
Tok.. tok.. tok
Suara ketukan di daun pintu kamar Hafiz terdengar.
Bibi berjalan membuka pintu kamar dan melihat Baba dan Ane Aygul berdiri cemas memandang putri nya yang sedang di obati oleh besan nya.
"Please enter here Mr and Mrs Farouk" Ibu Zahira mempersilahkan besan nya masuk.
Kedua orang tua Aygul terlihat panik melihat kaki anak nya berdarah. Mereka berdiri di sebelah ranjang dan melihat mimik wajah anaknya yang berkali-kali meringis kesakitan.
" Kaki Aygul sudah saya bersih kan dan luka nya telah saya obati. Bapak dan Ibu tidak perlu kuatir. " jelas Bu Zahira sambil mengunting plester untuk merekatkan perban.
"Terimakasih Miss Zahira. Apakah kamu baik-baik saja sayang? "Tanya Mr Farouq pada anak nya.
Aygul tersenyum dan mengedipkan kedua mata nya. Ane duduk di tepi ranjang dan melihat betapa cekatan Bu Zahira merawat Aygul. Ada rasa terharu melihat anak nya di perlakukan dengan baik oleh ibu mertua nya.
" Apakah luka nya parah? "tanya Baba cemas. Bu Zahira yang seorang tenaga medis dan terbiasa melihat dan merawat luka pasien menggeleng kan kepalanya.
"Tidak begitu parah Mr Farouq, namun tetap perlu di bersihkan darah dan serpihan kaca dari gelas itu agar tidak menyebabkan infeksi pada kaki nya. " jelas Bu Zahira.
Kedua orang tua itu bernafas lega. Lalu Ane mendadak berteriak kencang
"Allahu akbar Aygul! Sayang! Kamu bisa merasakan sakit pada Kaki mu Nak? " tanya nya cepat dengan senyum yang tersungging.
"Yes Ane" jawab nya heran dengan perubahan sikap ibu nya yang tiba-tiba tersenyum
Baba Farouq dan Ane saling memandang kemudian Ane mendekati Aygul memegang tangan anak nya.
"Why Ane? " tanya Aygul masih dengan penasaran.
"Semoga ini awal kesembuhan mu nak, Kata Dr Zaenab beberapa hari yang lalu. Jika kami mu telah merasakan sensasi sakit itu pertanda syaraf yang ada di kaki mu mulai bereaksi." Kata Ane senang.
Bu Zahira tersenyum senang. Begitu pun Bibi juga tampak bahagia mendengar majikan muda nya akan sembuh.
" Kecelakaan kecil ini membawa hikmah ya Ane? baik Lah Aygul telah saya obati. Mungkin Baba dan Ane mau menani Aygul disini saya persilahkan kan. Saya akan kembali ke kamar" kata Bunda sekalian pamit pada besan nya.
"Aygul jika kamu butuh sesuatu tolong panggil Bibi ya, bunyikan bel yang ada di nakas ini" kata Bunda lagi.
"Okey Bunda Thank you very much.Bibi terimakasih ya! " Wanita itu tersenyum sambil meringis menahan sakit.
__ADS_1
Setelah mertua nya keluar dari kamar nya beserta bibi, orang tua Aygul duduk di tepi ranjang.
Di kantor Hafiz sedang mengadakan meeting internal membahas kelangsungan kerjasama mereka dengan Mr Fangfang.
Aldo sedang mempresentasikan proyek mereka jika lanjut bekerja sama mereka akan mengalami pengurangan margin yang lumayan besar, tapi jika mereka menghemtikan proyek ini perusahaan akan mengalami over stok bahan baku dan semua itu akan berpengaruh apda cash flow perusahaan juga.
Hafiz menyimak penjelasan Aldo dan meminta pra staf nya untuk menganalisis lagi kerja sama itu. Dia tak ingin salahb langkah dalam mengambil keputusan yang akan merugikan usaha nya.
Pintu ruang meeting di ketuk dari luar, Lalu Ira membuka pintu kaca Riben itu.
Seorang office girl membawa kan beberapa cangkir kopi yang masih mengepulkan asap.
Setelah itu meeting berlanjut hingga waktu makan siang menjelang. Hafiz mengajak staf manajerial nya itu untuk memikmati lunch bersama di restoran milik nya yang tak begitu jauh jaraknya dari kantor.
Saat memasuki restoran bersama Aldo, lelaki itu melihat seorang gadis yang tak asing di mata nya sedang beradu mulut dengan teman duduk nya. Tampak terjadi perselisihan yang membuat kedua nya tak mau mengalah.
" Mita !! " panggil Aldo ke arah gadis itu.
Gadis yang di panggil Mita itu menoleh dan terlihat gugup ketika melihat Aldo.
Aldo berjalan mendekati nya dan gadis yang bernama Mita tersebut sontak berlari menghindar. Namun dengan gesit Aldo menangkap tangan gadis itu.
Hafiz dan rombongan staf kantor nya tampak terdiam melihat Aldo bertindak pada gadis itu.
" Awwww...sakit sakit lepas kan tangan ku kak !" pekik nya keras.
Aldo makin mengerat kan kuncian pada tangan gadis itu. Lalu berkata pada Hafiz
"Mohon maaf Pak Bram, silahkan lanjut kan makan siang nya. Saya ijin mengurus masalah kecil ini dulu" ijin nya Pada Hafiz.
Sebagai seorang Bos yang bijaksana Hafiz dapat mengetahui jika anak buah nya itu sedang mengalami masalah. Dia mengijin kan Aldo menyelesaikan masalah nya. Lalu mengajak para staf nya memasuki sebuah privat room yang telah di pesan nya.
Di sudut restoran tepat nya di depan taman, Aldo menggiring Mita. Dia ingin menginterogasi Gadis itu.
"Kak Aldo kamu jahat! Aku kesakitan tahu!" isak Mita, ternyata Mita adalah adik kandung Aldo yang sudah 3 hari tidak pulang ke rumah.
"Kemana saja kamu selama 3 hari ini? Bikin orang tua panik! Ibu tensi nya naik gara-gara kamu!"tanya Aldo berang.
__ADS_1
Mita memalingkan wajah ketakutan melihat kemarahan pada Kakaknya. Dia memang pergi meninggal kan rumah tanpa pamit setelah bertengkar dengan ibu nya.
Dia marah karena Ibu nya melarang nya bertemu dengan Steven kekasih nya.
"Kamu harus pulang!!" Perintah Aldo mutlak.
Mita menggeleng kan kepala nya, Aldo tetap bersikeras memerintah adik nya itu pulang !
"Siapa lelaki itu?" tanya Aldo
"Dia kekasih ku Kak, aku tak mau berpisah dengan nya !" isak Mita
"Lalu kenapa kau bertengkar dengan nya jika kalian adalah sepasang kekasih?" tanya Aldo masih dengan geram.
"Steven ternyata punya istri Kak hiks..hiks..hiks" tangis nya pecah.
"Apa ?!? Sialan, akan ku hajar dia berani-berani nya bermain api dengan adik ku!" Aldo meradang dan secepat kilat dia berbalik arah menuju tempat Steven duduk.
"Kak ! Jangan kasar Kak! Aku takut dia malah kabur!" kata Mita sambil menahan tangan Aldo. Mita terlihat sangat ketakutan.
" Brengsek!! Jangan halangi kakak untuk.menghajar pecundang itu! Kenapa kamu ketakutan dia kabur hah ?! " tanya Aldo dengan suara di tekan namun tegas.
"Pokok nya Kakak tidak boleh kasar sama Steven. "
" Iya kenapa?!"
" Aku..aku.." Mita makin keras terisak.
Mita menutup matanya dengan kedua tangan nya. Aldo kemudian meraih kepala adik nya dan di dekap dengan erat.
Di tempat duduk nya Steven melihat kedua kakak beradik yang sedang berpelukan itu tampak bingung. Kemudian dia berjalan menghampiri mereka.
" Mita! Mit.." panggil nya
Mita makin mengeratkan pelukan nya ke dalam dada Aldo.
"Maaf siapa anda?! " tanya Steven tangan nya hendak mengurai pelukan Mita di dada Aldo.
Wajah Aldo memerah, ingin rasanya dia menghajar hingga babak belur, namun dia segera menahan emosi nya karena dia teringat jika tempat ini adalah restoran milik Hafiz bos nya yang baik. Dia tak mau membuat keonaran.
__ADS_1
"Saya abang kandung nya!"
Steven terkejut air muka nya berubah pucat.