
Dewi mengikuti langkah kaki lelaki itu dengan setengah berlari mereka berdua menuju sebuah mobil jeep warna hitam metalik. Lelaki itu segera mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku celana jeans nya.
"Masuk lah segera" perintahnya cepat
Dewi segera menaiki mobil kemudian lelaki itu menutup pintu dan berjalan menuju pintu samping kemudi dan mulai menstarter mobil nya.
"Maa.. mau kemana kita Pak? "tanya nya pelan dan tak berani menatap lelaki di samping nya.
Lelaki itu hanya diam dan Terus menyetir mobil meninggal kan discotik remang-remang itu.
"Aku tidak akan berbuat jahat kepada mu. Dimana rumah mu? aku akan mengantar mu pulang! " titah nya
"Yang penting kita pergi dari tempat ini dahulu cari aman. Ohya kenapa kamu di kejar kedua begundal itu? "tanya nya menyelidik.
Dewi memberanikan diri melirik sosok penyelamatnya itu melalui sudut matanya.
"Aku. menolak di cium oleh Bos mereka saat di club tadi" jawabnya lirih karena ada rasa malu yang tiba-tiba hadir.
Lalu dia melirik lelaki itu lagi hanya sekali karena dia takut tertangkap basah kalau sedang mencuri lihat wajah pahlawan nya itu.
__ADS_1
Hmm.. kenapa dia tak melepas masker di wajahnya ya? apa yang dia sembunyikan? Dewi bertanya-tanya sendiri.
"Terimakasih atas pertolongan anda. Nama saya Nova" Kata Dewi memperkenalkan diri. Si dewa penolong itu tetap fokus pada jalanan yang lenggang.
"Iya sama-sama. Jangan panggil saya Bapak karena kamu bukan anak saya! " Kata lelaki itu sambil tangan nya sesekali memainkan kopling.
"Lalu saya harus panggil anda siapa? "
Lelaki itu melirik Dewi sekilas.
"Aldo! " jawabnya singkat
Lalu Dewi memberikan alamat kepada Aldo. Selama perjalanan berlangsung mereka berdua terdiam. Hanya sesekali Aldo menanyakan arah jalan rumah Dewi. lalu kurang lebih 20 menit mobil Jeep itu sudah berhenti di depan rumah kost putri.
"Sekali lagi Makasih Aldo. " Kata Perempuan cantik itu. Aldo hanya mengangguk
"Ohya kalau bisa jangan pernah ke club malam itu lagi berbahaya bagi gadis seperti mu yang sedang di incar para penjahat itu! " Setelah itu Aldo melajukan kendaraan nya membelah dini hari.
Udara subuh yang dingin membuat bulu roma merinding. Cepat-cepat Dewi membuka pintu pagar kost nya dan dengan berjingkat dia mulai memasuki ruang tamu induk semang nya.
__ADS_1
Aldo sebenarnya sudah kenal dengan Dewi, saat meeting bersama di Kantor Hafiz namun Dewi yang saat itu hanya fokus kepada Hafiz jadi tidak mengenali orang lain di sekitarnya.
Ya sifat Dewi yang acuh kepada orang yang dianggap tak selevel dengan nya membuat beberapa staf di Kantor Hafiz enggan berbasa basi dengan nya saat berpapasan atau pun hanya sekedar menyapa juga mereka enggan.
Pun dengan Aldo yang notabene adalah tangan kanan Hafiz di kantor juga dianggap angin lalu saja sama Dewi.
Dewi tak paham jika Aldo yang menolong nya adalah Aldo yang sama dengan nya saat membahas kontrak kerja beberapa hari yang lalu di kantor, selain karena Aldo menggunakan masker wajah Dewi juga tak terlalu peduli saat disana.
Adzan subuh telah berkumandang di masjid yang terletak di depan komplek perumahan elit itu. Seruan Kalam Tuhan untuk semua umat Islam agar segera menunaikna sholat fardhu yang merupakan kewajiban mutlak. Seorang wanita cantik berhidung mancung tampak sedang mengenakan mukenah untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.
Di dalam kamar mandi terdengar bunyi gemericik air kran. Tak berapa lama keluar lah seorang pemuda tampan yang Wajahnya basah karen air wudhu.
"Sayang kalau masih demam nanti setelah sholat subuh, aku carikan obat penurut panas ya? " tawar lelaki itu pada istrinya
Istri nya tersenyum melihat betapa kuatir suami nya akan kesehatan nya. Ah betapa beruntung nya dia memiliki suami yang sangat perhatian dan sayang yang tulus mau menerima dia dalam kondisi apapun.
__ADS_1