
Tranduser itu di putar ke kanan dan ke kiri se irama dengan tangan kanan dr Ratih yang memegang nya. Selang beberapa menit kemudian benda itu telah di keluarkan dari bagian bawah milik Aygul.
Dr Ratih menyuruh perawat membantu wanita itu untuk membersihkan gel bekas USG. Setelah semua bersih dan perawat menaikkan lagi celana nya Hafiz membantu mengangkat tubuh istri nya dan menduduk kan nya di kursi roda.
"Bagaimana hasil nya Tan,?" tanya Hafiz tak sabaran.
"Alhamdulillah kamu akan jadi Papa muda..selamat ya nak untuk kalian berdua dan Kakak ku yang baik" ucap dr Ratih tulus.
Hafiz bangkit dari duduk nya lalu dia spontan melakukan sujud syukur sebagai ungkapan kegembiraan dan bentuk terimakasih nya pada sang pencipta.
Bu Hafsah memeluk menantunya dan tak terasa air mata sudah menetes dibpipinya yang masih kencang di usia nya yang sudah 50 tahunan itu.
"Alhamdulillah, Ibu akan jadi Oma. Terimakasih ya Allah atas berkah dan keajaiban Mu ini" bisik nya pelan dengan bibir bergetar.
Dr Ratih ikut terharu dan dia segera menuliskan resep vitamin untuk Aygul. Dia terharu dengan nasib Aygul yang masih belum sembuh dari lumpuh nya tapi sudah di berikan amanah terindah dalam hidup nya. Dia memberikan penguat kandungan sekalian agar calon janin Aygul kuat.
Setelah menyelesaikan resep nya,dr Ratih memberikan nya pada calon Papa muda itu. "Papa,ini resep yang harus di tebus di apotek, agar Mama tercukupi nutrisi dan gizi nya saat hamil." canda dr Ratih sambil membenahi kacamata nya yang melorot ke ke hidung.
Hafiz tertawa geli mendengar sebutan Papa karena dia juga tidak menyangka akan mendapatkan hadiah istimewa secepat itu.
Mereka bertiga pamit setelah semua pemeriksaan selesai. Hafiz dan Aygul menyalami dr Ratih dengan sopan dan Bu Hafsah pun memeluk erat sahabat plus adik angkat nya itu sambil mencium oipi kanan kiri nya.
Hafis mendorong kursi roda Aygul menuju kasir untuk membayar biaya pemeriksaan namun dia terkejut karena bill tagihan nya sudah lunas terbayar. Bu Hafsah menggelengkan kepala dua sudah menduga pasti Ratih tak mau di bayar jasa konsultasinya.
__ADS_1
"Baik Suz, tolong sampaikan terimakasih kami pada dr Ratih atas kebaikan nya." kata Bu Hafsah tersenyum perawat itu menggangguk kan kepala dan menangkupkan kedua tangan ke depan dada nya.
" Fiz tolong sempatkan kirim parcel untuk dr Ratih ke rumah nya sebagai ucapan terimakasih kita. Gak enak kalau kita gratisan aja periksa nya" titah Bu Hafsah dan Hafiz segera menelpon Aldo untuk mencarikan parcel.
Setelah itu mereka bertiga keluar klinik kandungan dan saat mau masuk ke dalam mobil, dari jalan raya tampak seorang wanita berambut ikal sedang menyeberang jalan. Dia turun dari taxi online yang mengantarnya tadi.
Bu Hafsah dan Aygul tak menyadari kehadiran wanita itu namun Hafiz sempat melihat sekilas tapi lelaki itu bersikap seolah tak melihat apapun. Dan dia juga tak berniat menceritakan pada ibu dan istrinya. Karena takut akan membuat heboh dan membangkitkan kecemburuan Aygul saja.
Wanita itu menurunkan tangan yang sedari tadi menutupi kepalanya karena ingin menlindungi kepala nya dari gerimis. Sesaat wanita itu tertegun dan berhenti agak menjauh dari mobil Hafiz. Dia seperti menghindari dan bersembunyi dari pandangan lelaki tampan itu.
Namun terlambat Hafiz sudah melihat sosoknya sekilas. Dia berharap semoga lelaki pujaan nya itu tak melihat wajah nya disini. Ketakutan nya itu membuat nya segera berlari masuk ke ruang pendaftaran.
Mobil Hafiz telah merambat meninggalkan klinik kandungan dr Ratih. Di dalam mobil wajah sumringah Ibu selalu tampak bercahaya. Dia merasa menjadi orang yang sangat berbahagia saat ini. Pasti nanti Ayaj dan Izza akan senang juga mendengar berita kehamilan Aygul.
Di ruang praktek dr Ratih, seorang wanita menunggu dengan gelisah wajah nya pucat karena menahan nyeri yang sangat di perutnya. Tangan nya memainkan lampu ponsel dari tadi. Dia bingung dengan penyakitnya sekarang. Sudah hampir satu minggu dia mengalami keputihan yang gatal dan bau.
Entah sejak dia bertemu dengan teman kencan nya yang orang Eropa itu, dia sering mengalami rasa gatal dan panas di area kewa-nitaan nya.
Perutnya juga sering kram dan saat kencing dia juga merasakan nyeri yang hebat hingga harus berpegangan pada dinding kamar mandi.
Seorang perawat memanggil namanya untuk giliran di periksa. dr Ratih mempersilahkan duduk dan menanyakan keluhan nya.
Dia menceritakan keluhan yang dialaminya hampir seminggu ini. dr Ratih meminta nya untuk berbaring di bed periksa lalu dia memakai masker dan sarung tangan sebelum memeriksa pasien nya.
__ADS_1
Kaki wanita itu di angkat keduanya di penopang kaki. Lalu ****** ***** nya di turunkan sampai ke bawah. Suster mulai menyalakan lampu dan peralatan yang di butuhkan dr Ratih.
Dr Ratih mulai memeriksa dan memberikan beberapa tindakan di area in-tim wanita itu. Sesaat kemudian dr Ratih menyudahi pemeriksaan nya dan berdiri menuju kursi kerja nya, Sarung tangan telah di lepas dan di buang ke sampah non medis.
Dokter kembali duduk di kursi nya sambil menghela nafas panjang. Wanita itu telah duduk di hadapan nya dan dengan gelisah dia mulai membuka suara.
"Apa sakit saya dokter?" tanya nya sambil memilin ujung kemeja nya.
"Hmm...Baik lah, Ibu berdasarkan pemeriksaan yang saya lakukan tadi Ibu menderita Klamidia dan keputihan pada area genital" kata dokter sambil menatap mata nya tajam.
"Klamidia dokter? Maksudnya?" tanya nya tak mengerti.
"Klamidia merupakan infeksi bakteri yang sangat sulit terdeteksi di tahap awal kemunculannya. Gejala biasanya baru akan muncul setelah 1-3 minggu terinfeksi bakteri klamidia, yang ditandai oleh cairan atau kotoran yang keluar dari ******, sakit saat melakukan hubungan intim, sakit saat buang air kecil, serta pendarahan abnormal" terang dokter sambil menatap tajam ke wajah pasien nya.
Dr Ratih menduga-duga jika pasien nya ini sering bergonta ganti pasangan dalam berhubungam intim. Namun dia tidak berhak menghakimi pasien nya.
"Iya dokter gejala itu yang saya rasakan beberapa hari ini. Penyebab nya apa dok?" tanya nya ketakutan karena dia pernah mendengar penyakit ini tergolong serius.
" Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini dapat menular melalui **** anal, oral, vaginal, dan saling bersentuhannya alat kelamin. Selain itu, mainan **** yang tidak dicuci bersih atau dilapisi ****** baru juga bisa menjadi media penularan chlamydia" terang dokter lagi.
Dewi menunduk kan kepala nya makin dalam. Hatinya nyeri mendengar penuturan sang dokter. Arrgggh...Leon bajingan gara-gara dia aku terkena penyakit ini. Batin nya kesal, sejak dia aktif berhubungam intim dengan Leon dan teman nya itu dia mulai sering merasakan gatal di area inti nya.
Awal nya dia tak merasakan pedih namun lama kelamaan, rasa pedih dan gatal itu tak bisa di tahan nya dan dia mulai menghindari Leon saat lelaki itu ingin bertemu dengan nya dan ingin bercinta dengan nya.
__ADS_1