
Bu Hafizah menyuruh masuk orang yang berada di balik pintu itu, tak lama kemudian orang yang ternyata Fatiah itu membawakan ponsel nya yang dari tadi berdering terus sehingga Pak Birendra menyuruh nya mengantar ke rumah induk.
Setelah menerima telpon genggam nya Bu Hafizah melihat siapa yang menelpon nya malam-malam. Dewi yang menelpon nya entah ada urusan apa dia menghubungi nya. Namun dia tak mau bertanya - tanya dalam hati segera saja dia menelpon Dewi. Sebelum nya dia sudah minta izin pada Dr Ratih untuk menelpon.
[ Halo..Assalamualaikum Dewi. Tadi nelpon tante ada apa ?]
Suara merdu Bu Hafizah terdengar renyah di telinga Dewi.
[Waalaikum salam Tante, maaf mengganggu waktu nya. Tante Dewi mau minta izin menginap ke rumah Tante malam ini apa boleh? Dewi kecopetan Tan, tas dan kunci apartemen ikut di copet Jadi Dewi gak bisa masuk ke apartemen malam ini dan sekarang posisi Dewi di mall dekat rumah Tante]
[ Ya Allah kasihan sekali kamu nak, mana musim hujan lagi, ya sudah kamu naik taxi online saja kemari, bayar di tempat saja nanti Tante yang kasih ongkos nya]
Dewi menghela nafas lega, niat nya ingin menginap di keluarga Birendra tercapai karena dia sudah menyiapkan sebuah rencana untuk menata masa depan nya.
[Baik Tante, Dewi pesan taxi online sekarang. Untuk ongkos Dewi masih ada saldo di e wallet jadi Dewi izin menginap di rumah Tante saja.]
Setelah mengakhiri percakapan, Bu Hafizah kembali duduk di depan adik angkat nya dan melanjutkan percakapan mereka yang tertunda.
Dr Ratih mengatakan jika Aygul dalam keadaan sehat namun kehamilan nya ini sangat rawan karena kondisi nya yang belum sembuh total dari kelumpuhan.
Keluarga besar Birendra wajib ekstra hati-hati menjaga Aygul dan calon bayi nya selama masa kehamilannya berlangsung. Aygul yang baru saja sembuh dari sakit tidak bisa merawat diri sendiri. Bahkan mental wanita asal Turki itu juga tidak stabil alias mood swiwing nya tidak bisa di tebak sama sekali.
Jika mereka lengah menjaga kesehatan Aygul dan wanita hamil itu merasa stres maka kesehatan calon janin nya akan terganggu dan takut nya akan mengalami pendarahan. Dan dr Ratih sebenar nya menyaran kan agar Aygul bed rest selama kehamilan tri semester pertama ini.
Bu Hafizah mengangguk-angguk tanda mengerti selama menjadi bidan dan telah menolong beberapa puluh kali ibu hamil dan melahir kan dengan berbagai permasalahan kesehatan nya dia jadiblebih gugup ketika menghadapi menantu nya yang hamil.
__ADS_1
" Baik lah dr Ratih yang cantik, Kami janji akan menjaga Aygul dengan super duper ketat dan lebih waspada lagi biar cucu ku bisa lahir dengan sehat dan selamat"
Dr Ratih terkekeh melihat keseriusan wajah kakak angkat nya itu lalu dia memberikan resep penguat kandungan dan beberapa vitamin untuk kesehatan Aygul.
Mereka berdua kembali ke rumah Hafiz dan menemui para suami yang ternyata asyik bermain catur. Aygul sudah kembali ke dalam kamar istirahat sendiri dan Hafiz menemani sang Ayah di ruang keluarga sambil menonton televisi.
Sengaja dr Ratih tidak mengatakan hasil pemeriksaan nya di depan Hafiz karena dia percaya kakak angkat nya itu bisa menyampaikan hasil kesehatan menantu nya dengan baik.
Saat sedang asyik menikmati kudapan yang di sediakan oleh tuan rumah, Munandar si security masuk ke dalam rumah dan memberitahukan ada tamu yang menunggu di luar.
Bu Hafizah menyuruh Munandar membawa si tamu masuk ke dalam rumah,karena dia sudah menduga pasti Dewi yang sudah tiba di kediaman mereka.
Benar saja setelah beberapa saat Mun mengantar kan tamu nya ke dalam. Saat masuk ke ruang tamu, Bu Hafizah keluar menyambut Dewi dan langsung mengajak gadis ynag tak gadis lagi itu masuk ke dalam ruang keluarga.
Saat Dewi masuk tubuh nya menegang ketika mata nya melihat sosok yang sedang duduk memain kan ponsel di tangan nya. Lelaki tampan yang sampai saat ini masih di cintai nya. Senyum nya mengembang bahagia dapat melihat Hafiz lagi setelah lama tak melihat nya.
Saat dr Ratih hendak duduk di bangku nya tadi mata nya terbelalak melihat kehadiran Dewi pun dengan gadis berambut ikal itu juga terkejut.
Jantung nya seakan mau copot dan keringat dingin tiba-tiba membasahi baju nya. Dia berharap dr Ratih tidak membuka identitas nya di hadapan keluarga Birendra agar tidak jatuh rasa malu nya.
Dan seakan dr Ratih mampu membaca pikiran nya, dia pun kembali menguasai diri seolah-olah tidak mengenal Dewi selain menyelamatkan nama baik pasien nya dia juga menjaga privacy si pasien.
Bu Hafizah memperkenalkan Dewi dengan Dr Ratih.
" Dek, kenalin ini anak tetangga kami waktu tinggal di Jawa. Ayah dan Ibu nya sahabat lama kami disana."
__ADS_1
Dewi tersenyum kikuk namun dia tetap mengangsur kan tangan kanan nya untuk berjabat tangan dengan dr Ratih. Dr Ratih mengangguk dan menjabat tangan Dewi yang sudah sedingin es.
"dr Ratih ini adik plus sahabat Tante sejak masa sekolah. Kami sudah seperti saudara kembar dulu saat di sekolah." Bu Hafizah tertawa renyah mengingat kebersamaan nya dengan Ratih.
Dr Ratih tertawa kecil merasa lucu dengan kenangan masa lalu nya. Lalu Dewi mohon ijin untuk ke kamar mandi karena ingin membersihkan tubuhnya yang sudah lengket sejak siang tadi.
Dr Ratih mengikuti Dewi di toilet dengan alasan kalau jam tangan nya tertinggal di dalam padahal dia ingin bertanya lebih jauh tentang hubungan nya dengan keluarga Birendra.
Di dalam kamar mandi berukuran 3x3 meter itu Dewi berdiri gemetaran di depan wastafel yang terbuat dari marmer khas salah satu kota di Jawa Timur.
Dia membasuh wajah nya dengan perlahan sambil mencoba menenangkan deguban jantung nya yang terdengar bertalu-talu, di batin nya bergejolak rasa takut dan malu jika dr Ratih itu menceritakan penyakit nya pada sang tuan rumah. Dia benar-benar ketakutan sekarang. Dia tak mau aib nya terbuka di hadapna keluarga Birendra.
Air mata nya menetes di pipi nya yang putih bersih. Entah mengapa ada rasa malu yang sangat dalam dalam hati nya mengingat semua perbuatan terlarang nya dengan beberapa lelaki.
Tok.tok.tok..
Suara ketukan di pintu kamar mandi terdengar pelan. Dengan cepat dia mengambil tissue dan mengelap wajah nya agar tak terlihat sembab lagi.
"Haloo..apa masih lama di dalam?" tanya seseorang yang di kenalnya.
Ya Tuhan...bantu aku menutup aib ku sekarang ...Aku janji akan menjadi orang baik dan tidak akan menjadi wanita simpanan lagi..
Doa nya dalam hati. Lalu dia mengaca lagi dan aetelah memastikan wajah nya sudah segar tak ada sisa air mata Dewi membuka pintu kamar mandi.
"Eh..dr Ratih..maaf tadi perut saya sakit..silahkan dokter"
__ADS_1
Dr Ratih tersenyum melihat wajah Dewi yang seperti ketakutan itu. Lalu dr Ratih memegang tangam kanan gadis itu dengam lembut.
"Tenang saja rahasia kamu aman bersama saya. Tapi ada syarat nya.." senyum yang tadi nya merekah di bibir Dewi langsung berganti dengan tatapan penuh kebingungan.