Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Hampir cemburu


__ADS_3

Tangan Hafiz terkepal ke bawah, gigi nya gemelutuk menahan rasa cemburu. Bisa-bisa nya Aygul menyembunyikan rahasia masa lalu nya pada dirinya. Dan yang lebih membuatnya kecewa adalah dia ternyata bukan kekasih pertama dan terakhir istrinya.


Rasa nya begitu cemburu karena kecantikan istrinya pernah menjadi impian pria lain. Aygul melihat wajah Hafiz yang berubah menjadi lebih kecewa daripada tadi saat sebelum menerima bingkisan.


Aygul memegang tangan suaminya namun tak biasanya Hafiz hanya menerima dengan datar saja biasanya tangan nya ikut meremas lalu merengkuh pundak nya.


Matanya kembali berkaca-kaca bibirnya mengatup ke bawah dan perlahan genggaman tangannya mulai dilepaskan. Aygul sedih ini hal yang paling di takutkan selama ini, kehilangan cinta untuk kedua kalinya. Sungguh dia ingin bahagia satu kali saja dalam hidup nya entah kenapa setiap dia merasakan bahagia selalu teriringi dengan satu masalah yang mengikutinya.


"Aku harus menemui Zein, istirahat lah dahulu pasti kamu lelah" ucap Hafiz sambil membaringkan lagi tubuh istrinya dan menyelimuti nya.


Aygul menurut dan dia mulai merebahkan tubuhnya, setelah Hafiz keluar air bening yang sedari tadi di tahan nya tumpah membasahi pipi nya yang putih mulus seperti bayi.


"Hiks...hiks...Baba...Anne...aku ingin pulang" isaknya sambil berurai cairan bening nya.


Di ruang tamu Zein sedang menerima telpon dan berdiri membelakangi Hafiz. Izza berada di rumah sebelah mengantarkan kebaya untuk Ibu nya.


Hafiz menghempaskan tubuh kekar nya di atas sofa berwarna hitam. kedua tangannya di jadikan tumpuan di belakang kepalanya. Matanya menatap langit-langit ruang tamu yang berwarna putih tulang.

__ADS_1


Zein menyudahi percakapannya di telpon lalu menghampiri Hafiz dan duduk di depan nya. Wajah Zein tampak datar saja melihat calon kakak iparnya itu melamun. Dia tak mau mengganggu dengan menanyakan hal yang membuatnya makin galau.


Hafiz menghembuskan nafas nya berat, Zein menaikkan kedua alisnya lalu dagunya terangkat ke arah Hafiz menandakan sedang bertanya. Lelaki itu tampak sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat karena tak ingin memendam perasaan galau nya akhirnya dia menceritakan hal yang menggangu hatinya tentang paket yang di terima Aygul dan tentang masa lalu Istrinya.


Zein mendengarkan dengan serius lalu dia memperlihatkan kiriman video dari orang butik. Ternyata Aldo kalah cepat dengan Zein. Dia lebih dulu mendapat rekaman CCTV dari butik karena si pemilik butik adalah pasien Zein di rumah sakit. Dia baru tahu ketika tak sengaja Bu Lily si pemilik butik tadi menelpon nya saat di butik. Dia menanyakan jadwal kontrol nya apa bisa di percepat karena Bu Lily mau berangkat Umroh.


Zein mengatakan bisa hari ini tapi waktunya selepas sholat magrib karena dia siang ini masih fitting baju kebaya. Setelah berbasa basi ternyata Butik itu milik Bu Lily dan dia bisa mendapatkan potongan yang lumayan banyak. Dan karena ada kejadian yang kurang mengenakkan tadi akhirnya Zein memberanikan diri meminta pada Bu Lily untuk melihat rekaman CCTV pada saat dia sedang fitting baju dengan Izza.


Hafiz berbinar mendengar cerita sahabat plus calon adik iparnya itu. Lalu dia melihat video kiriman Bu Lily. Di CCTV itu mulai terlihat Zein dan Izza masuk ke dalam butik. Tak lama kemudian datang lah 2 orang Ibu yang tampak masih muda. Lalu masuk lah seorang gadis remaja yang membawa tas ransel. Sesaat kemudian masuk lah seorang laki-laki memakai jaket hoodie dan memakai masker hitam menutupi wajahnya.


Hafiz menunjuk lelaki yang memakai hodie itu sangat mencurigakan gerak geriknya, di dalam butik ada tiga orang pembeli dan empat orang karyawan yang sedang sibuk melayani customernya.


Setelah kasir melipat dan menaruh ke dalam paper bag, Zein pergi ke toilet dan paper bag nya di letakkan di depan kasir namun sebelum nya dia sudah menitip kan pada kasir.


Lelaki yang memakai hoodie hitam tadi menyerahkan selembar kaos berwarna putih pada kasir saat petugas sedang asyik dengan pekerjaannya di depan monitor kasir pemuda itu terlihat memasukkan sebuah amplop coklat ke dalam paper bag milik Zein.


Setelah beberapa lama kemudian keluar lah Zein dengan Izza menenteng 4 paper bag berisi kebaja. Selang 5 menit kemudian keluarlah seorang lelaki memakai pakaian casual dengan memakai topi dan kaca mata hitam menuju parkiran motor.

__ADS_1


Kini terjawab sudah siapa yang meletakkan foto Aygul ke dalam paper bag milik Izza. Hafis mencoba mengingat siapa sosok misterius itu apakah ada hubungan nya dengan pengirin Baklava istrinya itu.


Hafiz menelpon Aldo dia menyuruh Aldo menghentikan permintaannya pada pihak butik akan rekaman cctv siang tadi. Karena mereka sudah mendapatkan dari Zein.


Zein menghela nafas dengan perlahan seolah takut oxygen di muka bumi ini akan habis terhirup oleh ribuan trilyun manusia. Sekarang dia menjadi tahu lagi sifat Hafiz yang belum pernah di ketahui nya yaitu pencemburu. Namun wajar saja memiliki perasaan cemburu pada pasangan karena rasa cinta yang teramat dalam. Zein akan berusaha membuka pikiran Hafiz agat tidak terlalu cemburu pada masa lalu.


"Kakak ipar ku yang super keren..hehehe" Zein mencoba mencairkan suasana unag masih dingin.


"Semua orang punya masa lalu, tapi cinta sejati itu tak menuntut apa pun dari masa lalu mau menerima apa pun yang telah terjadi lagian di masa lalu Aygul tak pernah berbuat kesalahan fatal. Malah dia mengalami banyak penderitaan lahir batin.Kasihan sekali dia jangan kau tambah lagi dengan beban baru yang dapat mengganggu proses penyembuhan mentalnya"


Hafiz terdian dan tiba-tiba tersentak mendengar wejangan sahabat nya yang alim itu. Kemudian dia meraup wajah tampan nya dengan tangan kanan dan dia meninju ujung sofa tempatnya duduk.


"Astaghfirullah hal adzim...apa yang telah aku lakukan pada istriku sendiri? Aku telah menyakiti perasaannya lagi. Padahal dia sudah menderita sekali" kata nya pelan.


Zein tersenyum melihat kewarasan sahabatnya sudah timbul lagi. Lalu tangan nya menunjuk ke arah pintu kamar Aygul


"Ayo segera temui dia lagi, pasti sudah banjir air mata kamar mu itu. Minta maaf lah secara gentlement dan buat dia nyaman dengan mu lagi. Proses penyembuhan itu perlu di awali dari rasa nyaman di hati"

__ADS_1


Hafiz mengangguk kan kepala kemudian beranjak dari sofa dan mengatakan terimakasih telah memberinya pencerahan.


__ADS_2