Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
maaf


__ADS_3

Setelah berbasa basi sebentar dengan Bu Hafzah, Dewi terburu-buru keluar toko sambil membawa beberapa goodie bag berisi pakaian untuk Adelia. Tanpa sengaja dia menabrak sosok tubuh tinggi beraroma memabukkan, goodie bag yang barada di tangan nya terjatuh berserakan.


"Maaf.. maaf saya tidak sengaja" pinta wanita itu dengan nada penuh penyesalan.


" You!! " seru orang yang di tabrak Dewi tadi kesal dan menunjuk jari tangan nya ke wajah Dewi.


Sesaat kedua nya terdiam dan lelaki yang di tabrak Dewi tadi pun berdiri mematung demi melihat wanita yang tadi sempat di teriaki nya.


Untung saja Mall masih tidak terlalu banyak pengunjung sehingga insiden itu tak banyak yang melihat. Jadi rasa malu Dewi dapat tertutupi sementara.


"Nova!! hey!! kamu Nova kan?! " cecar lelaki itu tiba-tiba dan Dewi pun segera berlari setelah memungut goodie bag nya yang berserakan tadi.

__ADS_1


"Nova!!! tunggu! '' teriak laki-laki itu sambil berlari menyusul langkah kaki gadis itu. Namun Dewi tak menghiraukan nya dan dia berlari terus menuju lift. huhuhu... kenapa aku harus bertemu dia lagi.


kebetulan pintu lift terbuka dan dia segera masuk ke dalam nya saat akan menutup pintu lift sebuah tangan masuk mengganjal dan pintu itu tak bisa tertutup sehingga lift belum bisa turun ke bawah.


Dan sialnya hanya ada dia sendiri di dalam lift itu, Dewi ketakutan melihat sosok lelaki yang makin mendekati nya itu. Nafasnya Tersenggal-senggal ketakutan.


Tubuh Dewi makin merapat ke sudut ruangan yang berukuran dimensi 1400 x 1400 dan memiliki kapasitas 11penumpang itu dengan tangan gemetaran. Sungguh saat ini dia ingin sekali menangis karena ketakutan seolah melihat mayat yang baru bangkit dari kubur nya.


Lelaki itu makin mendekat dan mulai meraih tangan Dewi dengan lembut. " Nov jangan takut! aku tak berniat jahat pada mu! "


"Maafin aku Nov, sudah lama aku mencari mu untuk meminta maaf pada mu. Aku menyesal telah melakukan hal keji padamu dulu. "

__ADS_1


Lelaki itu ikut duduk dengan posisi jongkok. Lalu pintu lift berbunyi nyaring menandakan ada orang yang akan naik ke dalam lift. Lelaki itu mengangkat pundak Dewi dan membantu wanita itu berdiri karena mulai ada beberapa pengunjung yang masuk dan dia tak mau menjadi bahan tontonan mereka.


Dewi pun berdiri sambil memeluk erat goodie bag nya yang ada di lantai. Diam tanpa ada suara lagi saat lift sudah sampai ke lantai lower ground. Ketika pintu baru terbuka Dewi berusaha untuk merangsek keluar lift dengan cepat namun lelaki itu makin mengeratkan pegangan nya pada kemeja belakang Dewi. Karena tak mau menimbulkan perhatian orang akhirnya Dewi menghentikan langkah kaki nya.


Mereka telah sampai di lower ground dan disitu ternyata tempat makan yang banyak menyajikan aneka kuliner dari manca negara, mulai dari japanese food, korean food, arabian food, western food dan nusantara food.


"Pergi! jangan kau ikuti aku! kalau tidak aku akan berteriak agar security menangkap mu! " ancam Dewi dengan mata yang berkilat seperti pedang. Lelaki itu tersenyum tenang tapi tak berhenti mengikuti Dewi.


"Aku tak akan pergi sebelum kamu memaafkan aku! '' jawabnya santai sambil meliapt tangan nya ke depan dada.


Dewi mendengus kesal rasanya amarah nya pada laki-laki di depan nya itu sudah diambang atas kesabaran nya. Gara-gara dia masa depan nya hancur sehancur hancur nya hinga tiada lagi kepingan yang dapat di satukan nya lagi.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh lelaki itu luruh ke lantai dan berlutut di depan wanita yang pernah di sakitinya beberapa tahun yang lampau.


Beberapa pengunjung menghentikan langkah mereka dan melihat kedua manusia berlaiann jenis yang sedang melakukan aksi yang menarik perhatian.


__ADS_2