
Hafiz mendatangi ruang kerja dokter yang menangani istri nya. dr Zahrana Aulia nama yang terbaca di papan nama yang tertempel di pintu nya.
tok.. tok. tok..
Seorang perawat membuka pintu dan terlihat seraut wajah tampan dengan iris mata berwarna coklat dan memiliki sesikit cambang itu berdiri di depan pintu.
Sesaat perawat itu tertegun melihat mahluk ciptaan Tuhan yang sangat tampan itu di depan nya.
"Selamat siang Sus..saya bisa bertemu dengan dokter? " sapa Hafiz mengagetkan kan perawat di depan mata nya
"Se.. selamat siang Pak, Iya silakan masuk" Jawab Suster Tina gugup.
Hafiz masuk ke dalam ruangan. Lalu menyapa dokter yang sedang menunduk karena menulis resep.Dr Zahrana mengangkat wajah nya.
Ada keterkejutan saat doktee cantik itu menatap wajah Hafiz. Dia terdiam beberapa saat kemudian dia menjawab sapaan lelaki di hadapan nya itu.
"Selamat siang Pak... Silah kan duduk"
Hafiz duduk di. hadapan dokter. yang memakai hijab berwarna biru laut itu serasi dengan kulit wajah nya yang putih.
Hafiz sesaat terkejut juga melihat wajah dokter di depan nya, seolah olah dia pernah melihat wajah wanita di depan nya itu entah dimana.
Wanita yang berprofesi menjadi dokter itu juga berusaha mengingat-ingat sesuatu di memori nya.
"Maaf apakah Anda bernama Bram? Alumni SMA MADANI "tanya dokter itu perlahan takut salah
Hafiz mengernyitkan alis nya heran juga dia melihat dokter itu tahu nama nya,. dia berusaha menggali ingatan nya juga.
"Iya benar saya Bram, dokter seperti nya saya juga mengenal anda namun dimana ya? " jawab hafiz sambil memejam kan mata nya perlahan berusaha mencari sosok nama Zahrana di memori nya.
"Ya Allah Bram, alhamdulillah akhir nya kita bertemu lagi setelah sekian tahun berlalu"jawab Dr Zahrana.
"Kita teman SMU dulu. Tapi beda kelas. Satu jurusan. Dulu kita pernah ikut olimpiade kimia satu gruop. Ingat tidak?! " jelas Dr Zahrana.
Hafiz terdiam alis nya terangkat ke atas seperti berpikir keras akan pernyataan dr Zahrana. Lalu dia memperhatikan wajah ayu di depan nya lagi mencari pembenaran. Akhir nya dia tersenyum dan mengangguk kan kepala.
"Rana? bukan nya dulu panggilan nama mu Rana, apa benar? "tanya Hafiz.
dr Zahrana mengangguk lalu tersenyum makin lebar.
"Masya Allah kamu masih ingat dengan nama panggilan ku sewaktu sekolah Bram.. hehehe.. ayo Silahkan duduk. "
__ADS_1
Bram duduk di hadapan dokter yang terlihat kalem dan energic itu. Dengan menggeser ke belakang letak duduk dari steinless steal itu.
"Ada perlu apa Bram mencari saya? "tanya dokter cantik itu setelah Hafiz duduk dengan sempurna dan menghadap ke wajah nya.
Hafiz tertegun sekelebat ingatan masa lalu dengan Zahrana, gadis keturunan Pakistan itu dulu pernah menjadi idola di sekolah nya tepat nya di angkatan nya. Saat itu dia sudah berpacaran dengan teman nya satu kelas.
"Hmmm... apa kabar mu? "tanya Hafiz jadi lupa sehenak akan keperluan nya mencari dokter yang merawat istri nya.
"Alhamdulillah aku baik, kamu kenapa mencari aku tadi? "
" Oh.. eh.. Ehmmm.. sebenar nya tadi aku mencari dokter yang menangani istri ku"jawab Hafiz gugup karena tak menyangka bertemu dengan Zahrana setelah sekian tahun lamanya
Deg!
"Istri?!!"
Zahrana tersentak mendengar kata istri dari mulut lelaki di depan nya itu. Ingatan nya kembali pada masa lalu saat mereka sering bersama ketika akan menghadapi olimpiade untuk mengharum kan nama sekolah dan mewakili sekolah nya untuk bertanding dengan sekolah lain di seluruh Indonesia.
2 bulan karantina di sebuah mess khusus pelajar, membuat mereka dekat dan menimbulkan rasa yang berbeda pada kedua nya. Jujur saat itu Zahrana menyimpan rasa suka dan kagum pada Hafiz karena selain otak nya cemerlang dia juga terkenal dermawan.
Saat itu Zahrana sering memberikan perhatian lebih pada Hafiz daripada teman satu kelompok nya yang lain.
Flash back Zahrana...
Gadis bermata indah itu fokus melihat seorang pemuda yang asyik berkutat dengan cairan kimia di laboratorium. Dia sedang mengukur cairan berwarna biru lalu mencampur nya dengan cairan berwarna merah dan kuning menjadi saru larutan di dalam botol bening. Lalu tangan nya sangat cekatan mengaduk perlahan ke searah jarum jam.
Yess!!
Alhamdulillah berhasil!!
Seru pemuda berkulit sawo matang itu dengan tangan terkepal dan di ayun kan ke gbawah. Zahrana tersenyum melihat tingkah teman nya itu.
"Bram, lagi ngapain kamu? "tanya Zahrana dengan tangan di topang ke dagu.
"Ini Ran, percobaan ku buat maju besok. Kita kan dapat tugas mencari bahan untuk alternatif pengganti bensin."
Mata Zahrana terbeliak senang dia tak menyangka jika Hafiz ternyata sangat pandai dan penuh kejutan. Sebenar nya dia dan 4 kawan lain nya kebingungan mencari bahan yang di maksud, dia sudah membaca referensi buat dan literatur dari buku-buku atau pun dari internet namun belum menemukan juga.
Sejak itu Zahrana mulai diam-diam menyukai Hafiz, Dia sering meberikan perhatian lebih pada Lelaki pujaannya nya.
Setelah acara Olimpiade selesai mereka pun lebih dekat dan sering bertemu sapa Karena nereka tidak satu kelas. Namun Zahrana harus menelan kekecewaan saat melihat Hafiz sudah memiliki kekasih dan dia pun mulai menutup diri dan Fokus pada study nya hingga mereka lulus dan berpisah.
__ADS_1
Flash Back Off
dr Zahrana masih terdiam lalu dia mulai tersadar ketika Hafiz menegur nya kembali.
"dr Rana, bagaimana keadaan istri saya? apa ada yang mengkuatirkan? "
"Owh.. Ehmmm.. Maaf Bram, istri kamu yang mana ya? karena tadi aku memeriksa beberapa pasien di IGD. "
"Pasien yang pingsan tadi" jawab Hafiz sambil menunggu jawaban dokter ayu itu.
"Ja.. jadi pasien yang pingsan tadi istri kamu? "tanya Zahrana belum menjawab pertanyaan Hafiz. Lelaki itu mengangguk kan kepala.
Kenapa jadi perih lagi ya hati ku, padahal sudah lama berlalu rasa cinta ku pada lelaki ini.
"Nyonya Aygul mengalami kelelahan, seperti nya ada sedikit kontraksi pada kehamilan nya"
"Wait... Wait... Wait..??! " Hafiz terkejut mendengar penjelasan mantan teman sekolah nya itu.
"Lho... Lho kok kamu terkejut, bukan nya kamu sudah tahu istri mu hamil? "
Hafiz menggelengkan kepala tiba-tiba air mata nya menetes tanpa di sadari nya.
"Ran? apa benar istri ku hamil? apa kamu sudah memeriksa urin istri ku? "
Zahrana menghela nafas perlahan, dia bingung mau menjelaskan pada teman nya secara medis.
" Tadi saat Istri mu di bawa kemari aku memeriksa detak jantung nya dan ku dengar ada bunyi detak yang lain selain jantung istri mu, aku menduga jika itu detak jantung janin yang masih kecil, aku tanya kan pada salah satu pengantar istri mu tentang kondisi kehamilan nya namun mereka juga tak tahu menahu, karena aku bukan dokter spesialis kandungan jadi aku tidak bisa memeriksa lebih lanjut"
Hafiz menangis tergugu sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Bahkan dia tak malu lagi menangis di depan Zahrana.
"Selamat ya.. aku doakan Ibu dan calon bayi nya sehat. Dan saranku setelah dari sini kamu langsung ke klinik khusus Obgyn. Nanti aku berikan referensi dokter kandungan terbaik disini"
Hafiz tersenyum, "terima kasih Ran, boleh ya aku minta referensi nomer sejawat kamu spesialis Obgyn. "
Zahrana langsung mencatat kan alamat dan nomer telpon dokter Obgyn. Dan memberikan pada Hafiz dengan senyum tulus.
"Semoga dugaan ku tentang kehamilan istrimu benar ya. Tolong di jaga istrinya jangan sampai stres dan terlalu lelah"
Hafiz berdiri dari duduk nya lalu menjabat tangan Mantan teman nya itu "Terimakasih Ran,Ohya maaf aku boleh minta nomer ponsel kamu? "
Zahrana memebrikan kartu nama nya Hafiz pun melakukan hal yang sama dengan wanita itu.
__ADS_1