasaan ku dan berharap jika kita bisa memulai hubungan" sambung Putra dengan merona


"Huff.." waktu itu Vera hanya tertawa kecil sambil menutup rapat mulutnya sehingga membuat Putra malu sendiri dengan ucapan yang dikatakan


"Kenapa ketawa?"


"Karena kamu lucu" jawab Vera dengan cengengesan. "Dasar kamu nih" gumam Putra yang sudah terlanjur dibuat malu oleh gadis didepannya tetapi di saat situasi sedang happy, terdengar suara asing yang berasal dari belakang punggung putra


Tentu saja, seketika itu sontak Putra langsung terkejut dan memalingkan pandangan kearah belakang, yang memperlihatkan Ari dan Maya sedang memperhatikan drama antara dirinya dan Vera. "Kalian sedang apa?" tanya Putra dengan cetus


"Haha... Tentu saja memperhatikan dua bucin yang masih pdkt" tawa Ari dengan meledek tapi konsentrasi Putra berubah setelah dirinya menerima pelukan dari depan dan ternyata oh ternyata yang memeluknya adalah Vera, tentu saja Putra ikut membalas pelukan dengan pelukan yang akhirnya memperlihatkan posisi mereka saling berpelukan di belakang sekolah dengan keadaan bahagia.


\*TAMAT\*



\*\*\*\*\*\*\*



Akhirnya... Cerita Fire And Water pun tamat, saya ingin mengucapkan salam perpisahan kepada cerita ini karena akan lanjut ke karya kedua dengan judul yang telah di tetapkan, sebelum itu saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada noveltoon dimana sudah memberikan ruang untuk saya bisa mengeluarkan potensi dalam menulis, walaupun banyak kekurangan tapi guru terbaik adalah pengalaman


Cukup disini perjumpaan saya, tetapi sebelum itu author akan memberitahu kan kalau untuk beberapa saat author ingin Hiatus untuk beberapa minggu sebelum melanjutkan cerita THE DAY ZOMBIE


Walau sedikit lama tapi author akan membocorkan ringkasan cerita selanjutnya!!


\*Sinopsis Cerita\*



Menceritakan sebuah kisah dimana dunia manusia yang mendapat musibah virus dari jatuhnya Asteroid menghantam permukaan, alhasil banyak manusia yang terinfeksi mikroorganisme tersebut dan mulai berubah menjadi makhluk sejenis Zombie dengan mata merah menyala, lari cepat dan agresif membuat mereka menjadi makhluk terkuat diera manusia



Walau begitu zombie bukan berada di pihak manusia justru mereka malah menyerang human dengan cara keji dan sadis, sehingga umat manusia harus bersifat penjagal agar bisa bertahan hidup dengan cerita, diperankan oleh seorang siswa SMA dari kota A



Semua kemampuan dia gunakan untuk melindungi teman kelas supaya mereka bisa hidup bersama-sama dengan mereka walaupun realita tidak sesuai dengan ekspetasinya sehingga ia harus mengubah cara pola pikir polos tersebut dengan paksa akibat keadaan yang selalu memaksa berubah.

__ADS_1


__ADS_2