Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Rencana periksa kandungan


__ADS_3

Sore ini Hafiz sudah membuat janji dengan dr Kurnia,Spog. Beliau adalah sahabat Ibu saat bekerja di Rumah Sakit lama, lalu Ibu di pindah tugas kan ke puskesmas yang sekarang. Dr Kurnia memang lebih muda 3 5 tahun dari Ibu tapi beliau sudah akrab dan dianggap adik oleh Ibu sehingga istri Pak Candra itu mereferensikan keahlian beliau ke putranya.


Hari ini Aygul di perlakukan bak tuan putri oleh seluruh anggota keluarga dan para asisten rumah tangga nya. Mereka gembira mendengar kabar bahagia itu dan mendoakan semoga berita baik ini benar adanya.


Bu Hafzah menelpon sahabatnya dan mengatakan jika putra dan mennatunya akan melakukan pemeriksaan di kliniknya. Dr Ratih sangat gembira mendengar Hafiz telah menikah dan dia juga agak kecewa karena tidak mendapatkan undangan dari Bu Hafsah ketika menikah kan putra sulung nya.


"Kak, kok gak kasih undangan sih kalau Bang Hafiz menikah. Issh kakak udah lupain aku ya?" rajuk wanita berusia 47 itu kesal pada sahabat nya karena telah melupakan nya.


"Eit...maaf jangan marah ya sayang, Kakak memang tidak mengadakan acara resepsi untuk Hafiz. Karena Hafiz menikah mendadak di Turki."jawab Bu Hafzah sungkan pada sahabat yang sudah dianggap keluarga itu beliau juga merasa bersalah karena tidak mengabarkan berita baik itu pada dr Ratih.


Dr Kurnia heran mendengar penjelasan dari Bu Hafzah karena dia mengenal Hafiz sejak dia remaja dan tau kalau lelaki itu menuntut ilmu di Kairo bukan di Turki.


Lalu wanita yang masih cantik di usia nya yang menjelang 52 tahun itu bercerita bahwa Hafiz menikah di Turki karena dia memiliki kekasih darisana dan sedang mengalami kelumpuhan saat ini sehingga mereka mengadakan acara pernikahan secara sederhana dan hanya di hadiri keluarga saja disana.


Dr Ratih manggut manggut mendengar cerita dari sahabat lama nya itu dan memaklumi nya. Lalu dia menanyakan tentang si bungsu Izza. Dia teringat saat Izza masih duduk di bangku SMP dan dulu sering di ajak Bu Hafzah ke rumah sakit tempatnya bekerja.


"Adik Izza gimana kabar nya kak, hampir 2 tahun aku gak dengar kabarnya pasti sejarang udah jadi mahasiswi kan ya?" tanya dr Ratih lagi


"Ihh...ponakan kamu ini hampir wisuda lho Rat, dan bentar lagi mau menikah juga kurang lebih 2 bulan lagi deh. Kamu kali inu aku kasih tau dulu biar gak lupa heheh" jawab Bu Hafsah.


Dr Ratih berdecak kecewa lagi karena dia dari dulu ingin mengambil Izza jadi menantunya karena Si Firman anak sulung nya dari dulu naksir Izza.


''Waduh Kak, Firman keduluan deh. Padahal rencana nya setelah dia lulus S2 di Jerman nanti pengen nanyain izza..hehehhe dasar kelamaan ya nemvak nya udah keduluab orang" kelakarnya menutup rasa kecewanya pada berita baik itu. Bu Hafzah jadi tak enak kalau dalam situasi seperti ini.

__ADS_1


Namun dr Ratih tidak ingin beelarut dalan kekexewaan nya dan dia pun sadar jika belum berjodoh untuk menjadikan menantu putri sahabatnya itu.


"Ya nama nya juga jodoh Tih,kakak juga gak tahu kok si adek tiva-tiba di lamar sama sahabatbya Hafiz waktu kuliah di Kairo dab kebetulan juga dua sekarang dinas di Rumah Sakit Swasta disini" jawab Bu Hafzah agak sungkan juga.


"Owh calon nya adek kerja di rumah sakit? Sebagai apa kak?" tanya dr Ratih.


"Dia dokter internis di Rumah Sakit Fatmah di pusat. " jawab Bu Hafzah.


Dr Ratih terkejut karena Rumah sakit Fatmah, tempatnya bekerja juga namun hanya 1 Minggu 2x dia mendapatkan jadwal.praktek disana.


"Tunggu..tunggu..Rumah sakit Fatmah di Jl. Nasional kan kak? ehmmm..setahu ku dusana ada 2 dokter internis tapi salah satunya sudah menikah dna satu lagi tidak praktek karena sedang menjabat sebagai direktur. Ehmm apakah direktur Rumah Sakit sekarang itu yang di maksud calon suami Izza?" tanya dr Ratih


"Apa namanya dr Zein?" tembak Bu Hafsah karena di atidak tahu posisi jabatan Calon menantu nya itu. Memang Zein sengaja tidak mengatakna jabatannya pada calon mertua nya karena tidak ingin riya' atau pamer.


Ibu bangga sekali dengan pencapaian calon menantu nya itu dan dia tak menyangka Zein memiliki kedudukan penting di tempat nya bekerja. Ah Zein kamu selalu merendah nak. Puji Bu Hafsah sendiri bangga dengan calon suami Izza.


Akhirnya Bu Hafzah pun mengatakan akan ikut mengantar Aygul periksa sekalian ingin bernostalgia dengan sahabatnya.


🌸🌸🌸


Setelah Magrib Hafiz dan Ibu nya meluncur ke klinik tempat praktek pribadi Dr Ratih, Aygul senang karena di dampingi ibu mertuanya dia merasa ada sosok wanita pengganti Anne yang akan menguatkannya di saat seperti ini dia memang butuh suport moril dan seorang Ibu yang biasanya akan selalu siap mendampingi anak gadis nya ketika hamil pertama.


Dia sengaja belum memberi kabar pada keluarga nya di Turki karena dia ingin mendapatkan kepastina tentang kehamilan ini dari dokter kandungan. Nanti setelah benar-benar pasti hamil dia akan menelpon baba dan Anne untuk merayakan kebahagian bersama.

__ADS_1


Mobil meluncur tanpa hambatan kemacetan karena kebetulan juga klinik dr Ratih memang bisa di lalui di jalan kecil yang bebas macet.


Aygul duduk di bangku belakang dengan Ibu dan Hafiz duduk di sebelah Pak Man. Kali ini dia memang malas membawa mobil sendiri karena ingin fokus dengan istrinya.


Kurang lebih 30 menit mereka telah sampai di klinik dan kebetulan saat ini belum banyak pasien yang datang. Biasanya pasien akan ramai di atas pukul 19.00 wib.


Pak Man mengeluarkan kursi roda istrinya dan Hafiz telah membopong Aygul keluar dari mobil. Bu Hafzah membetulkan letak kerudung nya yang sedikit miring lalu keluar menenteng tas tangan nya.


Anggun sekali wanita separuh baya itu dia melihat tempat praktek dr Ratih dengan senyum mengembang. Sudah hampir 3 tahun tak berjumpa dan tak berkunjung kesini ternyata tempat ini sudah lebih abik dan peralatan nya sudah lengkap.


Karena kesibukan mereka masing-masing membuat mereka tidak bertemu selama itu wlaauoun sesekali mereka masih saling berkirim kabar melalui telpon ataupun oesan singkat untuk saling menyapa. Dr Ratih yang ceplas ceplos berbanding terbalik dengan Bu Hafsah yang lemah lembut dan sabar tutur katanya sehingga mereka bisa dekat.


Dr Ratih anak tunggal dan berasal darinkeluarga berkecukupan. Gaya hiduo mewah selalu melekatbpada dirinya. Berbanding dengan Bu Hafsah yang sederhana bersahaja walaupun memiliki suami pengusaha yang kekayaan nya pun hampir menyamai keluarga dr Ratih.


Namun Beliau tidak pernah memamerkan kekayaan suaminya di depan rekan kerja nya. Sehingga dulu banyak yang tak tahu jika Bidan terbaik di kota itu ternyata istri seorang kaya raya.


Dulu dr Ratih juga tidak tahu kalau Bidan Hafsah itu memiliki kekayaan yang luar biasa, dia hanya merasa nyaman dan seperti menemukan seorang kakak perempuan yang bijaksana saat bersama dengan Bu Hafsah.


Padahal beberapa rekan kerja di rumah sakit itu tahu jika dr Ratih memiliki karakter sulit bergaul dengan orang lain dan agak pemilih. Mereka heran juga kenap Bu Hafsah bisa tahan dengna dokter yang agak jutek itu.


Dr Ratih baru tahu kalau suami sahabatnya itu pengusaha saat dia mengikuti jamuan makan malam dengan suaminya yang seorang dokter bedah di sebuah hotel dan dia bertemu dengan pasangan suami istri Candra Birendra sebagai tuan rumah yang mensponsori acara.


Dan sejak saat itu dr Ratih makin lengket dan akrab saja dengan Bu Hafsah entah karena dia merasa telah sejajar kedudukan sosial mereka. Padahal Bu Hafsah sendiri tak oernah mempermasalahkan kedudukan ataupun jabatan jika berteman dengma siapa pun.

__ADS_1


Lepas dari itu semua dr Ratih juga seorang dokter kandungan yang berdedikasi tinggi dan slaah satu kelebihannya pada pasien adalah dia mau melayani pasien dengan tulus walaupun pasien itu orang tak mampu. Memang untuk pergaulan dia type pemilih tapi untuk pasien jiwa nya bisa sangat lembut dan baik.


__ADS_2