Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Dia kembali mencari


__ADS_3

Seorang pelayan laki-laki datang setengah berlari untuk membuka pintu restoran. Dari balik kaca resroran dalam dia sudah melihat sang Bos muda datang berkunjung ke restoran. Dengan sopan dia menyapa keluarga kecil Hafiz lalu mempersilahkan Bos muda nya untuk menempati ruangan yang telah di sediakan.


Ruang VVIP di restoran ini memiliki fasilitas privat room yang menyediakan tempat lebih luas dan kedap suara.


Setelah memilih beberpa menu special dari restoran, Baba membuka percakapan dengan menantu kesayangannya.


"Hafiz, Minggu depan Baba dan Anne harus pulang kembali ke Turki. Kami merasa sangat bahagia dan senang karena keluarga Bapak Candra memperlakukan dan menerima kami dengan sangat baik disini. Kami Titip Aygul yang manja ini pada mu ya nak. Jangan segan menegurnya jika dia melakukan kesalahan" Aygul memandang Baba dengan mata berkaca-kaca.


Ini lah saat yang paling di benci dalam hidupnya, harus berpisah dengan orang tua yang selama ini menemani hidupnya. Namun sekarang dia harus belajar mandiri dan berani hidup terpisah dengan orang tua dan orang yang dia sayangi.


Anne menggenggam jemari tangan anak nya yang telah menjadi seorang istri dari laki-laki sholeh dan tampan. Dia berdoa semoga sang anak bisa segera sembuh dan bisa berjalan normal lagi, serta harapan terbesar seorang ibu untuk anaknya adalah kebahagian anaknya dan kebahagiaan Aygul adalah bersama Hafiz.


Dua orang pelayan datang membawa beberapa paket makanan istimewa khas restoran itu. Kepulan asap pada sup kepiting asparagus terlihat menggugah selera. Beberapa makanan dan minuman telah tersaji di meja lalu kedua pelayan itu menunduk pamit keluar ruangan setelah tugasmu selesai.


Hafiz mempersilahkan mertua dan istrinya untuk mencicipi hidangan makan siang yang sudah lengkap. Sambil menceritakan tentang bisnis nya yang terbaru, tangan Hafiz sesekali meremas tangan Aygul di bawah meja. Aygul tersenyum malu.


"Sebelum kami pulang ada suatu hal yang harus Baba katakan pada kalian, terutama pada Aygul karena ini menyangkut keselamatan kamu nak. " Seperti nya Baba ingin mengatakan suatu hal yang serius.


Aygul menangkupkan sendok nya kembali pada piring. Dia merasa ada suatu hal penting yang ingin Baba katakan. Tiba-tiba napsu makannya menguap.


" Ada hal apa Ba? "tanya Aygul tak sabar

__ADS_1


Baba menjawab dengan senyum "Makan lah dahulu, saya akan katakan setelah kita semua selesai makan"


"Bittim bitti (saya sudah selesai) "kata Aygul dengan menunduk


"Yemeğinize dokunmamışsın (kamu belum menyentuh makananmu) " kata Anne dengan lembut.


"Ayoo lah makan dulu, jangan berbuat zhalim pada tubuh mu. Baba akan mengatakan semuanya setelah perut kita kenyang" kata Baba.


Akhirnya Aygul menyendokkan nasi ke mulutnya dan mengunyah perlahan-lahan, Rasa nya puluhan duri tajam menyakiti tenggorokan nya karena menunggu jawaban Ayahnya.


Beberapa saat kemudian makan siang telah selesai.


"Come on Baba, saya sudah tak sabar menunggu."


Baba menceritakan jika anakr Brendon telah melacak keberadaan Aygul di Indonesia.


Frizt anak sulung Mr Brendon,calon suami Aygul dulu si bandot tua. Dia berencana memburu Aygul dan membawa Aygul dalam keadaan hidup untuk di nikahi nya. Sifat Frizt sama dengan ayahnya tukang kawin dan kejam, jaringan bisnis haram Mr Brendon telah diambil alih oleh Frizt dan dia sangat dendam dengan kematian ayahnya.


Dia menyalahkan Aygul dan berniat membawa nya kembali ke Turki untuk di nikahinya.


Wajah Hafiz memerah menahan amarah di hatinya, dia ingin sekali bertemu dengan Frizt dan dia tidak takut jika harus melakukan pembelaan dan perlindungan untuk istrinya karena keselamatan Aygul. kini berada dalam tanggung jawabnya sebagai suami.

__ADS_1


Dia akan mengorbankan jiwa dan raganya untuk melindungi belahan jiwanya. Dia tak akan membiarkan Aygul terluka lagi. Dia tiba-tiba menyesal memperkenalkan Aygul pada tetangga dan kolega nya karena itu sama dengan memberi peluang pada orang jahat untuk mengintai keberadaan istrinya yang cantik itu.


Aygul tertegun mendengar penuturan Baba, dia seperti mengalami flash back saat terjun ke jurang di dalam mobil bersama Mr Brendon. Suara ledakan dan kobaran api tiba-tiba seperti menyala di depan wajah nya.


Aygul menangis histeris untung saja ruangan ini kedap suara. Anne bingung menenangkan putri tunggal nya itu. Baba menyesal sekali memberi tahukan berita ini pada putrinya di saat yang kurang tepat, sebenarnya maksud Baba memberitahukan hal ini agar anak dan menantunya itu waspada dan lebih berhati-hati dengan orang di sekitarnya.


Hafiz memeluk istrinya dan merengkuh kepalanya dalam pelukannya. Rasa hangat dan aman nyaman mengalir pada dada Aygul. Perlahan isak tangisnya mereda karena Hafiz menyakin kan nya bahwa semua akan baik-baik saja. Tak akan ada yang bisa menyakitinya lagi.


Hafiz berencana akan memberitahukan masalah ini kepada kedua orang tua dan adiknya. Dia tiba-tiba mengkuatirkan keselamatan orang-orang yang di cintainya. Dia tahu jika penjahat itu akan berbuat apa saja asal keinginan nya tercapai. Dia harus berdiskusi dengan keluarga nya untuk masalah yang sangat serius ini.


Mereka menyudahi makan siang dan segera kembali ke rumah. Tadi nya Hafiz berniat mengajak kedua mertuanya untuk jalan-jalan ke Mall dan membelikan mereka barang-barang yang mereka butuhkan untuk dibawa ke Turki, tapi Niat itu di urungkan nya karena mulai saat ini dia harus waspada bahkan harus ekstra berhati-hati dengan keselamatan seluruh anggota keluarga maupun orang terdekatnya.


Raut kesedihan masih terlihat di wajah Aygul dan Anne. Baba pun terlihat kuatir namun dia berusaha tampak baik-baik saja di hadapan anak, menantu dan istrinya.


"Kalian tidak perlu terlalu kuatir, Baba akan mengabarkan berita ini pada Emran agar dia bersama rekan kepolisiannya menyelidiki tindak tanduk Frizt disana. "


Baba berusaha menenangkan anak nya.


"Ya.. Agabe harus tahu agar bisa memprotect keselamatan keluarga disana dan bisa memberi informasi pergerakan Frizt darisana. Semoga dia tak bisa ke Indonesia tapi kalau sampai dia berani datang ke Indonesia,Hafiz akan hadapi langsung.Hafiz tidak takut " Sambil menyetir Hafiz mengatakan itu dengan upaya untuk menenangkan istrinya.


"Dan jangan pernah memberi informasi apapun pada siapa pun sekarang tentang Aygul." Kata Baba lagi.

__ADS_1


Hafiz mengangguk kan kepala. Ingin rasanya dia segera bertemu dengan Ayah dan Ibunya untuk mendiskusikan masalah ini. Baru saja dia mengijinkan istrinya untuk mengajar di kampus milik keluarga nya tapi tiba-tiba mendapatkan kabar kurang menyenangkan seperti ini membuat nya berpikir ulang untuk mencabut ijin nya.


Jika dia melarang Aygul mengajar dia kasihan juga dengan Aygul jika terus berada di rumah seperti seorang tahanan rumah. Pasti istrinya itu akan tambah stres dan takutnya mengalami depresi karena ketakutan terus.


__ADS_2