Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Kado istimewa Untuk pengantin


__ADS_3

Suara gerakan tubuh Pak Birendra yang berpindah miring menghadap dinding mengusik tidur sang istri, dengan mata merah dia melihat suaminya masih saja gelisah tak bisa tidur.


" Ayah belum tidur? Besok katanya mau meeting dengan Pak Haji Fakhri jam 9 pagi." kata Bu Hafizah dengan suara serak. Dia melihat jam meja yang telah menunjukkan pukul 1.30 waktu setempat.


Pak Birendra membalikkan tubuh nya menghadap sang istri yang telah mendampingi hidupnya selama hampir 30 tahun itu dengan senyum yang di paksakan.


"Ayah gak bisa tidur Bu, dari tadi udah berusaha terpejam namun pikiran malah melayang kemana-mana" katanya sedih


Bu Hafizah menatap manik hitam di kedua mata suaminya. Dia tahu pasti sang suami sedang memikirkan anak gadis kesayangannya yang sebentar lagi akan jadi milik laki-laki lain. Tangan nya terulur memeluk tubuh suaminya. Dia menggeser tubuhnya lebih dekat.


" Ayah pasti kepikiran Izza kan? Hmmm.. masa sih Ayah gak rela kalau anak kesayangan nya menikah? apa mau jadi perawan tua? "


canda Bu Hafizah mencairkan kegalauan sang suami.


"Ish Ibu sembarangan kalau ngomong, mana mungkin Ayah menginginkan anak Ayah jadi seperti itu. Ayah hanya sedih saja mungkin waktu yang bisa melupakan kesedihan Ayah "

__ADS_1


Bu Hafizah makin mengeratkan pelukan nya untuk memberi ketenangan pada sang nahkoda rumah tangga. " Ayah cukup doakan izzah bahagia dengan Zein. Untuk tempat tinggal kan tidak terlalu jauh dan mereka juga sepakat akan tetap tinggal disini di hari-hari tertentu. Lagian kita malah mendapatkan anggota baru kan dengan Zein menjadi anak kita. Dan sebentar lagi kita akan mendapatkan cucu dari Hafiz dan Aygul. pasti kita tak akan kesepian di masa tua ini"


Lelaki berumur hampir enam puluh tahun itu menghela nafas dengan perlahan dia mulai merasa tenang dengan kekuatan moril dari istri tercinta nya. Benar juga dia tak kan kesepian karena sebenarnya anggota keluarga nya juga bertambah dengan adanya Zein yang akan menjadi menantu nya dan cucu yang akan dilahirkan anak menantunya pasti akan menambah semarak rumah besar nya. Perlahan senyumnya merekah pertanda dia mulai menyadari kekeliruan nya memberati sang putri.


" Benar Bu, kita tak akan kesepian dengan adanya Zein dan calon cucu kita. Ayah hanya merasa sedikit kehilangan saja tapi tak apa-apa semoga saja dengan berjalan nya waktu Ayah tak akan merasakan sepi dengan mengalihkan perhatian pada kesibukan lain. Ayah sudah lega Bu, ayo kita tidur lagi supaya tidak kesiangan " ajak nya sambil memeluk sang istri.


---------++++-----++++----------


Hari demi hari telah berganti dan 7 hari lagi Izza akan melepaskan masa lajang nya pada Zein. Orang tua Aygul telah tiba di tanah air sesuai janji mereka akan datang saat Izza menikah dan orang tua Zein pun telah tiba di rumah dinas sang dokter.


Tak ada rasa iri pun di hati Aygul dan Hafiz pada adiknya karena pernikahan nya tak di adakan dengan meriah dan mewah. Mereka tak mempermasalah kan sama sekali. Bahkan Aygul memberikan kado istimewa untuk kedua mempelai yaitu tiket bulan madu ke Cappadocia di Negara nya. Hafiz dan Aygul sepakat membagikan kebahagiaan mereka karena kehamilan Aygul pada adiknya tersayang.


Nanti mereka akan terbang ke Turki bersamaan dengan Anne dan Baba ketika kembali pulang. Zein dan Izza tidak tahu menahu tentang kado dari kakaknya namun Hafiz sudah memberi tahu Zein untuk meminta ijin cuti selama seminggu untuk honey moon. Ada rasa oenasar? juga namun dia tak berani bertanya pada sahabat rasa kakak ipar nya


Sebenarnya Zein agak sungkan meminta ijin karena dia juga orang baru di Rumah Sakit namun diam-diam Hafiz sudah menghubungi pemilik Rumah Sakit yang juga kakak seniornya di kampus, dia mengatakan ingin memberikan kado honeymoon pada pasangan baru itu sekalian agar Zein bisa mengunjungi Senior nya.

__ADS_1


Gayung bersambut, tepat tiga hari akan melakukan akad nikah, Mas Syam mengirimkan sebuah e-mail tepatnya surat tugas untuk Zein, bahwa 10 hari setelah acara resepsi pernikahannya, dr Zein di wajibkan mengikuti seminar internasional khusus dokter bedah se dunia yang di selenggarakan di Turki.


Syam juga mengirimkan registrasi tanda keikut sertaan dirinya. Seminar hanya diadakan lima hari dan setelahnya dia akan mendapatkan sertifikat dan lisensi tanda kepesertaan nya. Syam juga mengatakan dia boleh membawa istri untuk menemani nya. Bagaikan mendapatkan durian runtuh wajahnya calon pengantin itu terlihat berseri-seri. Betapa tidak keinginannya membawa Izza jalan-jalan keluar negeri memang sudah ada sejak dia meminang gadis itu, namun terkendala dengan tabungan nya yang harus dia amankan untuk mahar gadis pujaan nya.


Dia sadar bukan berasal dari keluarga berada ataupun bangsawan, bisa menjadi dokter berkat beasiswa dan kerja sampingannya di klinik terdekat di kampusnya dulu saja sudah merupakan berkah terbesar dalam hidupnya. Dan bisa mengirimkan uang tiap bulan untuk biaya keluarga nya juga sudah merupakan hal terbaik yang pernah dia lakukan dalam hidupnya karena itu dia banyak bersyukur atas karunia Tuhan pada hidupnya.


Dia tak mau memaksakan diri untuk hidup hedon gara-gara menikah dengan pewaris Birendra. Dia tak akan mau menumpang hidup pada mertuanya karen harg diri nya sebagai laki-laki yang akan menjadi kepala keluarga membuatnya harus belajar bekerja lebih keras demi bisa membahagiakan orang tua dan istrinya kelak. Di tak mau keluarga nya mengalami masa sulit seperti dirinya dulu.


Namun dia tak menyesali takdir dan pengalaman hidup sedihnya di tanah asing, karena dengan pengalamannya itu membuatnya menjadi orang yang mandiri, kuat dan mempunyai mental baja. Dia tak pantang menyerah ketika menemui hambatan dalam karir maupun kehidupan nya pun dia juga menjadi orang yang paling mengerti akan kehidupan sulit orang lain.


Empatinya sangat tinggi namun ada satu sifatnya yang tidak tegaan terhadap orang lain dan sikap itu kadang membuat teman-teman nya dulu sering memanfaatkan kebaikannya.


Hafiz sering kali mengingat kan nya jangan seringkali merasa tidak enakan pada orang lain akibatnya dia sering di sepelekan dan di anggap gampangan orang lain. Ingatan nya kembali beberapa tahun silam saat berada di Mesir. Dia pernah mendapatkan tugas hampir sebulan lama nya dari salah satu rekannya di kelas gara-gara waktu itu si Sellyna nama temannya itu memberinya bantuan untuk membayarkan salah satu buku mata kuliah yang wajib di miliki mahasiswa kedokteran saat itu.


Uang buku yang mahal baginya sangat mudah di beli oleh Sellyna karena orang tuanya salah satu pengusaha di Turki. Dia sebenarnya tak ingin menerima bantuan gadis berambut coklat itu tapi Sellyna mendesaknya untuk menerima pemberiannya dengan alasan agar Zein tidak tertinggal materi kuliah. Akhirnya dengan perasaan tak enak Zein pun menerima, tapi Sellyna ternyata memiliki misi tersembunyi dengan pemberian nya yaitu setiap tugas dari dosen mata kuliah itu di berikan maka dia meminta Zein untuk mengerjakan nya pula buatnya. Awalnya Zein tidak keberatan namun lama kelamaan Sellyna seolah tak tahu diri setiap ada tugas selalu Zein yang di suruhnya.

__ADS_1


Hafiz yang mendengar cerita Zein menjadi sangat geram dan segera mengambilkan uang sebesar harga diktat itu pada Zein. Lelaki lulusan pondok pesantren itu tak mau menerima pemberian Hafiz padahal lelaki itu tulus membantu sahabatnya. Dan tanpa sepengetahuan Zein, Hafiz menemui Sellyna dan memberikan uang diktat itu sambil menyuruh gadis itu berhenti memperbudak Zein.


__ADS_2