
Singkat nya setelah mereka sudah berada di dalam rumah, Pak Prabu segera menyuruh Istrinya untuk membeli test pack kehamilan di mini market terdekat di depan gang rumah nya. Sebelumnya dia menyuruh Dewi untuk berganti pakaian dlu agar tidak curiga.
Setelah beberapa menit kemudian Bu Prabu pulang membawa benda pipih yang akan menentukan masa depan putri mereka. Bu Prabu masuk ke dalam kamar Dewi dan menyuruh anak nya untuk berkemih dan menampung air seni nya ke dalam cawan. Dewi bingung dengan sikap ibu nya namun dia juga tak bisa menolak perintah ibunya yang tegas itu.
Bu Prabu menyuruh nya mencelupkan stick berwarna pipih itu ke dalam cawan berisi air seni dan setelah Dewi keluar sambil memberikan stick yang ada garis dua itu ke ibunya.
Dewi berteriak menangis histeris melihat hasil test urin nya. Dia membenturkan kepala nya ke dinding dengan keras sehingga darah mengucur dari pelipis nya. Bu Prabu diam terpaku melihat anaknya karena dia juga shock dan bingung menghadapi masalah ini.
Kemudian Pak Prabu masuk ke dalam kamar anak gadis nya dan melihat anak gadis nya sudah menangis meraung di bawah tempat tidur dengan pelipis yang berdarah. Lalu dia melihat di tangan istrinya test urin yang menunjukkan hasil positif. Dengan tergesa dia mulai mendekati anak gadis nya lalu melayangkan satu tamparan keras ke pipi nya. Bu Prabu berteriak keras menahan tangan suaminya agar jangan sampai melakukan kekerasan pada anak nya lagi.
"Bangun!! "titah nya ke arah Dewi. Namun gadis itu masih duduk bersimpuh tak bergeming dari situ. Pak Prabu memerintahkan sekali lagi dan mengancam akan menendang anak nya jika gadis itu tak mau berdiri.
Mau tak mau gadis itu berdiri lalu Pak Prabu mulai menanyakan anak siapa yang di kandung Dewi. Dada gadis itu terguncang bergetar hebat dia mulai merasa pusing dan ingin pingsan karena dia teringat malam jahanam di ruang OSIS bersama Kevin.
Ibu nya merasa sangat kasihan dengan kondisi nya lalu mendekati putri nya itu perlahan lalu memeluk nya erat memcoba berbagi kepedihan yang di alami putrinya. Dia berusaha membujuk Dewi agar mengatakan kebenaran ayah dari calon bayi yang sedang di kandung nya dan berjanji akan melindungi Dewi dari amarah ayahnya.
Pak Prabu tetap diam menatap tajam wajah putri kesayangan nya itu tangan terkepal ke bawah dan air mata meluncur deras tak bisa di bendung nya.
"Dewi di perkosa sama Kevin !"
__ADS_1
Seketika jawaban itu membuat limbung tenaga nya yang besar. Mendadak kepalanya berputar dan tangan nya segera menggapai dinding yang ada di belakangnya.
Akhirnya sebagai seorang ibu dan istri yang harus bisa menenangkan anak dan suaminya, Bu Prabu segera memapah suaminya untuk di bawa ke kursi rias di kamar itu. Setelah itu dia mengangkat tubuh Dewi dan di duduk kan ke atas ranjang nya.
Setelah mereka dalam keadaan tenang,Pak Prabu menyuruh istrinya untuk menghubungi Riky anak sulung nya yang bekerja di kepolisian. Lalu dia juga menghubungi Saskia anak nya yang bekerja sebagai pengacara yang sudah berumah tangga dan masih satu kota dengan nya. Dia segera menyuruh Riky dan Saskia pulang ke rumah untuk membicarakan maslaah serius di keluarga nya dan selang satu jam kemudian Riky dan Saskia telah datang bersama.
Sengaja mereka tidak membawa masing-masing pasangan nya seperti pesan ayah nya karena ayah nya mengatakan ada hal yang sangat penting serta rahasia.
Pak Prabu tak dapat berkata banyak hanya ait mata kesedihan yang terus mengalir di pipi nya dan akhirnya istrinya lah yang mengambil alih sebagai juru bicara suaminya.Dia menjelaskan masalah yang menimpa anak bungsunya. Dewi menunduk sambil meremas kedua telapak tangan nya yang terasa dingin bagai menggenggam sebongkah es batu.
Raut wajah Riky mengeras dan tangan nya terkepal ke bawah. Dia memindai wajah adiknya yang terlihat pucat itu dengan rasa kasihan yang teramat dalam. Adik bungsu kesayangan nya itu harus menderita kehilangan kehormatannya di usia yang sangat belia akibat lelaki mabuk yang tak bermasa depan.
Saskia menangis tersedu-sedu menubruk tubuh Dewi yang diam membisu tak berkata apapun. Tangan nya memeluk erat adiknya dan Riky sebagai seorang kakak dan sebagai aparat kepolisian segera bertindak membuat laporan ke kantornya. Dengan kasus perkosaan gadis di bawah umur karena saat itu Dewi belum berusia 17 tahun.
Seorang Perwira menengah rekan kerja Riky yang bertugas disitu mempersilahkan rombongan keluarga rekan nya untuk masuk lalu Riky mulai melaporkan kasus adiknya pada Aiptu Guntur Pamungkas. Dengan lincah lelaki berwibawa itu mengetik delik aduan si korban.
Perlu waktu sekitar 3 jam yang melelah kan untuk membuat laporan itu, setelah menanda tangani laporan. Mereka segera berangkat ke Rumah sakit untuk melakukan visum. Dan hasilnya memang Dewi sedang mengandung janin berusia 8 Minggu. Bergetar kedua kaki nya dan lemas seluruh persendian tubuhnya.
Setelah urusan visum selesai,mereka berombongan pulang ke rumah. Raut wajah penuh kemarahan jelas tergambar di wajah Pak Prabu.Dia menyuruh Saskia untuk menjadi pengacara keluarga jika nanti laporan kasus Dewi telah maju ke tahap selanjutnya.
__ADS_1
Hanya 3 hari berselang kasus Dewi sudah bergulir,pihak keluarga Kevin terkejut setengah mati karena mendapati surat panggilang dari kantor kepolisian. Orang tua Kevin tak menyangka anak nya akan berbuat hal yang menjijik kan seperti itu. Karena orang tua nya juga sudah lelah menghadapi keberandalan Kevin akhirnya Papa nya bersedia menyerahkan anak kandungnya itu ke kantor polisi.
Berita penangkapan Kevin dengan kasus pemerkosaan Dewi sudah menyebar ke sekolah entah siapa yang bermulut seribu menyebarkan aib orang lain itu,sehingga Dewi di pandang hina dan di musuhi oleh teman sekolah nya,belum lagi tekanan dari Papa nya yang menyuruh nya menggugurkan kandungan itu agar tidak membuat malu keluarga besar nya.
Karena tekanan mental itu lah Dewi memutuskan tidak mau sekolah lagi apalagi perutnya sudah mulai membuncit karena sudah berjalan 14 Minggu. Ada rasa yang menggelenyar indah ketika merasakan tendangan halus dari dalam perut nya. Entah mengapa dia tak rela jika kandungan nya harus di gugurkan karena dia merasa anak yang di kandungnya itu tak bersalah, hanya tempat dan waktu nya yang tidak tepat saat dia hadir di dalam rahim nya.
Papa nya terus menekan nya agar segera menggugurkan kandungan dengan alasan dia belum cukup umur untuk memiliki anak apalagi anak itu tak pernah di harapkan hadir di dunia ini. Dewi frustasi mendapatkan tekanan mental dari Ayahnya sehingga dia mengambil jalan singkat untuk mengakhiri hidup nya di dalam.kamar mandi dengan cara menyayat nadi nya.
Beruntung nyawanya dapat tertolong karena Bi Warsih asisten rumah tangga nya yang setia itu masuk ke dalam kamar nya ketika hendak merapikan ranjang nya. Hampir 30 menit dia berada dinkamar itu namun suara gemericik air di kamar mandi tak berhenti mengalir.
Dia mengetahui kebiasaan anak asuh nya itu tak pernah mandi selama ini.Akhirnya dia mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali namun tidak ada sahutan dari dalam, dengan panik dia mulai membuka paksa dengan tubuhnya. Namun tak berhasil dia buka karena pintu itu terganjal tubuh Dewi yang terduduk sambil bersimbah darah di pergelangan nya.
Bi Warsih segera berlari keluar mencari majikan nya dan kebetulan saat itu ada Riky yang sedang menumpang sarapan di rumah orang tua nya.Bi Warsih segera melaporkan kejadian di kamar nona muda nya, dan seperti mendapat insting kuat Riky segera berlari ke kamar Dewi dna mendobrak pintu kamar mandi nya.
Dengan susah payah dia berhasil membuka pintu itu dengan cara mendorong pelan-pelan tubuh adik nya.Dan betapa terkejutnya dia melihat Dewi sudah bersimbah darah di pergelangan tangan kanan nya. Riky berteriak meminta Bi Warsih untuk mengambilkan sapu tangan atau kain apapun untuk menghentikan perdarahan.
Bi Warsih mengambil slayer milik anak majikannya yang tergeletak di atas nakas itu dan memberikan pada Riky lalu lelaki berusia 29 tahun itu membalut pergelangan adiknya dan segera mengangkat tubuh Dewi yang sudah basah dan berwarna merah. Dia segera mengajak Bi Warsih ikut menemani nya ke rumah sakit terdekat.
Singkat kata nyawa Dewi berhasil tertolong karena kakaknya dengan cekatan membawa nya ke rumah sakit, terlambat 30.menit saja mereka tiba, nyawa Dewi akan melayang sia-sia.
__ADS_1
Setelah kejadian percobaan bunuh diri itu, membuat Pak Prabu tak berani lagi memaksa kan kehendaknya untuk menggugurkan kandungan putri kesayangan nya itu dia tak sanggup kehilangan anak bungsunya itu.
Selama mengandung Dewi akhirnya putus sekolah, dan Ibu nya berusaha membujuknya untuk meneruskan sekolah nya lagi jika telah melahirkan. Dan nasib Kevin dia di penjara selama 12 tahun karena perbuatan nya itu.