Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Rekam medis yang tak terduga


__ADS_3

Mobil sedan keluaran negara matahari terbit telah sampai di halaman depan rumah keluarga Candra birendra.


dr Zein keluar dari mobil dan berjalan ke depan gerbang megah keluarga pengusaha kaya itu. Pintu terbuka dengan sendiri nya karena Firdaus telah membukanya dengan remote dari dalam pos security.


Dr Zein menyapa remaja tanggung itu sambil menepuk pundak nya. " Kok di rumah Fir ? Kan masih jam sekolah?"


"Persiapan ujian mas masa tenang, jadi ada waktu libur tiga hari" jawabnya sambil membungkuk kan badan nya.


"Oh begitu masa tenang yang bikin galau ya Fir..hehehe. Belajar yang tekun ya biar tercapai cita-cita nya.." canda dr Zein.


"Aamiin iya Mas, Firdaus pengen kayak Mas Zein dapat beasiswa jadi ndak merepotkan Pak Candra terus" kata Firdaus murung.


"Owh bagus itu cita-cita nya. Yang penting niat nya lurus ya. Rajin belajar jangan lupa ibadah. Insya Allah di kasih jalan sama Allah SWT. " dr Zein yang sudah akrab dengan anggota rumah keluarga Candra ini jadi tidak canggung lagi karena semua nya wellcome terhadap kehadirannya si calon menantu Bos besar.


Dr Zein segera masuk ke dalam rumah namun sebelum nya dia sudah mengucapkan salam terlebih dahulu. Hafiz keluar dari kamar nya dan melihat Zein telah rapi dengam kemeja kotak-kotak warna biru tua.


"Assalamualaikum, calon kakak ipar" sapa Zein dengan bercanda.


"Waalaikum salam, ayo salim dulu sama kakak ipar nya..hahaha" balas Hafiz sambil memberikan punggung tangan nya ke Zein lalu di sambut dengan gelak tawa mereka berdua.


Tak pelak Zein meninju baju sahabat nya dengan pelan, Lalu Hafiz memberikan bingkisan titipin adiknya tadi. Wajah Zein terlihat penasaran namun Hafiz lebih penasaran lagi dengan isi kotak itu.


"Buka aja daripada penasaran sama isinya" kata Hafiz sok tau bijak padahal dia kepo juga sama adiknya yang lagi kena panah si cupit itu.


Saat Zein mau membuka bungkus kotak tiba-tiba Hape nya berbunyi lalu dia merogoh kantong celana nya dan mengambil gawainya dan melihat penelpon nya. Senyum nya langsung terbit melengkungkan ke atas.

__ADS_1


" Waalaikum salam Iya Mas baru sampai dek, Hmmm... iya iya. Oh gak boleh di buka disini? tapi mas Hafiz penasaran dek sama isi kotaknya.. hehehe"


ternyata si jantung hati yang menelpon nya. Mulut Hafiz langsung monyong ke depan membentuk pantat ayam. Setelah Zein selesai mematikan ponselnya Hafiz segera mengajak nya masuk ke ruang keluarga.


"Si bontot belagu banget ya, bikin keki bener nih anak gue jitak juga ya ntarkalau pulang! " semburnya masih kesal karena belum tahu isi kotak Zein. Lelaki itu tertawa kecil melihat calon iparnya itu pura-pura sewot.


Hafiz menawari Zein makan siang terlebih dahulu sebelum ke rumah dr Zainab dan akhirnya setelah selesai makan siang mereka berempat berangkat ke rumah dokter neurologi terkenal di kota itu.


Aygul yang duduk di belakang dengan Anne karena beliau ingin mendengar hasil pengobatan anaknya sebelum mereka bertolak ke Turki. Aygul terlihat lebih sering memandang keluar jendela dan lebih banyak diam. Sikap nya yang lebih pendiam itu membuat Hafiz sedikit baper.


Zein yang berada di balik kemudi sesekali melihat ke arah kaca spion dan tak sengaja matanya berharapan dengan mata biru Aygul. Sorot kesedihan dan lelah tercetak jelas di raut wajahnya.


Zein memberikan kode dengan kedipan mata ke arah Hafiz, lalu di balas dengan deheman dari nya. Yang menandakan bahwa dia sedang butuh curhat. Zein yang paham dengan kode dari sahabatnya itu langsung mengetikkan jari telunjuknya ke kemudi.


Beberapa saat kemudia datang mobil Zein sudah sampai di kediaman dr Zainab. Seorang security membuka kan pintu gerbang rumah bergaya kontemporer itu.


"Terimakasih dr Zein. " kata Aygul sambil tersenyum simpul. Zein mengangguk kan kepalanya. Security itu mempersilahkan tamu di Zainab untuk menunggu di teras rumah yang bernuansa hitam putih itu.


Beberapa saat kemudian si empunya rumah keluar dengan memakai Pakaian santai yang modis, bikin setelan kaos warna putih berpadu dengan bawahan berwarna coklat muda.


dr Zainab mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah dan menyuruh asisten rumah tangga nya untuk menyajikan minuman.


Beberapa saat kemudian di Zainab dan tamunya sudah terlibat dengan obrolan yang serius. dr Zainab sengaja berbicara dengan bahas inggris agar Aygul juga memahami isi pembicaraan mereka karena melibatkan kesehatan nya.


Aygul menceritakan bahwa kedua kaki nya sudah bisa merasakan sakit lagi setelah terpena pecahan gelas beberapa hari yang lalu. Hafiz terkejut mendengar penuturan istrinya itu dia tak tahu kalau istrinya mengalamai inside kecil di runahnya namun dia menahan diri untuk mengintrogasi istrinya saat itu. Karena dia tak mau ribut di depan Dr Zainab dan yang lain.

__ADS_1


dr Zainab mendengar kan perkataanya pasiennya dengan Serius sambil manggut-manggut. Lalu di Zainab pamit untuk mengambil hasil Rekam medis pasien nya ke dalam ruang kerjanya.


"Hunnie, kenapa tak cerita kalau kau habis celaka? " tanya Hafiz sambil menggengam tangan Kiri istrinya.


"It's okay Mas, don't be worry. " Jawab wanuta itu berubaha membiasakan diri memanggil Mas pada suaminya.


Anne melihat kecemasan pada mennatunya Dia pun ikut menenangkan peradaan menantu kesayangannya itu dengan bahasa isyarat bahwa semua baik-baik saja tak perlu kuatir.


dr Zainab keluar membawa sebuah Map putih ukuran kertas A4. Di dalam Map tersebut terdapat data rekap medis Aygul yang di dapatnya dari rumah sakit.


Lalu dr Zainab menyerahkan map itu pada Hafiz selaku suami pasien. Hafiz membuka map dengan perasaan gugup dia membaca lembar pertama tapi dia tak mengerti dengan bahasa Kedokteran. Lalu dia menyerahkan dokumen itu pada Zein yang dia rasa lebih tahu artinya.


Zein membaca dengan seksama isi Map itu, tiga lembar kertas dan satu hasil foto rontgen kaki Aygul.


Terlihat raut wajah Zein yang berubah Serius saat membaca dan membuat Hafiz makin penasaran.


"Ada apa Zein? " tanya nya langsung.


Zein tampak berpikir keras untuk menyampaikan isi rekam medis Aygul. Terlihat rasa kuatir di wajahnya.


"Katakan saja Zein, apa hasil rekam medis istriku? "


Aygul ikut penasaran dengan isinya dan dia juga mendesak Zein untuk menyampaikan berita itu.


"Hmm.. maaf sebelumnya. Aku harus mengatakan hasil ini dengan berat hati."

__ADS_1


"Kenapa Zein? katakan saja walaupun pahit hasilnya. Aku sudah siap! " Jawab Aygul penuh penekanan dan wajah muram.


__ADS_2