Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Akad Nikah


__ADS_3

Adzan subuh sudah terdengar dari toa masjid yang ada di depan rumah dinas dr Zein. Calon pengantin itu telah bersiap dengan baju koko dan sarung kebesaran nya untuk melangkah menuju ke masjid untuk menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim sejati.


Abi dan Paman-paman nya pun telah siap untuk sholat berjamaah. Salah satu keuntungan rumah dinas ini terletak di depan fasilitas umum. Komplek ini sudah memiliki tempat ibadah, tempat pendidikan dasar hingga menengah atas, bahkan klinik kesehatan juga tersedia.


Setelah sholat subuh berjamaah rombongan keluarga nya pun melakukan sarapan bersama dan bersiap-siap lagi menuju ke rumah calon mempelai wanita untuk menghadiri proses akad nikah dr Zein dan Izza. Setelah memeriksa semua bawaan seserahan dan mahar untuk akad nikah, rombongan keluarga nya yang mengendarai 3 mobil sudah meluncur ke kediaman keluarga Birendra.


Di kediaman keluarga Birendra. tepatnya di rumah induk itu sudah berkumpul keluarga besar Bapak Birendra dan Ibu Hafsah. Calon pengantin wanita tampak cantik dengan kebaya muslim berwarna putih dengan riasan bunga melati di kepalanya yang terbalut dengan hijab warna senada.


Tangannya sudah di hiasi dengan henna berwarna putih seperti warna kebaya nya. Senyuman bahagia tak lepas dari wajahnya. Ayah sedang bercakap-cakap dengan Kakek Sholeh dan kedua besan nya dari Turki. Baba Murad dan Baba Farouq yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan benar hanya sebagai pendengar yang baik. Namun Tuan rumah itu seperti nya mengerti jika besan nya juga ingin terlibat pembicaraan dengan mereka maka dia pun mulai menggunakan bahasa Inggria agar mereka merasa nyaman.


Kedua Ibu mertua Hafiz juga menemani Izza di dalam kamar bersama Bu Hafsah dan Neneknya. Anne sudah sedikit mengerti bahasa Indonesia karena Aygul sering mengajarinya ketika berbicara di telepon. Anne menggoda Izza sehingga pipi gadis itu memerah bagaikan tomat yang sedang ranum. Aygul mengelus elus perutnya yang mulai terlihat membuncit. Usia kehamilannya sudah menginjak 4 bulan dan sebentar lagi dia dan suaminya akan mengadakan acara untuk calon bayi mereka mumpung ada orang tua nya disini.


Rombongan calon pengantin pria sudah datang, terdengar suara Hafiz yang menyambut mereka di depan pintu. Wajah Izza tiba-tiba tegang dia takut jika nanti saat ijab khabul calon suami nya tak bisa melafalkan dengan lancar. Tangan nya terasa dingin namun Aygul segera meraih tangan adik iparnya itu dengan lembut. Dia menggenggam dengan penuh kasih sayang sebagai kakak yang menguatkan mental adiknya.


Hanum dan Via sahabat-sahabat Izza turut menenangkan nya. Penghulu baru saja tiba dan sebentar lagi acara sakral akan berlangsung. Wajah tegang Zein terlihat begitu menggoda Hafiz untuk menjahili sahabat plus calon adik iparnya itu. Dia duduk di sebelah Zein sambil membisikkan sesuatu yang membuat Zein tersenyum kecut. Yah Hafiz memang senang sekali menggoda Sahabat rasa ipar ini dengan keusilannya. Karena Zein itu orang dengan mode pendiam serta serius sehingga candaan Hafiz sedikit banyak melonggarkan urat stres nya.

__ADS_1


Sambutan sepatah dua kata dari tuan rumah yang di wakili oleh Om Firman adik Pak Birendra mengawali acara itu. Setelah nya di bacakan ayat-ayat Alquran kalam ilahi untuk mengetuk pintu hati tiap hamba yang mendengar Nya. Wajah tegang Ayah terlihat kentara sekali. Hari ini dia akan melepaskan tanggung jawab nya sebagai pelindung dan pengayom gadis kesayangan itu dan menyerahkan tanggung jawab itu kepada calon menantu pilihan putri nya.


Tak lama setelah Qori selesai membaca Ayat suci Al-qur an, Pak Penghulu mulai memberikan sambutan pendahuluan setelah itu mulai menjabat kan tangan Zein kepada Pak Birendra selaku wali nikah gadis pujaan nya.


ananda Zein Salman Al Mujahid bin Yahya..Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Umaizah Khadijah Birendra dengan mahar uang tunai Lima puluh juta rupiah di bayar tunai.


Suara ayah bergetar menahan tangis yang sedari tadi bersemayam di dada nya saat mengucapkan kalimat sakti itu. Lalu di balas oleh Zein...


Saya Terima nikah dan kawin nya Umaizah khadijah Birendra binti Candra Birendra dengan Mas kawin uang lima puluh juta rupiah di bayar tunai!


ikrar ijab dan kabul terdengar dari mulut Pak Birendra dan dr Zein secara bersahutan. semua yang hadir sebagai saksi acara sakral itu berucap


Lalu ucapan Hamdallah sebagai rasa syukur terdengar dari bibir tipis dr Zein. Air matanya langsung menetses karena harus bercampur sedih dan bahagia. Hembusan nafasnya terdengar keras dan membuat para tamu undangan tersenyum karena ikut lega setelah merasakan nervous saat ijab tadi.


Pak Candra membisikkan kalimat yang membuat Zein merinding dan berjanji dengan sepenuh hati dan bersedia mengorbankan jiwa raga nya untuk kebahagiaan putri bungsu sang pengusaha itu.

__ADS_1


" Zein, kini tanggung jawab Ayah pada Putri Ayah sudah berpindah tangan ke punggung mu, namun kasih sayang Ayah pada nya tak akan pernah berpindah hati selamanya. Sayangi dan cintai dia sepenuh hati melebihi cinta dan sayang ku padanya, didik dan bimbing dia dengan penuh kelembutan bukan dengan kekerasan. Jika engkau sudah bosan dan tak menghendakinya jangan kau sakiti dia, pulang kan dia ke rumah dengan baik seperti engkau meminta nya hari ini. Dan Aku akan menerima nya kembali dari mu dengan penuh cinta ku. " Pak Candra bergetar mengatakan itu semua di hadapan menantu nya.


Air mata Zein akhirnya tak dapat di bendung lagi, dia memeluk erat tubuh mertua yang telah banyak membantu nya sejak kuliah hingga selesai dan mau menerima nya menjadi menantu adalah hal terbaik dan terindah dalam hidup Zein mengingat kehidupan mereka bagaikan langit dan bumi. Mereka menerima dengan kedua tangan terbuka keluarga besarnya dan menghormati Abi dan Umi nya secara baik dan hormat.


Kurang baik apalagi keluarga ini padanya, dan dia pun berjanji akan membalas nya dengan mencintai dan menyayangi istri nya dengan sepenuh hati dan meratukan putri bungsu mereka di istana nya kelak.


Setelah mereka saling berpelukan, hati Zein berdebar ketika pembawa acara mengatakan bahwa pengantin wanita akan tiba di tempatnya. hatinya tak karuan menanti mempelai nya yang sedang di jemput di dalam kamar. Izza keluar di tuntun oleh sang Bunda dan di samping nya ada Aygul dengan kursi roda listriknya mengantar kan mempelai menemui suami nya.


Tatapan kagum dan berdebar terlihat di manik mata sang pria. Izza kemudian berdiri di sebelah kiri suami nya setelah itu Zein memegang kedua bahu istrinya dan membacakan doa kemudian meniupkan ke kening istrinya.Dia memohon kebaikan yang ada di istrinya. Kemudian Izza mengambil tangan kanan suaminya dan memciumnya dengan penuh rasa hormat.


Getar-getar cinta merasuki hatinya membuatnya gemetar karena baru pertama kali nya mereka bersentuhan secara langsung dan sudah dalam hubungan yang halal. Setelah menanda tangani buku nikah dan mendengarkan tausiah pengantin dari Pak Penghulu, Zein dan Izza mulaielakukan ritual meminta doa restu pada kedua orang tua dan kakak kandung nya.


Tak henti-hentinya air mata Ibu menetes di pipi nya dan Ayah yang terlihat tegar pun ikut meneteskan air mata nya. Pak Yahya dan Istrinya pun tak luput dengan tangis bahagia karena dapat mengantarkan anak sulungnya hingga ke gerbang pernikahan dengan gadis sholihah pilihan hatinya.


Acara di lanjutkan dengan ramah tamah para kerabat kedua belah pihak dan resepsi akan di adakan nanti malam langsung di hotel bintang lima pilihan keluarga Birendra. Setelah itu keluarga Zein akan kembali ke rumah dinas nya dan nanti malam akan langsung hadir ke acara resepsi mereka.

__ADS_1


Setelah semua tamu pulang tinggal lah keluarga Birendra masih berbincang-bincang kangen karena lama tak bertemu dengan para kerabatnya. Kebetulan rumah induk dan rumah Hafiz banyak kamarnya sehingga banyak yang menginap disana selain ada yang di alokasikan ke hotel juga.


Zein dan Izza sudah di giring Hafiz dan Aygul ke kamar pengantin agar mereka bisa berduaan setelah halal. Kalau mereka di biarkan ikut bergabung dengan keluarga besarnya maka tak akan ada acara saling mengenal lebih dalam untuk keduanya.


__ADS_2