Fire And Water

Fire And Water
Cp 58# Hidup atau Mati


__ADS_3

Tidak lama berjalan akhirnya Samuel dibawa menuju ruang perang yang mana di sana hanya ada meja kota dengan sebuah peta yang tak lain adalah daerah pulau tersebut, Samuel yang melihat cukup terkejut dengan formasi lawannya yaitu berpencar menjadi 3 arah yang masing-masing akan bergerak melumpuhkan sayap kanan dan kiri milik Mawar Hitam


Samuel yang berdiri dan menatap peta tersebut bertujuan agar dia hafal dengan geografi pulau yang akan menjadi tempat perang di besok hari, tatapan Samuel membuat sang Jendral tampak bingung yang akhirnya bertanya dengan Samuel


"Ada apa denganmu?" tanya Jendral dengan kebingungan saat itu mereka ada didalam ruangan yang sunyi tanpa ada penjaga di sana


"Tidak ada, aku hanya sedikit berusaha untuk menghafal tempat dan tak-tik kalian" balas dari Samuel tanpa berfikir


"Apa maksudmu" ketus Jendral sambil memasang wajah siaga


"Haha,.. Mana mungkin kalian bisa menang kalau rute musuh dijadikan markas cabang kalian" tawa Samuel sambil melihat peta


"Ha!!.." bingung sang Jendral dengan wajah heran


"Aku sedikit tidak menyangka kalau Sayap kiri ingin kamu jadikan sebagai markas cabang, kalian pikir benteng itu adalah kekuatan penuh Musuh dan kalian membuat pertahanan di sana agar kalian dapat menutup rute pelarian mereka, tapi sesungguhnya itu bukanlah pasukan utama melainkan pasukan garda depan yang akan dijadikan umpan untuk membodohi kalian"


"Maksudmu?!" bingung Jendral


"Apa kalian punya land mine?" tanya Samuel


"Punya tapi kita hanya membawa sekitar 23 buah" jawab Jendral


"Bagus, sekarang perintahkan tentara mu untuk memasangnya di sayap kiri"


"Kalau itu mudah"


"Dan kalahkan benteng musuh" ujar Samuel


Dengan perkataan tersebut sang jendral langsung terkejut dan membantah permintaan Samuel


"Hah,.. Kamu kira hal tersebut mudah!!!, kamu tahukan tentaraku sudah berusaha yang terbaik untuk membobol pertahanan mereka namun sampai sekarang mereka belum menemukan titik terangnya jadi bagaimana kita bisa membobolnya" bantah jendral


"Kalian kan punya meriam kapal!!"


"Tapi kamu harus tahu kalau kita menembak tanpa koordinat yang pasti akan membuat ekosistem hutan hancur dan lagi perang saat ini saja sudah menyebabkan kebakaran di mana-mana" jawab jendral


"Kalau masalah tersebut kamu tenang saja, karena aku mempunyai kekuatan untuk menemukan lokasi dan menekan kebakaran hutan"


"Maksudmu, kekuatan angin yang waktu itu"


"Waktu itu?" bingung Samuel


"Iya, kalau tidak salah dulu dia ingin bernegosiasi dengan kami dan karena dia juga rencana kami rusak tapi sepertinya dia sudah tahu dengan kedatangan kami, karena waktu kami memutuskan untuk melawan, mereka mundur dan setelah itu kami mendapat serangan dari berbagai arah yang akhirnya malah jadi seperti ini"


"Maksudmu dia, adalah orang yang mengunakan element angin?"


"Aku tidak tahu pasti, tapi kalau dilihat waktu kami menembaknya, memang dia terlihat bisa mengeluarkan semacam magic yang dengan tiba-tiba keluar pusaran angin besar"


"Apa orang itu mati!!!" tanya Samuel dengan nada tinggi


"Kan aku sudah bilang kalau dia mundur walaupun ada beberapa tentara yang mati"


"Ah,.. Maafkan saya"

__ADS_1


"Apa kamu kenal dengan dia?" tanya jendral


"Tidak, saya tidak kenal dengan orang tersebut tapi saya sedikit berfikir ada yang aneh dengan kejadian ini"


"Oh,.. Begitu ya, kalau gitu aku akan mengambilkan minum untuk kita berdua" ujar jendral yang pergi meninggalkan Samuel di ruangan


Didalam ruangan Samuel berfikir keras karena ada yang aneh dengan laporan yang diberikan jendral, dimana Rudi tidak mati dengan tentara Negara namun oleh Nikolaus, tapi diwaktu pagi itu Nikolaus tidak berkata tentang penghianatan dari tentara perbatasan justru malah joko yang bilang kalau Tentara perbatasan sedang melakukan penyerangan terhadap musuh


Jikapun pasukan perbatasan ada yang melakukan pemberontakan dan hal tersebut diketahui oleh Nikolaus, dia sangat yakin pasti rudi dan yang lainnya ikut mati bahkan kemungkinan besar Samuel akan ikut terlibat walaupun sudah didalam sel


Pada akhirnya Samuel mengambil kesimpulan yaitu dimana joko yang dia anggap sebagai orang yang dipercaya kini malah menjadi ancaman dan menaruh semua curiga kepadanya


Dimana hanya joko yang tahu tentang kematian rudi tapi temannya tidak, dan yang kedua terlihat Nikolaus sangat santai, seakan-akan dia tidak pernah membunuh orang, apalagi dia paling tahu sifat bos besarnya yaitu dimana jika dia sudah membunuh maka dia akan memamerkan jasat korban sebagai ancaman bagi anggota yang lain


"Sebenarnya sepintar apa joko, sampai-sampai semua orang terlabui!!" geram Samuel dengan menggerakkan gigi


Walaupun sudah berfikir keras namun semua data yang ada belum bisa menggambarkan apa yang direncanakan joko walaupun dia ingin bertemu dengan putra namun itu bukan kunci dalam tujuannya


Ketika Samuel masih berfikir, tiba-tiba datang seorang tentara yang dengan mengendap-endap sambil berkata, "Tuan Rian" bisik tentara tersebut hingga terdengar ke kuping Samuel


"Siapa kamu?" tanya Samuel sambil memasang wajah was-was


"Saya bukan orang jahat, tapi saya datang ingin memberikan pesan dari seseorang"


Setelah mendengar bisikan tersebut yang ada dipikirkan Samuel hanya adiknya hingga dia keluar menemui tentara tersebut yang masih memperhatikan sekitar lalu masuk kedalam ruangan bersama Samuel


"Ada apa?" tanya Samuel


"Begini tuan Rian, apa anda kenal dengan Putra?" tanya balik tentara tersebut


"Besok dia akan datang kesini untuk membantu kita melawan organisasi Mawar hitam bersama dengan Sekutunya"


"Sekutu?"


"Iya, Sekutu dunia"


"Ha!!!.." kaget Samuel dengan nada sedikit tinggi


"Ssssttt..." bising tentara tersebut sambil meletakkan jari telunjuk ke bibirnya


"Maaf, tapi tolong bisa kamu jelaskan apa maksud dari perkataan mu tadi"


"Jadi begini, beberapa hari yang lalu saya dengan dia tidak sengaja bertemu, dan terlihat dia ingin kekantor para dewan berkumpul dengan meminta bantuan dari negara luar, karena dia berfikir akan jauh lebih mudah untuk mengalahkan organisasi ini jika dibantu oleh beberapa negara besar oleh karena itu putra menitip pesan untuk anda agar anda mau menunggu kedatangannya beberapa hari lagi" jelas Dika


"Sebentar biar saya berfikir" ucap Samuel sambil memegangi dagunya


"Kenapa harus orang luar, kenapa tidak anggota Rian saja aku yakin dia pasti mau membantu, kecuali jika kejadian tersebut membuatnya terluka" batin Samuel sambil mengingat kejadian dimana penyerangan di negara Mars yang menjatuhkan ribuan korban dari pihak Mawar hitam


Namun disaat Samuel masih berfikir akhirnya dia teringat dengan pemimpin Scarlett yang kini dicap sebagai penghianat dunia, walaupun di sana ada beberapa negara tapi dia yakin pemimpin Scarlett tidak akan tinggal diam jika organisasi yang dia buat akan hancur sia-sia


Jadi ada dua kemungkinan yaitu dimana membunuh Putra atau membatalkan resolusi terhadap invasi organisasi namun jika dipikir membatalkan resolusi sangat tidak mungkin karena jika dia mencetuskan pendapat kontra maka seluruh negara akan mencurigainya sebagai negara yang bersekongkol dengan pemberontakan


Namun jika Putra dibunuh maka negara Scarlett akan memberi argumen kalau semua informasi tersebut palsu karena orang yang melapor tidak kunjung datang dalam keberangkatannya

__ADS_1


Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya Samuel membuka mulut dengan berkata, "Sial, Putra dalam bahaya"


"Apa!!!" kaget tentara tersebut dengan tiba-tiba


"Iya, kalau kita tidak menyampaikan pesan ini sangat tidak mungkin Putra masih bisa hidup sampai kedatangannya


"Tapi bagaimana caranya" bingung Dika yang ikut memikirkan caranya


Akan tetapi disaat Samuel dan Dika berfikir tiba-tiba datang sang Jendral dengan membawa dua gelas teh hangat yang ingin diberikan kepada Samuel namun sebelum memberikannya tiba-tiba saja ia terkejut karena melihat seorang tentara yang masuk kedalam ruang perang tanpa seizinya


Dengan geram Jendral tersebut berkata, "Apa maksudmu datang kemari tanpa izin dariku!!!" bentak dari Jendral membuat Dika ketakutan


"Maaf Jendral tapi saya ing-" sebelum ucapannya selesai Samuel telah memotong pembicaraan dengan berkata, "Biarkan dia disini, karena dia sudah hampir berjasa untuk kita"


"Maksud anda apa?" bingung Jendral yang akhirnya membuat Samuel menceritakan semuanya tentang apa yang ia dengar dari Dika mulai dari Putra yang ingin menyampaikan pesan terhadap dewan sampai tentang resiko yang akan dia terima dari pemimpin Scarlett


"Kenapa anak itu nekat sekali!!" Ujar jendral dengan emosi akibat mendengar anak sekolah yang nekat masuk kedalam urusan yang besar seperti itu


"Aku pun juga kaget, tapi yang saat ini terpikir olehku hanya bagaimana caranya agar anak itu bisa tahu kalau saat ini dia sedang dalam bahaya" balas Samuel


"Dan kamu tahu setelah negara Pluto hancur, seluruh dewan memindahkan ruang rapat di negara Scarlett jadinya bisa dibilang kalau saat ini anak tersebut sedang masuk kedalam kandang singa itu sendiri" ucap jendral


"Sial" ketus Samuel dengan geram


"Jadi untuk sekarang kita harus bagaimana, tuan?" bingung dika sembari tadi masih diam berdiri diantara mereka


"Untuk sekarang, kita harus lebih fokus ke perang dulu, karena besok adalah penentu hidup dan dan mati kita" usul Samuel


"Apa yang kamu katakan benar, jadi untuk saat ini kita fokus dulu ke perang"


Setelah hari sudah menunjukkan pukul 2 siang, sang Jendral segera memerintah apa yang disampaikan oleh Samuel, yaitu memasang ranjau di daerah sayap kiri dan mengumpulkan semua pasukan di lapangan dengan dikomandani oleh Samuel dan Jendral


Hingga dipukul 5 sore seluruh tentara sudah berkumpul menjadi satu dalam formasi berbaris rapih sambil memegang senjata di setiap tentaranya, tidak menunggu lama dengan sesegera mungkin sang jendral memerintahkan tentara menjadi beberapa grup yaitu sesuai dengan apa yang diminta Samuel


Walaupun Samuel adalah orang asing tapi bagi sang Jendral dia adalah kunci kemenangan dalam perang kali ini, dan lagi setelah dia lihat memang tidak ada titik mencurigakan dibalik sikap Samuel yang selalu disampingnya


Setelah semua berkumpul mulailah sang Jendral berkata kepada mereka, "Saat ini yaitu di sore hari ini kita semua akan melumpuhkan pasukan benteng musuh yang menjadi ancaman untuk kita, dengan dipandu oleh pria ini kita pasti bisa melawan mereka!!" ujar si Jendral sambil menunjuk kearah Samuel yang ada disampingnya


Setelah mendengar perkataan tersebut kini seluruh tentara yang ada sontak bingung dan saling bertukar pandang dengan rekannya, hingga salah satu dari mereka memberi pertanyaan kepada Jendral saat itu dia berada dibarisan paling depan jadi mudah baginya untuk berkomunikasi dengan atasan


"Jendral, sebelum itu saya ingin bertanya kepada anda mengenai masalah yang anda bilang tadi, jika kita melumpuhkan benteng mereka sama saja kita mengalahkan mereka bukankah itu yang menjadi permasalahan kita, saat ini tentara yang ada belum mampu untuk menembusnya jika kita mengunakan montir bukannya sia-sia?" tanya dari prajurit tersebut


"Kamu benar, tapi ada satu hal yang perlu kamu tahu yaitu saat ini kita bukan melawan pasukan inti melainkan garis depan musuh, aku sudah mendapat Informasi dari Rian, dan besok adalah penentuan kita antara mati dan hidup"


"Jadi maksud anda, besok kita akan melawan pasukan inti sekaligus bantuan dari musuh garda depan?"


"Iya, oleh karena itu langkah pertama kita adalah melumpuhkan garda depan karena jika benteng musuh kacau, kemungkinan besar mereka akan panik karena tidak memiliki tempat berlindung"


"Tapi jendral?" ragu tentara tersebut


"Kalian tenang saja, aku memang tidak memberi tahukan kalian tentang ranjau tersebut tapi percayalah kita akan menang dengan ranjau tersebut, karena perangkap tersebut dipasang di rute bala bantuan datang"


Setelah ucapan dari jendral kini semua tentara bersemangat sekaligus bersorak-sorai dengan berkata, "Kita yakin kita pasti menang" teriakan tentara membuat mereka ingin segera memenangkan perang, karena dari awal mereka ragu akan kemenangan perang ini tapi setelah mendengar jaminan dari jendral kini mereka bersemangat dan tersenyum puas yang terlihat di pipi setiap tentara

__ADS_1


Dengan grup yang dibentuk oleh jendral mereka diminta untuk membuat nomor di setiap baju, dan nomor itu berperan sebagai pergantian senjata yang akan terus menggempur pasukan musuh hingga pertahanan dan stamina mereka habis akibat serangan terus-menerus dari tentara Mars


Dari pasukan yang ada grup terbagi menjadi 16 dengan terdiri dari 30 tentara, tapi disaat sore menjelang malam sebelum mereka pergi berperang mereka berkumpul terlebih dahulu di diruang rapat untuk membahas strategi perang, hingga sore itu ruang rapat penuh dengan orang-orang penting.


__ADS_2