
Tak lama merenung secara tiba-tiba ari keluar dari kamarnya sambil berkata "Kalian masih ragu, padahal kekalahan adalah kemenangan yang tertunda" dengan wajah sedikit pucat namun ari masih bisa berfikir optimis hingga membuat orang-orang di sana termasuk maya sangat amat terkejut dengan sadarnya ari
"Ari, syukurlah kamu sudah sadar" ucap maya yang berlari menuju ari dan langsung memeluknya, karena perasaan khawatir membuat maya mengeluarkan air matanya
Ari yang sadar kalau maya menangis di pelukannya mulai berbicara dengan nada lembut dengan berkata "Maafkan aku yang sudah membuatmu khawatir" sambil membalas pelukan maya, dengan perasaan hangat
Putra yang melihat itu hanya bisa tersenyum, karena ari sudah mulai perduli dengan lingkungannya termasuk perasaannya, jika di bandingkan dengan yang dulu, mungkin ini sudah termasuk perubahan drastis
Syukurlah kamu sudah sadar, kami kira kamu akan tidur untuk waktu yang lama" sambung Vera dengan perasaan lega
Apa kamu tidak tau, kalau pemulihan manusia normal dengan kita juga termaksud hal yang berbeda bisa dibilang 10x lebih besar dari manusia pada umumnya" ujar andrian yang memotong pembicaraan
"Jadi kamu sudah tau kalau, ari bakal sadar dalam waktu dekat? Tanya putra dengan nada terkejut
Tentu saja, aturan kamu harus tau lebih awal, lebih tempatnya ketika kejadian yang tejadi di gunung waktu itu"
Seketika putra langsung teringat kembali disaat dirinya kecelakaan, memang cukup aneh jika seorang manusia yang bisa selamat dari kecelakaan maut
Ari bagaimana keadaanmu saat ini? Tanya sonia kepada ari
Walaupun aku sudah sadar tapi, rasa sakit ini masih ada hingga saat ini" balas ari
Kalau begitu kamu sebaiknya istirahat saja, karena kondisimu masih kurang fit" ucap maya yang melepas pelukannya
Aku baik-baik saja, jadi kita bisa lanjutkan pembicaraan tentang penyerangan yang ingin dilakukan"
kamu terlalu memaksakan diri, lebih baik kamu dengerin apa yang dibilang maya" ucap putra
Justru kamu yang terlalu berlebihan, padahal aku cuman kena luka kecil tapi kenapa rasanya seperti habis ditabrak truk" ucap ari dengan tawa kecilnya
Anu.. Maaf ari, tapi kamu tidak bisa berbohong dihadapkan aku, mungkin mulutmu bisa bilang tidak tapi dari dalam pikiranmu kamu masih merasakan sakit" ujar sonia yang memotong pembicaraan
Sepertinya aku harus bertindak" gumam Vera yang langsung memukul leher ari dengan tujuan agar ari bisa langsung pingsan
Ari yang pingsan segera dibawa ke kamar agar bisa diistirahatkan sedangkan untuk putra dan andrian, mereka masih sibuk membahas tentang masalah yang akan dihadapinya
***
Disisi lain terlihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk bersila di tepi sungai dengan menikmati secangkir teh hangat, namun tak lama suasana santainya rusak ketika datang seorang pria berjas yang layaknya seorang pelayan
"Tuan, saya mendapat berita buruk!!" ucap pria berjas dengan nada panik
Sebutkan apa berita buruknya sampai-sampai merusak suasana bagus ku?"
Tim yang bertugas untuk menangkap gadis dari keluarga okta, semuanya telah mati, saya baru mendapat beritanya tadi pagi"
Begitu ya, sepertinya kamu sudah boleh pergi sekarang"
Baik, tuan" balas pria tersebut yang langsung meninggalkan bosnya dengan tergesa-gesa
kenapa kamu bisa kalah dari mereka, padahal kamu itu salah satu pilar kami, benar-benar hal yang aneh, tapi sepertinya aku sedikit tertarik dengan lawan ku saat ini" Gumam pria tersebut dengan menikmati teh hangat
Tak selang lama datang seorang pria berjubah hitam, yang langsung memberi hormat sambil berkata "Tuan, apa yang akan ada rencanakan ke depannya?
" Aku juga tidak tau Rian, tapi setelah kematian Jack aku merasa kalau sudah tidak ada waktu untuk bersantai, dan kenapa kamu masih mau mengunakan nama itu aturan nama itu adalah nama adik kandungmu? Tanya pria tersebut dengan sedikit merasa aneh dengan nama yang diberikan 𝙎𝙖𝙢𝙪𝙚𝙡
Mohon maaf, tapi biarkan saya dipanggil rian, karena ini sudah merupakan hal berharga yang ditinggalkan adik saya"
Baiklah, lagian aku tidak masalah kamu mau dipanggil apapun, yang terpenting adalah tidak akan aku membiarkan kamu berkhianat kepadaku!!" balas pria tersebut dengan nada tegas
Rian yang mendengar kata-kata itu, seketika langsung mendapatkan tekanan batin, karena aura yang dikeluarkan oleh pemimpin jauh lebih besar dari punyanya
__ADS_1
Tentu saja, saya tidak akan berani mengkhianati anda" ucap rian dengan keringat yang berjatuhan
Baiklah, silakan pergi"
Rian meninggalkan pria tersebut dengan perasaan takut yang masih terselimuti membuatnya tidak bisa membayangkan bagaimana jika suatu saat nanti dirinya harus berhadapan dengan seorang pemimpin mawar hitam, yang sudah sangat jelas kekuatannya jauh melampauinya
Tidak lama berjalan tiba-tiba rian dihadang oleh 4 orang temannya, yang sudah menunggu rian dari tadi
bagaimana dengan keadaan pemimpin kita saat ini, apa kita bisa mengalahkannya? Tanya rudi
Tidak, aku bisa merasakan auranya yang sangat amat besar, jikapun kita menghadapinya secara bersamaan, aku tidak merasakan sedikitpun kemenangan yang akan kita raih nantinya" balas rian dengan wajah yang berkeringat
Sial,.. Kalau begini apa kita masih bisa melangkah maju" kesal rudi dengan meninju dinding
Kita tidak boleh menyerah saat ini, karena sudah banyak yang kita korbankan hingga sampai disini, jadi kita akan terus maju, apapun keadaannya"
jikapun kita harus mati, bukannya ini sudah termasuk pengorbanan, untuk generasi masa depan" sambung lian
Kak lian benar, jadi kita akan terus melangkah bersama-sama demi masa depan" balas Sina yang memberikan semangat kepada rudi
Jadi bagaimana denganmu Sofia, apa kamu masih mau bersama dengan kami? Tanya rian
Tentu saja, aku akan selalu bersama kalian bagaimanapun keadaannya" jawab Sofia
Kalau begitu, sudah aku putuskan kita akan mulai bergerak sebentar lagi, dan aku sudah tetapkan anggotanya yang terdiri dari aku, sofia, lian, rudi, dan sina" ucap rian depan tatapan penuh semangat
Dilain tempat terlihat putra yang masih terus mengendalikan apinya walaupun ia sedikit kesusahan dalam mengendalikannya,
"Ck,.. Sebenarnya bagaimana sih mengendalikannya kenapa susah sekali" gumam putra yang masih kesusahan dalam mengendalikan apinya
Hingga tak lama ari keluar dari dalam rumah dengan langkah sedikit sempoyongan, Walaupun dia sudah mendapatkan istirahat yang cukup namun menyembuhkan luka dalam juga harus mengalami proses sedikit lama
Memang sedikit aneh, aku sangat lancar ketika sedang marah dan kenapa aku masih kesusahan dalam mengendalikannya bahkan mengeluarkan bola api aja kenapa serasa kaya belajar matematika" gumam putra
Tak lama Ari pun mendekati putra dan berkata "coba kamu rasakan terlebih dahulu apa yang ada di dalam jiwamu dan cobalah untuk bersatu dengannya" ucap ari dengan nada dingin
Cukup aneh, jika kita bisa melihat jiwa apa lagi bersatu dengannya, bukannya itu sama saja seperti di novel-novel" jawab putra
Cih.. Udah gak tau apa-apa, sekarang masih mau membantah lagi" ketus ari dengan wajah kesal
Baiklah, akan aku coba"
Putra pun mulai mengambil posisi duduk bersila dan memejamkan matanya, berharap ia bisa pergi ke bawah alam sadarnya, hingga seketika putra langsung terbawa ke dunia lain dan bertemu dengan sesosok pria yang pernah ia temui yaitu tang san
"Tang san, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya putra dengan nada terkejut karena dunia alam sadarnya merupakan tempat rohnya berada dan itu juga termasuk hal yang tidak bisa diganggu oleh orang luar atau tempat yang sakral
Tentu saja, karena kamu adalah aku dan aku adalah kamu" balas tang san
Apa maksudmu?!
Cerita ini berawal dari 100 tahun yang lalu, dimana aku adalah penguasaan dunia, semua itu karena kekuatan mutlak yang ada di dalam diriku, bahkan hampir seluruh manusia yang ada di dunia patuh denganku, tapi semua kejayaan itu sirna ketika datangnya orang itu"
Orang itu?, Apa orang itu adalah orang yang mengalahkan mu?!
Apa!!! Aku kalah, dari mana kamu mendengar berita hoax itu? Tanya tang san dengan wajah kesal
Aku dengar berita itu dari orang dewasa, jadi kalau kamu tidak kalah apa kamu menang melawannya?"
Tentu saja tidak menang dan tidak kalah, jadi hasilnya seri dimana kami sama-sama terluka, dan aku juga tidak menyangka kalau dia bisa menggunakan kekuatan kegelapan hingga ke level dewa" jawab tang san
Jadi kalian bertarung layaknya dewa dong?!
__ADS_1
Mungkin bisa dibilang mendekati, karena tidak hanya lingkungan yang hancur tapi ekosistem dan juga Geografi ikut mengalami perubahan drastis"
Pantesan aja dia ditakuti banyak orang, aku tidak yakin kalau ada orang yang berani mencari gara-gara dengannya" batin putra dengan memandang tang san
Kamu bodoh ya, ini batin kamu jikapun kamu bicara dalam hati, bukannya sama saja kamu bicara secara langsung" ucap tang san
Seketika putra jadi malu sendiri karena dirinya tidak berpikir sebelum berbicara, "lalu apa maksudmu, jika aku adalah kamu? Tanya Putra
Kalau itu aku harus mengulang kembali kejadian 100 tahun lalu, yang mana aku mengalami luka serius sampai-sampai membuatku berada di ambang kematian, namun karena aku tidak mau mati jadi aku terpaksa memecah kekuatanku untuk mempertahankan roh ini, supaya suatu saat nanti aku bisa membantu Generasi-generasi selanjutnya dan itu adalah kamu" jawab tang san dengan menunjuk ke arah putra
Kalau membantu sepertinya aku masih bisa percaya, tapi kalau aku adalah kamu itu termaksud apa?
Sebenarnya aku tidak menyangka kalau kamu adalah Reinkarnasi dari ragaku yang lalu, hanya saja roh mu sudah berganti dengan yang baru, dan karena secara kebetulan juga kamu memiliki kekuatanku jadi itulah sebabnya aku bisa mengendalikan tubuhmu" balas tang san
Jadi maksudmu raga ini adalah ragamu yang dulu dan rohku adalah roh yang baru, dan itulah kenapa roh dan ragaku memiliki kecocokan, Hingga membuat kamu bisa mengendalikan tubuhku, jadi selama ini kamu hanya bersemayam agar bisa memberikan kekuatan pada orang-orang yang kamu pilih" jelas putra yang masih merasa sedikit kebingungan
kurang lebih seperti itu"
Sedikit aneh, entah kenapa aku merasa kalau perputaran dunia semakin aneh" bingung putra
Dasar kamu enggak sopan sama sekali" bentak tang san
Lalu kenapa kamu masih di tubuh manusia bukannya orang jahat itu telah kamu kalahkan, aturan kamu tidak perlu datang ke tubuh manusia, hingga membuat kami sesama manusia saling membunuh karena kekuatan ini" balas putra
Itu bukan salah aku, kenapa manusia saling membunuh, yang paling penting adalah orang yang pernah aku lawan belum mati, dia sama sepertiku sebelum mati dia telah memecah rohnya agar suatu saat nanti dirinya bisa bangkit lagi"
"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian ini kok demen banget deh pecahin roh, kaya kaca aja" ketus putra dengan nada sedikit kesal
Eh.. Nih anak pedes banget mulutnya, kalau aku bukan roh udah aku cincang kamu"
Baiklah, terimakasih untuk infonya, tapi aku ingin segera menyatu dengan jiwa api, jadi aku minta tolong denganmu untuk membantuku menyatukan aku dengan jiwa api" ujar putra
Haha.. Dapat dari mana lagi kamu berita hoax ini, kamu taukan kalau raga, jiwa dan roh itu sudah bersatu untuk apa lagi disatukan, sebenarnya kamu kesusahan mengeluarkan kekuatanmu itu karena aku yang menghentikan alirannya, bodoh" balas tang san dengan tertawa kecil
Paman dan ari sebenarnya berita yang kalian kasih itu beneran atau bukan sih, sekarangkan aku jadi malu" keluh putra
Baiklah, aku merasa kalau sudah saatnya kamu mengunakan kekuatanku" balas tang san yang mengetuk dahi putra dengan jarinya
Sebenarnya kamu menutup kekuatanku itu ada tujuannya kan, bisa kamu kasih tau aku apa alasannya? Tanya putra
Sebenarnya kekuatan api adalah elemen terkuat di bumi Walaupun masih kalah dengan elemen cahaya, namun karena kekuatan api memiliki tingkatan yang dimulai dari api Merah, kuning, biru, dan putih, itulah alasanku untuk menutup kekuatanmu semua itu karena aku merasa, kamu belum pantas mengunakannya"
Lalu sekarang, apa alasanmu untuk membuka kekuatanku? Tanya putra
Dasar manusia banyak omong, kamu kira aku ini gudang jawaban, yang jelas aku membuka dan menutup kekuatanmu itu karena ya terserah akulah"
Entah kenapa aku merasa kepalamu ingin sekali aku jotos dengan kedua tanganku ini" gumam putra dengan ekspresi sangat marah
Haa.. Kamu kira kamu berani melakukannya, aku ini seorang leluhur loh, jika pun kamu memukulku, aku jamin kamu pasti akan menerima karmanya"
Peduli dengan yang begituan, karena aku lagi kesal Terima saja semuanya dengan pasrah, oke" ketus putra dengan nada marah membuatnya memukul tang san namun sebaliknya tang san yang tidak Terima mulai melawan, hingga membuat mereka saling jotos
Karena keduanya sama-sama lelah, membuat mereka menghentikan perkelahian yang tak berarti walaupun didalam hati putra dirinya masih kesal dengan tang san
Kalau begitu aku akan kembali ke dunia nyata, karena sudah ada yang menungguku di sana" ucap putra dengan nafas sedikit Terengah-engah
Kamu tenang saja, perbandingan waktu di dunia ini dan dunia nyata sangatlah berbeda, jika disini tiga jam maka di dunia nyata hanya 1 menit" balas tang san
kalau begitu lain kali saja aku main di sini, soalnya banyak yang harus aku kejar dalam 2 bulan ini, jika saja aku punya waktu bermain pasti akan lebih seru" ujar putra yang meninggalkan dunia roh
Tang san hanya bisa tersenyum tipis, ketika melihat putra bersemangat karena menurutnya perang adalah sesuatu hal yang mengerikan apa lagi untuk anak seusia putra.
__ADS_1