Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Terluka


__ADS_3

Pagi telah menjelang, sang Surya telah menampak kan wajah hangat nya. Aygul yang merasakan demam sejak semalam enggan untuk bangun dari tidur nya. Memang selepas sholat subuh tadi dia kembali memejamkan mata karena tubuh nya menggigil. Hafiz yang akan berangkat kerja jadi mengurung kan niat nya.


Tak tega dia melihat istri kesayangannya itu meringkuk di dalam selimut.


" Sayang mari kita ke dokter, aku takut kamu makin parah. "


Aygul menggelengkan kepala nya.


"I'm not sick, honey, then I'm just tired"


Hafiz meletak kan kembali tas kantor nya lalu mendekati ranjang dan memegang kening istrinya.


"Baik lah, demam nya sudah mulai turun. Kalau begitu kamu istirahat saja kalau butuh sesuatu telpon Bibi saja. Aku akan memberi tahu Bunda dulu. "


Aygul mengangguk kan kepala. Hafiz mencium kening istri nya dan meninggalkan istri nya sendiri di kamar.


Sepeninggal suami nya Aygul mencoba untuk menggerakkan kaki nya. Dia merasakan sensasi seperti kesemutan lalu di mencoba menjejak kan kaki nya ke lantai saat tangannya menggapai mencari pegangan untuk bertumpu, lengan nya menyenggol gelas yang berada di atas nakas.


'Prang!


Gelas itu pecah berserakan di sebelah kaki nya lalu secara reflek dia menghindar dan jatuh terguling ke atas pecahan gelas.

__ADS_1


"awww...Baba! ane ! " teriak Aygul kesakitan.


Suara jeritan wanita malanh itu sampai ke meja makan dimana saat itu ada Ayah dan Bunda mertua nya. Kebetulan Ayah sedang kutang sehat sehingga beliau memutuskna untuk istirahat di rumah.


" Ayah.. Ayah... coba dengar ada jeritan dari kamar Hafiz" Bunda terkejut lalu berdiri dari kursi makan.


"Coba Bunda tengok ke kamar Hafiz takut terjadi sesuatu. Ohya tadi Hafiz kan sudah pamit berangkat kerja!"


Bapak dan Ibu Birendra segera berlari menuju kamar anak sulung nya.


Pintu kamar itu ternyata terbuka sedikit sehingga kedua orang tua itu berlomba masuk ke dalam.


"Astagfirullah hal adzim! Aygul ! Ya Allah Ayah cepat panggil bibi atau siapa pun yang ada di rumah! " Ibu panik melihat tubuh Aygul yang tergeletak di lantai kamar dan kaki nya berlumuran darah karen pecahan gelas.


Ibu dan Ayah berusaha mengangkat tubuh Aygul yang tergeletak di lantai, bibi memberi bantuan dengna mengangkat kedua kaki nya.


Karena tubuh Aygul yang kecil tapi berat sehingga tenaga tiga orang dewasa itu terlihat agak Kewalahan.


Mereka membaringkan tubuh Aygul di atas ranjang lalu Ibu menyuruh bibi untuk membersihkan pecahan kaca yang berserakan.


Ranjang itu terkena noda darah dari kaki Aygul. Gadis itu meringis kesakitan saat mertua nya mulai membersihkan luka di kaki nya.

__ADS_1


"Ayah akan menelpon Hafiz agar dia segera pulang" kata Ayah sambil mengeluarkan ponsel dari saku kemeja nya.


"Don't tell my husband. dad, I'm afraid my husband's freaking out " cegah Aygul melarang Ayah mertua nya untuk mengabari keadaan nya.


"Tapi Hafiz nanti marah pada kami, jika dia tahu kamu mengalami musibah ini" jelas Ayah mertuanya penuh iba.


Aygul tersenyum berusaha menyakin kan mertuanya bahwa keadaan nya tidak begitu mengkuatirkan. Dia takut Hafiz akan panik dan tidak konsentrasi dalam mengemudi sehingga membahayakan suami nya.


Akhir nya Ayah mertua nya mengangguk setuju. Dan menyimpan ponselnya kembali.


"Ohya Baba dan Ane kemana Bunda? Ayah dari tadi tidak melihat besan kita" tanya Pak Birendra kepada Istri nya.


"Tadi beliau berdua dan Kakak Aygul pergi ke rumah sebelah. Mereka bilang ingin beristirahat di rumah baru menantu nya sebelum bertolak ke Turki.


"Bibi tolong temani Ibu merawat Nak Aygul dulu ya. Saya mau ke rumah sebelah menemani keluarga besan" pinta Pak Birendra.


Bibi mengangguk dengan hormat, lalu lelaki separuh baya itu keluar kamar menantu nya. Dia merasa sungkan karena Istri nya itu bilang akan mengganti pakaian menantu nya yang terkena noda darah.


Di kamar hanya mereka bertiga, Ibu meminta bibi menyiapkan P3K yang ada di kamar Hafiz. Setelah semua siap ibu mulai mengganti pakaian Aygul yang kotor itu.


"Maaf kan Bunda ya Nak, Ini akan terasa sakit. Tahan ya? " kata Bunda setelah mengganti pakaian dan akan membersihkan luka itu dengan cairan pembersih luka.

__ADS_1


Aygul menggigit bibir bawah nya menahan perih. Dengan telaten Bu Bidan yang masih cantik itu membersihkan luka, dengan bantuan lampu senter yang di pegang bibi. Bunda berhasil mencabuti serpihan kaca yang menempel di kaki menantu nya.


__ADS_2