Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Posesif


__ADS_3

Siapa ya ?" gumam ku dalam hati sambil melirik Aygul takut ada kesalah pahaman diantara kami.


Beberapa saat kemudian Izza sudah kembali bersama seseorang yang sangat aku kenal. Aku segera membelalak kan mata melihat gadis itu.


Dewi!


Seruku terkejut melihat kedatangannya dengan memakai baju yang sopan. Tumben dia memakai pakaian tertutup. Dia menghampiri ku dengan raut wajah yang innocense. Entah mengapa tiba-tiba telapak tanganku seperti ada yang menggenggam dengan lembut namun ada sedikit penekanan yang ku rasa.


Lalu aku menoleh ke samping dimana duduk dengan wajah yang sedikit di tekuk. Aku tersadar ketika mendengar suara sapaan dengan intonasi yang manja.


" Halo Mas, Maaf ya aku gak tau kalau disini sedang ada acara keluarga." lanjutnya. Namun kulihat sorot matanya terus menatap tangan Aygul yang sedang bertaut dengan telapak tangan kiri ku.


" Halo Dew, It's okay Silahkan menikmati. Perkenalkan ini istriku" akhirnya aku memperkenalkan wanita yang hampir dua bulan ini menjadi istriku sambil menepuk punggung tangan yang sedang menggenggamku.


Tangan kanan Aygul terulur ke depan berusaha menyalami Dewi. Aku melihat perubahan wajah gadis di depanku itu sejenak. Seperti nya ada senyum keterpaksaan yang tersungging disana.


" Hay how are U? My names Aygul" sapa istriku ramah dan tangan kanan Dewi terulur dengan enggan.


" Hay Iam fine thank you. and my name Nova" jawabnya. Aku mengernyitkan dahi mendengar gadis itu menanggapi sapaan istriku. Kenapa dia menggunakan nama Nova? Sepertinya ada nada ke engganan dalam suaranya. Ah sudah lah untuk apa aku memperdulikannya.


" Ayuk Kak Dew, kita ke tengah yuk ada Ayah dan Ibu lho kakak tadi katanya mau bertemu beliau?" suara Izza memecah keheningan diantara kami. Mungkin Izza tahu kecanggungan yang tercipta diantara kami bertiga.


Gadis itu tersentak seperti terkejut dan kemudia dia segera mengikuti langkah Izza yang sedang berjalan ke arah meja makan.


"Mas aku mau berjumpa dengan Om dan Tantre Candra dulu ya. See u Aygul" pamitnya. Aku menganggukkan kepala menyetujuinya daripada ada aura canggung terjadi di antara kita.


Setelah Dewi meninggalkan kami Aygul melepaskan genggaman tangan nya. Lalu wajah nya mendadak murung dan terdiam.


" Whats wrong hunie? are you okay?" tanyaku sambil mengusap pipinya. Lalu aku merendahkan posisi tubuhku untuk menyamai tinggi kursi rodanya.


" iam okay sayang, who is she? she is beautiful lady" katanya dengan suara yang dalam


Aku tersenyum ..hmm rupanya istriku ini cemburu. Ada nada merajuk di setiap ucapan nya.


" Oh Her name is nova or else Dewi. She was our neighbor at the old house" jawabku sambil menelisik manik zamrut nya.


Ku lihat Ayah dan Ibu menyambut kedatangan Dewi dengan hangat. Aku mendorong kursi roda Aygul mendekati Zein dan Firdaus yang sedang mengotak atik keyboard dan bass gitar yang dari tadi sengaja di siapkan oleh Ayah di halaman belakang.


Ayah dan Ibu memang hobby menyanyi. Jika mereka berdya sedang libur di rumah sering memanfaatkan waktu berkumpul dengan karaoke bersamaa ataupun Ayah memainkan gitar kesayangan nya untuk mengiringi ibu bernyanyi. Keromantisan kedua orang tua ku sangat menginspirasi ku untuk membangun rumah tangga ku bersama Aygul.


Zein mengambil microfon


" Yang terhormat untuk Ayahanda Candra Birendra. di mohon untuk menyumbangkan suara indah nya untuk kami." lalu tepuk tangan dari para tamu mengiringi ayah yang berjalan ke arah nya.


"Ladies and gentlemen, please accept our warm welcome"

__ADS_1


Lagu 'Can't help falling in love -nya Mr Elvys Presley terdengar syahdu dan mendayu mengiringi permainan keybord Firdaus. Memang bocah itu mempunyai keahlian di bidang music karena itu ayah sangat menyayanginya. di saat ayah ingin menghibur diri biasa nya firdaus lah yang mengiringi lantunan suaranya.


Ayah menjemput ibu dari tempat duduknya kemudian mengajak ibu berduet menyanyikan lagu favorit mereka. Dua buah lagu telah di nyanyikan dengan apik dan syahdu setelah itu terdengar tepuk tangan dari semua yang hadir.


" Untuk anak ku Hafiz dan Aygul. Kami mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga Allah memberkahi dan merahmati pernikahan kalian dengan sakinah mawaadah dan warohmah"


Demikian kalimat penutup yang di ucapkan ayah untuk kami.


Lalu Zein memanggil Emran dan Mustafa untuk turut serta meramaikan acara keluarga ini. Kedua kakak iparku itu ternyata suka menyanyi juga mereka berdua bergantian menyanyikan sebuah lagu untuk kami.


Aku duduk di samping Aygul sambil terus meremas telapak tangannya dengan penuh kasih sayang. Perlahan ku kecup dengan mesra sambil menikmati alunan merdu suara Emran yang menyanyikan unchained melody...


Oh, my love, my darling


I've hungered for your touch


A long, lonely time


Time goes by so slowly


And time can do so much


Are you still mine?


I need your love


I need your love


Lonely rivers flow


To the sea, to the sea


To the open arms of the sea


Lonely rivers sigh


"Wait for me, wait for me"


I'll be coming home, wait for me


Oh, my love, my darling


I've…


kepala Aygul bersandar di pundakku.

__ADS_1


"Ehem..boleh bergabung disini?" tanya suara gadis di belakangku. Aku menoleh ke belakang dan ku lihat Dewi sedang melipat tangan kiri di perutnya dan tangan kanan memegang segelas minuman dingin.


" Silahkan " jawabku datar. Aygul ikut menoleh ke sumber suara di belakang ku. Matanya tampak meredup. Kemudian gadis itu duduk di berhadapan dengan kami.


"Can U speak Indonesia Aygul?"kata Dewi tiba-tiba. Aku tak mengerti mengapa dia menanyakan hal itu.


" Yes but little . why?" jawabnya sambil tetap menggenggam tanganku.


" Oh It's okay, I'm just asking" kata Dewi


"Ohya Mas kapan kamu menikahnya? kemarin kok tidak menceritakan padaku?" tanya padaku. Aku sedikit mengernyitkan keningku.


Hmm ini cewek kenapa jadi kepo begini ya? toh tidak ada kewajibanku juga menjelaskan atau menyatakan suatu privacy pada nya. Namun karena aku menghormatinya sebagai teman di masa lalu maka aku pun menjelaskan nya.


" Hampir 2 bulan yang lalu. ohya Hunie apakah kau menginginkan snack atau minuman ?" jawabku santai sambil menawarkan cemilan pada istriku.


"Aku mau es limun saja " jawabnya.


"Okay aku akan mengambilkan nya, Dew tolong titip Aygul ya?" Lalu aku bergegas meninggalkan mereka berdua.


Aku menghampiri meja yang berisi aneka minuman dan desert.


Aku mengambil semangkuk es cream dan segelas es limun lalu kembali menuju tempat istriku berada. Dari jauh aku melihat Aygul dan Dewi tampak berbicara dengan bahasa Inggris.


" Ini hunie minum lah. " kataku meletakkan gelas limun itu di tangan kanan nya. Aygul mengangguk


"Thank you sayang" Entah kenapa.ku lihat sepertinya Dewi agak sinis melihat Aygul.


"Kok kamu tidak makan Dew? " tanyaku mengingatkan nya agar dia segera meninggalkan kami berdua.


" Aku sudah kenyang mas tadi sebelum kemari sudah makan malam terlebih dahulu" jawabnya pelan.


Aku jadi bingung mau memghindarinya lagi dengan cara aap karena ku lihat Aygul juga terdiam. Aku melihat Zein berjalan menghampiri ku. Ayo Zein cepatlah berjalan kemari seru.ku dalam hati.


" Hai Dewi, sudah lama ya?sapa Zein basa basi. Aku memghembuskan nafas lega.


" Lumayan 30 menit yang lalu Mas," kata Dewi sambil berdiri.


"Ohya Zein tolong temani Dewi sebentar ya, kamu panggil Izza aja biar ramai. Aku mau mengajak Aygul makan dahulu"pintaku sambil setengah mengedipkan mata dengan cepat.


"Okay Bro..Silahkan makan dulu sono kasihan kna istrimu itu terlihat lapar" godanya. Tanpa menunggu persetyjuan kedua.kalinya aku segera mendorong kursi roda Aygul.menjauhi mereka.


Aygul.tampak murung sejak meninggalkan Zein dan Dewi disana.


Aku akan mencari tahu nanti saat kami berdua berada di kamar saja. Lebih baik sekarang kami menikmati masakan ibu yang lezat.

__ADS_1


__ADS_2