
Ibu datang memeluk menantunya dan akhirnya pertahanan yang tadi di bangun nya itu jebol dengan seketika, air mata menetes tanpa permisi, nelangsa sekali hati nya melihat orang yang sangat di cintai nya itu putus harapan.
Kemana pergi nya wanita tegar dan selalu ceria itu? Mawar gunung yang selalu terlihat cantik dalam kondisi apa pun. Ini bukan bualan, bahkan beberapa client nya pun mengagumi kecantikan perpaduan eropa dan Arab itu.
Bukan masalah fisik yang dia cintai, dia mencintai Aygul dengan segenap rasa dan dari dalam lubuk hati yang paling dalam. Dia cinta kepribadian gadis yang dulu selalu ceria, tak pernah marah walaupun dia pernah melakukan kesalahan padanya. Kisah hidup nya yang pilu dan cinta pertama Bagi Hafiz.
Hafiz lelaki yang setia mana mungkin mau memenuhi permintaan Aygul untuk mencari kebahagian sendiri dan menafikan perasaan kekasihnya. Dia tak memiliki pemikiran untuk pergi bersenang -senang sendiri di saat pasangannya sedang menderita.
"Aygul sayang, Ibu dan Ayah disini sangat menyayangi mu nak. Kamu telah menjadi bagian dari hidup kami. Kebahagiaan maupun kesedihan mu juga menjadi bagian dari kami. Jika dokter menvonis Aygul akan sulit untuk mendapatkan anak,kami tak mempermasalahkan. Bukan dokter yang memberi anak namun Tuhan. DIA maha kuasa, Maha besar dan Maha pemurah. Ilmu Tuhan lebih luas dan lebih segala Nya. Tuhan Maha pemberi, selalu minta lah dalam sujud kalian. Dia tak akan membiarkan hamba Nya terlarut dalam kesedihan yang panjang. Ingat nak, dalam hidup itu ada siang ada malam, ada sedih pasti ada bahagia. Akan ada pelangi di kehidupan kalian kelak nak,bersabar lah dalam menghadapi ujian hidup kalian "
Ibu memeluk dan mengusuk bahu Aygul sambil membisikkan nasihat yang menyejukkan.
"Ayah dan Ibu tak menuntut Aygul untuk mendapatkan anak. Kami hanya mengingin kan Aygul sembuh dan tersenyum lagi." lanjut Ayah lembut.
Aygul makin keras isak tangis nya, Anne yang sekarang sedikit banyak mengerti arti percakapan berbahasa Inggris itu ikut menangis terharu. Dia bersyukur anak nya di cintai dan di sayangi dengan tulus oleh keluarga baru nya.
Dia teringat lagi kala masih melihat senyum Aygul sangat ceria dulu saat dia belum mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya lumpuh.
Dan senyum itu mulai terbit lagi ketika dia di pinang oleh Hafiz. Kebahagian nya bertambah saat menjadi pengantin cantiknya lelaki tampan dan sholeh itu. Dia jarang menangis setelah menikah namun setelah berita dari dr Zainab kemarin membuat Senyum dan semangat anak nya itu hilang lagi.
Ibu memanggil Hafiz dan menyuruh mendekati istrinya agar dia lebih tenang dan nyaman berada di dekat suaminya.
__ADS_1
Ibu berdiri dari samping menantunya lalu di gantikan Hafiz. Setelah menantunya tenang dan bisa di tinggal kedua pasang orang tua itu keluar dari kamar pasangan suami istri yang sedang mengalami krisis kepercayaan diri.
Setelah menutup pintu kamar nya, Hafiz segera naik ke atas ranjang dimana istrinya sedang berbaring memunggungi diri nya. Si tuan tampan nan tajir itu mulai berbaring di samping tubuh ramping istrinya. Dia Memeluk istrinya dari belakang, Aygul menyesap aroma wangi nan maskulin suaminya. Aroma mint bercampur dengan bau tembakau yang tadi sempat di hisap Hafiz.
Deru nafas Hafiz terdengar memburu, leher jenjang nan mulus dan berwarna sedikit pinky itu terlihat menggugah hasrat kelelakiannya. Tangan nya mulai membelai rambut bahu dan tangan lentik istrinya.
Aygul yang berada di depannya secara otomatis membalik kan tubuh dan berhadapan langsung dengan wajah suaminya.
" I love U Hunny..till the end" bisik Hafiz perlahan sambil mema.gut perlahan bibir merah Aygul dilara burcu.
"I love u more.. Mas" jawabnya dengan suara parau karena Hafiz sudah mulai melancarkan aksi nya sebagai seorang pejantan tangguh untuk membersamai sang bidadari.
Hafiz menggelepar kelelahan setelah menanam kan benih nya pada sang pemilik cinta. Dia berharap bahwa diagnosa dokter itu salah dan harapan tertinggi nya tetap pada sang pencipta pemilik seluruh jiwa raga nya.
Mereka berdua menangis entah sedih atau bahagia yang mereka tangisi namun satu yang pasti malam itu terasa lebih indah dan menyenangkan beban yang tadi nya mengganjal pikiran dan menyesakkan dada terburai dengan sendiri nya.
Setelah selesai menikmati Indah nya surga dunia yang halal, mereka pun tertidur sambil berpelukan. Seolah takut tiba-tiba terpisah kan lagi oleh pasangannya.
Dalam mimpi Aygul melihat seorang lelaki tinggi besar sedang menyeretnya. Dia meronta ingin terlepas dari cekalan lelaki itu, namun lelaki itu tetap lebih kuat tenaga nya dan terua menyeret tubuhnya. Kaki nya menendang-nendang pada benda ynag ada di sekitarnya. Tiba-tiba kaki nya menendang sebuah bangku yang ada di samping nya.
"Awww...awww.."teriak seseorang yang akhirnya membuat nya terbangun.
__ADS_1
Dia terkejut melihat suaminya merintih kesakitan.Lalu dia mengguncang tubuh suaminya.
''What's wrong Mas? " tanya Aygul terkejut melihat suaminya meringis kesakitan tanpa sebab.
Hafiz mengelus pelipis betis nya yang tadi terasa kena tendang. Namun dia tak menyadari jika kaki istrinya itu lah yang tak sengaja menendang kaki nya saat bermimpi.
Aygul pun tak merasa menendang karena dia beranggapan kakinya tak dapat di gerakkan, padahal tadi secara Reflek kaki nya telah bergerak. Maha besar Allah yang telah menggerakkan kaki lumpuh hamba Nya walaupun dalam keadaan tak sengaja dan tertidur.
"Aku merasa ada yang menendang kaki ku" jawab Hafiz sambil meringis kesakitan. Aygul membelai wajah suaminya dan tersenyum seakan menenangkan dan mengobati rasa sakit tadi.
"Iam oke sayang"
Lalu keduanya pun terlelap dalam perasaannya.
Di kamar orang tua Hafis dan Aygul terlihat mereka sedang melaksanakan sholat malam. Mereka bermunajad kepada sang pemilik kehidupan agar bermurah hati terhadap kedua anak dan menantunya agar bisa sembuh. Ketulusan kasih sayang orang tua Hafiz lah kunci dari kesembuhan menantunya.
Di benua lain yang sedang beritahu menjadi pagi, para manusia sibuk mengejar duniawi yang tak akan ada habisnya. Kehidupan selalu berputar dengan cepat tiba-tiba semua akan berganti.
Suasana pagi di kediaman Candra Birendra tampak lengang, para anggota keluarga belum menampakkan aktifitas pagi nya. Bi Rohaya dan anak buah nya serta Mang Asep sudah mulai berbenah.
Hafiz telah rapi mengenakan kemeja biru laut dengan dasi sewarna. Pagi ini dia akan mengadakan meeting dengan para pejabat pemerintah.
__ADS_1